Kehidupan Dengan Sistem Kekayaan

Kehidupan Dengan Sistem Kekayaan
Kehidupan Dengan Sistem Kekayaan Episode 321


__ADS_3


Keesokan paginya.


Lisin bangun pagi dengan tidak puas. Awalnya semuanya baik - baik saja, tetapi setelah Zhang Fei mendapatkan skincare dan parfum, dia sangat bahagia.


Karena bahagia, dia ingin tidur sendiri untuk menggunakan skincare dan parfum sepanjang malam dan tetap menggunakannya hingga pagi hari.


Di sini Lisin bertanya - tanya, dosa apa yang dia lakukan hingga selalu saja ada yang menghalangi keinginan Joni agung. Dia hanya bisa mengiyakannya dan lebih memilih untuk tidur seorang diri.


Kesampingkan masalah itu, Lisin yang baru saja bangun langsung melakukan rutinitas pagi hari. Saat dia baru saja selesai dari kamar mandi. Ponselnya berbunyi, sudah lama dia tidak mendapatkan panggilan dari nomor asing selain keluarganya yang ada di kampung dan beberapa orang yang mengenal dirinya.


"Hallo?!..."


"Tuan Li, Bisakah aku meminta bantuan mu?..." Suara itu sangat lembut bahkan hampir tidak dapat didengar. Namun dengan pendengaran super, Lisin mampu mendengarkan setiap kata yang keluar dari loudspeaker ponselnya.


Tunggu dulu, suara ini sedikit familiar. Pikir Lisin sambil menebak. Nomor baru tersebut dari Rong Yue, polisi wanita yang selalu membuat masalah.


Mengapa dia meminta bantuan Lisin?! Apakah hipnotis super belum membuatnya puas, Atau menginginkannya lagi?


"Rong Yue kan?..." Kata Lisin saat menebak. "Bantuan apa yang kamu butuhkan?..."


Walaupun hubungan dirinya dengan Rong Yue tidak jelas, setidaknya Lisin tidak membencinya. Dan keluhan keduanya di masa lalu telah terselesaikan. Sekarang Rong Yue menginginkan bantuan, ini pasti tentang kasus besar yang sangat menyusahkan.


Lisin tidak ingin terlibat dengan teka - teki silang yang sangat merepotkan. Selama kasusnya hanya mengandalkan tinju saja, Lisin dapat menyelesaikannya dengan Cepat.


Di mana ada niat membantu, pastinya akan ada imbalan sebagai balasan. Jika Lisin membantu Rong Yue, apa yang akan dia dapatkan?


Semangka!


Entah mengapa Lisin semakin bersemangat. Dia tidak menginginkan imbalan apapun karena melakukan kebaikan tidak harus mengharapkan imbalan.

__ADS_1


Tetapi, jika Lisin berpikir seperti ini. Maka Joni agung tidak makan. Kasihan dia, karena membutuhkan serat dan nutrisi setiap hari.


Sekarang karena Rong Yue menginginkan bantuan, maka Lisin akan membantunya dengan senang hati. Tentu saja demi semangka.


"Aku saat ini berada di Kantor Pusat Departemen Naga. Aku berada di kamar mandi karyawan, saat ini aku lupa membawa pembalut wanita, bawakan aku satu bungkus saja..." Rong Yue belum selesai berbicara, tetapi teleponnya kehabisan baterai dan dimatikan dengan sendirinya.


Dia sedang datang bulan, awalnya dia tidak ingin pergi kemanapun dan ingin cuti kerja. Tetapi ayahnya memanggilnya untuk datang ke kantor pusat departemen Naga. Siapa sangka sebelum dia bertemu dengan ayahnya, pembalut yang dia kenakan ternyata bocor.


Dia tidak ingin merepotkan seorang pria seperti Lisin. Tetapi dia kesulitan menghubungi kenalan lainnya, terutama saat ini dia sebagai kapten kepolisian. Tidak mungkin dia meminta bawahannya yang lain. Saat dia mengetahui sisa baterainya tidak banyak lagi, dia tanpa sengaja memikirkan Lisin dan panggilan pun terjadi.


Diam, Lisin terdiam tanpa kata. Dia siap dengan permintaan penangkapan gerbong terorisme. Penampakan buronan internasional. Menyelamatkan keindahan yang ingin melakukan bunuh diri dan lain sebagian. Apapun kesulitannya, Lisin sangat yakin dengan kemampuannya, semuanya akan terselesaikan dengan mudah.


Sekarang dia mendengarkan langsung permintaan dari Rong Yue, merasa ingin muntah. Siapa yang ingin membeli pembalut wanita? Orang lain akan salah paham dengan tindakannya.


