
Satu bulan berlalu, Pertempuran Lisin dengan ketujuh istrinya berlanjut.
Ningsih, Vita, Ratih, Siska, Mirna, Risma, Nagisa mereka semua harus memberikan Lisin sebuah hukuman yang menentang surga. Jika tidak Lisin akan menjadi sombong dan terus menerus mengabaikan istri sah.
Sedangkan untuk Wulan, dia hanya bisa bersabar karena dirinya sedang mengandung.
Hanya dalam beberapa hari setelah Lisin datang, Zhang Fei dan Mei Lan datang ke indonesia untuk menjadi bagian dalam kehidupan mereka semua di tambah dengan Xue Yunran. Setidaknya Lisin sekarang ini memiliki sebelas istri yang sudah dikonfirmasi.
Target Lisin adalah memecahkan rekor seniornya yaitu Lou Ming yang memiliki istri seratus.
Dalam menghadapi hukuman dan siksaan dara para istrinya Lisin benar - benar menderita. Dia terkuras habis. Joni Agung bahkan harus menjalani kehidupan yang berat.
.....
Tak terasa hari persalinan Wulan berjalan dengan lancar.
Lisin memiliki seorang putra yang cukup tampan dan itu membuat Lisin dan keluarga kecilnya mengalami suka cita yang luar biasa.
Walaupun istri - istrinya yang lain masih belum dikaruniai seorang anak. Setidaknya mereka semua sudah menganggap putra yang lahir dari rahim Wulan sebagai anak mereka juga.
"Sayang, siapa nama anak kita?..." Tanya Wulan yang sudah membaik tetapi sedang berbaring di ranjang rumah sakit.
Semua istrinya juga menginginkan jawaban yang sama. Karena Lisin sudah menjadi seseorang ayah, maka dia harus memberikan nama untuk putra yang baru saja Lahir.
Kedua orang tua Lisin juga menatap bayi yang ada di gendongan Lisin dengan senyuman hangat. Karena bayi itu juga menjadi cucu pertama mereka.
Beberapa orang penting juga hadir untuk memeriahkan suasana kelahiran anak pertama Lisin. Mereka semua beberapa keluarga dari istri - istrinya dan kenalan yang bertemu dengan Lisin dalam perjalanannya.
"Aku memberikan di nama Candra..." Jawab Lisin atas pertanyaan Wulan.
"Candra! Nama yang bagus..."
"Benar, Aku setuju dengan ini..."
"Candra yang tampan..."
Beberapa istrinya langsung berdiskusi dengan hangat tentang nama bayi yang baru saja Lisin katakan.
Semua orang memiliki senyuman hangat di dalam ruangan persalinan.
.....
Waktu berlalu, semua istrinya saling berdebat jika membahas siapa yang menggendong Candra kecil.
Dan masing - masing dari mereka berebut hanya ingin menggendongnya. Entah mengapa situasi ini nampak lucu.
Dibandingkan dengan suasana hangat para istri - istrinya. Lisin pergi ke sebuah halaman terbuka yang berada tepat di belakang kediaman keluarga besar Lisin.
"Sistem, Bukannya saat ini kita akan berpisah?..." Kata Lisin dengan enggan?
Walaupun hanya setahun, setidaknya kehidupan Lisin berubah dikarenakan keberadaan Sistem.
(DING)
__ADS_1
(Selamat untuk hari - hari yang kita lalui bersama dalam satu tahun ini)
Perusahaan Angkasa menjadi paling fenomenal dan secara keseluruhan membuat Lisin memiliki banyak perusahaan anak cabang hampir di seluruh dunia.
Hal tersebut menjadikan Lisin sosok kaya raya di seluruh dunia.
Dari awal sistem hanya membantu Lisin untuk mendapatkan kekayaan dengan menyelesaikan tugas sistem. Dan sudah satu tahun sejak Lisin terus menerus menyelesaikan tugas sistem.
