Kehidupan Dengan Sistem Kekayaan

Kehidupan Dengan Sistem Kekayaan
Kehidupan Dengan Sistem Kekayaan Episode 81


__ADS_3

Kantor kepolisian kota Malang...


Jendral kepolisian yang baru saja menyelesaikan masalah dua polisi korup, baru bisa beristirahat dengan tenang.


Dalam kurun waktu ini dirinya memiliki banyak hal yang harus di tangani secara langsung. apa lagi jika menyangkut tentang Lisin, entah Kenapa bocah ini selalu menangkap masalah.


Di manapun Lisin berada, kondisi apapun itu pasti akan menemukan masalah. Jenderal tua hanya bisa menggeleng jika berurusan dengan Lisin.


"Jendral... ada sesuatu yang harus anda ketahui ini berhubungan dengan Bapak Lisin" Salah satu bawahan jendral tua berkata dengan tergesa-gesa.


Lisin lagi...


Jendral tua baru saja bersandar pada kursi hendak merelaksasikan tubuh tuanya. ini salah dirinya sendiri kenapa dirinya membicarakan Lisin bocah penangkap masalah.


Orang dulu bilang jika membicarakan orang di belakangnya maka orang tersebut akan berumur panjang. entah Lisin berumur panjang apa tidak, yang jelas ada saja masalah yang bersangkutan dengan Lisin.


"Tunjukan..."


Jendral tua dengan tidak berdaya melihat sebuah siaran langsung milik salah satu Host siaran langsung yang berada di platform youtube.


"Seperti biasa pasti ada masalah yang bersangkutan dengannya..."


Jendral tua mendengarkan narasi dari host siaran langsung mendengus dingin karena tidak puas dengan prosedur pihak rumah sakit.


Jendral tua melihat siaran langsung dari awal hingga akhir sangat marah terhadap Rahmat, karena rahmat memberikan resep obat yang salah terhadap seratus lebih pasien.


Jika Lisin yang memiliki pengobatan ajaib tidak ada di sana sangat jelas nasib yang akan menunggu pasien tersebut adalah kematian.


"Rumah sakit mana Lisin berada?... Hubungi pemiliknya jika tidak ada penjelasan yang memuaskan, aku akan menutup rumah sakit tersebut"


Jendral tua merubah lagi pendapatnya tentang Lisin, dia bukan bocah penangkap masalah melainkan malaikat penyelamat.


"Jendral... rumah sakit di mana Lisin berada tidak jauh dari sini, sedangkan Dokter yang memberikan obat yang salah adalah putra dari pemilik rumah sakit"


"Secara kebetulan pemilik rumah sakit ada di sini, karena sebelumnya ikut serta menangani masalah yang ada di lokasi pembegalan"


Bawahan jendral tua harus di beri acungan jempol, karena sebelumnya dirinya telah menyelesaikan penyelidikan kemudian membuat laporan.


Dengan secepatnya ayahnya Rahmat di marahi habis-habisan oleh jendral tua. dengan ancaman penutupan rumah sakit, ayahnya Rahmat mengungkapkan sebuah rahasia tentang anaknya sendiri.


Rahmat anaknya sendiri, sebenarnya tidak lulus lisensi kedokteran dan semua itu hasil dari melakukan penyuapan agar Rahmat bisa menjadi seorang dokter.


Pernyataan ini membuat jendral tua semakin marah. jika seorang dokter tidak memiliki kemampuan menyembuhkan yang mempuni bukankah akan banyak pasien yang akan di rugikan.


Dalam kasus yang saat ini sedang terjadi yaitu salah memberikan resep obat, sangat jelas dampak kejadian tersebut akan mencoreng nama dokter dan rumah sakit.


Jendral tua tidak peduli dengan rumah sakit dan dokter Rahmat dia sangat prihatin terhadap kondisi para pasien.


Jendral tua membuat dua keputusan pertama pihak rumah sakit harus memberikan kompensasi kepada pihak pasien. kedua Rahmat akan di jatuhkan hukuman sesuai peraturan dalam KUHP akibat dari perbuatan Malpraktek.


