Kehidupan Dengan Sistem Kekayaan

Kehidupan Dengan Sistem Kekayaan
Kehidupan Dengan Sistem Kekayaan Episode 83


__ADS_3

Di sebuah Villa Santa Monica Salah satu Villa elite yang ada di Los Angeles, California, Amerika Serikat.


Robert yang menunggu kabar kedatangan Lisin duduk di sebelah ranjang putih, dengan seorang wanita yang terlentang di atas ranjang tersebut.


Wanita tersebut jelas istrinya yang tidak sadarkan diri karena sebuah peluru masih bersarang di tengkorak bagian kiri.


Dengan peralatan kedokteran modern Istri Robert dapat bertahan entah berapa lama lagi.


Robert kemarin sudah mengubungi Lisin agar Lisin bisa datang untuk memperlakukan istrinya, namun hingga sekarang keberadaan Lisin belum di temukan.


"Bagaimana? Apa kalian sudah menemukan di mana Lisin berada?..." Robert bertanya kepada bawahannya.


"Maaf kami belum bisa menemukan keberadaanya..." bawahan tersebut menyesal.


"Cepat cari sampai ketemu, dia pasti tersesat..." Robert berkata dengan nada tinggi.


Robert tidak mengetahui kedatangan Lisin di bandara Los Angeles, karena Lisin tidak menghubunginya lagi sejak terakhir kali menerima panggilan.


Setelah melakukan penyelidikan, melalui CCTV bandara dan mendapatkan keterangan saksi mata yaitu supir taksi yang sebelumnya mengantarkan Lisin. keberadaan Lisin menghilang di dekat pantai yang ramai akan pengunjung.


Bawahan Robert yang menelusuri seluruh lokasi tidak dapat menemukan keberadaan Lisin. Dengan pengaruh yang di milik Robert seluruh area pantai yang padat pengunjung langsung di kosongkan.


Namun tidak dapat menemukan satu petunjuk pun tentang keberadaan Lisin. jadi dengan terpaksa Bawahan Robert melakukan interogasi terhadap beberapa orang yang bertemu dengan Lisin.


"Tolong... jangan bunuh saya..." seorang wanita gemuk yang hanya berpakaian bikin, gemetar ketakutan saat berada di ruang interogasi.


"Seorang saksi mengatakan jika kamu mengejar seorang pemuda asia apa kamu kenal dengannya?..."


"Aku... aku tidak kenal dengannya" Wanita gemuk yang gemetar ketakutan menjawab dengan jujur.


Wanita gemuk itu tidak berharap jika pemuda asia yang sebelumnya dirinya kejar adalah bagian dari Gangster paling di takuti di Los Angeles.


"Lalu... mengapa kamu mengejarnya?..." Bawahan Robert bertanya sekali lagi.


"Itu karena... dia tampan, aku ingin menjadikannya sebagai laki-laki simpan ku..."


Mendengar pengakuan dari wanita gemuk tersebut bawahan yang melakukan interogasi tidak bisa berkata-kata.


Lisin adalah tamu dari Tuan Robert dan ada seseorang yang berniat menjadikan Lisin sebagai simpanannya, apakah wanita gemuk ini tidak takut menyinggung Tuan Robert.


Siapa Tuan Robert... dia adalah pemimpin gangster yang paling di takuti yang ada di Los Angeles.


"Pertanyaan terakhir... Apakah kamu tau di mana kepergian pemuda asia itu?..."


"Pemuda asia itu menghilang di antara kerumunan... Aku tidak tau lagi telah itu..."


Bawahan Robert dengan tidak puas menutup Interogasinya wanita gemuk lalu melanjutkan ke pengunjung berikutnya.


.....


Lisin terlentang di atas sebuah ranjang dengan posisi kaki dan tangan terikat dengan kuat membentuk posisi menyilang.


Jika itu orang biasa dengan dosis tinggi mungkin membutuhkan waktu beberapa hari, sedangkan untuk Lisin yang memiliki tubuh seni beladiri kuno hanya membutuhkan waktu kurang lebih 1 jam untuk terbangun dari pingsannya.


Lisin yang membuka kedua matanya dapat melihat langit-langit atap yang cukup mewah namun sangat umum untuk rumah yang ada di wilayah Barat.


"Sial... di mana ini..."


Lisin tidak berharap jika dirinya akan berakhir tak sadarkan diri. Lisin berusaha menggerakkan tangan atau kakinya yang terikat.


"Apa yang terjadi?!!!..."


Sekuat apa pun Lisin berusaha melepaskan tubuhnya tidak ada satu inci pun di mana bagian tubuhnya bergerak.


Lisin merasa seolah tubuh tersebut bukan miliknya lagi.


"Sial... aku telanjang..."


