Kehidupan Dengan Sistem Kekayaan

Kehidupan Dengan Sistem Kekayaan
Kehidupan Dengan Sistem Kekayaan Episode 110


__ADS_3


Lisin melepaskan topeng putih yang menutupi sebagian wajahnya, lalu memperlihatkan wajahnya yang tampan. jelas wajahnya sangat membuat iri siapapun yang melihatnya.


"Tu... tuan Lisin..." Wayan tergagap tidak bisa berkata-kata.


"Maaf, Tuan Lisin semua ini salah paham" Setelah Wayan meminta maaf.


Wayan langsung mendatangi pria gemuk yang menjadi pengurus tempat pertarungan bawah tanah.


"Pak Wayan... Apa salahku... Ahhhh..." Pria gemuk berteriak kesakitan.


"Krak..."


Wayan dengan kejam melumpuhkan pria gemuk lalu pergi menemui Lisin dan menjelaskan segalanya.


Siapa Lisin?... Dia adalah dermawan keluarga irawan dan juga orang yang memberikan kesempatan kedua kepada Wayan agar tidak berakhir dengan kelumpuhan.


Jika tidak karena Lisin, dirinya akan berdiam diri di atas ranjang rumah sakit sepanjang sisa hidupnya.


Dalam penjelasan Wayan, tempat pertarungan bawah tanah ini adalah peninggalan yang di miliki keluarga Wisesa dan setelah keluarga irawan mengambil alih tempat tersebut, Wayan selaku kepercayaan keluarga irawan menempatkan pria gemuk yang bernasib malang sebagai pengurus tempat pertarungan bawah tanah.


Lisin hanya bisa mengangguk kemudian memberikan saran agar membuat bisnis legal dan tidak merugikan pihak tertentu.


Wayan sangat bersyukur karena Lisin tidak menuntut apa-apa setelah kejadian yang tidak menyenangkan. sekarang dirinya sangat berterimakasih dan akan mengeluarkan peraturan baru sesuatu yang di sebutkan Lisin.


Karena semuanya telah selesai Lisin pergi meninggalkan tempat pertarungan bawah tanah.


.....


Lisin pergi ke tempat dimana ada empat wanita menunggu dirinya.


Karena ini akhir bulan Lisin yang sudah berjanji mau tidak mau mendatangi tempat laknat yaitu Villa Alila uluwatu.


Setelah turun dari taksi, Lisin berdiri tepat di depan pintu masuk Villa Alila uluwatu.


"Bos..." Seorang penjaga datang membukakan pintu sambil menyambut kedatangan Lisin.


"Um..." Lisin mengangguk kemudian memasuki Villa.


Saat memasuki Villa Lisin tidak menemukan siapapun, bahkan tidak ada mobil di depan Villa, itu berarti tidak ada Tante Anri, Tante Migumi dan Asami.


Hahaha... Sepertinya mereka bertiga sudah pulang ke Jepang. Tunggu dulu... di mana Shizuka? Apakah... Dia juga kembali pulang ke Jepang?


Saat Lisin membuka Pintu kamar dirinya dapat melihat keindahan Shizuka.



"Lisin-sama..."


Shizuka yang ada di atas kasur melihat kearah Lisin dengan bahagia, dirinya langsung berdiri kemudian mendekati Lisin.


Lisin dengan terpaksa menerima air ludah pihak lain.


"Shizuka apakah yang lain pulang ke Jepang..." Lisin ingat jika sistemnya sudah Level 3 itu berarti dirinya sekarang bisa menyembuhkan Kondisi Asami secara permanen.


Sebelum Shizuka menjawab suara Mobil datang dari kejauhan, Lisin memiliki firasat jika itu pasti mereka bertiga.

__ADS_1


"Mereka semua baru saja pulang dari berbelanja..." Shizuka menjelaskan dengan dengan perlahan.


Lisin tidak berdaya sepertinya jika dirinya tidak memuaskan betina-betina laknat ini dirinya tidak akan bisa pergi dari Villa alila uluwatu.


