
Pertandingan antara Tim Serigala dan Tim Lisin dan kawan-kawan membuat banyak orang tertarik untuk melihatnya, sangat jelas jika Tim resmi dari universitas negeri malang adalah Tim basket yang sangat di banggakan. apa lagi 5 orang melawan 4 orang sungguh pertandingan lelucon yang sangat lucu.
"Ini... bukanya ini Tim Serigala yang mewakili universitas di pertandingan basket tingkat nasional, Siapa lawan mereka?..."
"Benar bro kamu tidak salah, saat ini Tim Serigala sedang melakukan pertandingan basket dengan mahasiswa dari fakultas kedokteran..."
"Gila anak-anak dari fakultas kedokteran, apakah mereka ingin mempermalukan diri sendiri..."
"Kasian sekali padahal aku sangat suka dengan siaran langsungnya yaitu pencari setan. kali ini aku bingung harus mendukung siapa kerena kedua tim adalah favorit ku..."
"Jadi itu mereka yang sebelumnya sempat Viral karena penampakan pada siaran langsung mereka..."
"Bro Bagaimana mereka berakhir dengan melakukan pertandingan basket dengan Tim Serigala..."
"Jadi begini bro... Anak dari fakultas kedokteran bermain basket dengan buruk, jadi Tim Serigala yang berniat latihan melihat hal tersebut dengan kesal. bukanya mengalah karena Tim Serigala akan melakukan pelatihan basket eh... salah satu dari mereka menantang ingin melakukan pertandingan basket"
"Sial... Ketiga orang itu tidak tau malu, pertandingan basket belum di mulai mereka menyatakan cinta..."
"Benar... sungguh tidak menghargai perasaan para jomblo..."
Baik mahasiswa ataupun mahasiswi yang kebetulan lewat sangat tertarik untuk menontonnya.
Salah satu di antara penonton mengirim pemberitahuan di obrolan grup kampus.
"Teman-teman yang budiman telah terjadi pertandingan basket antara Tim Serigala dan Tim pencari setan, jika kalian melewatkan pertandingan ini, kalian akan menyesal seumur hidup hingga 7 turunan"
"Sial... aku tidak ingin menyesal 7 turunan jadi aku harus melihatnya..."
"Pencari setan selalu di hati, aku berharap dapat melihat pocong atau kuntilanak..."
"Yang di atas harap membuka kedua matanya... ingin bertemu dengan pocong dan kuntilanak tapi kenapa kamu melarikan diri saat bertemu dengan tujuanmu..."
"Benar juga... T_T"
"Tim Serigala pasti menang..."
"Bro... kamu ingin berantem... jelas Tim pencari setan yang akan menang"
Obrolan grup yang awalnya sepi seperti kuburan, menjadi ramai seperti pasar obrolan kemudian memanas, banyak juga perang emoji antara pendukung Tim Serigala dan Tim pencari setan.
Tanpa adanya pembelian tiket tempat duduk langsung penuh bahkan berdesakan, di luar lapangan bahkan banyak penonton yang kesal karena tidak dapat melihat pertandingan.
"Hallo pemirsa yang budiman, karena kalian tidak dapat melihat pertandingan antara Tim Serigala dan Tim pencari setan, kami sebagai orang yang dermawan akan melakukan siaran langsung untuk kalian semua, sebelum kita melanjutkan tolong klik like dan subscribe chanel ini, karana klik gratis kalian tidak akan merugi"
Beberapa Host siaran langsung telah melakukan penayangan perdana di lokasi pertandingan. dan karena kecepatan teknologi informasi yang sangat luar biasa hampir seluruh Indonesia mengetahui tentang pertandingan basket tersebut.
"Bola di lempar ke atas pemirsa... dengan cepat Gege dari Tim Serigala mengambilnya... oh tidak... pemirsa, bola berhasil di rebut... jepret... jepret... bola akan di lempar pemirsa" Entah siapa orang ini kenapa dia Menjadi komentator seperti ingin ngajak ribut.
