Kehidupan Dengan Sistem Kekayaan

Kehidupan Dengan Sistem Kekayaan
Kehidupan Dengan Sistem Kekayaan Episode 163


__ADS_3


Lisin terdiam sambil melihat Polisi berperut buncit yang ada didepannya, belum lagi wanita gemuk dan pria paruh baya gemuk yang menjadi Bibi dan Pamannya Siska.


Seperti dugaannya, Ketiganya sangat jelas sedang melakukan sesuatu yang tidak terpuji, hanya untuk mempersulit Siska. Lisin melihat kearah Siska yang sangat ketakutan, jelas ini kali pertama dia berurusan dengan kepolisian.


Seberani apapun orang awam, jika berhadapan dengan kepolisian yang menekan pasti akan kalah mental, contohnya seperti Siska yang awalnya melabrak Bibinya dengan kesal menjadi tidak bisa berkutik di depan Polisi.


Bibi dan pamannya sangat puas melihat Siska yang kalah mental di depan teman polisinya, apa lagi saat Siska ketakutan. Hanya saja, saat melihat Lisin yang tenang keduanya menjadi bingung. mengapa dia tenang - tenang saja?


Bibi dan pamannya hanya memiliki satu tujuan, yaitu memaksa Siska untuk membayar tebusan. walaupun akhirnya di kenakan biaya admin, uang pelicin, dan uang lelah. Bibi dan pamannya tidak peduli. Selama mereka bisa memberikan pelajaran kepada Siska, di tambah mendapatkan uang cuma - cuma, bagaimana keduanya tidak senang.


Jelas Siska tidak memiliki uang sebanyak itu, tapi melihat Lisin keduanya sangat yakin. Jika Lisin akan membantu meminjamkan uang demi menunjukan wajahnya sebagai atasan Siska. juga menghapus rasa kesal dan marah Bibinya atas perlakuan Lisin yang membuat dia di permalukan saat itu.


Polisi yang bertugas menangani kasus tersebut juga sangat bahagia, jarang - jarang mendapatkan kesempatan untuk mendapatkan uang tambahan. belum lagi dirinya ingin mendapatkan pujian terhadap Komandan kepolisian yang baru.


Polisi tersebut sangat bersyukur memiliki teman yang sangat baik, setidaknya dirinya sangat yakin akan di promosikan karena cekatan dalam melakukan tugasnya.


Lisin menggeleng, dirinya sedikit bingung, padahal sebelumnya dua Komandan kepolisian belum lama ini diberhentikan secara tidak hormat, karena tidak melakukan tugasnya dengan benar, sekarang mengapa masih ada yang mengikuti jejaknya.


"Kalian berdua... Tolong mengurus penebusan di kantor..." Petugas Polisi dengan tegas memimpin jalan.


"Siska... Minta saja ke atasan kamu itu, untuk membayar uang tebusan. kamu juga sudah tidur dengannya kan..." Bibinya berkata pedas sambil melihat Lisin kemudian pergi ke ruangan kantor juga.


Sekarang meninggalkan Lisin dan Siska di Koridor kepolisian.


"Mas Lisin, sepertinya sulit membebaskan adikku tanpa harus membayar uang tebusan... Jika Mas Lisin meminjamkan uang 100 juta... Aku tidak masalah menghabiskan malam denganmu..." Siska berkata dengan merona.


Di dunia ini dirinya tidak memiliki siapapun lagi selain adiknya, kedua orang tuanya juga sudah pergi. dan siapa yang meminta memiliki bibi dan paman yang begitu jahat.


Siska tidak mungkin memiliki cara untuk mendapatkan uang besar salain menjual tubuhnya. Jika itu Mas Lisin dirinya tidak akan keberatan, jika orang lain yang tidak dirinya kenal Siska akan melakukannya dengan disesalkan.


"Siska... Kamu mengatakan sesuatu yang membuat hatiku terluka, Bukannya aku akan membantumu tanpa harus mengeluarkan uang, belum lagi aku bukan penjahat kelamin yang memanfaatkan wanita di saat sedang membutuhkan..." Lisin tersenyum seolah dirinya tak memiliki dosa.


"Kamu lihat cincin ini?... Aku sudah menikah... Kamu tidak perlu menjadi seorang Pelakor... Kamu wanita cantik dan banyak laki - laki yang lebih baik dari ku dan lebih pantas untuk bersamamu... Aku tidak ingin mengkhianati istriku..." Lisin menjelaskan dengan tersenyum kecut.

__ADS_1


Sekarang Lisin sudah menikah, belum lagi akan menjadi seorang ayah, jadi tidak mungkin dirinya terus menerus bermain dengan wanita lain.


"Mas Lisin... Siska sudah memutuskan untuk menjadi Pelakor... hanya saja Pelakor yang baik hati dan tidak merugikan istri sah..." Siska berkata dengan cemas.


Lagian mana ada Pelakor yang baik, dari namanya saja sudah merugikan orang lain, bagaimana tidak merugikan istri sah.


Siska sangat salut dengan pendirian kuat seorang suami seperti Lisin, yang tidak tergoda dengan seorang Pelakor... Apakah semua suami seperti ini? Jelas tidak banyak.


Siska merasa, wanita yang menikah dengan Mas Lisin sangat beruntung, karena tidak tergoda dengan wanita cantik seperti dirinya, jika itu orang lain apakah akan menolak? jelas tidak.


