
Lisin masih duduk dengan tenang, dengan analisa sistem, semuanya dapat dia kenali hanya sekali melihatnya. Orang lain hanya bisa menganggapnya seperti Dukun karena tindakannya.
"Izinkan aku bertanya kepadamu sebelum kamu memiliki bunga lily salju ini, apakah kamu memiliki kaki beku, atau sensasi dingin di bagian tubuh tertentu?..." Lisin tersenyum tipis dan menanyai Wu Jimu.
Wu Jimu sedikit penyesalan ketika mendengar pertanyaan itu. Dia berpikir dengan hati - hati dan menemukan bahwa sebelum dia mulai memiliki lily salju dan menghirup serbuk yang menjadi kebiasaannya, dia tidak memiliki kaki beku. Juga sensasi dingin mulai dirasakannya ketika dia memiliki lily salju.
Pantas saja!!!
Wu Jimu perlahan tercerahkan. Dia tidak mau percaya bahwa ada yang salah dengan kebiasaannya itu.
"Pak tua Wu, jujur saja. Tidak ada masalah dengan kebiasaan mu. Tetapi jika kamu melakukannya secara berkala dan bertahun - tahun. Racun bunga lily akan menjadi udara dingin ketika terhirup ke dalam saluran pernapasan. Udara dingin menumpuk di dalam tubuh, dan itulah sebabnya membentuk kaki beku yang tidak bisa disembuhkan..." Lisin melihat Wu Jimu dan tidak lupa melirik Wu Qingyi yang terlihat tidak mempercayainya. Lebih tepatnya tidak ingin percaya kebenarannya dari mulut Pria Cabul seperti Lisin.
"Sepertinya, Aku terlalu banyak berbicara. Mari kita mulai, aku akan menyembuhkan kaki beku Pak tua Wu..." Lisin berhenti sejenak.
"Yakinlah, aku akan bisa menyembuhkanmu dengan mengobatimu menggunakan teknik akupunktur..." Lisin mengeluarkan sembilan jarum miliknya.
Karena Wu Jimu memilih untuk mempercayai Lisin, secara alami dia mengangguk sambil mengikuti petunjuk dari Lisin.
"Swosssss..."
Lisin menyuruhnya untuk tetap tegak kemudian bergerak seperti kilat, dia menusukkan sembilan jarum ke titik akupunktur di sekitar bagian tubuh lainnya.
Ketika akupunktur menusuk ke titik vitalnya, dia menggunakan energi Qi, lalu menyalurkannya dan seketika asap putih perlahan keluar dari setiap jarum akupunktur.
Fungsi akupunktur adalah untuk mengumpulkan semua energi dingin ke titik akupunktur. Sedangkan kendali energi Qi sangat dibutuhkan untuk mengeluarkan energi dingin, dan membiarkannya mengalir keluar dari tubuh.
10 menit berlalu begitu saja.
__ADS_1
Wu Jimu merasa nyaman di sekujur tubuhnya. Rasa dingin yang ada di tubuhnya terus - menerus berkumpul menuju setiap jarum akupunktur, dan akhirnya berubah menjadi kabut putih dan menghilang ke udara.
Rasa dingin yang dia rasakan bertahun - tahun dengan perlahan menghilang. Kedua kaki Wu Jimu yang beku tidak sakit lagi ketika digerakkan, dan serta tubuhnya terasa hangat dan sangat nyaman.
"Kedua kakiku tidak sakit lagi..." Wu Jimu dipenuhi dengan sukacita dan kegembiraan, saat dia menggerakkan kakinya dan mencoba untuk berjalan.
Dia percaya jika Lisin dapat menyembuhkan kakinya. Tetapi dia tidak berharap Lisin memberinya kejutan. Sejak dia menjadi ahli kedokteran, dia tidak pernah percaya jika Teknik akupunktur dapat menyembuhkan penyakit. Tetapi kali ini dia mempercayai karena perlakuan Lisin sebelumnya.
Wu Jimu seperti katak didalam sumur. Dia ingin menertawakan Lisin yang ingin menghilangkan kaki beku dengan jarum akupunktur. Tetapi sekarang dia malu karena Lisin memiliki kemampuan ajaib.
Wu Jimu disiksa oleh kaki beku untuk waktu yang lama. Dia tidak menyangka Lisin bisa menyembuhkan kaki bekunya dalam waktu singkat.
Wu Jimu merasa bahunya tidak hanya ringan, seluruh tubuhnya juga sehat dan nyaman. Dia merasa seperti menjadi beberapa tahun lebih muda dan seluruh tubuhnya dipenuhi dengan kekuatan.