Sekarang adalah perpisahan yang adil dan sistem sudah saat berpisah dengan Lisin. Dan Lisin akan memiliki kehidupan yang tenang dan bahagia dengan para istri - istrinya.
(Tuan rumah memiliki beberapa tiket lotre, apakah tuan rumah akan menggunakannya?...)
"Benar juga, sudah lama aku tidak memanfaatkan tiket lotre yang aku miliki..."
Dengan cepat Lisin memutuskan untuk menggunakan semua tiket lotre yang dia miliki dan hadiah yang dia dapatkan cukup biasa. Beberapa perusahaan ternama dan beberapa Villa dan Kendaraan tertentu.
Semua hadiah ini tidak menarik lagi dimata Lisin.
(Pelepasan sistem akan berlangsung diharapkan untuk tuan rumah agar tetap dalam kondisi tersadar)
Sebelum sistem benar - benar pergi meninggalkan Lisin, Sebuah teriakan datang dari dalam ruangan.
"Aaaaaa..."
Lisin seketika itu langsung berlari dengan kecepatan tinggi dia sudah berada di dalam ruangan. Di sana ada kesebelasan istri Lisin yang mengelilingi Wulan dengan Candra kecil berada di dalam pelukannya.
Semua orang memiliki ekspresi khawatir, sedih dan merasa kasihan terhadap Candra kecil.
"Siapa yang sebelumnya berteriak?..." Tanya Lisin kearah semua istrinya.
"Aku... Aku tidak melakukan kesalahan..." Kata Ratih dengan ketakutan.
"Lisin, bayi kita... Candra..." Wulan menangis saat berkata dengan patah - patah.
"Ada apa dengan Candra?..." Kali ini Lisin dengan panik mendekati Candra dan menemukan sesuatu yang salah.
Dibandingkan dengan sebelumnya yang sehat dan penuh Vitalitas. Kondisi Candra kecil sangat buruk dan membuatnya aneh adalah bagian perutnya menghitam.
"Aku tidak bersalah, Aku hanya menggendongnya sebentar dan perutnya tiba - tiba menghitam. Mas Lisin kamu harus percaya dengan Ratih..." Kata Ratih dengan panik. Saat dia ingin menangis kapan saja.
"Ratih, kamu tidak bersalah..." Lisin tersenyum untuk menenangkan Ratih.
Beberapa istri yang lainnya juga mencoba untuk memenangkan Ratih karena hanya dia yang memiliki sifat ke kanak - kanakan dan memiliki sindrom sinetron.
"Biarkan aku yang menggendongnya..." Lisin langsung mengambil Candra kecil dari pelukan Wulan dan dengan hati - hati memperlakukannya.
Lisin menggendongnya segala macam cara untuk menghilangkan sesuatu yang menghitam di perut putranya. Tetapi hasilnya kegagalan.
"Sial, sebenarnya penyakit apa ini?! mengapa itu semakin memperburuk kondisi putraku..." Lisin tidak bisa tenang. Dia bisa merasakan jika kehidupan Candra kecil hanya seutas benang. jika itu terus berlanjut, Putranya akan mati dan meninggalkan Lisin untuk selamanya.
"Sistem katakan sesuatu, mengapa kamu diam saja?..." Tanya Lisin dengan kesal.
(DING...)
(Kondisi putra tuan rumah, bukanlah sakit biasa. Melainkan sebuah kutukan)
__ADS_1
"Apa! Kutukan..."
Lisin tercengang, dia baru saja menjadi seorang Ayah, mengapa putranya bisa mendapatkan sebuah kutukan.
Apa salah putranya?
"Sistem, Katakan padaku mengapa putraku bisa mendapatkan kutukan? Apakah dia bersalah?..." Ekspresi Lisin langsung menjadi dingin dan tak berdaya.