Lisin tidak tahu apakah harus membantunya atau tidak, di tambah ponsel Rong Yue langsung di matikan. Dia takut jika Rong Yue hanya menggoda dirinya yang polos.


Karena demi kepuasan Joni agung dan semangka, Lisin dengan terpaksa pergi dengan mobilnya. Kemudian pergi pusat pembelanjaan terdekat dengan Departemen Naga.


.....


Lisin menelan seteguk ludah saat berdiri di depan pintu kaca. rasanya dia akan mengalami pengalaman yang luar biasa. untuk kali pertama dalam hidupnya dia harus berbelanja Pembalut wanita.


Ini bukan tentang tugas sistem, jadi mengapa dia harus melakukannya?


"Aku harus kembali..." Saat Lisin hendak pergi, dia mengingat tentang Rong Yue. Pasti dia sedang kesulitan, Lisin tidak tega dengan wanita yang sedang kesulitan.


"Lakukan dan selesaikan, demi semangka..." Dengan menguatkan hatinya, Lisin langsung membuka pintu.


Saat berada didalam, Lisin melihat bahwa banyak orang sedang berbelanja. Beberapa membeli camilan dan mie instan, yang lain membeli pena, buku catatan. Bahkan ada orang yang membeli ****** sutra.


Dia mencari lama sekali sebelum akhirnya menemukan sebungkus pembalut wanita di sudut.

__ADS_1


Hal yang Lisin takutkan akhirnya terjadi, Meja didepan kasih terpenuhi oleh antrian panjang. Lisin mau tidak mau harus menunggu.


Setiap mata tertuju pada sosok Lisin yang memegang pembalut wanita ditangannya dalam antrian.


Apakah pria ini jomblo? Sehingga membutuhkan pembalut wanita sebagai bahan saat pergi kamar mandi.


Banyak orang bertanya - tanya tentang mengapa Lisin membeli pembalut wanita. Tampang Lisin tidak menyakinkan jika dia pria baik - baik. Karena dia membeli pembalut wanita mungkin saja dia penjahat kelamin yang kebetulan ada di sana.


Hari ini Lisin hanya bisa malu, dia menggertakkan giginya. Saat dia mengingat kembali Polisi wanita.


Rong Yue kamu harus memberikan hadiah yang setimpal atas rasa malu ini.


Dengan begitu Lisin berdiri didepan petugas kasir. Secara kebetulan petugas wanita itu cukup cantik. Namun dia memiliki tatapan dingin kearah Lisin.


Hanya pria cabul yang membeli pembalut wanita, "Tuan, Apakah tidak sekalian dengan sabunya juga? Ada promo menarik hari ini. Untuk jomblo dapat gratis satu sabun, Apakah tuan ingin mengambil yang gratis.."


Awalnya wanita tersebut merasakan jijik saat melihat barang belanjaan Lisin, tetapi dia harus melakukan pekerjaannya secara profesional.


Lisin terdiam, Dia belum pernah mendengar promo sabun untuk kaum jomblo. Dan entah mengapa dia terlihat seperti orang jomblo sungguhan.


"Boleh..." Lisin mendesah, dia tahu walaupun dirinya menjelaskan bukan sebagai seorang jomblo. Dan memiliki banyak istri, tidak ada yang akan mempercayainya.


Setelah Lisin mengeluarkan uang melakukan pembayaran, Wanita cantik itu hanya bisa menggeleng dengan dengan heran, kemudian dia melakukan tugasnya dengan benar.


Hari ini masih ada yang menggunakan sabun! Seperti tidak ada wanita saja.


Wanita cantik itu telah berkecimpung dalam bisnis selama lebih dari tiga tahun. Tetapi ini adalah pertama kalinya dia melihat seorang pria membeli sebungkus pembalut wanita. Apakah matanya buta sehingga salah membeli sesuatu?


"Itu produk wanita. Mengapa pria seperti kamu membutuhkannya? Apakah kamu transgender?" Seorang pria dibelakang Lisin bergumam. Dia merasa menggigil di punggungnya dengan memikirkan orang - orang transgender. Dia membenci orang - orang itu.


Suara pria itu keras. Beberapa pembeli di sekitarnya yang sedang mengantri langsung tertarik. kemudian tidak bisa berkata - kata ketika mereka melihat pembalut di tangan Lisin.

__ADS_1


Seorang pria yang membeli pembalut wanita. Apakah Anda yakin mereka baik - baik saja? Apakah Anda melarikan diri dari rumah sakit jiwa? Atau kamu bukan laki - laki.


Bersambung...


__ADS_2