"Lisin-Kun..." Anri memanggil dengan tersenyum.


"Lisin-Sama..." Migumi datang langsung memeluk.


"Lisin-San..." Asami hanya tersenyum.


Pertama yang di lakukan Lisin adalah menyembuhkan Asami agar dia cepat-cepat kembali ke Jepang dan jangan menyusahkan dirinya lagi. namun siapa yang berharap jika Asami ingin menetap di Indonesia.


Lisin membahas rencana pernikahannya dengan Mereka berempat namun tidak ada yang tertarik di antara mereka, yang mereka inginkan hanyalah bercocok tanam dan bercocok tanam.


Bahkan Shizuka yang menginginkan seorang anak tidak tertarik untuk memiliki sebuah pernikahan.


Lisin yang bingung mulai memahami kenapa angka kelahiran di negeri Jepang mengalami penurunan, itu di karenakan kebanyakan wanita tidak ingin menikah apa lagi melahirkan seorang anak. namun senang bercocok tanam, sungguh aneh.


Karena itu pilihan mereka Lisin tidak bisa berbuat apa-apa lagi.


Lisin hanya bisa memuaskan keempat betina-betina laknat tersebut dengan menghabiskan waktu beberapa hari.


Entah itu siang atau malam Villa Alila uluwatu mengalami guncangan yang cukup dahsyat seolah batu luar angkasa menghantam bumi dan menghancurkan isinya.


Lisin melakukan penerbangan kembali ke jakarta setelah berpamitan kepada Ningsih.


Lisin menghabiskan waktu selama satu minggu tinggal di Bali, sekarang dirinya harus pergi ke Jakarta karena Lisin ingat jika ada seseorang yang tinggal di Perumahan No. 1 dan dia sangat mencurigakan.


Lisin juga tidak tau siapa pihak lain oleh karena itu dirinya harus memastikannya.


"Kamu siapa ya..." Lisin bertanya dengan bingung.


Karena terlalu banyak bercocok tanam ataukah terlalu banyak wanita yang Lisin miliki, jadi membuat Lisin melupakan pihak lain.


Seperti seorang Atris, wanita tersebut menutupi kecantikannya dengan kaca mata hitam dan besar.


"Nadya Anggraini, Kita bertemu di sebuah acara pesta amal saat di bali..." Entah kenapa Nadya seperti patah hati karena pihak lain melupakan dirinya.


"Oh.... Nadya yang saat itu..." Saat melihat Nadya tanpa kacamata Lisin langsung mengenali pihak lain.


Sepertinya kebanyakan bercocok tanam akan mengurangi daya ingat otak manusia dan Lisin salah satunya.


"Bisa kita makan siang bersama..." Nadya menyarankan makan siang secara tiba-tiba.


"Tentu saja..." Lisin tidak keberatan mendapatkan ajakan makan siang dengan wanita cantik.


Jika Lisin menolaknya maka Para Jomblo akan murka dengan mengatakan, Sombong mengapa kamu menolak ajakan wanita cantik. sedangkan kita mengharapkan hal yang sama, namun tidak kunjung terpenuhi.


Dengan begitu Lisin dan Nadya pergi makan siang bersama di salah satu restoran yang ada di jakarta.


"Kamu pasti memiliki sesuatu yang ingin kamu katakan padaku..." Lisin langsung menebak maksud pihak lain.


"Kok tau?..."


"Karena ayah kamu- maksud ku hanya menebak..."


"Sepertinya tidak ada yang bisa di sembunyikan dari Pak Lisin..." Nadya mengakuinya secara langsung.

__ADS_1


"Apakah itu masalah pribadi?..." Lisin mencoba basa-basi.


"Bukan, Tapi masalah perusahaan yang aku miliki..."


"Perusahaan!... Bukannya Kamu sudah melakukan kerjasama dengan PT. Angkasa?..." Lisin bertanya dengan bingung.