(Putra tuan rumah tidak memiliki kesalahan apapun. Kesalahan ini lebih mengarah kepada kesalahan tuan rumah sendiri)
(Kesuksesan tuan rumah telah menyinggung jutaan kaum jomblo dan di saat kaum jomblo teraniaya mereka dapat mengeluarkan kebencian yang sangat menakutkan)
Lisin merasa ingin muntah darah. Jomblo tidak berakhlak dari mana yang dapat membuat putranya menjadi seperti sekarang ini.
"Jomblo sialan..." Lisin mengutuk dengan karas. "Sistem, seharusnya kamu memiliki cara untuk mengobati putraku kan?..."
Lisin kembali tenang, untuk saat ini kesembuhan Candra kecil adalah hal yang utama.
(Sepertinya tuan rumah salah paham, Kutukan seorang anak adalah hasil buah dari tindakan orang tua mereka)
(Di masa kehamilan Wulan, Tuan rumah tidak ada hentinya melakukan perbuatan mesum dengan banyak wanita, Hal ini membuat tuan rumah memiliki tindakan fatal saat menjadi seorang ayah)
(Sedangkan kaum jomblo yang iri dengan kehidupan tuan rumah, hanya memiliki sedikit pengaruh terhadap kutukan tersebut. Intinya jangan menyalahkan kaum jomblo Karena kutukan tersebut lahir karena tindakan tuan rumah sendiri)
(Sistem tidak memiliki kemampuan untuk mengangkat kutukan putra tuan rumah)
Lisin terdiam dan mulai merenungi kesalahannya.
"Sistem, Jika ini kesalahanku mengapa harus putraku yang tidak bersalah yang menanggungnya? Jika aku harus memilih lebih baik aku yang menderita dari pada putraku..."
(Tuan rumah bisa tenang, Bukan berarti tidak ada cara untuk mengangkat kutukan tersebut)
(Hanya saja cara untuk mendapatkannya cukup sulit)
Mendengar penjelasan Sistem, membuat Lisin bahagia, apapun akan dia lakukan untuk keselamatan putra pertamanya.
"Sistem, sesulit apapun itu, aku akan mendapatkannya..." Lisin bertekad.
(Baik, Untuk saat ini sistem akan menemani perjalanan tuan rumah untuk mendapatkan air suci dan mengangkat kutukan putra tuan rumah)
"Sistem, mengapa kamu tidak mengatakan di mana tempat air suci itu berada dan aku akan mendapatkannya..." Kata Lisin dengan tidak puas.
(Sayangnya tempat itu tidak ada di bumi ini. Itu ada di dimensi lain. Jika tuan rumah ingin mendapatkannya maka tuan rumah harus meninggalkan bumi ini dan semua istri tuan rumah)
"Ini..." Lisin terdiam, baru saja dia ingin memiliki kehidupan nyaman dengan semua istri - istrinya. tetapi dia harus mendapatkan situasi yang tidak terduga.
"Tidak masalah..."
Lisin memberikan Candra kecil kembali kepada Wulan. Dia juga menceritakan tentang penyakit putranya dan cara mendapatkan kesembuhan putranya.
Lisin sekali lagi meninggalkan semua istri - istrinya demi untuk kesehatan putranya. Entah apa yang menunggu Lisin di balik dunia lain dan kesulitan apa yang menunggunya. Dia hanya bisa melakukan yang terbaik.
Sebuah portal dimensi seketika muncul di depan Lisin dan semua istrinya. Mereka semua sudah memahami jika Lisin memiliki banyak sihir dan keberadaan Portal dimensi tidak mengejutkan mereka lagi.
"Selamat tinggal, aku akan kembali dengan air suci untuk kesembuhan Candra..." Beberapa istrinya mulai meneteskan air mata dengan perpisahan tersebut. Tetapi mereka memahami jika kepergian Lisin begitu mulia.
__ADS_1
Dengan begitu sosok Lisin menghilang di balik portal dimensi.
Selesai...