
Tujuh hari berlalu begitu saja.
Dalam dua hari setelah insiden sebelumnya, Kios PT. Mulia selalu dikunjungi oleh banyak pembeli yang menginginkan kedua produk Skincare ajaib dan Parfum surgawi.
Terutama untuk seorang wanita yang selalu ingin tampil cantik di depan umum, mereka tidak boleh melewatkan kedua produk tersebut.
Hanya saja untuk beberapa pembeli harus kecewa karena tidak dapat membeli dua produk tersebut. untung saja PT. Mulia membatasi pembeli dengan hanya satu produk untuk setiap pembeli, jika tidak akan banyak orang yang memasoknya dan menjualnya kembali dengan harga tinggi.
Jadwal penjualan masih pada jalur yang seharusnya, dan hal tersebut membuat semua orang bertanya - tanya mengapa PT. Mulia melakukan hal tersebut, apakah tidak menginginkan uang mereka lagi.
Dalam pemasaran kedua produk PT. Mulia menjadi produk Domestik yang paling di cari bahkan mengungguli larisnya produk luar negeri seperti Shanghai beauty.
Hanya saja Kedua produk PT. Mulia di jual dengan jumlah terbatas pada setiap wilayah belahan nusantara. hal ini menjadikan beberapa orang hanya bisa bersaing satu sama lain untuk bisa membelinya.
Fenomena ini terjadi di mana - mana dan cukup banyak yang menggunakannya sebagai bahan konten. tentunya hal tersebut menjadi sponsor gratis untuk PT. Mulia.
Tidak hanya itu walaupun kedua produk tersebut terbilang cukup mahal karena harganya hampir dua kali dari harga produk dari perusahaan lain, namun masih banyak orang yang menginginkannya.
Tentunya di saat ada orang yang bahagia pastinya ada orang yang sengsara. beberapa pesaing bisnis dengan sengaja membuat berita hoax untuk menjatuhkan PT. Mulia seperti memiliki efek samping penuaan dini, keriput jangka panjang, bintik merah, jerawat yang menumpuk, juga panu yang tidak ingin ketinggalan.
Lisin yang berada di belakang PT. Mulia tidak menanggapi berita hoax tersebut dan lebih percaya dengan kedua produk miliknya. jadi biarkan pembeli sendiri yang menilainya.
Dan ternyata benar, dalam beberapa hari berikutnya, postingan hoax tersebut langsung dibanjiri oleh akun yang sudah penggunakan kedua produk dan menyatakan tidak ada masalah dengan kedua produk dari PT. Mulia.
Karena perdebatan dari pasukan hoax dan pasukan pengguna sangat memanas hingga masuk kedalam daftar Trending. keberadaan kedua produk PT. Mulia semakin di kenal oleh hampir semua masyarakat Indonesia.
Pengusaha sukses hanya bisa bersujud di bawah PT. Mulia. karena kedua produknya tidak menggunakan uang untuk membeli iklan dan lain sebagainya namun dapat menciptakan produk yang sangat populer.
Tentunya hanya beberapa orang yang mengetahui tentang iklan promosi dengan cara ciuman yang Lisin lakukan dengan Nadya.
.....
Lisin saat ini tinggal di Perumahan Pondok Indah.
Tentunya dia tidak lupa menghabiskan malam dengan Nadya dan Juga Diana yang memergoki hubungan keduanya. Lisin dengan terpaksa harus melakukan bertiga.
Kesampingkan hal tersebut karena bikin sakit hati kaum jomblo. saat ini Lisin melakukan joging pagi di sekitar komplek perumahan pondok indah.
(DING...)
__ADS_1
(Selamat tuan rumah telah menyelesaikan tugas sistem, Membantu PT. Mulia agar memiliki produk yang unggul di pasar domestik)
(Mendapatkan 25 poin sistem)
(Mendapatkan Kartu Keterampilan Akting Super)
(Mendapatkan Kartu Keterampilan Sutradara Super)
Lisin awalnya sangat bahagia dengan tugas sistem yang terselesaikan, namun harus kesal karena hadiah yang sistem berikan.
Apa gunanya, Akting dan Sutradara. siapa juga yang ingin terjun ke dunia perfilman. apakah dirinya kekurangan uang? Sepertinya kedua kartu keterampilan ini tidak akan digunakan.
Belum lagi jika dirinya ingat dengan benar, Lisin memiliki satu kartu keterampilan yang belum di gunakan dan ditambah dua ini maka ada tiga kartu keterampilan yang menjadi barang antik.