Lisin melihat sekeliling dan menyadari jika dirinya berada di sebuah rumah bergaya Barat.


"Sistem... pindai tubuhku..."


(DING...)

__ADS_1


(Pindai selesai...)


(Kondisi tubuh tuan rumah mengalami kelumpuhan saraf karena obat bius berdosis tinggi yang di gunakan secara berlebihan)


(Lebih dari seribu jarum bius berdosis tinggi mengenai beberapa titik akupunktur milik tuan rumah. bahkan jika tuan rumah memiliki tubuh seni bela diri kuno itu tidak ada kemungkinan untuk menolak perlawanan dari obat bius)


"Sistem apakah tidak ada obat yang bisa membuat pengaruh obat bius menghilang"


Lisin yang tersudut hanya bisa mengandalkan sistem, Lisin tidak tau siapa pihak lain karena belum sempat menggunakan sistem untuk memindai wanita cantik sebelumnya.


(Toko sistem di akses)


(Pil penawaran segala macam jenis obat bius kelumpuhan saraf, dapat melawan segala jenis racun kelumpuhan. Di butuhkan 10 juta untuk membelinya)


(Apakah tuan rumah membelinya: Ya/Tidak)


"Ya... tentu saja aku harus membelinya"


Sebuah pil hitam jatuh tidak jauh dari Lisin terlentang, itu berada di atas meja kecil yang ada di dekat ranjang. Lisin yang masih dalam keadaan kelumpuhan saraf tidak bisa berbuat apa-apa.


"Sistem tidak berguna... mengapa kamu tidak langsung memasukkannya kedalam mulut melainkan meletakkannya di atas meja"


Bagaimana Lisin tidak marah, sangat jelas jika dirinya mengalami kelumpuhan saraf mengapa sistem tidak berbaik hati membantunya.


(Sistem tidak bisa melakukan hal tersebut karena kita bukan sepasang kekasih di mana sistem harus menyuapi tuan rumah)


(Tuan rumah bisa meminta bantuan orang lain untuk melakukannya)


(Atau tuan rumah bisa menunggu efek dari obat bius menghilang dengan sepenuhnya dalam waktu 23 jam lagi)


Mendengar penjelasan lebih lanjut dari sistem Lisin seperti ingin membuang sistem tersebut ke tempat sampah.


Sial... Alasan saja kamu sistem, sekarang aku sudah membeli obat dengan harga 10 juta, mengapa aku harus menunggu efek obat bius menghilang dengan sendirinya.


Lisin yang marah mengutuk di dalam hati, dirinya bingung sistem ini berada di pihak yang mana sih...


Lisin yang tidak bisa berbuat apa-apa hanya bisa berharap jika sahabat baiknya si Joni tidak terpenggal oleh pihak lain, jika itu terjadi bagaimana Lisin menjalani hidup sebagai kasim.


.....


"Mia... Bagaimana dengan pemuda asia itu?..."


Wanita cantik tersebut bertanya kepada bawahannya yang menjadi pelayan pribadinya selama bertahun-tahun.


"Nona Elena... Hasilnya cukup mengejutkan..." Mia berkata dengan datar.


Mia adalah pelayan yang memberikan jaket berbulu kepada Elena saat di Pantai sebelumnya.


Mia sendiri sebenarnya lebih cantik dari Elena hanya saja memiliki bekas luka bakar di bagian pipinya.


"Mengejutkan... Tunjukan pada ku data yang kamu dapatkan" Elena meminta berkas data yang di kumpulkan Mia dengan menganalisa tubuh telanjang Lisin.


"Silahkan..." Mia memberikan berkas tersebut.


Mia mengikuti Elena dengan kehidupan seperti seorang budak.


Mia tidak mempermasalahkan hal tersebut, sebelum bertemu dengan Elena, Mia hanyalah Wanita muda yang di temukan di sebuah insiden kebakaran dengan bekas luka bakar di pipinya. setelah insiden kebakaran itu terjadi dirinya memutuskan untuk menjadi budak Elena.


Jika Elena menyuruhnya pergi ke arah Barat Mia tidak akan berani pergi ke arah Timur. prinsip hidupnya hanya mematuhi perintah Elena.


"Semuanya memiliki Nilai A... Mia apa kamu tidak salah melakukan pemeriksaan" Elena terkejut.


Entah bagaimana menentukan sebuah nilai, kebanyakan Orang barat memiliki kondisi tubuh tidak lebih C dan B dan kebanyakan orang asia E dan D


Sekarang Ada orang Asia memiliki kondisi tubuh dengan Nilai A yang bisa di katakan sempurna, Bagaimana ini tidak mengejutkan Elena.


"Sebenarnya... Kondisinya bisa di katakan di atas Nilai A..."


"Di atas Nilai A..."


