
Cahaya dingin berkelebat, Keenam kultivator yang mengelilingi Lisin memiliki beberapa bagian tubuhnya terpotong. Itu sangat rapi sehingga cukup sulit mengetahui luka tebasan tersebut.
"Ahhh..."
"Ahhh..."
Satu persatu bagian tubuh yang terpotong berjatuhan di atas tanah. Jika mereka tidak bertindak gegabah mereka tidak akan berakhir dengan kematian.
Diam, Semua murid sekte aliran hitam terdiam. Mereka tahu seberapa kuat rekan mereka dan seberapa tangguh pukulan rekan mereka. Tetapi mereka semua terpotong seperti sayuran.
"Serang dia secara bersamaan..." Senior mereka kesulitan memahami, bagaimana mungkin besi tipis yang biasanya bisa mereka patahkan tanpa banyak usaha, akan dapat memotong tubuh seorang kultivator.
"Ahhhh..."
"Slassss..."
"Curang, kamu tidak boleh menggunakan katana..." Teriak salah satu murid junior dengan marah.
Banyak rekan mereka mati di tangan Lisin dan mereka yang mendekati Lisin hanya akan mati secara mengenaskan.
"Aku tidak memiliki permusuhan dengan kalian, tetapi kalian menargetkan diriku jadi yang aku lakukan hanya membela diri..." Lisin mengangkat bahu saat dia terus menerus melawan musuhnya.
Sesekali dia akan kewalahan dan terdorong jauh kebelakang. Dia secara tidak sengaja memasuki rumah tertentu. Lisin tidak keberatan membunuh dan memotong beberapa murid sekte aliran hitam lagi. Awalnya dia tidak memiliki dendam ataupun permusuhan sampai akhirnya dia menemukan sesuatu yang mengejutkannya.
"Tempat ini!!!..." Melalui analisa sistem, Lisin menemukan banyak wanita dan itu sangat mengejutkan.
Lisin mengerutkan kening karena marah, dia secara tidak sengaja menghancurkan atap sebuah rumah tertentu. Ternyata di dalamnya banyak wanita yang terlihat menyedihkan, mereka memiliki pakaian yang tidak lengkap. Wajah mereka tidak menunjukkan apapun selain keputusasaan.
Saat Lisin mendekati mereka tanpa sengaja, mereka seperti ketakutan. Jelas reaksi tersebut seperti trauma yang tidak dapat di jelaskan. Lisin hanya punya satu pemikiran yaitu mereka semua hasil dari penculikan dan pemerkosaan.
Sulit mengatakan jika semua murid sekte aliran hitam adalah orang baik, awalnya Lisin tidak memikirkannya. Mengapa semua murid yang ada di luar adalah laki - laki dan tidak terlihat satu seorangpun murid perempuan. Ternyata di mata mereka wanita hanya digunakan sebagai sebuah alat.
Kultivasi Ganda!
Mereka semua memanfaatkan nilai seorang wanita hanya untuk kultivasi ganda, tidak memikirkan nasib wanita - wanita ini, jelas para wanita ini tidak dengan sukarela mendatangi tempat seperti ini.
"Bunuh dia bagaimanapun caranya dia harus mati..." Senior tersebut berteriak untuk memerintahkan murid lainnya.
__ADS_1
Jumlah murid sekte aliran hitam semakin menyempit, Banyak diantara mereka mati di tangan Lisin.
Dengan perlahan keluar dari pintu masuk rumah tertentu. Tatapan mata Lisin sedingin es. Dia tanpa sadar membenci sekte aliran hitam karena merugikan kaum wanita. Dengan begitu banyaknya para wanita yang sebelumnya ada di dalam rumah sempit dan tidak layak. Jelas membuat siapapun yang memiliki hati akan marah melihatnya.
Belum lagi berapa banyak keluarga yang kehilangan anggota keluarga mereka? kehilangan istri mereka, kehilangan putri mereka, kehilangan ibu dari anak mereka dan lain sebagainya.
Tidak bisa di maafkan!
Untuk orang seperti mereka, jelas tidak ada hukuman yang lebih pantas selain kematian.
"Ahhh..."
"Ahhh..."
Lisin bergerak cepat, tidak lebih dari tiga nafas dua murid sekte akan mati di tangannya. Lisin tidak banyak mengalami kemarahan dalam hidupnya. Yang pasti dia akan membuat mereka menjadi buruk dan lebih buruk dari kematian disaat Lisin mengalami kemarahan.
"Mati..."
Setiap ayunan katana yang ada di tangan kanannya, akan membunuh murid sekte. Dia tidak memiliki belas kasihan terhadap lawannya. Satu hal yang pasti, Lisin harus menghancurkan sekte Aliran hitam tanpa sisa dan menghilang untuk selamanya.
"Sialan kepung dia..." Kata senior dengan putus asa.
Walaupun mereka semua kuat, tetap saja, mereka memiliki rasa takut saat berurusan dengan kematian.