Pada pasal 360 ayat 1 dan ayat 2 KUHP serta pasal 361 KUHP Ayat 1 yang berbunyi.


"Barang siapa karena kesalahannya menyebabkan orang luka berat dihukum dengan penjara selama 5 tahun atau hukuman kurungan selama 1 tahun"


Ayahnya Rahmat hanya bisa mengangguk menyetujuinya, dari pada dirinya sendiri yang di penjara lebih baik anaknya, bukankah ini salah anaknya.


Dengan begitu penangkapan dokter malpraktek di tindak lanjuti, di iringi mobil polisi jendral tua secara pribadi datang karena ingin menyenangkan Lisin. sedangkan ayahnya Rahmat yang tertekan pergi menggunakan mobil sedan miliknya sendiri.


.....


(DING...)


(Selamat tuan rumah telah menyelesaikan tugas sistem menyelamatkan semua pasien yang keracunan makanan kadaluwarsa)


(Mendapatkan 50 poin sistem)


(Mendapatkan Keterampilan Master Pengobatan Modern)


Lisin yang kelelahan karena menggunakan energi batinnya terus menerus sangat senang mendapatkan hadiah dari sistem.


Ingatan Master pengobatan modern memenuhi ingatan Lisin. seketika banyak hal seperti teknik-teknik pengobatan modern langsung bisa dikuasai. ahli bedah kulit, ahli bedah organ dalam, penggunaan peralatan kedokteran modern, teknik pisau bedah dan lain sebagainya.


Hahaha... panen yang bagus...


"Lisin kamu tidak apa-apa?... ambil ini" Mirna memberikan sebotol air mineral.


"Terima kasih..." Lisin langsung meneguk sebotol air mineral yang di dapatkan dari Mirna.


Keluarga pasien sangat bahagia tidak memandang tinggi, rendah, kaya atau miskin. semua orang yang berniat memberikan Lisin sejumlah uang langsung di tolaknya.


"Halo dokter ajaib..." Seorang wanita cantik seumuran dengan Lisin menyapanya.


"Halo apa ada yang bisa di bantu?" Lisin menjawab dengan tatapan aneh. karena wanita tersebut terlihat sangat bahagia sambil mengarahkan ponselnya kepada Lisin.


Sial... jangan bilang dia host siaran langsung!


"Dokter ajaib tolong katakan halo kepada sahabat Ria-Ria..." Ria mengambil gambar Lisin dengan dekat.

__ADS_1


Ria sedikit terkejut karena Lisin cukup tampan di tambah kemampuan medisnya yang ajaib, belum lagi sifatnya yang baik hati tanpa pamrih menyelamatkan semua pasien keracunan makanan.


Tanpa sadar sosok Lisin menjadi menjadi spesial di hati Ria.


"Kamu..." Lisin bertanya dengan tertekan.


"Saya Ria Host siaran langsung Ria-Ria My Chanel... sebelumnya terima kasih telah menyelamatkan orang tuaku dan semua pasien..." Dengan semangat tinggi Ria-Ria memperkenalkan dirinya.


"Bisa siaran langsungnya di matikan?..." Lisin bertanya dengan tidak berdaya.


Sejak kapan gadis ini mengambil gambar ku. apakah sejak aku menyembuhkan banyak orang?


"Baiklah..." Walaupun enggan Ria berniat mematikan siaran langsung.


"Tolong jangan matikan..."


"Benar... kumohon(T_T)..."


"Ria-Ria tolong... bisakah dokter ajaib menjawab satu pertanyaan?..."


"Benar satu saja..."


"Yang setuju like..."


Ria yang melihat jumlah pemirsanya mencapai lebih dari 1 juta sangat bersemangat. walaupun jumlah subscribe sudah mencapai 1 juta namun kebanyakan hanya akun mati. saat dirinya melakukan siaran langsung jumlah pemirsa tertinggi hanya 100 ribu.


Melihat kembali rentetan komentar memohon agar dokter ajaib menjawab satu pertanyaan, Ria harus mewujudkannya.


