
Lisin yang terdiam memiliki jarak antara dirinya dengan Pan Ju yang terus berjalan. Dirinya terus berpikir tentang mengapa Wanita Dingin tersebut melakukan pekerjaan seperti ini.
Wanita dingin yang satu ini sungguh di sayangkan, kemarin menolak Lisin namun melakukan pekerjaan yang prostitusi. Mengapa tidak bilang kepada Lisin secara langsung saja. jika dia memiliki kebutuhan terhadap uang, tentunya Lisin tidak akan pelit.
(DING...)
(Tugas sistem terpicu, tuan rumah harus selamatkan Wang Xia dari bisnis prostitusi keluarga Mo: Ya/Tidak)
"Ya..."
Bukan karena tugas sistem melainkan karena keberadaan Wanita dingin tersebut. Lisin memutuskan untuk merubah rencananya sedikit, pertama dirinya menemukan beberapa kamera pengintai kemudian sedikit merusaknya.
Pan Ju melihat kebelakang dan tidak dapat menemukan keberadaan Lisin.
"Sial... Kemana dia pergi..."
Pan Ju langsung panik karena takut jika Lisin melarikan diri. Dirinya menyusuri jalan yang dilaluinya belum lama ini.
Saat melihat Lisin yang terdiam seolah dia patung, Pan Ju mengerutkan keningnya dan langsung menghampiri Lisin sambil memberikan sebuah pukulan.
Sebelum itu terjadi, Lisin menggunakan tangan kosong untuk menghentikan pukulan Pan Ju yang tidak seberapa tersebut. Pan Ju terkejut kemudian dia mendengarkan sebuah suara jentikan jari dari tangan Lisin yang lainnya.
"Klik..."
"Dalam hitungan ketiga, Kamu akan menganggap diriku sebagai orang paling penting dari apapun, bahkan lebih penting dan terhormat dari kepala keluarga Mo..."
"Satu..."
"Dua..."
"Tiga..."
Setelah hitungan ketiga, Pan Ju langsung menatap Lisin dengan pandangan yang berbeda. kemudian dia mendapatkan kenangan baru jika dirinya harus setia kepada Lisin dari apapun dan siapapun.
(DING...)
(100% Kesetiaan terdeteksi)
.....
"Pan Ju, Aku ingin kamu bersikap seperti tidak ada yang terjadi dan kamu harus berpura - pura tetap melakukan tugasmu, sekarang tunggu aku di ujung koridor..."
__ADS_1
Pan Ju mengangguk kemudian dia pergi tanpa melihat kebelakang, seolah - olah tidak ada yang terjadi.
Lisin saat ini berjalan mendekati gadis dingin yang dirinya temui saat di Halte Bus. Kemudian dirinya menggunakan analisa sistem.
Namanya Wang Xia, kemarin saat di halte bus dan bertemu dengan dirinya, Bagi Wang Xia tindakan Lisin cukup sering dilakukan oleh para lelaki hidung belang. Terutama saat pertama kali bertemu dengan dirinya, untuk itu dia akan mengabaikan Lisin. belum lagi dengan masalah yang dirinya miliki.
Setelah bertemu dengan Lisin dia sedang dalam perjalanan ke Shanghai Foot Spa. Walaupun sebenarnya dia tahu jika di sana tersebar rumor sebagai tempat prostitusi. Hal tersebut dirinya lakukan dengan terpaksa.
Keluarganya yang hanya menyisakan ibunya saja, di tambah mendiang ayahnya yang ternyata terlilit hutang terhadap Keluarga Mo, membuat Wang Xia berada dalam keputusan yang cukup sulit.
Kepala Mo memberikan satu kesempatan yang tidak dapat di tawar, yaitu membuat Wang Xia agar bekerja di Shanghai Foot Spa sebagai Wanita penghibur.
Lisin yang sudah mengetahui hal ini tidak mungkin akan menutup matanya. Saat Lisin berjalan mendekati Wang Xia dia dihentikan oleh wanita berambut pirang, walaupun dia cantik terutama bagian semangkanya yang besar, Lisin tidak tertarik dengan wanita bekas terutama mereka yang menjual tubuhnya untuk uang.
Apa lagi yang sudah pernah satu lobang rame - rame. Jadi Lisin mengabaikannya, dan terus berjalan kearah Wang Xia.
Lampu merah hangat berbaur di spa, juga beberapa ada lampu berkedip dan berputar, atau sebuah tempat seperti klub malam. musik dj yang khas menambahkan suasana memanas. hanya saja lebih sedikit pengunjung karena tidak semua tamu bisa mengakses tempat tersebut.
Di dalam, ada beberapa wanita yang tampaknya memijat kaki pelanggan dengan tubuh mereka yang terlalu terbuka. Ada beberapa yang rela menerima ciuman dari pihak pelanggan. Jika mencapai tahapan lebih dari itu maka tinggal masuk ke kamar lalu bergoyang ria.
