Kehidupan Dengan Sistem Kekayaan

Kehidupan Dengan Sistem Kekayaan
Kehidupan Dengan Sistem Kekayaan Episode 120


__ADS_3


Sultan terdiam, dirinya tidak bisa berkata-kata setelah mendengar perkataan panjang dari Lisin.


Apa yang Lisin katakan adalah benar, tidak ada yang salah, semua laki-laki akan menjadi pemimpin rumah tangga termasuk Sultan.


Hanya saja, Sultan belum menyelesaikan semua perkataannya tentang alasan mengapa dirinya mengundurkan diri dari posisinya sebagai kepala Manajer.


Jelas Sultan memahami apa yang di maksud oleh temannya sekaligus atasannya yaitu Lisin.


"Lisin... Sebenarya ada alasan lain mengapa aku memilih untuk mengundurkan diri..." Kali ini Sultan tidak memanggilnya dengan sebutan Bos, karena pembicaraan ini seperti teman lama yang di pertemukan kembali.


"Alasan lain!..." Lisin sedikit bingung.


Apakah ada seseorang yang memaksa Sultan untuk keluar dari perusahaan? Apakah ada masalah dengan keluarganya di kampung? Mungkinkah Sultan tidak puas dengan posisinya sebagai Kepala manajer? Ataukah Gajinya kurang besar?


"Lisin... Aku akan menikah..." Sultan berkata dengan malu.


Diam... Kali ini giliran Lisin terdiam tidak bisa berkata-kata, Dirinya tidak berharap jika temannya akan mendahului dirinya, dalam hal pernikahan.


"Dia adalah Susan, gadis yang aku kenal sejak SMP dan kamu pernah aku jadikan obat nyamuk saat itu... Untuk itu setelah aku menikah dengannya Aku akan mencari pekerjaan di Jawa saja..." Sultan menjelaskan.


Lisin yang terdiam mulai mengingat siapa Susan yang akan menjadi calon pengganti Sultan, harus diakui jika Susan ini kecantikan alami namun tidak ada yang mendekati keindahan wanita-wanita yang Lisin miliki.


"Bro... Selamat, sebentar lagi kamu akan menikah..." Lisin hanya bisa tersenyum.


Mimin sudah menikah, sedangkan Sultan akan melangsungkan pernikahan, sedangkan Lisin sendiri kapan?


"Terima kasih Bro... Ini adalah undangan yang aku siapkan untukmu..." Sultan meletakkan undangan tepat di depan Lisin.


"Sangat cepat bro..." Lisin sedikit terkejut saat melihat tanggal pernikahan yang tertera pada surat undangan.


Kemungkinan pernikahan akan dilangsungkan dalam satu bulan persiapan. Sedangkan ini sudah jadi dalam bentuk undangan, Bagaimana Sultan mengurusnya.


"Pernikahan akan dilangsungkan di pihak keluarga wanita, dan semua keperluan sudah terselesaikan oleh Susan dan keluarganya..." Sultan menjelaskan lagi.


"Bro, diantara banyaknya gadis yang kamu kencani kenapa kamu memutuskan untuk menikahi Susan?..." Lisin bertanya lagi.


"Itu karena, Susan mengandung anakku dan dia sudah hamil tiga bulan..." Sultan berkata dengan malu.

__ADS_1


Jika itu temannya yang lain mungkin Sultan tidak akan berkata dengan jujur, karena yang ada di depannya Lisin, dirinya bisa menceritakannya dengan tenang.


Lisin tidak berharap jika temannya akan menghamili seorang wanita yaitu Susan.


"Bro... Aku tidak menyangka kamu diam-diam menghanyutkan..." Lisin menggeleng, ternyata temannya lebih ganas dari dirinya sendiri.


"Aku tau perbuatan kita itu salah... untuk itu aku akan bertanggung jawab..." Sultan berkata dengan tegas.


"Bro... Berapa kali kamu melakukan cocok tanam dengannya?..." Lisin bertanya lagi.


"Sekali bro... Dan itu langsung berbuah..." Sultan mengakuinya dengan jujur, sedangkan Lisin tidak bisa berkata-kata.


Sultan melakukannya dengan sekali cocok tanam langsung berbuah, sedangkan aku yang melakukan cocok tanam sekali dua kali tidak berbuah. Apakah dia menggunakan bibit unggul? ataukah ladangnya sangat subur?


"Ehm... Bro, kembali membahas tentang pekerjaan, Apa yang akan kamu lakukan setelah menikah?... Apakah kamu punya pandangan pekerjaan di Jawa?..." Lisin yang kembali tenang, mengalihkan pembicaraan. karena jika membicarakan pernikahan dirinya akan galau.


"Tentang itu... Aku belum memikirkannya. Setelah aku menikah aku akan mencari pekerjaan apa saja selama itu bisa mencukupi kebutuhan" Mendengar perkataan Sultan, Lisin langsung memahami jika temannya tersebut tidak memiliki kepastian tentang pekerjaan apa yang menunggunya.


Bagaimana jika, setelah pernikahan Sultan tidak bekerja dan menganggur, Anak orang akan dikasih makan Apa? belum lagi dia akan menjadi seseorang Ayah, Jelas banyak uang yang akan dikeluarkan dalam persalinan istrinya nanti.


