Kehidupan Dengan Sistem Kekayaan

Kehidupan Dengan Sistem Kekayaan
Kehidupan Dengan Sistem Kekayaan Episode 183


__ADS_3


Maya dengan tergesa - gesa memasuki Mall Roxy Banyuwangi, tentunya maya tidak menunda waktunya lagi. bagaimanapun putrinya adalah Harta paling berharga yang di miliknya, jika putrinya kenapa - napa karena kelalaian dirinya. Maya tidak akan memaafkan dirinya sendiri.


Hanya saja semuanya tidak sesuai dengan dugaannya. Maya menyusuri semua sudut Mall ataupun tempat - tempat lainnya. Bahkan membuat kegaduhan didalam Mall Roxy namun tidak menemukan jejak keberadaan Putrinya.


"Luna..." Maya seolah tidak percaya, putrinya tidak dapat di temukan.


Keberadaan Luna akan memberikan Maya kehangatan dan semangat dalam menjalani hidupnya. bahkan rela melakukan apa saja demi Luna. namun sekarang, putrinya tersebut menghilang. Bagaimana Maya bisa kuat menjalani kehidupan setelahnya.


"Luna, Kemana Mama harus menemukan mu..." Maya yang frustasi tanpa daya dihampiri oleh penjaga keamanan.


"Ada yang di bantu bu..." Tentunya penjaga keamanan tersebut adalah orang yang sebelumnya menghentikan Lisin.


"Saya sedang mencari anak saya pak..." Kata Maya dengan jujur.


"Apakah anak ibu gadis kecil berusia antara 5 sampai 6 tahun..." Tanya Petugas keamanan.


"Benar pak... apakah kamu melihatnya?" Maya seperti menemukan harapan.


"Benar, Bu... Sepertinya, Anak ibu menjadi korban penculikan..." Penjaga keamanan menjelaskan dengan serius.


"Apa!!?... korban penculikan?..." Maya sangat shock, walaupun kemungkinan penculikan bisa saja terjadi namun dirinya tidak ingin mempercayai hal tersebut.


.....


Sedangkan itu, Lisin saat ini sedang melakukan perjalanan untuk mengantarkan Luna pulang ke rumahnya.


Mobil taksi berhenti di depan rumah besar dan itu adalah komplek perumahan tertentu dengan jenis rumah yang hampir serupa.


Lisin sangat frustasi karena tidak mengetahui rumah Luna yang sebenarnya, dari tadi dirinya sudah bertanya dan jawaban Luna berubah - ubah. Yang awalnya komplek perumahan Nomor 13 setelahnya Nomor 17 dan seterusnya, berubah - ubah.


"Luna jika kamu tidak mengatakan alamat rumahnya yang mana, kamu tidak akan bertemu dengan mamamu lagi, apa kamu paham?..." Kata Lisin dengan tegas, dari awal dirinya selalu menjaga kesabarannya dan sekarang dirinya tidak bisa bersabarlah lagi.


"Komplek perumahan Nomor 6..." Kata Luna dengan tenang, Luna yang pintar dapat memahami apa yang di maksud Lisin. dan Nomor rumah cukup mudah di ingat untuk Luna.


Rumah, tersebut hanya sedikit mewah dan tidak ada lagi selain sedikit beberapa perabotan rumah tangga. Namun rumah tersebut tergolong besar dan tidak mungkin di sebut sederhana.


Kemungkinan besar Maya menjual semua properti rumahnya, hanya untuk menutupi kekurangan hutang almarhum suaminya. Belum lagi perusahaannya membutuhkan pendanaan yang cukup besar.


"Luna, Kamu ingin boneka - boneka ini di letaknya di mana?..." Lisin memindahkan semua boneka dari mobil taksi miliknya.

__ADS_1


"Kakak, mengapa tanya terus menerus. orang dewasa seharusnya memiliki pemikiran sendiri..." Kata Luna yang mengambil boneka paling kecil kemudian memeluknya sambil duduk di atas sofa ruang tamu.


Lisin sangat kesal, kemudian membuka pintu salah satu kamar dan memasukkan semua boneka di sana.


Lisin tercengang saat secara tidak sengaja menyentuh sesuatu yang seperti bagian bawah miliknya. itu adalah mainan atau alat bantu untuk seorang wanita yang kesepian.


"Sial... Mengapa banyak sekali alat bantu di sini. tidak mungkin kan, Luna yang sekecil itu akan menggunakan mainan dewasa seperti ini..." Semakin Lisin melihatnya, semakin dirinya merasa heran. belum lagi terdapat banyak sekali majalah dewasa, DVD bajakan yang tentunya terdapat Film Jav di dalamnya.


"Sial... Ini tidak benar, Mataku rusak jika aku terus melihatnya... Lebih baik aku keluar dari kamar ini..." Lisin dengan cepat menutup pintu lalu duduk di sofa bersama dengan Luna.