"Pemain Lisin dari Tim pencari setan berhasil merebut bola lalu berniat melakukan lemparan 3 angka... oh tidak..."
"Pemain Brian yang di jaga Center belakang melakukan lompatan... Jepret sangat tinggi sekali pemirsa... Jepret... Jepret Bangsat pemirsa ternyata membentur papan ring basket"
Kembali ke dalam lapangan, Lisin yang melihat jika Brian mengalami benturan dengan bagian papan sangat khawatir jadi bola yang ada di tangannya di lemparkan keluar dan bola untuk tim Serigala.
"Kamu tidak apa-apa..." Lisin, Jo dan Alim bertanya.
"Aku baik-baik saja... hanya saja takut ketinggian..." Brian menjawab dengan ketakutan bukan kesakitan.
"Bro... Lisin obat sebelumnya manjur sekali..."
"Benar aku merasa seperti Superman..."
"Aku juga..."
Mendengar ketiganya saling berbicara, Lisin yang melihatnya tidak berdaya.
"Kalian karus ingat obat itu hanya bertahan dalam satu jam... sedangan waktu permainan bola basket 10 Menit dan ada 4 kuarter berarti 40 menitan"
"Di tambah... setiap waktu istirahat di tiap kuarter adalah 10 menit, itu berarti 80 menit lamanya pertandingan... Kalian harus semangat, ingatlah setelah ini semua kalian akan berkencan dan berakhir di hotel" seperti biasa para jomblo akan bersemangat jika mendengar seorang wanita.
"Bro Lisin... terima kasih setelah ini kita bertiga akan kehilangan keperjakaan" Brian berkata dengan bangga.
"Ralat... Brian keperjakaan kita sudah berakhir dengan sabun..." Alim mengingatkan.
"Benar..." Jo mengangguk.
Baik Wasit, Tim Serigala ataupun para penonton sangat tertekan saat mendengar perkataan Tim pencari setan.
Pertandingan berlanjut, bola di kuasai Tim Serigala, saat Gege melompat dengan gerakan indah dia tidak berharap jika bola basket yang ada di tangannya menghilang.
"Sial... dia lagi..."
Seperti dalam rencana yang di buat Lisin, yaitu saat Lisin mendapatkan bola ketiganya harus melompat di dekat Ring Basket.
Tidak seperti sebelumnya, kali ini Brian tidak takut dengan ketinggian, karena setelah pertandingan ini dirinya akan melakukan kencan begitu juga dengan Jo dan Alim.
Brian yang di jaga Center melakukan lompatan tinggi, bahkan Center dari Tim lawan tidak bisa mengungguli lompatan Brian.
Lisin yang melihat posisi Brian menjadi tersenyum lalu melemparkan bola dengan cepat seolah bola basket melakukan perpindahan instan, Bola basket yang secara tiba-tiba berada di tangan Brian langsung di masukan kedalam Ring basket.
__ADS_1
"Jepret... jepret... Bola masuk dalam ring pemirsa... Brian menjadi pahlawan karena mencetak angka..."
Sekor sementara 0 : 2 dengan ke unggulan Tim Pencari setan.
Kelima Anggota tim Serigala termenung dengan kedua mata hampir keluar dari ronggahnya.
Sial... apakah dia orang yang sama dengan orang yang sebelumnya tidak bisa memasukan bola kedalam ring.
Setelah mencetak angka Brian bergelantungan pada Ring basket dengan tangan tidak melepaskan cengkeraman pada ring.
"Jo... Alim... tangkap aku..." Brian yang turun langsung di tangkap Jo dan alim.
Tim Serigala tidak memikirkan Brian yang tidak bisa turun, saat ini secara bergantian bola pindah-pindah tangan, lalu berakhir pada Gege yang dengan tertekan berniat melakukan tembakan.
Lisin Tidak bisa lepas dari penjagaan empat orang sekaligus. Center, Power Forward, Point Guard, Shooting Guard.
"Haha... jika Kamu tidak bisa bergerak pasti tidak akan bisa menambah angka" ini adalah hasil pemikiran Gege, dengan mengunci pergerakan Lisin ketiga orang lainnya yang berdiri di bawah ring basket tidak akan menerima assist (umpan).
