Kehidupan Dengan Sistem Kekayaan

Kehidupan Dengan Sistem Kekayaan
Kehidupan Dengan Sistem Kekayaan Episode 95


__ADS_3

Sebelum peluncuran roket kendali...


Lisin kembali dari gedung tinggi yang ada di dekat villa miliknya, dirinya di jadikan target pembunuhan bagaimana Lisin akan tinggal diam.


Mata ganti mata, gigi ganti gigi. menargetkan ku akan menjadi targetku.


Awalnya Lisin tidak memiliki perselisihan antara dirinya dengan gangster Sinaloa, tujuannya hanya membatu Robert untuk menyelesaikan masalah.


Karena gangster Sinaloa membangunkan harimau tidur, maka jangan salahkan harimau jika


menggigit.


Lisin kembali di Villanya untuk merencanakan sesuatu, menurut data yang Lisin dapatkan dari Robert secara diam-diam.


Gangster Sinaloa berawal dari gangster jalanan dan semakin lama semakin membesar dan terbentuklah gangster Sinaloa. pemimpinnya adalah Carlos dan ternyata, James yang dirinya bunuh adalah menantunya.


Sepertinya inilah awal bagaimana Carlos ingin membunuh Lisin. gangster Sinaloa menjadi besar dan terorganisir dengan baik bahkan memiliki cabang rahasia di beberapa tempat di beberapa negara bagian.


Lisin membaca catatan kejahatan yang di lakukan gangster Sinaloa semakin marah karena cukup banyak dosa yang di lakukan gangster Sinaloa. beberapa dosa saja sudah menjadi alasan kuat untuk memusnahkannya.


Berikutnya gangster Sinaloa mendiami kawasan perbukitan yang ada di Meksiko bagian barat daya.


Melihat terdapat foto tempat tersebut, Lisin menyimpulkan jika tepat tersebut padat perumahan, perbukitan tersebut jelas dihuni oleh puluhan ribu anggota gangster Sinaloa.


Walaupun Lisin percaya diri untuk membunuh Carlos, Kepala gangster Sinaloa, namun dirinya tidak ingin melakukan bunuh diri.


Serangan diam-diam!


Menurut informasi yang Lisin dapatkan, keberadaan Carlos cukup rahasia pada beberapa titik yang ada di perbukitan. Datang seorang diri tanpa persiapan matang jelas bukan ide yang bagus.


Sekuat apapun Lisin, jika berhadapan dengan puluhan ribu anggota gangster Sinaloa, setidaknya tidak akan lepas dari cedera. Lisin tidak boleh gegabah hanya ingin cepat menyelesaikan masalah.


"Lisin kamu tidak apa-apa?..." Elena bertanya dengan khawatir, jelas Elena mengetahui jika ada orang yang menargetkan Lisin.


"Aku tidak apa-apa..." Lisin menjawab dengan jujur.


Apa yang harus aku lakukan? jikapun aku tidak melakukan apapun gangster Sinaloa akan menargetkan diriku lagi.


"Lisin ayahku bisa melindungi mu dari kejaran gangster Sinaloa..." Elena berkata dengan peduli.


Melindungi ku? dari apa dan siapa?


Lisin menggeleng lalu bertanya, "Tidak, di mana Mia?..."


"Mia belum bangun, Kamu melepaskan roket kendali sehingga kita berdua tidak sanggup bertahan" Elena berkata seolah menginginkan lagi.


"Tunggu dulu bisa kamu katakan lagi yang sebelumnya?..." Lisin bertanya.


"Mia belum bangun..."


"Bukan yang itu..."


"Kita berdua tidak sanggup..."


"Bukan, sebelum itu..."


"Kamu melepaskan roket kendali..."


"Roket kendali..." kedua mata Lisin bersinar, dirinya menemukan seberkas cahaya di dalam kegelapan.


"Elena, terima kasih..." Lisin memeluk Elena kemudian Memberikan sebuah ciuman prancis.


"Um..." Elena menjadi lemas kemudian tidak sadarkan diri.


Lisin memukul titik akupunktur agar Elena pingsan untuk beberapa saat, Dengan cepat Lisin membawa Elena ke kamar tidur dan meletakkannya di sebelah Mia.


"Maaf... aku tidak bisa membawa beban ke medan perang..." Lisin mengambil Laptop Elena yang terhubung ke server milik Robert.


"Sistem gunakan Kartu keterampilan Peretas super..."


(Ding...)


(Kartu keterampilan Peretas super di kuasai, tidak ada yang tidak dapat diretas di dunia ini)


(Tuan rumah dapat meretas keamanan apapun yang ada di dunia ini)


Kemampuan peretas super langsung memenuhi isi kepala Lisin.


"Baiklah... Langsung pertama gunakan pengalihan..." Lisin langsung meretas server komputer yang di miliki Robert.