"Dokter ajaib bisa menjawab satu pertanyaan? kemudian Ria akan mematikan siaran langsung" Ria berkata dengan kedua mata berkaca-kaca.


"Baiklah... satu saja" Lisin tidak kuasa melihat Ria yang ingin menangis.


"Dokter ajaib apakah sudah punya pacar?... "


"Yang di atas aku pacarnya..."


"Wkwkw... Mbk Gisel keluar..."


"Siapa yang kemarin ingin punya Baby dengan Mbak Gisel?..."


"Tolong jangan ungkit masa-masa kelam ku..."


"Sabar bro..."


"T_T"


"Dokter ajaib apakah membuka lowongan untuk menjadi pacar..."


"Kalian semua, pasti akun baru... sangat jelas dokter ajaib sudah punya pacar..."


"Benar pacarnya adalah kakak Vita..."


Kebanyakan akun yang menanyakan tentang pacar Lisin adalah wanita-wanita yang kesepian.


Para jomblo yang melihat rentetan komentar hanya bisa menepi sambil meratapi nasib mereka.


Suara hati jomblo...


Ku menangis...


Wahai wanita-wanita kesepian mengapa kalian mengejar yang sudah punya pacar.


Apa kalian ingin jadi seorang pelakor.


Taukah kalian, para wanita yang menjadi pelakor, tanpa kamu sadari kalian telah melukai kami para jomblo.


Dengan kalian menjadi pelakor itu berarti kalian menyia-nyiakan hati para jomblo yang tidak bersalah.


Apa salah kita yang menjomblo sehingga kalian menyakiti hati ini.


Di balik hati jomblo yang tersakiti ada pelakor yang tidak dapat ku mengerti.


Ku menangis...


Lisin yang menunggu pertanyaan dari Ria tidak mengerti tentang para jomblo yang tersakiti.


"Dokter ajaib... bisakah kamu memberikan pesan-pesan untuk para dokter di seluruh dunia?..." Ria hanya bisa mengambil pertanyaan ini.


Setelah menscroll dari atas ke bawah tentang pertanyaan para netizen, Ria tidak mendapatkan satupun pertanyaan yang memuaskan dan hanya ini yang dirinya pikirkan.


"Pesan-pesan!... Aku tidak pandai memberikan pesan-pesan yang inspiratif, khusus untuk dokter, tidak tapi untuk semua orang yang melihat siaran langsung" Lisin terdiam kemudian melanjutkan.


"Tidak ada alasan untuk menyelamatkan sesama manusia yang sedang terluka atau membutuhkan pertolongan, itu saja"


Ria sangat terpesona dengan perkataan Lisin... semua orang yang melihat siaran langsung atau yang melihat di sana hanya bisa mengangguk.


Kata-kata yang bagus...

__ADS_1


Di kejauhan beberapa mobil berdatangan ada mobil sedan, mobil pribadi, dan juga mobil polisi.


Lisin melihat kedatangan mobil tersebut dengan diam, sedangkan semua orang yang melihatnya hanya bisa terdiam.


"Ayah... Rumah sakit dikacaukan olehnya, dia adalah dokter gadungan. ayah harus memberinya pelajaran kalau bisa penjarakan saja dia, karena melakukan Malpraktek" Rahmat menyeringai lebar.


Semua pasien beserta keluarganya sangat marah, Dokter ajaib sudah menyembuhkan semua pasien yang mengalami keracunan makanan. sedangkan Dokter Rahmat bukannya menyembuhkan melainkan memberikan obat yang salah.


Bukanya itu kamu yang Malpraktek...


Ayahnya Rahmat mengerutkan kening, dia merasa sudah salah membesarkan seorang anak, jika dirinya tau seperti ini Ayahnya Rahmat akan menelantarkan saja anaknya.


"Anakku... Ayah dan pihak kepolisian yang datang bukan untuk menangkapnya melainkan menangkap mu..."


"Apa!!!... Menangkap ku... Ayah kamu" Dua polisi langsung menangkap Rahmat dan memborgolnya.


"Kalian salah tangkap... dialah yang Malpraktek bukan aku..." Rahmat berusaha membebaskan diri.