Rumah besar tersebut cukup sepi seperti tak berpenghuni. Pikiran Lisin saat ini masih terjebak dalam ruangan sebelumnya. mungkinkah kedua orang tua Luna memiliki kebiasaan aneh sehingga menggunakan mainan dewasa untuk memuaskan keinginan biologisnya.


Aku tidak seharusnya memasuki ruangan tersebut, belum lagi kondisi Joni seperti ini. Hadeh semakin gila saja. Setelah ini aku harus pulang dan menemukan pelampiasan lainnya.


(DING...)


(Selamat tuan rumah telah menyelesaikan tugas sistem, membantu Luna pulang kerumahnya)


(Mendapatkan 25 poin sistem)


(Mendapatkan uang 1 Miliyar)


Lisin senang karena tugas sistem terselesaikan, namun sedih karena hanya mendapat uang saja.


"Kakak, bisakah kamu menemani Luna sampai Mama Luna pulang?..." Kata Luna dengan tatapan polos kearah Lisin.


Tentu saja Lisin harus menolaknya, hanya saja Dirinya merasa kasihan meninggalkan Luna sendirian. Apakah kedua orang tuanya sibuk bekerja?


"Baiklah, Kakak akan menemanimu sampai kedua orang tuamu datang..." Dugaan Lisin, Luna ini hanyalah korban dari kedua orang tuanya yang sibuk bekerja. kasus seperti ini sangat banyak dijumpai dimana - mana dan mungkin sudah menjadi hal biasa.


Lisin mengelus rambut Luna yang lembut tanpa sadar dan Luna menerimanya begitu saja, dengan perlahan berbaring dengan menggunakan pangkuan Lisin, kemudian Luna langsung tertidur.


Lisin, yang melihat Luna tidur di pangkuannya entah mengapa mengingat Wulan yang saat ini sedang dalam masa kehamilan. Lisin bertanya - tanya, apakah jika dirinya menjadi seorang ayah akan memiliki anak yang senasib seperti Luna?


Apakah Dirinya akan selamanya melakukan tugas sistem hanya untuk kekayaan? Walaupun dirinya bukan orang terkaya di dunia apakah Lisin akan menelantarkan anaknya tanpa dirinya?


Dalam hati kecilnya, Lisin ingin hidup normal layaknya orang biasa pada umumnya. tidak ingin memiliki kelebihan seperti Sistem dan hal - hal aneh lainnya. hanya saja apa yang bisa dirinya lakukan tanpa sistem.


Apakah dirinya akan kehilangan segalanya jika tidak lagi memiliki sistem. Kehilangan Perusahaan, Villa Mobil, Semua wanita yang dekat dengan dirinya, semua yang dirinya dapatkan sampai titik ini.


"Sistem, sudah Tiga bulan kamu bersamaku... Sistem apa pendapat mu tentang orang seperti ku..."

__ADS_1


(Ding...)


(Tuan rumah orang mesum, penjahat kelamin, terlepas dari itu tuan rumah adalah orang yang baik)


"Entah mengapa aku tidak suka dengan bait pertama, namun aku harus mengakuinya" Lisin mendesah.


"Sistem... Sampai kapan kamu akan bersamaku..."


(Sistem Kekayaan membantu tuan rumah untuk menjadi kaya dalam waktu satu tahun)


Satu Tahun, Bukankah ini bertepatan dengan Persalinan Wulan? Itu berarti setelah menjadi ayah Lisin tidak akan menerima tugas sistem lagi.


"Sistem... Mengapa harus satu tahun apakah ada alasan khusus?..."


(Tidak ada...)


"Sudah aku duga kamu akan diam..." Lisin mendesah, entah mengapa ada rasa lega didalam hatinya.


"Apakah aku akan kehilangan segalanya?..."


(Apa yang saat ini menjadi milik tuan rumah akan tetap menjadi milik tuan rumah)


"Tujuh bulan lagi kamu akan menemaniku, Apakah ada target khusus yang harus aku lakukan?"


(Tidak ada...)


(Tuan rumah hanya perlu menyelesaikan tugas acak dari sistem)


"Aku pikir kamu menginginkan ku untuk menjadi orang terkaya di dunia..." Lisin menggeleng.


"Sistem, Kemana kamu akan pergi setelah terpisah dari ku?..."


(Sistem akan mencari pemilik baru)


(Sebenarnya ada banyak sistem seperti diriku hanya saja dalam multiverse yang berbeda, lebih tepatnya setiap multiverse memiliki satu sistem)


(Dalam setiap 20 tahun Sistem akan menemukan pemilik baru dan setelah satu tahun akan pergi)


"Jadi seperti itu..." Dalam perbincangan singkat ini Lisin memiliki pemahaman tertentu tentang sistem.


Sambil menunggu Mamanya Luna Datang, Lisin terus berbincang dengan sistem.

__ADS_1


Bersambung...


__ADS_2