"Bro... Bagaimana dengan Kuliah adikmu?..." Lisin meningkatkan.


Sepertinya ada yang memberatkan Sultan...


"Bro... Kamu masih bisa menjadi Kepala manajer setelah kamu menikah... Aku tidak masalah jika kamu menginginkan cuti panjang..." Lisin menambahkan.


"Terima kaksih Bro... Untuk biaya kuliah Adikku sudah memasuki smester akhir dan semua tanggungan sudah aku selesaikan, Sedangkan tetap menjadi Kepala manajer aku tidak bisa melakanya karena Susan ingin aku menempati rumah milik keluarganya yang ada di Jawa..." Sultan menjelaskan.


Sultan mengerti jika Lisin memikirkan dirinya namun Sultan tidak ingin merepotkan Lisin terus menerus.


"Bagaimana jika seperti ini... Kamu tetap menjadi Kepala manajer perusahaan, dan mengurus cabang dealer yang ada di Jawa?..." Lisin memutuskan yang terbaik untuk temannya.


"Cabang dealer!..." Sultan kebingungan.


Apakah perusahaan dealer punya cabang di Jawa?...


"Jadi seperti ini... Aku akan mengakusisi dealer tertentu yang ada di kota banyuwangi dan kamu bisa mengelolah perusahaan sebagai mana semestinya melalui kantor cabang tersebut" Lisin menjelaskan dengan senyuman.


Sultan merasa ingin menangis karena memiliki seorang teman yang begitu baik, Dirinya sangat bersyukur berteman dengan Lisin. Apakah teman lainnya akan seperti ini? Tentu saja tidak. Mereka pasti hanya akan melihat jika dirinya terjatuh.

__ADS_1


"Halo Nazwa..." Lisin langsung melakukan panggilan kepada Asisten barunya yaitu Nazwa.


"Siap melayani Bos..." Nazwa menjawab melalui sisi lain telepon.


"Nazwa... Tolong Akuisisi perusahaan dealer yang ada di kota banyuwangi secepatnya... Aku ingin semuanya selesai dalam waktu satu minggu..." Lisin berkata dengan santai, Sedangkan Sultan memiliki kedua mata membulat. jelas dirinya tidak percaya dengan apa yang dilihatnya.


Sial... Lisin ini mengakuisisi perusahaan apa belanja online, Apakah dia Teman yang selalu hemat dan dimanfaat oleh mantan pacarnya yang selama ini Aku kenal?


Kehidupan seperti apa yang saat ini Lisin lalui?...


Demi dirinya, Lisin langsung mengakuisisi sebuah perusahaan dealer yang ada di kampung halaman, Bagaimana Sultan tidak tersentuh dengan tindakan Lisin.


Sultan mengingat lagi saat kehidupan SMK dengan Lisin. Dalam pandangan Sultan, Lisin hanyalah pemuda biasa dengan wajahnya yang tampan. dirinya sering di bully, terkadang tidak memiliki uang untuk membeli sesuatu di kantin.


Saat Sultan berkali-kali membantu Lisin karena merasa kasihan dengannya. Dirinya tidak pernah memiliki harapan jika Lisin akan membalas perbuatan dirinya.


Apakah ini yang dinamakan menanam sesuatu yang baik akan menuai hasil yang baik juga?


"Bos... Aku mengerti, Semuanya akan terselesaikan dalam Tujuh hari..." Nazwa menjawab dengan yakin kemudian mematikan ponselnya.


Lisin yang baru saja selesai melakukan panggilan langsung menutup telepon, kemudian melihat kearah Sultan yang bengong.


"Bro... sekarang kamu bisa dengan tenang melangsungkan pernikahan..." Lisin tersenyum.


"Lisin... Trima kasih..." Sultan berkata dengan tulus.


"Bro Sultan... Diantara kita tidak perlu ada kata terima kasih... Jika kamu bersikeras itu akan melukai perasaanku..." Lisin berpura-pura tidak berdaya.


"Bro Lisin... Kamu kan sudah sangat kaya, memiliki perusahaan yang besar, memiliki kendaraan yang mahal... Juga tampan" Awalnya Sultan memujinya kemudian dengan tertekan mengakuinya jika Lisin tampan.


Lisin mengangguk dengan senang mendengarkan pujian dari Sultan, entah apa alasan temannya tersebut memujinya kemungkinan besar karena merasa berterimakasih.


"Hanya saja kamu itu Jomblo... Tampan, Kaya, punya perusahaan tapi Jomblo... Pasti belum merasakan bercocok tanam kan? Bro Lisin... Kamu harus mencari pasangan hidup kemudian menyusulku" Sultan menambahkan dengan puas.


Lisin mendengarkan bait terakhir dari perkataan Sultan merasa ingin muntah darah.


Awalnya manis akhirnya pahit...


Sial... Siapa juga yang Jomblo? Siapa juga yang belum bercocok tanam?Apakah aku harus menceritakan semua wanita yang pernah tidur bersamaku? jika aku mengatakan akan menikahi selusin keindahan sekaligus apakah kamu akan percaya?

__ADS_1


Bersambung...


__ADS_2