Kehidupan Dengan Sistem Kekayaan

Kehidupan Dengan Sistem Kekayaan
Kehidupan Dengan Sistem Kekayaan Episode 133


__ADS_3


Universitas Negeri Malang...


Seperti biasa pihak universitas akan mengadakan sebuah acara perpisahan untuk mereka yang baru saja melakukan wisuda.


Hal ini ada rutinitas tertentu yang berlangsung cukup lama dari tahun ketahun. Mungkin momen seperti ini di gunakan untuk mengabadikan kebersamaan, sebelum meraka yang sudah wisuda terjun kedalam masyarakat.


Sebagai universitas yang cukup ternama, pihak universitas sudah menyiapkan acara perpisahan ini jauh-jauh hari.


Sekarang, tiba waktunya yang di nantikan acara perpisahan di mulai...


Layaknya acara perpisahan dari tahun ketahuan, pembukaan akan di mulai dari pembawa acara yang meramaikan dengan sambutan-sambutan dari pihak-pihak tertentu untuk memberikan pidato penting untuk para wisuda.


Setelah sambutan dari kepala sekolah, pendiri yayasan pendidikan, gubernur yang menjadi tamu undangan dan lain sebagainya.


Kini puncak acara perpisahan memasuki pengisian acara dari beberapa kelas-kelas yang ada di bawah naungan Universitas.


Di antaranya ada yang melakukan pertunjukan Step Up Comedy, Drama Musikal, Unjuk Bakat, pertunjukan Sulap, Membaca puisi.


Untuk kaum jomblo yang berbakat bermain sabun, sangat di larangan keras untuk mengikuti sebagai pengisi acara perpisahan.


Perwakilan Kelas sudah memberikan pertunjukan satu persatu, dari fakultas hukum, fakultas ekonomi, fakultas sastra dan seterusnya.


"Pengisi acara berikutnya pertunjukan dari Fakultas Kedokteran... Untuk yang mewakili pertunjukan silakan naik keatas panggung..." Pembawa acara perpisahan memanggil perwakilan dari fakultas kedokteran, tentu saja yang mereka maksud adalah Lisin.


Namun lebih dari dua menit berlalu tidak ada yang naik panggung, semua penonton tidak terlalu mementingkan penampilan dari fakultas kedokteran.


"Saya ulangi... Untuk perwakilan dari fakultas kedokteran... waktu dan tempat di persilahkan..." Pembawa acara berkata dengan bingung, mengapa tidak ada yang naik panggung.


"Sudahlah... perwakilan dari fakultas kedokteran pasti tidak ada yang berani naik ke panggung..."


"Benar langsung saja ke urutan yang berikutnya..."


"Agar tidak kemalaman... kasian Idola kampus belum naik ke panggung..."


"Benar... Idola kampus harus tampil terlebih dahulu..."


"Perwakilan dari fakultas kedokteran tidak penting... lebih baik langsung ke idola kampus..."


Beberapa mahasiswi yang sangat menantikan idola kampus mereka sangat marah jika, harus menunggu penampilan dari perwakilan Fakultas kedokteran yang tidak penting.


Namun tidak bagi Trio wik wik...


"Bro Lisin pasti datang..." Alim berkata di antara kerumunan.


"Jangan meremehkan bro Lisin..." Brian berteriak dengan kesal.


"Bro Lisin tidak akan mengingkarinya jika dia akan menjadi perwakilan fakultas kedokteran..." Jo berteriak juga.


Ketiganya langsung menjadi cemoohan di antara kerumunan, tentu saja mereka tidak mengenal Lisin.


Di salah satu kursi penonton tepatnya, tempat duduk yang di khususkan untuk kepala kampus berserta staf-stafnya. tentu saja Kepala kampus sudah mengetahui jika perwakilan dari fakultas kedokteran adalah Lisin.