"Jepret... Pemain dari tim pencari setan tidak bisa bergerak... apakah Tim Serigala akan mencetak angka pembalasan... Pemirsa mari kita saksikan bersama"
Komentator tidak bisa berhenti berbicara seperti dirinya akan mati jika berhenti menyiarkan pertandingan basket, entah bagaimana dia tidur di malam hari apakah dengkurannya seperti komentarnya, apakah makan dan minum juga seperti itu? hanya istri di rumahnya yang tau.
"Masuklah..." Gege melompat lalu tubuhnya sedikit condong ke belakang, bola terlepas dari tangannya dan menuju ke ring lawan.
Lisin melompat berniat menangkap bola yang akan masuk ke ring basket. bagaimana Tim Serigala akan membiarkannya, jadi ke empat orang dengan posisi berbeda melompat dan ingin menghalangi Lisin.
Namun siapa Lisin... Dengan lompatan super, Lisin hampir berdiri di atas ring basket namun tidak melakukan itu karena hal tersebut akan menjadi pelanggaran.
pemain dengan posisi Center berniat menghentikan Lompatan Lisin dengan cara curang seperti dorongan, namun dia kewalahan karena apa yang di dorongnya seperti diding bata.
"Jepret... Pemirsa Bola berhasil di tangkap oleh tim pencari setan apakah akan mencetak angka lagi..."
Lisin saat ini bergelantungan pada ring basket sambil memegang bola pada satu tangan. Saat ingin melakukan umpan dia melihat kearah temannya Jo, Brian dan Alim yang tidak melakukan lompatan melainkan duduk.
Sialan mengapa kamu duduk... Cepat berdiri dan melompat... Jangan bikin aku kesal.
"Jo... aku kan sudah mencetak angka, sekarang giliran kamu lalu Alim kemudian Aku lagi..." Ketiganya yang tidak di jaga oleh pemain lawan melakukan obrolan seperti ibu-ibu rumah tangga.
Setelah ketiganya mengangguk Jo perlahan berdiri lalu melompat, Lisin yang tidak berdaya melemparkan bola dan langsung di masukan kedalam ring oleh Jo.
"Jepret... Tim pencari setan mencetak angka lagi pemirsa..."
Beberapa orang yang mendukung Tim Serigala tertekan karena Tim pilihan mereka tidak dapat mencetak angka, sedangkan pendukung Tim pencari setan bersorak dan bergembira.
"Tim Pencari setan kamu harus menang..."
"Kalian adalah idola kami..."
Mendengar teriakan dari arah bangku penonton Alim, Jo dan Brian melambaikan tangan sambil tersenyum pepsodent dapat terlihat juga jika ada sedikit sisa makanan pada giginya.
Ketiganya semakin bersemangat saat mendapatkan dudukan dari para Cilider cantik.
"Kalian lihat itu... jangan meremehkan kita..." Brian berkata sambil melihat ke arah tim Serigala.
"Sialan..." Kelima anggota tim Serigala menyertakan gigi karena tertekan.
Pertandingan berlanjut, dengan umpan balik dari tim Serigala yang sangat agresif. Entah itu tendangan, tinju, Sikut dan lutut beradu.
Jika itu sebelumnya, ketiganya pasti berakhir menyedihkan namun berkat obat super yang terbatas dalam waktu satu jam itu tidak berguna.
Dengan bergantian antara Jo, Brian dan Alim mereka membuat angka yang cemerlang, kuarter pertama berakhir dengan keunggulan 26 poin kemudian istirahat 10 menit.
Sekor sementara 0 : 26 dangan keunggulan milik tim pencari setan.
"Pecitan..."
"Pecitan..."
"Pecitan..."
Entah siapa yang mempersingkat Nama pencari setan menjadi pecitan Semua penonton yang melihat pertandingan mendukung Tim Lisin dan kawan-kawan dengan berteriak Pecitan.