"Terima kasih. Aku tidak berharap kamu begitu terampil akupuntur..." Wu Jimu berterima kasih kepada Lisin dengan kekaguman di matanya.
"Bukan masalah besar, Jika dibandingkan dengan kelumpuhan Jendral Xue maka Kaki beku milikmu jauh lebih mudah. Setelah ini jangan mendekati Lily salju lagi, jika Tidak kamu akan mengulang kesalahan yang sama..." Lisin mengingatkan.
"Haha... Tentu saja aku akan mengingatnya. Sekarang, mengapa kita tidak berbicara tentang imbalan..." Wu Jimu mengingatkan.
Lisin juga bersemangat, dia melihat Wu Qingyi sejenak dan kemudian mengangguk. Tindakannya membuat Wu QingYi bertanya - tanya. Ada apa dengan keduanya.
Inilah yang Lisin suka jika dia membatu seseorang. Pastinya akan mendapatkan keindahan sebagai imbalannya.
"Yi'er, menurutmu bagaimana dengan Tuan Li?..." Mendengarkan perkataan kakeknya membuat Wu Qingyi tersentak, jelas dia bukan orang bodoh.
"Kakek, dia pria cabul mengapa kamu mempertanyakannya?..." Wu Qingyi mulai memahami apa yang kakeknya inginkan.
"Kakek, hanya karena dia menyembuhkan penyakit kakek. Tidak berarti aku harus dekat dengan dia. Kita punya banyak uang mengapa kita tidak membayar dia saja..." Wu Qingyi mendengus dingin. Bagaimanapun dia tidak sudi dekat dengan pria cabul seperti Lisin.
__ADS_1
Wu Jimu di buat tidak berdaya, dia sudah mengetahui jika uang tidak memiliki arti apapun di depan Lisin. Jadi dia hanya bisa menggunakan cucunya, tetapi. Cucunya tidak begitu menyukai Lisin, hal itu membuat Wu Jimu malu terhadap Lisin.
"Pak tua Wu, Nona Wu tidaklah bersalah. Dia tidak harus mengikuti sesuatu yang bukan keinginannya..." Lisin berbicara tanpa memperdulikan Wu Qingyi.
Mungkin wanita ini cantik, tetapi Lisin tidak bisa memaksakan kehendaknya. Dia juga sudah memiliki banyak keindahan dalam genggamannya. Lisin sangat yakin, kehilangan satu akan tumbuh seribu.
Biarpun tidak bisa mendapatkan Keindahan Wu Qingyi, masih banyak keindahan lainnya yang ada diluar sana.
Sebagai pria polos, Lisin tidak boleh menyerah, dia harus tetap semangat.
"Tuan Li, terimakasih pengertiannya. Jika berkenan, Tuan Li bisa mengatakan berapa banyak yang diinginkan..." Wu Jimu sangat bersyukur karena Lisin dapat memahami cucunya yang pemarah.
"Pak tua Wu, kamu terlalu memikirkannya. Aku tidak menginginkan uang, sedangkan untuk nona Wu. Aku juga tidak mengharapkannya. Bagiku uang dan wanita cantik tidak hanya titipan..." Kata - kata Lisin seperti pria tua yang hidup ribuan tahun.
"Membantu seseorang, tidak harus mengharapkan imbalan apapun. Aku membantu Pak tua Wu murni hanya membantu, Jadi jangan mengatakan tentang imbalan lagi..."
"Baiklah, Aku harus pergi..." Lisin berdiri dan menghilang di kejauhan. Meninggalkan dua orang yang terus tercengang.
Wu Qingyi memiliki raut wajah yang rumit. Dia tentunya tidak menginginkan Lisin tetapi entah mengapa dia sangat terpukau dengan sikap dewasa yang Lisin tunjukkan.
Wu Jimu tidak jauh berbeda, dia sangat mengagumi sosok Lisin. Tidak hanya memiliki keterampilan medis yang luar biasa. Tetapi sikap yang dimilikinya sangat mengejutkan. Berapa banyak orang yang mengulurkan bantuan tanpa harus menginginkan imbalan? Hampir tidak ada.
Dan Lisin menjadi satu - satunya pira muda yang menentang fakta ini. Tindakan Lisin telah membukakan mata keduanya, jika masih ada orang yang sangat baik seperti Lisin.
Lisin yang mengemudikan mobilnya tidak menunjukkan tanda kesedihan apapun. Tetapi tidak dengan hatinya.
"Gagal lagi... gagal lagi... Sepertinya imbalan kali ini aku mendapatkan Zonk..." Dengan cepat, Lisin pergi meninggalkan kediaman Keluarga Wu.
Bersambung...
__ADS_1