
Malam hari di pinggir kota Shanghai.
Semua penjelasan dari ketiganya sudah mengungkapkan rencana busuk mereka untuk memeras Taipan kaya Lou Ming yang cukup terkenal karena memiliki banyak istri.
Alasan mengapa Ketiganya berniat membunuh Mei Lan adalah karena mereka berniat memeras keluarga Lou. Dengan Mei Lan menghilang maka Mei Ling akan menggantikannya. dengan begitu bisa memeras kekayaan Lou Ming sesuai rencana, dari pada Mei Lan yang tidak mengikuti rencana mereka bertiga.
Sungguh keluarga yang membagongkan.
Jika Mei Lan tidak bertemu dengan Lisin mungkin rencana ketiganya akan berjalan dengan lancar, sayang sekali Lisin adalah pengganggu yang merusak rencana orang lain.
Mei Lan yang mendengarkan pertanyaan Lisin menjadi terdiam kemudian dia kesulitan untuk menjawab. Apakah ketiganya harus mati sebagai pembalasan yang setimpal?
Jika Mei Lan ingin ketiganya mati sekarang juga, mungkin Lisin akan menggunakan sugesti hipnotis agar ketiganya melakukan bunuh diri pada tempat berbeda dan waktu berbeda, agar tidak mencurigakan pihak kepolisian.
Namun Mei Lan yang memiliki sifat yang baik tidak mungkin tega menginginkan hal tersebut. Dia menatap Lisin namun masih bingung dengan permintaannya. dan apa yang sebaiknya dia putuskan.
Ketiganya mungkin kejam namun Mei Lan sudah menganggapnya sebagai keluarga. juga dia tidak mungkin tutup mata mengingat ketiganya, terutama ibu dan ayah angkatnya yang sudah membesarkan Dirinya. Sejahat - jahatnya mereka bertiga tetap saja masih layak di berikan kesempatan kedua.
"Mei Lan, aku tahu apa yang kamu pikirkan mulai sekarang kamu masih memiliki aku dan aku akan menjadi keluarga barumu. Mereka bertiga tidak layak menjadi keluarga mu juga mendapatkan belas kasihan dari mu..."
Lisin menatap lurus ke mata Mei Lan yang gugup. Tatapan tersebut menembus pertahanan dan membuat Mei Lan lebih tenang.
"Tuan Li, Bukankah kamu mengatakan tidak akan membunuh mereka?..."
"Ya, Aku lakukan..."
"Aku tidak ingin melihat mereka lagi, bisakah Tuan Li, membuat ketiganya tidak mengganggu hidupku lagi? Mulai hari ini aku tidak memiliki ikatan apapun dengan mereka..."
Mendengarkan permintaan dari Mei Lan membuat Lisin bernafas panjang. Sepertinya ketiga orang ini cukup beruntung karena Mei Lan tidak menginginkan mata ganti mata gigi ganti gigi.
"Aku mengerti..."
"Klik..."
Lisin menjentikkan jarinya lagi kemudian menatap tiga orang yang ada di depannya.
"Dalam hitungan ketiga kalian akan pergi pulang dan melupakan tentang keberadaan Mei Lan juga segalanya tentangnya. mulai sekarang kalian akan menjadi orang baik dan menjalani kehidupan kalian sebagaimana semestinya..."
"Satu..."
"Dua..."
__ADS_1
"Tiga..."
Ketiganya tersadar kemudian melihat Mei Lan seperti menatap orang asing. karena mereka tidak mengenalinya lagi. Mereka juga melupakan alasan mereka ada di sana.
Kemudian mereka Langsung pergi meninggalkan tempat kejadian, tanpa penundaan. Mereka bahkan lupa membawa tumpukan uang kertas yang mereka bawa sebelumnya.
Sekarang ketiganya menggunakan mobil mereka dan menghilang di kejauhan.
"Mei Lan, Kamu bisa memiliki semua uang kertas ini..."
Kata Lisin saat melihat tumpukan uang kertas di dekatnya. Jumlah tersebut hanya 1 juta yuan namun tidak memiliki arti apapun di depan Lisin.
Mei Lan ingin menolaknya, namun dia kesulitan dalam mengatakannya.
"Kamu harus mengambilnya, uang ini ditunjukkan untuk harga kehidupanmu, itu berarti sama dengan memberikan uang ini kepadamu..."
Mei Lan hanya bisa menerimanya, sedangkan Lisin memasuki mobil, menghidupkan mesin. kemudian keduanya meninggalkan tempat kejadian dan pergi menuju jalan raya utama kota Shanghai.
.....
Mobil BMW yang Lisin kemudikan berhenti pada pinggir jalan dan dia sudah mencoba menghubungi beberapa pemilik apartemen dan lain sebagainya namun tidak satupun orang yang menjualnya.
Di tambah saat ini malam hari, jadi kebanyakan tempat akan tutup.
Tanya Lisin dengan tidak berdaya, dia tidak memiliki kesempatan untuk membeli atau memiliki tempat tinggal sendiri di kota Shanghai. Dirinya hanya tinggal di Villa pribadi milik Zhang Fei dan tidak mungkin dia membawa Mei Lan ke sana.
"Dimana pun Tuan Li pergi, aku akan ikut denganmu. Aku tidak memiliki tempat lain yang bisa di kunjungi..."