"Terima kasih..." Kinar... dan ketiga temannya memberikan handuk kecil dan air mineral.
Jo dengan Lili, Alim dengan Nana, Brian dengan Ririn sedangkan Lisin dengan Kinar. untuk kelima anggota tim Serigala yang melihat ini semakin tertekan.
Tim lawan di keliling gadis-gadis cantik, kenapa tim mereka tidak, pihak lain terlihat seperti pasangan kekasih sedangkan diri mereka yang jomblo sungguh teraniaya.
Pertandingan berlanjut memasuki kuarter kedua, dengan umpan-umpan cantik dari Lisin ketiganya mencetak angka seperti meminum air.
Alim yang melakukan putaran di udara seperti gangsing sambil mencetak angka, Jo yang memejamkan mata sambil memasukkan bola kedalam ring, Brian yang tidak mau kalah memasukan bola ke dalam ring melalui antara kedua kakinya, sedangkan Lisin dari awal kuarter hanya melakukan assist tanpa mencetak angka.
"Jepret... jepret... pemirsa, Sekor di kuarter ke tiga, 0 untuk tim Serigala sedangkan 54 untuk tim Pecitan, sungguh kekalahan telak"
Komentator yang menjadi host pada chanel tertentu tidak pernah berhenti berbicara bahkan pada waktu istirahat dia melakukan komentator sambil meminum air, hal ini menjadikannya tersedak beberapa kali.
Sungguh orang bermulut mulia demi kesenangan pemirsa beliau mengorbankan kesenangannya sendiri.
Memasuki kuarter keempat atau kuarter terakhir, saat Lisin memberikan umpan untuk sekian kalinya Brian yang melakukan lompatan tidak dapat menyentuh bola.
__ADS_1
"Eh..." Bola menjadi dipantulkan dari papan ring basket.
Pemain lawan dengan posisi center tidak melewatkan kesempatan, dengan postur tubuhnya yang tinggi dia menangkap bola kemudian memberikan kepada Gege.
"Sepertinya kalian bertiga sudah mencapai batas... hehe itu berarti kalian tidak akan bisa mencetak angka lagi" Gege yang tertekan terus menerus mengambil kesimpulan tersebut.
"Sial... apakah efeknya sudah habis..." Jo, Brian dan Alim tertekan, tanpa kemampuan super dari obat sebelumnya apa yang bisa dirinya lakukan.
"Hahaha... Dan kamu hanya bisa mengumpan tanpa bisa mencetak angka, baiklah saatnya melakukan pembalasan" Gege menenangkan diri dengan pikiran naif, apakah dalam 10 menit tersisa timnya bisa menyamakan kedukaan belum lagi Lisin yang dia hadapi.
Sungguh lelucon... kalian pikir aku tidak bisa mencetak angka.
"Jepret... jepret... Pemirsa, sepertinya tim Pecitan sudah kelelahan, apakah tim Serigala akan menyamakan kedudukan di kuarter terakhir..."
Hampir seluruh Indonesia yang melihat siaran langsung pertandingan bola basket sangat panik, gelisah dan bersemangat. untuk pendukung Pecitan tidaklah tertekan melainkan santai mereka berfikir apa yang bisa dilakukan tim Serigala dalam menyamakan kedudukan.
Sekor sementara 0 : 54 keunggulan untuk tim Pencari setan.
Sedangkan untuk pendukung Tim Serigala marah dengan frustasi.
"Sial.. Tim Serigala tidak becus..."
"Benar... sepertinya mereka tidak bisa mengejar ketertinggalan angka dari Tim pecitan"
"Yang di atas... Tim Serigala pasti pasti menang..."
"Benar Tim Serigala pasti menang... jika kalah aku akan memakan kotoran"
"Yang di atas kamu harus menepati janji, aku sudah Screenshoot komentar mu..."
"Wkwkwk... jangan menyesal ya bro..."
Lisin tidak tau jika beberapa komentar dari netijen yang ada di siaran langsung melakukan taruhan memakan kotoran. saat ini Lisin berdiri berhadapan dengan Gege.