Lisin menggunakan nama chicken (Ayam) sebagai nama identitas peretasnya lalu menggunakan gambar Ayam hitam sebagai foto identitas, kemudian langsung meretas server komputer Robert.


Alasan Lisin menargetkan Robert bukan hanya akan di gunakan sebagai pengalihan melainkan Robert adalah mantan dewan perwakilan negara AS.


Sebelum Robert berkecimpung di dunia gangster dirinya menjabat sebagai dewan perwakilan yang mengkhususkan di bidang keamanan server AS.


Setelah Lisin mengendalikan Komputer milik Robert dirinya langsung meretas keamanan server milik negara AS. setelah itu melalui satelit pengendali, Lisin mengambil alih armada angkatan laut AS.


Sebenarnya Lisin bisa saja menggunakan Senjata nuklir dengan meretas pengendali di bawah langsung presiden AS namun tidak melakukannya.


Lisin juga menemukan beberapa eksperimen senjata nuklir yang di lakukan pemerintah AS secara diam-diam. Sepertinya rumor jika beberapa negara masih melakukan eksperimen senjata itu benar, Lisin menemukan beberapa negara yang melakukan kerja sama secara diam-diam dalam pembuatan senjata.


Cina, Rusia, Jerman, Jepang, Korea, dan lain sebagainya.

__ADS_1


Lisin tidak menemukan Indonesia, Lisin tidak peduli dengan informasi yang tidak berhubungan dengan dirinya. selama pihak lain tidak menyinggung dirinya maka Lisin tidak akan menggangu mereka.


Setelah mengendalikan roket kendali yang ada di armada angkatan laut AS Lisin langsung pergi menggunakan Mobil Bugatti milik Elena.


"Gangster Sinaloa... Aku datang..." Dengan cepat Lisin mengemudikan Mobil dan tujuannya Meksiko.


Di Laut perbatasan AS, Armada angkatan laut tidak dapat di kendalikan.


"Armada diretas..."


"Ulangi Armada diretas..."


"Ulangi..."


Beberapa orang yang ada di dalam Kapal armada angkatan laut sangat panik, peretas adalah kata yang paling di takuti oleh mereka. jika senjata yang di miliki armada seperti roket kendali di gunakan untuk melukai orang yang tidak bersalah, maka hasilnya tidak dapat di bayangan.


Dengan cepat malam pun tiba...


Lisin tidak mungkin melewati jalan yang memiliki pemeriksaan yang ada di setiap jalan perbatasan negara, oleh karena itu Lisin mengambil jalan lain yaitu Jalan yang cukup gersang.


Tak lama kemudian Mobil yang Lisin kemudikan melewati perbatasan negara lalu berhenti di persimpangan jalan sambil melihat kearah perbukitan yang ada di depan Lisin.


Tempat tersebut memiliki beberapa menara pengawas jadi Lisin tidak bisa melanjutkan perjalanan.


Lisin tersenyum sambil menekan tombol enter pada laptop yang ada di sampingnya.


"Gangster Sinaloa... Mata ganti mata, gigi ganti gigi, karena kamu menggunakan sniper maka aku akan menggunakan roket kendali..." Lisin tersenyum kejam.


"Klik..."


Dalam satu ketikan eksekusi mati gangster Sinaloa di mulai.


"Krark..."


"Krark..."


Laut perbatasan armada angkatan laut mengarahkan selongsong selusin senjata ke arah perbukitan barat daya Meksiko.


"Wuusss..."


"Wuusss..."


"Wuusss..."


Roket kendali di luncurkan, dengan meninggalkan selongsong dengan beberapa kepulan asal.


"Wuusss..."


"Wuusss..."


"Wuusss..."


"Boooom..."


Lisin yang ada si dalam mobil dapat melihat kembang api yang begitu megah bahkan dirinya dapat merasakan getaran dari kejauhan.


"Ayah..."


Roket kendali jatuh tepat di depan putri Carlos lalu meledak.


"Boooom..."


Carlos yang cukup jauh dari putrinya bersembunyi di balik diding namun dinding tersebut tidak dapat menahan gelombang ledakan roket kendali dan membuatnya hancur seketika.


Ini pertama kalinya Carlos memiliki rasa takut akan kematian.


"Ahhh..."


Bangkit dari puing-puing, Carlos tidak peduli lagi dengan kematian putrinya, saat ini dirinya harus menyelamatkan diri.


Banyak bawah Carlos mati di tempat dengan mengenaskan, beberapa orang melarikan diri tidak peduli jika teman seperjuangan mereka membutuhkan pertolongan.


"Ahhh..."


"Ahhh..."


"Ahhh..."


Teriakan kesakitan ada di mana-mana, di manapun roket kendali jatuh pasti akan memanen ratusan kehidupan.


