
Makan malam di tempat terbuka, Meja panjang yang sudah tersedia dengan mereka semua yang duduk pada kursi mengelilingi meja tersebut.
Di atas meja terdapat berbagai macam menu makanan khas kota Banyuwangi. dan masing - masing di depan mereka semua terdapat minuman jus jeruk yang sebelumnya secara langsung Ginuk sajikan sendiri.
"Ayo makan..." Kata Sindi kepada yang lainnya.
"Sindi, Jihan, kalian minum saja dulu..." Ginuk menyarankan, sedangkan Giman, Tukik dan Gatot memiliki senyuman hangat di wajahnya.
Sindi dengan polosnya mengambil segelas jus dan berniat meminumnya. Hanya saja harus terganggu oleh tindakan yang Lisin lakukan.
"Ehem..." Lisin yang diam, batuk sekali dan mengambil perhatian semua orang.
"Rasanya terlalu hambar, mengapa kita tidak melakukan sedikit pertunjukan sebelum makan..." Kata Lisin dengan santai.
Sindi yang memegang segelas Jus berniat meminumnya, kembali meletakkannya lagi setelah mendengarkan saran dari Lisin.
Tindakan ini terjadi tepat di depan mata Ginuk dan Trio penjahat kelamin.
Sial, padahal sedikit lagi Sindi akan meminumnya. Ini semua gara - gara orang yang menyarankan melakukan pertunjukan yaitu Lisin.
"Mas Lisin benar... Mengapa kita tidak melakukan pertunjukan, dari tadi siang kita hanya bersantai saja dan itu membuatku lelah..." Kata Sindi dengan tampang polosnya.
Dimana - mana orang lelah pasti bersantai atau istirahat untuk menghilangkan penat pada tubuhnya. Mengapa Sindi kebalikannya? Entahlah hanya wanita yang memahaminya.
Ginuk, Giman, Tukik dan Gatot merasa frustasi melihatnya, mereka sekarang menatap Lisin dengan permusuhan.
Apanya yang hambar dan apanya yang pertunjukan, setelah Sindi dan Jihan meminum jus jeruk maka pertunjukan akan di mulai, dan Kamu Lisin akan menjadi penontonnya.
Giman mulai membenci Lisin tanpa sebab, Awalnya dirinya menganggap keberadaan Lisin hanya karakter tidak penting yang akan terabaikan sepanjang jalanya cerita. dan Giman akan bersenang - senang malam ini.
Siapa sangka jika orang yang terabaikan akan menggangu rencananya.
"Pertunjukan! Karena kamu yang menyarankannya maka kamu yang harus melakukan pertunjukan..." Kata Giman dengan kerutan di dahinya.
"Benar kata Bebeb Giman, kamu saja yang harus memainkan pertunjukan..." Ginuk langsung memahaminya.
Lisin ini memang menggali lubang sendiri, mereka semua mulai memahami jika Lisin berniat menghentikan Sindi meminum Jus yang bercampur Afrodisiak. Ginuk hanya bisa menertawakan tindakan Lisin.
__ADS_1
"Mengapa kalian mendiskriminasi Mas Lisin, dia hanya mengatakan pendapatnya saja..." Kata Sindi dengan kesal, sedangkan Jihan hanya terdiam.
"Bebeb apakah kamu bisa melakukan pertunjukan?..." Yang Ginuk.
"Tidak Bebeb, Orang kaya tidak melakukan pertunjukan untuk orang lain, karena orang kaya harus menikmati pertunjukan orang lain..." Giman menjelaskan dengan santai.
"Bro Giman, Sepertinya kita sepemikiran Aku juga tidak ingin menunjukkan bakat emas yang aku miliki secara cuma - cuma..." Tukik dengan tersenyum menjelaskan.
"Keadaanku lebih khusus lagi bro, Keluarga ku tidak memperbolehkan aku terlalu lelah, bahkan untuk bernafas saja aku harus berhati - hati Agar tidak berkeringat..." Gatot dengan perlahan menjelaskan, dan semua tindakannya juga harus hati - hati jika tidak siapa yang tahu dia akan Mati jika melakukan bersin.
Lisin ingin muntah saat mendengarkan penjelasan masing - masing dari ketiganya. Padahal tinggal bilang saja jika dirinya tidak bisa melakukan pertunjukan, mengapa harus membuat alasan yang tidak masuk akal.
Yang satu karena kaya, yang kedua karena bakat emas dan yang ketiga sindrom yang sangat mematikan. Sepertinya ketiganya harus di Vaksin agar tidak banyak alasan.
"Oh... Jadi seperti itu! Mas Lisin kamu bisa melakukan pertunjukan kan?..." Tanya Sindi kearah Lisin.
"Aku akan melakukan pertunjukan sulap untuk kalian semua..." Kata Lisin dengan santai, namun didalam hatinya Lisin tertawa.
Memang tujuan Lisin adalah melakukan pertunjukan Sulap.