"Apa!!!..." Lisin yang melihat Gerakan Gege tidak berharap jika Gege menyerahkan bola kepada pemain lain dengan posisi Shooting Guard.
Karena Lisin tidak mengantisipasi tembakan shooting guard, untuk pertama kalinya sejak pertandingan basket di mulai Tim Serigala mencetak angka.
"Jepret... jepret... pemirsa... Tim Serigala mencetak angka... Apakah mereka akan menyamakan kedudukan..."
Kelima anggota tim Serigala bersorak sambil berteriak seolah momen yang di tunggu dalam hidup mereka dapat terwujud, "Yes... tiga poin..."
"Lisin kan... sebelumnya aku egois dengan ingin melewatimu satu lawan satu, aku harus mengakui jika aku tidak bisa melewati mu... sekarang aku akan membalikkan keadaan, kenapa kamu tersenyum?" Gege yang bahagia kembali marah saat melihat Lisin tersenyum.
"Tidak apa-apa..." Lisin sebenarnya bisa saja menghentikan tembakan dari Shooting Guard, namun dia hanya diam saja, Lisin ingin memberi tim Serigala sebuah harapan palsu Karena kemenangan ada di depan mata.
Sekor sementara 3 : 54 dengan keunggulan milik tim pencari setan.
Permainan berlanjut Alim, Jo dan Brian yang tidak bisa melepaskan diri dari Pemain lawan yang menjaganya menjadi tidak berdaya.
"Lakukan..." Gege yang berniat melakukan tembakan memilih untuk memberikan bola kepada Shooting Guard dengan niat memiliki hasil yang sama dengan sebelumnya.
Apakah Lisin akan membiarkannya? tentu saja tidak, saat Bola tepat berada di atas Ring Lisin yang melompat langsung menangkap bola tersebut.
"Sialan... baiklah kamu tidak bisa mencetak angka..." Gege berkata dengan keyakinan.
"Jepret... jepret... Pemirsa apakah pemain dari Tim Pecitan akan menambahkan angka ataukah Tim Serigala..." Komentator berulah lagi.
Lisin yang memegang bola basket memantulkan bola dengan lantai kemudian melompat dengan posisi bola berada di kedua tangannya.
Sial... apakah kamu berniat melakukan tembakan di garis akhir pertahanan.
Gege yang melihat Lisin melompat tidak percaya jika Lisin akan melakukan tembakan dari sana.
Tempat Lisin melompat adalah berada di bawah ring basket dan itu bukan ring basket milik lawan, jika Lisin melakukan tembakan dari sana itu memiliki jarak kurang dari 26 meter.
Apakah Lisin itu Shintarao Midori dari generasi keajaiban yang ada di anime Kuroko No Basket, yang bisa melakukan tembakan dari garis pertahanan.
"Sial..." Walaupun Gege tidak percaya jika Lisin mampu melakukannya, setidaknya dia harus menghentikan Lisin untuk melakukan tembakan.
Gege melakukan lompatan dengan niat mengganggu tembakan Lisin.
Dalam sepersekian detik Lisin dapat melihat tangan Gege yang mencoba menggapai bola yang ada di tangannya. Lisin tersenyum sebagai tanggapan kemudian punggungnya condong ke belakang lalu melakukan tembakan.
Kedua tangan Gege tidak dapat menggapai bola yang melambung tinggi dan seperti jalur lengkung pelangi. bola basket langsung masuk ke dalam ring lawan.
"Jepret... jepret... sungguh tembakan yang indah pemirsa..."
Semua penonton terdiam lalu berteriak, mereka tidak berharap jika Lisin yang dari awal pertandingan hanya memberikan Assist ternyata bisa melakukan tembakan spektakuler.
Lisin terus menerus melakukan tembakan spektakuler hingga akhir kuarter.
Sekor 3 : 75 kemenangan milik Tim pencari setan.
"Woi... mana tadi yang ingin memakan kotoran..."
"Wkwkwk... kami menunggu mu"
"T_T"
__ADS_1
Bersambung...