"Seperti yang bapak Lisin ketahui, berkat kerja sama dengan PT. Angkasa dan beberapa perusahaan penyuplai produk lainnya, PT. Mulia memiliki banyak kerjasama di bidang penyuplaian produk namun hasilnya tidak ada peningkatan dalam hal penjualan" Nadya berkata dengan tidak berdaya.


Semakin banyak penyuplai produk di pasaran maka akan semakin banyak keuntungan yang dihasilkan. namun jika sebaliknya, semakin banyak penyuplai produk di pasaran menjadi semakin sedikit yang didapatkan maka perusahaan akan merugi besar.


PT. Mulia yang di miliki Nadya jelas mengalami kerugian besar baru-baru ini.


"Apakah kamu sudah melakukan survei pasar?... Setidaknya kamu harus mengetahui alasan kenapa produk kecantikan dari PT. Mulia tidak laku di pasaran..." Lisin bertanya lagi.


"Aku sudah melakukan survei pasar dan hasilnya, Karena kalah persaingan... produk Shanghai Beauty lebih laris di pasaran dari pada produk Skin Ayu dari PT. Mulia..." Nadya menjelaskan.


"Shanghai Beauty!... Apakah berasal dari China?..."


"Benar..."


"Kenapa masyarakat Indonesia lebih memilih produk Luar dari pada produk domestik..." Lisin berkata dengan tidak berdaya.


"Survei pasar mengatakan jika hasil penggunaan produk luar lebih memuaskan di bandingkan produk domestik lainnya..." Nadya berkata.


"Tidak hanya Produk kecantikan, Shanghai Beauty juga mengeluarkan Parfum yang laris juga di pasaran... Selain PT. Mulia banyak perusaan domestik lainya yang merasakan hal yang sama..." Nadya menambahkan.


Banyak produk luar yang memasuki pasar domestik dan langsung menjadi populer di bandingkan dengan produk domestik lainnya.


(DING)


(Tugas sistem terpicu, tuan rumah harus membantu PT. Mulia agar memiliki produk yang unggul di pasar domestik: Ya/Tidak)


"Ya..."


Tidak mungkin Lisin menolaknya, dia sangat mendukung produk domestik di bandingkan produk luar negeri.


Bahkan tanpa sistem memberikan tugas Lisin akan membantu Nadya agar bisa memiliki produk yang dapat mengungguli produk luar negeri, jika perlu menjadi produk No 1 di dunia.


"Ini adalah data yang aku kumpulkan tentang penjualan Shanghai Beauty dalam satu bulan ini..." Nadya menyerahkan beberapa dokumen.


Lisin dengan cepat mengerti bagaimana produk Shanghai beauty bisa laris di pasaran, itu di karenakan perusahaan pemasaran yang ada di domestik, dua kali lebih banyak memasok Shanghai beauty dari pada produk domestik lainnya.


"Mengapa produk Shanghai Beauty bisa memasuki pasar domestik dua kali lebih banyak..." Lisin berkata dengan bingung.


Sangat jelas ada seseorang yang dengan sengaja memasok produk Shanghai beauty lebih banyak di pasaran di bandingkan produk domestik lainnya.


"Itu karena PT. Basuki yang melakukannya..." Nadya berkata dengan tidak berdaya.


"PT. Basuki... Mengapa dia menutup mata untuk produk domestik dan memilih mendukung produk luar negeri?..." Lisin bertanya lagi.


"Mungkin karena Aku menolak Salim Anak dari pemilik PT. Basuki... Apa Pak Lisin ingat Pemuda yang satu bulan yang lalu mengejar diriku, saat di acara pesta amal dan aku meminta bantuan Pak Lisin untuk menjadi pacar bohongan..." Nadya berkata dengan malu.


Mendengar perkataan Nadya, Lisin mulai mengingat pemuda kurang tampan yang marah saat melihat dirinya dekat dengan Nadya.


"Jadi itu dia... Karena dia menargetkan produk domestik jangan salahkan Aku karena kejam..." Lisin berkata dengan dingin.


Bersambung...

__ADS_1


__ADS_2