Lisin mengeluarkan ponselnya, dia bisa menghubungi seseorang seperti, Mo Huan, Pan Ju, untuk mencarikan tempat tinggal secepat mungkin. namun sebelum dia melakukannya Lisin mengingat tentang Lou Ming.
Tunggu dulu, mengapa tidak menghubungi Lou Ming, jelas dia lebih kaya dari Mo Huan. Pasti dia memiliki tempat bagus.
Lisin langsung memutar nomor Lou Ming dan menghubunginya.
"Hahaha... Saudara Li, aku tidak berharap jika kamu akan menghubungiku begitu cepat, Sepertinya kita terikat takdir yang sama Hahaha..."
Tawa keras langsung terdengar, Lisin langsung bergidik mendengar tawa dari Lou Ming. Sepertinya menghubunginya keputusan yang salah.
Terikat Takdir apanya!
Lisin ingin muntah darah, mengapa orang ini begitu narsis. jelas - jelas keduanya tidak mirip sama sekali, apalagi terikat takdir yang sama.
Lou Ming ini penjahat kelamin senior, dan Lisin tidak ada apa - apanya di depan Lou Ming. bisa menikahi 100 istri, bagaimana dia membagi waktunya untuk menyenangkan setiap istri - istrinya.
__ADS_1
Tidak mungkin kan dia miliki batang bercabang. mungkinkah dia memiliki obat tradisional yang ampuh.
"Hahaha... Saudara Lou, sepertinya kamu salah paham, Aku memiliki masalah lain..."
Di masa depan. Lisin harus menjauhi Lou Ming ini, jika tidak dia akan mengikuti jejaknya sebagai penjahat kelamin juga. Sejarah dia kan polos.
"Saudara Li, Jangan sungkan mengatakan kesulitan yang kamu miliki, Jika Mei Lan tidak cukup aku memiliki banyak kenalan yang bisa mendatangkan keindahan - keindahan yang tidak kalah dengan Mei Lan tentu saja memiliki semangka besar..."
Lou Ming ini tahu saja kesukaan Lisin. Mungkin ini yang di maksud dengan senior memiliki kewajiban untuk membantu juniornya.
Setelah melakukan kontak dengan Lisin, Pria tua Lou Ming ini menyimpulkan jika Lisin hanya bisa dimenangkan dengan keindahan seperti Mei Lan. karena dia ingin mengikat Lisin tentu saja Lou Ming akan mencarikan keindahan untuknya.
Lou Ming seperti melihat reinkarnasi dirinya sendiri berada dalam tubuh Lisin. dan Dia sangat menghargai persahabatannya dengan Lisin ini. Jika orang lain mengatakan Lisin putranya yang hilang mungkin Lou Ming tidak akan menyangkalnya.
"Saudara Lou, Apakah kamu yakin?..."
Bagaimana Lisin tidak tergoda? dia mempertimbangkan kembali. Apakah mengenal Lou Ming itu baik atau tidak. Jika bisa mendapatkan banyak keindahan, mungkin perjalanan Lisin ke China adalah pilihan tepat dalam hidupnya.
"Hahaha... Jika Itu Saudara Li, Tua ini tidak akan berani berbohong. Sayang sekali Aku sudah tua dan kehilangan gairah. jika tidak mungkin kita bisa bersaing dalam lima menit..."
Mendengarkan penjelasan Lou Ming, membuat Lisin tertawa di dalam hatinya. Ternyata Lou Ming ini hanya bisa bertahan 5 saja. mungkin semua istri - istrinya tidak ada yang terpuaskan, dan jika dia tidak kaya raya pasti akan ditinggalkan oleh istri - istrinya.
Lisin berkata dalam hatinya, Sudah tua tidak ingat dengan umur. dasar penjahat kelamin.
"Saudara Lou, kesampingkan hal itu, sebenarnya Aku ingin meminta bantuan untuk menemukan sebuah tempat untuk bermalam..."
"Bermalam!..."
"Ehm... Saudara Li, Sepertinya melupakan kartu Hitam yang aku berikan terakhir kali..."
Kartu Hitam!
"Saudara Li, Kamu bisa pergi ke Distrik Laut Timur di sana ada Villa yang tidak lagi aku gunakan. Selama kamu menunjukkan kartu hitam tersebut penjaga akan mengakui kamu sebagai pemilik Villa di sana..."
Panggilan langsung berakhir begitu saja, Lisin masih bingung dengan Distrik Laut Timur yang satu ini. karena tidak memahami dan kurang mengetahui tentang keberadaan tempat tersebut. Lisin memutuskan untuk bertanya kepada Mei Lan.
"Mei Lan, Apakah kamu tahu keberadaan Distrik Laut Timur?..."
Mendengar pertanyaan Lisin membuat Mei Lan terdiam. Tidak ada yang tidak mengetahui tentang Distrik yang satu ini. Apakah Lisin ini Alien yang datang dari luar angkasa, mengapa dia tidak mengetahui Kawasan Villa yang menjadi tempat tinggal orang - orang terkaya di China.
"Aku akan menunjukkan jalanya..."
Lisin langsung mengikuti petunjuk dari Mei Lan kemudian menuju kearah Distrik Villa Laut Timur.
__ADS_1
Bersambung...