Beberapa gangster yang mengira jika ada bola sepak jatuh dari ketinggian berniat menghalaunya mengunakan kepala, namun saat kepala bersentuhan dengan roket kendali sebuah ledakan terjadi.


"Booom..."


Sungguh bawahan Carlos yang paling pintar...


Lebih dari selusin roket kendali membombardir kawasan perbukitan yang di jadikan sebagai markas Gangster Sinaloa dan memporak-porandakan apapun yang ada di sekitarnya.


"Booom..."


"Booom..."


"Booom..."

__ADS_1


Carlos bersembunyi di dalam bunker dengan memeluk lututnya sendiri.


Lisin yang menunggu di dalam mobil sambil menunggu kembang api berakhir hampir tertidur karena bosan.


Perbukitan yang awalnya di penuhi dengan begitu banyak perumahan menjadi hangus, hancur, rata dengan tanah.


"Sepertinya sudah habis bunga apinya..." Lisin turun dari mobil dengan santai berjalan.


Bagian tangan kiri memegang pedang bermata dua sedangkan bagian tangan kanan memegang pistol. dalam setiap langkah Lisin dapat menemukan beberapa mayat. untuk mereka yang beruntung masih hidup dengan beberapa luka ringan.


"Siapa kamu..." Bawahan Carlos yang masih hidup bertanya ke arah Lisin dengan marah.


"Aku yang membuat kekacauan ini bisa tunjukan di mana lokasi Carlos berada?..." Lisin mengakui dengan jujur.


"Sialan..." Entah percaya atau tidak bawahan Carlos berniat melakukan tembakan.


"Shuut..."


"Ahhh..."


Sayangnya tebasan pedang Lisin lebih cepat dari pada tembakan yang belum menarik pelatuknya. kepala bawahan Carlos terjatuh.


"Taukah kamu di mana Carlos..."


"Ahhh..."


"Bisa tunjukkan lokasi Carlos..."


"Ahhh..."


"Bisakah..."


"Ahhh..."


Kedatangan Lisin seperti dewa kematian, di mana pertanyaan datang akan ada kepala terbang.


"Aku... tau dimana tuan Carlos jadi jangan membunuhku..." Bawahan lain gemetar ketakutan.


"Dari awal... Aku tidak akan membunuh jika kalian menjawab pertanyaan ku dengan benar..." Lisin berkata dengan santai.


"Tuan Carlos di dalam Bunker..."


"Bunker... di mana itu?..."


"Aku tidak tau-"


"Shuuut..."


"Ahhh..."


"Jika tidak tau seharusnya bilang jangan membuang waktuku..."


Lisin akan memenggal siapapun yang tidak memberikan jawaban dengan benar.


Squid game berlanjut permainannya cukup mudah, jawab pertanyaan Lisin dengan benar maka akan hidup jika tidak menjawab atau tidak memiliki jawaban yang benar maka akan berakhir dengan kematian.


Karena semua bawahan Carlos mati Lisin bingung harus bertanya kepada siapa lagi.


Tunggu dulu, bukannya tadi ada yang bilang Bunker apakah ini bunkernya?


Sebuah kotak besi tebal dapat di lihat itu seperti brangkas namun jauh lebih kokoh, dibuat dengan tujuan menahan ledakan bom.


"Sial..."


Bagaimana Lisin tidak kesal dirinya dari awal bertanya dan membunuh setiap orang namun Bunkernya dapat di lihat dari kejauhan.


Sejak awal kedatangannya. Lisin sudah melihat kotak besi yang cukup besar. kenapa harus bermain squid game terlebih dahulu.


"Siapa kamu..."


Setelah bersusah payah membuka Bunker Lisin akhirnya dapat melihat Carlos.


"Bukankah kamu ingin membunuhku. mengapa kamu tidak dapat mengenali orang yang ingin kamu bunuh..." Lisin berkata dengan kesal.


"Kamu pemuda asia yang membunuh James... jangan bilang, ini semua adalah perbuatan mu?..." Carlos bertanya dengan marah, sedikit ketakutan dan tertekan.


"Apa yang kamu inginkan?..." Carlos bertanya dengan gugup jika pihak lain menginginkan uang. maka Carlos akan memberikan semua uang yang ada di akun Bank Swiss miliknya.


"Mata ganti mata, gigi ganti gigi, ingin membunuh ku maka harus mati..." Lisin berkata dengan dingin lalu mengayunkan pedang bermata dua.


"Shuut..."


"Brukk..."


Kepala Carlos jatuh ke tanah lalu berguling, sebelum Lisin meninggalkan tempat kejadian dia membakar semua jasad yang dirinya bunuh.


Bersambung...


*Like dan komentar yang banyak agar bisa up setiap hari.


*Mampir juga Novel baru author yang berjudul "One Punch Man Di Dunia Marvel"


*Terimakasih.

__ADS_1


__ADS_2