Sungguh surganya kaum jomblo.
"Hei, tampan. Apakah kamu di sini untuk pijat atau plus - plus?..."
Lisin memiliki tangan dipegang langsung oleh seorang gadis dengan riasan tebal dan rambut pirang, ketika dia memasuki tempat Wang Xia. dan Wang Xia juga melihat kearah Lisin kemudian berpaling dengan malu.
Wang Xia mengigit bibirnya dengan malu, dirinya berpikir pasti Lisin yang sebelumnya mendekati dirinya di halte bus mencoba untuk menertawakan dirinya, dan dia sudah siap menerima hinaan dari Lisin.
"Maaf, Aku di sini bukan untuk kamu melainkan untuk yang lainnya..."
Wanita riasan tebal yang memegangi tangan Lisin langsung bersedih dan dia menatap Wang Xia dengan heran.
"Tampan, aku lebih baik dari dia, aku bisa digunakan melalui lubang depan dan belakang bukan yang sempit seperti dia..." Wanita riasan tebal itu mengedip padanya dan berkata dengan menggoda.
"Sayang sekali, Aku suka yang lebih sempit?" Lisin pura - pura sering menjadi tamu untuk tempat - tempat seperti prostitusi.
"Bisakah kamu menyingkir, aku ingin memesan Wang Xia untuk malam ini..."
Wang Xia!
Bukankah itu gadis baru!
Wanita riasan tebal kemudian mengingat jika Wang Xia tidak memiliki pengalaman dan kebanyakan pengunjung tidak suka dengan wanita perawan. Walaupun sebenarnya dia cantik namun tidak bisa memuaskan pelanggan, apa gunanya.
__ADS_1
Wanita riasan tebal menatapnya dengan curiga. Wang Xia baru saja datang sehari yang lalu tetapi dia belum memberikan layanan apa pun. Bagaimana orang ini mengenalnya?
Apakah orang ini seorang polisi? wanita riasan tebal itu mulai menggigil dengan pikirannya dan menatap Lisin dengan curiga.
Wanita riasan tebal langsung mengabaikannya karena Lisin di bawah langsung oleh, Pan Ju yang menjadi kaki tangan tuan Mo jadi tidak mungkin jika Lisin seorang polisi.
Sungguh pemikiran yang cukup bijak.
"Maaf, tampan, tapi Wang Xia mendapat menstruasi dan dia harus istirahat hari ini. Apakah kamu keberatan aku memberimu layanan?..." Wanita riasan tebal tidak ingin kalah. jika Pan Ju membawanya secara langsung dia pasti bos besar.
Menstruasi!
Lisin menggeleng sebagai jawaban, dirinya tidak peduli Karena dirinya hanya ingin bicara dengan Wang Xia bukan bercocok tanam entah kenapa dirinya semakin kesal dengan Wanita riasan tebal.
"Tampan, harga sewaku cukup murah meriah 500 yuan untuk satu malam, dan 100 yuan untuk satu Jam, Yang mana yang kamu sukai?..."
Lisin mengerutkan kening, bahkan jika gratis dirinya tidak akan memesan wanita riasan tebal. "Maaf, tapi aku tidak menginginkan siapa pun selain dia..."
"Tampan, jangan malu - malu. Aku sebenarnya sangat baik! Aku bisa melakukan 100 teknik hisapan tanpa mengigit dan 1000 posisi berbeda - beda..."
Wanita riasan tebal sedikit membuka pakaiannya dan memperlihatkan isi di dalamnya saat berbicara dengan Lisin. Sementara itu, dia terus menggosok dadanya ke tangan Lisin.
Apa apaan!
Aku datang bukan untuk kamu, mengapa Anda begitu berbakti!
Lisin adalah laki - laki dengan pendirian yang sangat kuat, jadi tidak mungkin dirinya tergoda oleh bujuk rayuan setan.
"Minggir... Aku punya batas kesabaran..."
Lisin mendorong wanita riasan tebal sedikit menjauh kemudian dia berdiri di depan Wang Xia.
"Aku memesan kamu untuk hari ini..."
Wang Xia awalnya terkejut kemudian berdiri menatap Lisin untuk sesaat kemudian berjalan menuju kamar.
"Ikuti aku..." Wang Xia jelas tidak terbiasa memperlakukan seorang pelanggan, untuk itu dirinya berkata dengan dingin.
Hari ini, Wang Xia sudah siap kehilangan keperawanannya, entah dengan Lisin ataupun dengan orang lain. karena dia tidak memiliki pilihan lain selain terjerumus kedalam dunia prostitusi.
Bersambung...
*Yuk, Like, Komen, dan Vote. agar Perjalanan Lisin terus berlanjut. dari pada tiba - tiba Hiatus.
__ADS_1