Saat ini salah satu murid dengan terpaksa memanggil penatua sekaligus pendiri sekte aliran hitam. Hal ini adalah satu - satunya pilihan Karena mengalami kondisi yang mendesak.
Kembali dengan Lisin yang tidak bisa didamaikan selain dengan kehancuran sekte aliran hitam. Lisin tidak tahu jika Penatua sekte telah dalam perjalanan, Dia hanya fokus dalam menuai kehidupan para murid sekte aliran hitam.
"Mengapa kamu berusaha berbuat sejauh ini, padahal kita tidak memiliki permusuhan. Kita bisa melupakan semuanya, karena kesalahan ada pada murid sekte yang menyinggung tuan..." Senior tersebut tidak memiliki pilihan lain selain berpura - pura membuat gencatan senjata.
"Hmph..." Lisin mendengus dingin.
"Aku tanya berapa banyak wanita yang kalian rugikan?..." pertanyaan Lisin tidak membutuhkan jawaban karena jawaban tersebut tidak perlu di jelaskan.
"Kalian tidak menjawab itu berarti tidak terhitung jumlahnya..." Lisin tersenyum dingin. Dia langsung bergegas dan membunuh semua murid tersisa termasuk dengan Senior mereka.
Shock!
Lisin bermandikan darah musuh - musuhnya. Dia kembali kedalam tempat atau rumah tidak layak yang menjadi tempat para wanita ditawan.
__ADS_1
"Kalian bisa keluar, dan bisa kembali ke keluarga kalian masing - masing..." Lisin tahu jika para wanita ini tidak ada yang mempercayai kata - katanya.
"Ambil ini, bagikan secara merata. Dengan ini kalian akan lebih baik..." Lisin memberi sekantong pill penyembuhan, tetapi semua wanita itu tidak ada yang mengerti.
"Tenang saja, benda ini bukan racun..." Setelah mendengar kata racun, salah satu wanita langsung mengambil dan menelannya. Dia berharap jika benda seukuran kelereng tersebut adalah racun sungguhan, sehingga mereka bisa mati dan terbebas dari penderitaan yang mereka rasakan selama ini.
Sayangnya hasilnya bertolak belakang dengan harapan mereka. Setelah wanita tersebut menyerap kandungan herbal dari pill penyembuhan. Dia menjadi lebih enerjik dan lebih baik, dari segi kondisi mereka.
"Aku... Aku sembuh... Bahkan lebih baik dari sebelumnya..." Kata wanita tersebut.
Jelas bukan kebohongan. Satu persatu para wanita langsung menelannya kemudian merasakan efektivitas dari pill penyembuhan.
"Terima kasih tuan..." Kini mereka semua tertolong dan menatap Lisin dengan sangat hormat.
"Kalian bisa meninggalkan tempat ini, pergilah kearah bukit yang ada di selatan. Di sana ada kru film yang akan membantu kalian. ingatlah untuk menghubungi Kepolisian..." Tentunya pihak kepolisian akan datang terlambat.
"Baik tuan..." Mereka semua langsung pergi mengikuti perkataan Lisin dengan bersyukur.
Dengan begitu, satu persatu dari para wanita pergi meninggalkan sekte aliran hitam. Lisin yang melihat kepergian mereka akhirnya bisa bernafas dengan Lega.
Dengan analisa sistem, Lisin menelusuri tempat - tempat lainnya. Seperti kuburan masal yang ada di belakang, tempat - tempat tertentu sebagai pelatihan, dan masih banyak lagi lainnya. Saat dia berusaha memindai sebuah pintu gua. Dia merasakan kehadiran seseorang yang sangat kuat.
Dia adalah penatua sekte aliran hitam. Seseorang yang merintis dan membentuk sekte tersebut. Jelas sekte tersebut dia anggap sebagai putranya sendiri yang dia besarkan bertahun - tahun. Siapa sangka dalam waktu singkat sekte miliknya akan dihancurkan tanpa menyisakan satu murid tunggal.
"Kamu mencari kematian..."
"Woosssss..."
Gerakan pria tua berambut putih panjang tersebut sangat cepat, bahkan Lisin tidak dapat menyadarinya.
"Duarrrrr..." Lisin terlempar jauh kebelakang. Dia menghancurkan perbukitan yang ada di belakang.
"Guakkk..."
Lisin memuntahkan seteguk darah. dia mengalami luka internal yang cukup parah. Dia mengambil pill penyembuhan lalu menelannya. Tidak lupa menatap pria tua yang hampir membunuhnya.
"Kamu bisa menyinggung kepala negara karena kamu bisa bersembunyi di negara lain. Tetapi jika kamu menyinggungku? tidak ada tempat yang dapat membuat kamu bersembunyi..." Pria tua itu mendengus dingin.
Lisin mengerutkan keningnya, Dengan bantuan analisa sistem. Lisin menemukan sesuatu yang tidak terduga.
__ADS_1
"Jian Chen!..." Dua kata keluar dari mulut Lisin, Pendiri sekte aliran hitam adalah Mantan Pengguna Sistem Lainnya.
Bersambung...