"Selama Mas Lisin membantu Adikku Faisal keluar dari penjara... Mas Lisin bisa menghabiskan satu malam denganku..." Siska hanya bisa pasrah dengan nasibnya, tidak mungkin dirinya meminta bantuan kepada Lisin secara cuma - cuma.


Jiwa Penjahat kelamin Lisin meronta - ronta, jelas dirinya tidak sanggup menahan keinginannya. Awalnya Lisin ingin bertobat dan sudah cukup dengan beberapa wanita yang di miliknya saat ini, jadi dirinya tidak perlu menambahkan wanita lagi.


Hanya saja menolak rezeki itu tidak boleh, apa lagi Siska sedang membutuhkan bantuan dirinya.


"Siska... Apakah kamu tidak masalah dengan Pria yang sudah menikah seperti ku?..." Lisin bertanya dengan getir.


"Siska sangat... sangat... Yakin..." Tatapan Siska sangat menggoda dan membuat Lisin tidak tahan.


"Baiklah, Aku mengerti..." Lisin mengangguk.


Di dalam kantor kepolisian, Polisi yang bertugas sebelumnya, di temani pihak pelapor yaitu bibi dan paman Siska.


Sedang seorang Komandan baru duduk di meja paling ujung sambil memiliki berkas laporan di tangannya. Dia baru saja di angkat untuk menggantikan dua Polisi korup dan dia juga yang menemani Jendral kepolisian dalam menangani kasus - kasus yang melibatkan Lisin sebelumnya.


"Komandan... Dua keluarga tersangka ingin melakukan penebusan..." Polisi yang bertugas langsung melaporkan dengan senyuman pepsodent.


"Silakan duduk-" Komandan baru tidak bisa melanjutkan perkataannya saat melihat Lisin yang memasuki ruangan.


Lisin yang pelupa dengan sosok kurang penting jelas tidak mengingat Komandan baru yang sebelumnya menemanimu Jendral kepolisian.


Komandan baru langsung berdiri guna menyambut kedatangan Lisin.


"Tuan Lisin... Senang melihat anda di sini... Silakan duduk..." Komandan baru bersikap ramah seolah memperlakukan leluhurnya.

__ADS_1


Petugas polisi sebelumnya sangat Shock... Belum lagi Bibi dan Pamannya Siska yang membuka mulutnya sangat lebar... Sedangkan Siska seperti melihat hantu di siang bolong.


Komandan baru menyanjung Lisin! apakah dia tidak salah mengenali seseorang?


"Aku kesini untuk menebus tersangka yang tidak bersalah..." Lisin berkata dengan datar.


Komandan baru sangat ketakutan, jelas Lisin sedang marah atau tidak puas dengan kasus yang di tangani bawahannya.


Komandan baru hanya bisa berkeringat dingin, jelas dirinya masih ingat dengan jelas bagaimana Jendral kepolisian memperlakukan Lisin, belum lagi dirinya saat ini menggantikan komandan lama karena berselisih dengan Lisin.


Jika Dirinya tidak memuaskan Lisin mungkin akan berakhir di berhentikan dengan tidak hormat.


"Tuan Lisin harap tunggu sebentar..." Komandan baru langsung mengambil berkas laporan lalu membacanya dengan hati - hati.


Sebelumnya dirinya tidak terlalu peduli tentang kasus pencurian uang karena sudah menjadi hal biasa, namun jika Lisin tidak puas pasti ada yang salah.


Setelah waktu berlalu dan dirinya melihat rekaman video yang menjadi bukti pemberatan dalam kasus pencurian Faisal. Komandan baru tidak menemukan adanya yang salah.


"Maaf tuan Lisin... Saya tidak menemukan sesuatu yang salah... Bisakah tuan Lisin menjelaskannya lagi?..." Komandan baru bertanya.


Polisi yang bertugas sangat cemas sedangkan Bibi dan pamannya Siska sedikit ketakutan mendengar perkataan Komandan baru. walaupun cemas keduanya sangat yakin, bukti tersebut sangat memberatkan tersangka.


"Aku akan membayar Tebusan selama dia di pecat dari kepolisian..." Lisin berkata dengan datar, harus di akui jika berkas laporan tersebut tanpa memiliki celah.


Lisin hanya bisa memainkan uangnya untuk memecat petugas Polisi.


Komandan baru jelas memahami jika bawahannya tidak memuaskan Lisin jadi dirinya harus memecatnya demi memuaskan Lisin.


"Kamu... mulai hari ini bisa pulang dan besok kamu harus melepaskan jabatan mu..." Komandan baru berkata dengan dingin.


"Komandan... Aku mengaku salah... jadi jangan memecat ku... semua ini salah mereka berdua... Aku hanya membantunya membuat laporan palsu... Tolong jangan pecat Aku..." Petugas polisi hampir menangis.


"Rekaman Video itu... Mereka sedikit melakukan pengeditan... dan aku hanya membantunya karena menerima uang pelicin... Komandan tolong jangan pecat aku..." Petugas polisi menambahkan.


Melihat pengakuan petugas polisi, sudut mulut Lisin terangkat. sedangkan Bibi dan Pamannya Siska, keduanya menjatuhkan butiran keringat dingin karena ketakutan.

__ADS_1


Bersambung...


*Malam ini author bakar-bakar jadi tidak bisa crazy up. belum lagi harus up Supreme Kultivasi dan One Punch Man. Terima kasih.


__ADS_2