
Ketiganya sangat berhutang banyak hal kepada Lisin, dari awal pertemuan mereka dengan Lisin.
Lisin juga membantu mereka agar tidak kecanduan sabun lagi, juga membantu mereka saat di gertak oleh tim basket resmi, membantu mendapatkan pujaan hati mereka, membantu menyembuhkan ginjal mereka yang tidak sehat, banyak hal karena Lisin.
Jika yang di dalam mobil benar - benar Lisin, maka ketiganya akan tutup mulut, telinga, mata asalkan jangan hidung sebagai gantinya, hanya saja mereka sangat penasaran dengan pihak wanita.
Di dalam mobil Lisin menggunakan ponselnya dengan pencahayaan redup agar tidak di ketahui oleh ketiga temannya yang sangat menyebalkan. dengan niatan untuk menghubungi Brian sebagai pengalihan.
"Brian... Mengapa kamu tidak menelpon bro Lisin saja... Aku menduga di dalam mobil tidak ada siapa - siapa" Alim menyarankan.
"Benar, Telpon saja Lisin..." Jo menambahkan.
"Baiklah... " Ketiganya sedikit menjauh dari mobil Nissan Skyline.
Brian mengeluarkan ponselnya kemudian menelpon Lisin yang berada di dalam mobil.
"Hallo..." Dengan Joni Agung yang terjebak di dalam sangkar, Lisin menjawab panggilan telepon.
Lisin sangat bersyukur karena ketiganya sedikit bodoh, awalnya dirinya berniat menghubungi pihak lain namun pihak lain menghubungi dirinya lebih awal.
"Lisin di mana kamu saat ini..." Brian bertanya dengan curiga.
Ketiganya berada di belakang mobil sambil menelpon Lisin yang berada di dalam mobil.
"Aku berubah pikiran tidak jadi ke toilet, namun kembali dengan jalan memutar... Aku juga mencari kalian bertiga namun tidak menemukan kalian... Jadi aku memutuskan untuk keluar dari kampus untuk bertemu dengan seorang kenalan" Lisin menjelaskan sebuah kebohongan dengan pelan agar suaranya tidak keluar dari mobil.
"Benarkah... Tapi kenapa mobilmu ada di Kampus?..." Brian bertanya, intuisi Detektifnya mengatakan jika Lisin menyembunyikan sesuatu namun dirinya harus percaya dengan perkataan Lisin.
"Temanku membawa mobil... Jadi aku meninggalkan mobilku di kampus karena tidak dapat keluar dari lahan parkir..." Lisin berbohong lagi.
Ketiganya melihat sekeliling dan menemukan jika perkataan Lisin benar, karena mobil Nissan Skyline tidak dapat keluar mengingat mobil lain menutupi akses jalan keluar.
"Hahaha... Jadi seperti itu, Maaf aku berprasangka buruk sebelumnya, Aku pikir kamu melakukan hal mesum di dalam mobil..." Brian berkata dengan malu dan menyesal.
"Mengapa kamu berpikir seperti itu... Apakah aku orang yang terlihat mudah melakukan hal mesum..." Lisin berkata dengan kesal.
"Hahaha... Bro Lisin jangan di ambil hati, sepertinya kita bertiga hanya salah paham... Kemungkinan besar itu pasangan mesum lain bukan kamu... Tidak mungkin, orang sebaik kamu melakukan hal mesum di dalam mobil..." Brian menjelaskan dengan meminta maaf.
"Sialan... Mana mungkin aku orang yang seperti itu... Ya sudah aku akan menutup telpon..." Lisin berkata dengan kesal kemudian menutup telepon.
Brian menghela nafas kemudian menjelaskan kepada Alim dan Jo.
"Aku bilang apa... Bro Lisin adalah orang yang baik jadi tidak mungkin dia menjadi orang mesum... sebelumnya aku pasti salah lihat" Alim berkata dengan bangga.
"Lebih baik kita kembali sebelum drama musikal selesai..." Jo menyarankan.