"Wow... Aku suka sulap..." Sindi tersenyum bahagia.
Lisin berdiri sambil melihat semua orang, "Baiklah, Tolong di perhatikan..."
"Kosong..." Lisin menunjukkan telapak tangan yang kanan.
"Dan ini juga kosong..." Lisin menunjukkan jika tidak terdapat apapun pada kedua tangannya.
Semua orang mengangguk seperti ayam mematuk makanannya.
Di bawah, tatapan semua orang. Lisin mengepalkan tangan kirinya dan tangan kanannya meraih celah di antara celah kepalan tangannya. Secara bertahap Lisin menarik sebuah saputangan dan mengejutkan semua orang yang melihatnya.
"Wow... Bagaimana bisa keluar sapu tangan?... Pasti mas Lisin melakukan sulap Nih..." Kata Sindi dengan bersemangat.
Kan sudah di katakan jika Lisin akan melakukan pertunjukan sulap, mengapa masih bertanya.
"Baiklah selanjutnya..." Lisin mengambil segelas jus bagiannya sendiri, lalu menutupinya dengan kain saputangan tersebut.
"Menghilang..." Dengan mantra ajaib, saat Kain saputangan di tarik, segelas Jus langsung menghilang.
__ADS_1
Diam... Bagaimana Lisin melakukannya? Setiap sulap pasti akan melakukan sebuah trik khusus.
"Minggir aku akan memeriksa..." Giman berdiri dan memeriksa bagian bawah meja, juga alat peraga seperti saputangan dan lainnya namun tidak menemukan apapun seorang segelas jus benar - benar lenyap.
"Wow, Hilang sungguhan... Bagaimana cara?..." Tanya Sindi.
Trio penjahat kelamin juga tidak menemukan adanya sebuah trik sulap tertentu, Bahkan Ginuk di buat bertanya - tanya. Jihan juga tidak terlalu berbeda dengan yang lainnya. Mungkin Jihan adalah orang yang paling penasaran.
"Seorang Pesulap tidak akan mengatakan rahasia sulap mereka..." Lisin tersenyum.
Tentunya Lisin memasukkan segelas Jus tersebut kedalam inventori sistem. begitu juga kain saputangan miliknya.
"Kalau begitu lakukan lagi, aku akan melihat bagaimana trik sulapnya bekerja dan kita bertiga akan membongkar trik sulap tersebut" Giman langsung berdiri mengajukan diri.
"Tidak masalah, Sekarang kumpulkan semua gelas minuman di depanku..." Lisin tersenyum, Jelas tujuannya untuk menghilangkan semua gelas jus lalu menukarnya.
Ginuk dan Trio Penjahat kelamin tidak terlalu peduli lagi karena mereka sangat kesal dengan Lisin, Bahkan Lupa dengan tujuannya yang menargetkan Sindi dan Jihan.
Saat Masing - masing minuman di kumpulkan di depan Lisin, tidak dapat di bedakan minuman mana yang memiliki kandungan Afrodisiak. namun Lisin sudah menandai gelas jus milik Sindi dan Jihan.
"Tolong perhatikan baik - baik..." Lisin secara satu persatu menghilangkan semua gelas jus dengan cara yang sama, yaitu menutupinya dengan kain saputangan lalu memasukannya kedalam inventori sistem.
Diam... Gatot ada di bawah meja untuk melihat trik yang Lisin gunakan, sedangkan Giman dan Tukik berada di samping kanan dan kirinya Lisin untuk melihat lebih dekat bagaimana Sulapnya dilakukan.
Keajaiban, tidak ada penjelasan yang ilmiah tentang bagaimana Lisin menghilangkan semua gelas jus tersebut.
"Hahaha... Mas Lisin kamu luar biasa, Apakah gelas jusnya bisa di kembalikan, Aku mulai haus..." Walaupun sulapnya cukup menghibur tetap saja mereka akan melakukan makan malam bersama.
Semua orang juga kehausan.
"Baiklah... Aku akan mengembalikan semua minuman kalian masing - masing..." Lisin berjalan kearah Ginuk lalu memunculkan gelas jus dengan trik sulap terbalik.
Tentunya gelas jus tersebut milik Sindi, hanya saja Lisin mencampurnya dengan gelas lainnya untuk Trio penjahat kelamin. Setelah Lisin meletakkan gelas jus Afrodisiak di depan Ginuk, Lisin juga meletakkannya di depan Giman, Tukik dan Gatot.
Sedangkan gelas jus milik Sindi dan Jihan adalah gelas yang awalnya milik Ginuk dan Giman.
"Baiklah... Silakan di minum..." Lisin mengeluarkan minuman yang dari awal bagiannya sendiri dan langsung meminumnya bersama semua orang yang masing - masing meminum bagiannya sendiri.
Entah apa yang terjadi dengan Ginuk dan Trio penjahat kelamin setelah ini, Yang jelas jangan salahkan Lisin karena dirinya hanya membalikkan rencana mereka sendiri.
__ADS_1
Bersambung...