.....
Nama: Amar Lisin
Level: 4 (7/500)
Pesona: 8
Inventori: keperluan tuan rumah
Tokoh: akses tingkat 2
Lotre: 5 kali
Saldo: Rp 117.345.131.754.000
Dana: 0
Tugas: Selesai
.....
Saat Lisin memutuskan untuk pulang, dia bertemu dengan Bu Tina yang menjadi agen biro penyewaan komplek perumahan. juga Lisin pernah menghabiskan satu malam dengannya.
"Pak Lisin..." Kata Bu Tina yang berdiri di depan perumahan nomor satu.
"Silakan masuk saja, aku akan mengambil handuk untuk menyeka keringat..." Lisin yang baru datang memiliki bagian tubuhnya terpenuhi oleh keringat.
__ADS_1
Setelah Lisin berganti pakaian dia langsung mendatangi Bu Tina yang duduk di ruang tamu. entah mengapa suasana menjadi canggung, terakhir kali keduanya bertemu adalah saat keduanya melalui malam yang panas. Setelah itu hanya beberapa kali melakukan kontak telepon tanpa bertemu lagi.
"Pak Lisin... Maksud dari kedatangan saya adalah untuk mengundurkan diri dari pekerjaan agen biro penyewaan komplek perumahan pondok indah..." Kata Bu Tina dengan hati - hati.
Lisin sedikit bingung, padahal pekerjaannya cukup bagus dan tidak ada masalah dengan pendapatan dari Komplek perumahan pondok indah saat di tangani langsung oleh Bu Tina.
Mengapa dia memutuskan untuk berhenti?
Juga di mata Lisin, siapapun wanita yang pernah tidur dengan dirinya. maka sudah Lisin anggap sebagai wanitanya, walaupun hanya sekali hal tersebut sama saja. Walaupun belum bisa menikahinya setidaknya Lisin tidak kekurangan uang dalam menafkahi seorang wanita.
"Bu Tina, bisakah kamu pikirkan lagi, kita sudah satu ranjang bersama aku pasti akan bertanggung jawab ..." Kata Lisin dengan janji.
Bu Tina tersentak, rasanya hatinya melunak hanya saja dirinya tidak menginginkannya.
"Pak Lisin... yang terjadi pada malam itu bisakah kita melupakannya dan menganggapnya tidak pernah terjadi?..."
Sosok Bu Tina cukup dewasa setidaknya lebih muda dari Tante Maya hanya saja dia tidak memiliki semangka yang super besar.
"Bu Tina, bisakah kamu menjelaskan alasanmu..."
"Pak Lisin saya sudah menemukan pekerjaan lain..."
"Mengapa kamu tidak bilang padaku, kamu tahukan jika aku memiliki banyak perusahaan dan kamu bisa dengan bebas memilih posisi yang mana..."
"Saya tidak bisa melakukannya..."
Lisin sedikit bingung dengan Wanita yang satu ini. Dianggap sebagai wanita miliknya tidak ingin! disuruh memilih perusahaan sesuka hati juga tidak ingin!
"Pak Lisin, bisakah kamu tidak memaksa keputusan ini? Aku tahu kamu memiliki banyak perusahaan. namun ini sudah keputusan yang aku ambil..."
Lisin terdiam sejenak, tanpa sadar dirinya sudah memaksa seorang wanita untuk menjadi milikinya, sekarang karena keputusan tersebut tidak dapat di ganggu lagi, Lisin hanya bisa menyetujui Bu Tina yang mengundurkan diri.
Melihat kepergian Bu Tina Lisin hanya bisa terdiam, itu semua sudah menjadi keputusannya. Jadi Lisin tidak boleh memaksanya yang nantinya tidak akan membuatnya bahagia.
Lisin tersenyum kecut, sepertinya Bu Tina ini tidak ingin memiliki sosok suami yang menjadi penjahat kelamin, terutama untuk orang seperti Lisin karena memiliki banyak wanita di mana - mana.
Sekarang Lisin hanya bisa memaklumi keputusan Bu Tina, dan menganggap malam sebelumnya tidak pernah terjadi dan melanjutkan kehidupannya sebagai pria Jomblo yang Malang.
Lisin hanya bisa menghubungi Nazwa untuk menyuruh seseorang dalam menangani agen biro penyewaan Komplek perumahan pondok indah.
Bersambung...
__ADS_1