Hingga ketiganya pergi Lisin dan Dosen Mirna bisa bernafas dengan tenang.
"Syukurlah ketiganya telah pergi..." Dosen Mirna yang masih memiliki Joni Agung di dalam tubuhnya berkata dengan bahagia.
Kejadian kali ini membuat jantunnya hampir copot.
"Baiklah saatnya melanjutkan lagi..." Lisin menggerakkan pinggulnya dan mendorong dengan keras.
__ADS_1
"Aaaaa... Tunggu sebentar... Bisakah kita melakukannya di tempat lain, karena tempat ini kurang nyaman..." Dosen Mirna berkata dengan hati - hati.
"Baiklah..." Lisin mengangguk setuju.
Di dalam mobil sedikit merepotkan, apa yang dirinya rasakan tidak senyaman artis Jav yang melakukannya karena mendapatkan uang, mereka akan melakukannya walaupun kurang nyaman asalkan mendapatkan uang.
Dosen Mirna merapikan pakaiannya begitu juga Lisin yang merapikan celananya.
"Lisin... Kamu yakin kita akan melakukannya di dalam kelas?..." Dosen Mirna bertanya dengan gugup sambil membuka pintu ruangan kelas. itu karena tempat ini adalah tempat di mana dirinya membimbing mahasiswa sebagai seorang Dosen.
"Mengapa tidak..." Lisin tersenyum.
Lampu dinyalahkan untuk membuat pencahayaan, Dosen Mirna melepaskan sepatunya kemudian menggulung rok pendeknya seperti sebelumnya.
Dengan cepat Lisin hanya membuka resleting celana dan mengeluarkan Joni Agung, Kemudian Lisin dan Dosen Mirna melakukannya lagi di dalam kelas tersebut.
.....
Sedangkan itu Trio wik wik... melihat pertunjukan panggung bersama semua orang.
Brian tanpa sadar Melihat kearah Lantai dua yang menjadi satu - satunya tempat yang pencahayaannya belum di matikan.
Saat bayangan pasangan yang sedang melakukan kuda - kudaan, Kedua mata Brian membulat.
"Sialan... Itu adalah posisi dari belakang... Ternyata pasangan mesum tersebut menggunakan ruangan kelas kita..." Brian berkata dengan kesal.
"Brian apa yang kamu katakan..." Alim yang ada di dekatnya bertanya.
"Benar... Jangan bilang intuisi kamu yang tidak jelas itu kambuh lagi..." Jo bertanya juga.
"Kalian bertiga... Kali ini bukan saja intuisi detektifku lagi, Kalian berdua coba lihatlah ruangan kelas kita yang masih memiliki pencahayaan..." Brian menarik kepala keduanya agar melihat keatas.
"Apakah kita akan memergokinya lagi..." Jo bertanya.
"Tentu saja... Aku harus menangkapnya malam ini juga" Brian berkata dengan sungguh.
Trio wik wik dengan semangat berjalan kearah kelas yang digunakan mereka untuk belajar.
Setelah melewati anak tangga keduanya dengan cepat berlari kearah ruangan kelas mereka berada.
"Hahaha kali ini pasangan mesum tidak akan lolos lagi..."
"Benar... Mereka sudah mempermainkan kita..."
"Harus di tangkap jika bisa kita buat dia agar mengelilingi kampus..."
"Kita botakin aja rambutnya..."
Melalui koridor kampus ketiganya berbicara dengan bersemangat.
.....
Sial... Mereka lagi... Mereka lagi... Lisin yang mencabut sahabatnya Joni sangat frustasi, mengapa ketiga idiot ini tidak bisa diam jika bisa pulang saja dan tidur di rumah.
"Lisin bagaimana ini... Jika kita ketahuan, Aku tidak sanggup membayangkannya..." Dosen Mirna berkata dengan ketakutan.
__ADS_1
"Dosen Mirna kamu bisa tentang..." Lisin membuka jendela ruang kelas kemudian menggendong dosen Mirna.