"Jelaskan saja nanti di kantor kepolisian" kedua polisi tersebut memasukan Rahmat kedalam mobil polisi lalu pergi meninggalkan tempat kejadian yaitu rumah sakit.


"Semua pasien beserta pihak keluarga, saya sebagai pemilik rumah sakit sekaligus seorang ayah... meminta maaf yang sebesar-besarnya"


Beberapa orang mulai berbisik, dengan tidak puas...


"Aku tau kesalahan anakku tidak bisa di maafkan... dia akan menerima hukuman atas perbuatannya. dan atas nama pihak rumah sakit aku akan memberikan kompensasi untuk semua pasien"


Mendengar kata kompensasi semua orang sangat senang lalu berkumpul untuk mendapatkan kompensasi dari pihak rumah sakit.


Lisin yang dan Mirna berniat pulang karena hari sudah mulai petang apa lagi keduanya belum makan apa-apa.


"Lisin..."


"Pak tua... aku menyusahkan mu lagi..."


"Hahaha... tidak apa-apa, perbuatan mu kali ini layak mendapatkan pujian"


Mirna melihat Jendral kepolisian dan Lisin yang akrab sangat terkejut.


Mirna sering melihat jendral kepolisian di televisi, koran, berita utama dan lain sebagainya. dan orang penting sekelas jendral berbicara kepada Lisin seolah mereka berdua seumuran.


Siapa Lisin sebenarnya... apa latar belakang yang di miliknya.


Mirna mulai mengevaluasi ulang tentang Lisin, dia hanya mahasiswa yang memiliki banyak rahasia.


Lisin berpisah dengan jendral kepolisian kemudian pergi dengan Mirna menggunakan mobil honda jazz milik Mirna. Sebagai imbalan karena menemani Mirna di ruang UGD Lisin mendapatkan traktiran makan malam.


Setelah cukup malam Lisin diantarkan pulang ke asrama. Setelah Lisin turun dari mobil Mirna memanggilnya.


"Lisin... kamu tinggal di asrama?" Mirna bertanya dengan heran.


"Ya begitulah..." Lisin mengangguk sebagai jawaban.


Mirna tidak dapat berfikir lagi, Dengan hubungan Lisin dan Jendral kepolisian jelas Lisin bukan orang yang sederhana, tapi mengapa dia tinggal di asrama.


"Lisin bisa mendekat ada sesuatu yang ingin aku katakan..."


"Ya..." Lisin membungkuk sambil mendekatkan telinga ke arah Mirna yang duduk di tempat pengemudi.


"Chup..."


Lisin tidak berharap jika Mirna yang menjadi dosennya memberikan sebuah kecupan tepat di bagian pipinya.


"Itu hadiah yang lain..."


Mirna dengan malu mengemudikan Mobilnya lalu pergi menghilang di kejauhan.


Lisin hanya tersenyum kecut...


"Sial..."


Lisin yang berbalik badan dapat melihat 3 orang temannya yaitu Jo, Alim dan Brian yang ada di kejauhan dengan aura gelap di sekitarnya. sangat jelas jika ketiganya iri dan cemburu dengan Lisin.


"Penghianat..." Ketiganya berkata secara bersamaan.


"Aku tidak melakukan itu dengannya..." Lisin berkata dengan jujur.


"Kamu berkeringat bro... Jangan mengelak kamu pasti melakukannya hingga malam" Alim berkata dengan dingin.


"Kamu enak melakukannya hingga malam, sedang kami bertiga harus berlari mengelilingi lapangan sebanyak 10 putaran hingga malam" Jo berkata dengan dingin juga.


"Beneran... aku tidak berbohong..." Lisin berusaha membantah.


"Kami melihat jika dosen Mirna memberikan kecupan pipi pada mu..." Brian berkata dengan menggerakkan giginya.


"Itu..." Lisin kesulitan membuat alasan.


Bersambung...

__ADS_1


*Mampir juga Novel baru author yang berjudul "SISTEM KERUGIAN"


*Terimakasih.


__ADS_2