Untuk itu Kepala kampus mencoba yang terbaik agar Lisin bisa tampil di atas panggung, dan pengaturan agar Lisin naik panggung terlebih dahulu di bandingkan idola kampus, karena kepala kampus tidak ingin keberadaan Lisin akan tenggelam oleh penampilan idola kampus.


"Tilulit...Tilulit..."


Saat kepala kampus dangan tertekan menunggu Lisin, sebuah panggilan terjadi dan itu dari Lisin.

__ADS_1


"Lisin Aku dengar kamu menjadi perwakilan dari fakultas kedokteran, mengapa kamu tidak datang... Apakah ada masalah?..." Kepala kampus sudah mengetahui identitas khusus Lisin dan dirinya tidak ingin menyinggung Lisin. belum lagi Lisin juga penolongnya saat dirinya tersedak hampir mati.


"Pak tua... Bisakah kamu mengulur satu pertunjukan lagi untuk penampilan ku?..." Lisin di sisi lain penelpon bertanya.


"Lisin kamu yakin..." Kepala kampus tidak berdaya karena, jika penampilan Lisin setelah pertunjukan idola kampus maka Lisin akan tenggelam di bawah sayap penampilan idola Kampus.


"Ya undurkan saja..." Lisin langsung mematikan telepon.


Kepala kampus dengan tidak berdaya menulis sebuah surat lalu menyerahkannya kepada pembawa acara, melalui salah satu mahasiswa.


Setelah Pembawa acara perpisahan tersebut menerima surat dari kepala kampus, Pembawa acara dengan bersemangat langsung mengambil microphone.


"Karena Perwakilan dari fakultas kedokteran memiliki sedikit kendala maka mari kita panggil perwakilan dari fakultas seni atau idola kampus... Rehan..." Setelah pengumuman dari pembawa acara semua orang yang ada di sekitar panggung berteriak histeris.


"Rehan..."


"Rehan..."


"Rehan..."


Hampir semua wanita meneriakkan nama rehan bersama-sama. hal ini membuat semua anak laki-laki terutama kaum Jomblo yang bernasib malang hanya bisa mengutuk di dalam hatinya.


"Kalian luar biasa..." Rehan naik keatas panggung dengan gitar menggantung di pundaknya.


"Rehan..."


"Rehan..."


"Rehan..."


Melihat para wanita yang sangat bersemangat, Trio wik wik sangat heran dan marah.


"Benar... seharusnya menunggu sedikit lagi agar bro Lisin datang namun, Rehan ini tidak tau tempatnya... Dari mana sih orang ini?" Brian berkata dengan kesal.


"Dia mahasiswa pindahan dari fakultas seni, Ku dengar dia dari Banyuwangi juga sama dengan bro Lisin..." Jo menjelaskan apa yang dirinya ketahui.


"Apa aku tidak pernah tau... Apakah bro Lisin mengenalnya?..." Alim bertanya dengan heran.


"Jika itu, aku kurang tahu... Dia pindahan satu bulan yang lalu, dan langsung populer setelah tebar pesona di antara Mahasiswi-mahasiswi kampus" Jo berkata lagi.


"Sialan... Laki-laki murahan, Laki-laki yang seperti ini... aku sangat membencinya..." Brian berkata dengan kebencian.


"Benar... Di saat kita hanya bisa mendapatkan satu dia bisa mendapatkan banyak bagaimana kita tidak kesal..." Alim berkata dengan kesal.


"Benar... Dia berbeda dengan Bro Lisin, Yang baik, tidak tebar pesona, tidak bermain wanita, hanya memiliki sedikit wanita, yang jelas tidak merugikan wanita" Jo berkata dengan memuji Lisin secara sepihak.


Beralih keatas panggung, Rehan di keluarkan dari Universitas PGRI banyuwangi dan dirinya langsung memutuskan untuk melanjutkan di Universitas Negeri malang.


Dirinya sangat malu saat melakukan konser di cafe dragon, belum lagi Wanita yang dirinya kejar sudah menjadi milik orang lain. Dirinya juga kalah di bidang musisi dengan Lisin.