"Lisin jangan bilang kamu akan melompat dari lantai dua..." Dosen Mirna berfikir jik Lisin sangat nekat.
"Dosen Mirna... Tolong percayalah denganku, kamu bisa menutup matanmu..." Setelah Mirna menutup kedua matanya Lisin melompat dari lantai dua.
Jika itu orang lain tindakan ini sama dengan bunuh diri, namun untuk Lisin itu bukanlah hal yang sulit.
Dengan cepat melompat, Lisin seperti seorang ksatria dengan tuan putri berada di tangannya. Lisin yang melakukan pendaratan dengan aman langsung berlari meninggalkan tempat tersebut.
.....
Sedangkan itu, Trio wik wik baru saja membuka pintu ruangan yang terduga sebagai tempat pasangan mesum bercocok tanam.
"Sialan kemana mereka pergi?..." Brian berkata dengan frustasi.
"Bagaimana jika bayangan sebelumnya adalah hantu yang sedang bercocok tanam..." Alim berkata dengan ketakutan.
"Hust... Alim jiwa penakutmu kambuh lagi... Andaikan sebelumnya hantu, mana Ada hantu memiliki bayangan..." Brian menjelaskan.
"Lihat di sana jendelanya terbuka, pasti pasangan mesum melarikan diri melalui jendela ini..." Jo mengutarakan pendapatnya.
"Spertinya tidak mungkin... melompat dari Lantai dua sama dengan melakukan bunuh diri..." Brian menjelaskan sesuatu yang masuk akal.
"Kalian berdua... Aku menemukan sepasang sepatu wanita..." Alim berkata dengan bersemangat.
"Benar... Ini jelas sekali milik seorang wanita kemungkinan besar mahasiswi kampus... Tapi siapa pemiliknya?..." Jo bertanya dengan bingung.
"Kita harus menemukan pemilik sepatu ini..." Brian bertekad.
"Kalian bertiga lagi... kalian bertiga lagi... Sebelumnya beralasan membersihkan toilet wanita, Sekarang alasan apa lagi yang kalian miliki..." Dosen gemuk memarahi ketiganya karena menggunakan kelas yang tidak di gunakan tanpa ijin, belum lagi ketiganya berbohong saat di toilet wanita.
"Bu Dosen... Kami melihat pasangan mesum di ruangan kelas ini, ini adalah buktinya..." Brian dengan tenang membuat alasan dan apa yang dirinya katakan adalah hal jujur. Sambil memperlihatkan sepatu yang tertinggal.
"Kalian pikir bisa berbohong lagi untuk kedua kalinya... Kalian bertiga datang keruanganku besok..." Dosen gemuk berkata dengan air ludah beterbangan.
"Tapi kita tidak berbohong..."
"Benar..."
"Alasan... kalian berdua harus datang keruaangan ku... besok..." Dosen gemuk berteriak dengan perutnya bergetar.
Brian, Alim dan Jo hanya bisa menerima hukuman.
.....
Lisin tidak mengetahui jika Trio wik wik mendapatkan hukuman, jika Lisin mengetahui ketiga temannya bernasib sial dirinya tidak akan membantunya melainkan hanya melihat dan tertawa.
Karena Mobil Dosen Mirna di parkir di luar kampus, Lisin dan Dosen Mirna meninggalkan universitas yang saat ini masih mengadakan pertunjukan perwakilan Kelas.
Keduanya berhenti di hotel tertentu yang ada di kota malang, kemudian seperti pasangan yang baru saja menikah keduanya melakukan pertempuran sengit dan membuat hotel bergoyang ria.
Akhirnya setelah perjuangan yang cukup panjang keduanya bisa menghabiskan malam bersama.
Bersambung...
__ADS_1
*Author memiliki 3 novel yang masih on going jadi belum bisa crazy up, Jika kalian ingin membaca novel lainnya bisa klik profil author.
*terimakasih.