"Kembali saat di pantai sebelumnya... Tubuh pemuda asia ini tidak terpengaruh saat terkena obat bius dan dia mampu menahan seribu jarum bius dengan dosis tinggi"


Mendengar penjelasan Mia, Elena mengangguk...

__ADS_1


"Berikutnya aku menduga dia memiliki kecepatan yang bisa menghindari sebuah peluru... dan kekuatan tubuh yang tidak dapat di jelaskan secara ilmiah"


"Apa!!!... Bagaimana mungkin... lalu mengapa dia tidak melakukan perlawanan jika dia sangat kuat dan mampu menghindar sebuah peluru, apakah kamu tidak berlebihan Mia" Elena selalu percaya dengan keakuratan penilaian Mia, namun sekarang semua yang Mia katakan cukup sulit untuk di percayai.


"Alasan pertama karena dia cerdas... walaupun dia bisa menghindari sebuah peluru namun di hadapan selusin pengawal mantan pasukan khusus yang disenjatai pistol lengkap Dia tidak mungkin menghindari semua tembakan"


Alasan ini saja membuat Elena takjub.


"Jika selusin mantan pasukan khusus menghadapinya dengan tangan kosong kemungkinan kemenangan adalah miliknya"


"Alasan kedua... Karena peluru tidak memiliki mata..."


Mendengar ini Elena bingung...


"Maksudnya... jika Dia menghindari setiap peluru, kemungkinan besar peluru akan mengenai pengunjung yang ada di sekitar pantai"


Elena terdiam...


Karena pihak lain berbuat tidak senonoh terhadap dirinya, Elena di butakan dengan Kebencian dan amarah. tanpa melihat konsekuensi dari keputusannya.


Melihat kembali ke masa lalu Elena banyak melihat mayat kerena perbuatanya.


Pemuda asia itu... bukannya tidak mengenal orang-orang yang ada di pantai lalu mengapa dia peduli dengan orang lain.


"Bib... Bib... Bib..."


Elena... Menerima panggilan telepon, setelah berbicara panjang lebar kali tinggi lalu mematikan ponselnya.


"Mia... Aku ada keperluan mendadak... sedangkan untuk dia... kamu bisa menggunakan tubuhmu untuk melihat apakah pemuda asia ini tahan lama atau cepat keluar"


"Jika dia bisa lebih dari 10 menit kita bisa menjadikanya sebagai pekerja gigolo, jika dia hanya 5 menit yang rata-rata sama dengan orang-orang asia... bunuh saja dia..."


"Baik nona Elena..." Mia berkata dengan datar.


Melihat kepergian Elena Yang pergi dengan pengawalnya, Mia mengambil sebuah pistol lalu memasuki ruangan Lisin berada.


"Kamu..."


Lisin yang tidak dapat bergerak dapat melihat pelayan wanita cantik sebelumnya, semakin dia mendekat Lisin dapat melihat Pelayan tersebut memiliki luka bakar di bagian pipinya.


"Selamat tinggal..."


Mia mengarahkan pistol tersebut kearah Lisin yang tidak bisa bergerak sambil mengucapkan salam perpisahan tanpa melakukan bercocok tanam terlebih dahulu.


Sungguh nasib sial untuk Lisin...


.....


Villa Santa Monica Salah satu Villa elite yang ada di Los Angeles, California, Amerika Serikat.


"Sialan... kalian semua tidak becus..."


Robert mencaci-maki bawahannya yang tidak dapat menemukan keberadaan Lisin.


"Tuan Robert kemungkinan besar Tuan Lisin bertemu dengan Gangster Sinaloa"


Mendengar nama gangster Sinaloa yang memiliki perselisihan panjang dengan dirinya, Robert sangat marah.


Di bandingkan dengan dirinya yang melakukan hal Legal, gangster Sinaloa kebalik dari gangster yang di pimpin Robert.


Sinaloa adalah gangster berbahaya yang cukup terkenal dan berasal dari Meksiko.


Mereka suka menyebarkan teror dengan membunuh orang di depan kamera dan mengunggahnya secara online.


Gangster ini menjalankan fungsinya untuk melakukan perjanjian dan transaksi ilegal. seperti transaksi pemerasan, penculikan, perdagangan manusia, pembunuhan, dan kejahatan lainnya.


"Berani sekali mereka bertindak di wilayah ku..." Robert sangat marah.


Robert sebelumnya menduga jika orang yang menembak istrinya adalah gangster Sinaloa. Karena lokasi kejadian penembakan cukup dekat dengan wilayah perbatasan Antara Amerika Serikat dan Meksiko.


Bersambung...


*Mampir juga Novel baru author yang berjudul "SISTEM KERUGIAN"

__ADS_1


*Terimakasih.


__ADS_2