Sekarang berbeda, dirinya memulai lagi dari awal di kota malang, tidak ada yang mengetahuinya jika dirinya pernah menghamili mahasiswi di Universitas lamannya.


Yang jelas di sini tidak ada Lisin. itu berarti tidak ada yang mengunggulinya di bidang musisi.


Sejak datang satu bulan yang lalu dirinya sudah menargetkan banyak keindahan di Universitas barunya ini, Seperti peraih nilai penuh Dewi, anak keluarga kaya raya Kinar, dan juga Dosen cantik Mirna.


Walaupun belum mendapatkannya, Rehan sangat puas hanya bisa melihat pihak lain. Dirinya merasa tidak akan sulit untuk menaklukkan Wanita seperti mereka.


Dalam sebulan ini demi untuk mengatur jika dirinya orang yang baik, Rehan telah bersikap ramah kepada semua mahasiswi cantik.

__ADS_1


Seperti membawakan gitar lalu bernyanyi sambil merayu mereka, dan hasilnya sangat jelas jika pihak lain langsung kelepek-klepek.


Hahaha... Belum apa-apa sudah banyak wanita cantik yang jatuh hati denganku.


Ternyata benar, Wanita akan mudah di dapatkan jika kita menggunakan hal-hal yang romantis, walaupun hanya iseng wanita manapun akan mudah di dapatkan, jika kita terus-menerus merayunya.


Sedangkan mereka yang jomblo dan susah mendapatkan pasangan emang aku pikirin nasib mereka, jika kaum jomblo ingin kursus mendekati wanita, kalian bisa mencari ku Rehan.


"Kalian luar biasa... Baiklah... Apakah ada yang ingin naik ke panggung?..." Rehan berkata dengan senyuman.


"Aku saja..."


"Tidak aku saja..."


"Kalian minggir... Aku lebih pantas bersama dengan Kak Rehan..."


"Kamu ngajak ribut?..."


"Benar... Apa kamu..."


"Hem... Langkahi dulu mayatku..."


Rehan yang melihat wanita-wanita yang ribut demi dirinya sangat puas.


"Tolong perhatiannya... Aku di sini hanya perwakilan fakultas seni dan hanya untuk melakukan pertunjukan, bukan untuk melihat kalian ribut..." Rehan berkata dengan berpura-pura tidak berdaya, padahal dalam hatinya tertawa.


"Benar... Kita tidak boleh ribut..."


"Demi kak Rehan kita gencatan senjata..."


"Oke, tidak masalah..."


Trio wik wik yang melihat kejadian di depan matanya sangat marah, mengapa pihak lain bisa di perebutkan oleh para wanita.


"Hem... Laki-laki murahan..." Brian berkata dengan kesal.


"Benar... tidak selevel dengan kita sebagai laki-laki sejati..." Alim menambahkan.


"Apanya yang sejati..." Jo bertanya dengan bingung, namun tidak ada jawaban.


Rehan di atas panggung mulai kembali tenang, kemudian dirinya memindai sekeliling untuk menemukan, Dewi atau Kinar untuk dirinya tunjuk namun tidak ada salah satu dari keduanya. Sampai akhirnya matanya berbinar.


"Dosen Mirna... Aku mengundangmu untuk naik keatas panggung..." Rehan berkata dengan senyuman.


Semua orang melihat kearah dosen cantik kemudian mengangguk.


"Naik..."


"Naik..."


"Naik..."


Mirna yang duduk diantara Kepala kampus dan staf universitas sedikit bingung karena menjadi pusat perhatian.


Bersambung...


*Author kasi up ketiga... Sebenarnya bisa saja up 3 kali, hanya saja novelnya akan cepat tamat, giliran di tamatin komplain.


*Ada tu yang komplain yang nyumpahin author jomblo seumur hidup, jika sampai novelnya tamat.

__ADS_1


*Hade... Terima kasih karena kalian author sedikit semangat menjalani cobaan hidup.


__ADS_2