
Mobil BMW yang melaju dengan cepat pada jalan raya kota Shanghai.
Lisin mengemudikan mobil dengan santai, seolah kejadian belum lama ini tidak penting sama sekali atau tidak pernah terjadi.
Mei Lan duduk di sampingnya sesekali mencuri pandangan terhadap Lisin. namun dia tidak berani mengajukan pertanyaan.
"Jika kamu ingin menanyakan sesuatu, tanyakan saja..." Kata Lisin dengan sedikit tersenyum. Dia tidak mungkin menjadi dingin jika tidak Mei Lan akan ketakutan.
Mei Lan sedikit ragu namun mencoba menguatkan dirinya. "Tuan Li, Bagaimana dengan penembak jitu sebelumnya..."
"Aku membunuhnya..."
Mendengar jawaban jujur dari Lisin membuat Mei Lan sulit untuk mengakuinya. Pria ramah dan menyenangkan yang baru saja dia temui, telah membunuh seseorang.
Namun Mei Lan tidak membenci Lisin secara membabi - buta, penembak jitu ingin membunuh dirinya, jika Lisin membunuh mereka maka hal tersebut sama dengan membela diri.
Mei Lan sangat berterima kasih kepada Lisin, jika tidak pasti dirinyalah yang terbunuh bukan mereka.
"Kemana kita akan pergi?..."
Tanya Mei Lan dengan gugup. Sekarang dalang dalam insiden pembunuh adalah adiknya sendiri. Dia merasa bersalah jika harus melibatkan Lisin. namun dia tidak mungkin mengurus semuanya sendiri.
"Mei Lan, Sekarang kamu menjadi milikku, dan semua masalah yang kamu miliki akan menjadi milikku juga. karena seseorang mengincar kehidupanmu maka aku tidak akan tinggal diam..."
Atas penjelasan dari Lisin, membuat Mei Lan tidak tertolong karena sangat bahagia. namun mengingat kembali dalangnya adalah adiknya sendiri, membuat Mei Lan tidak tenang.
Apakah Lisin akan membunuh adiknya?
Mei Lan sangat berat dan tidak menginginkannya. dia ingin menghentikan keputusan Lisin namun dia tidak memiliki keberanian.
"Aku tahu apa yang kamu pikirkan, Tenang saja aku tidak akan membunuh adikmu, karena aku memiliki banyak cara untuk mengurus adikmu tanpa membunuhnya..."
Lisin melihat Mei Lan dengan mengangguk.
Mei Lan hanya bisa merasa Lega, entah mengapa dia sangat percaya dengan Lisin dan rasa nyaman di hatinya dengan perlahan tumbuh.
"Kruukkk..."
Suara perut kelaparan dapat terdengar dan hal tersebut bukan milik Lisin.
"Kamu, Lapar? Kalau begitu kita cari makan dulu sebelum kita melanjutkan perjalanan pada tempat pertemuan yang sudah dijanjikan..."
"Oke..."
__ADS_1
Lisin menyarankan sedangkan Mei Lan mengangguk dengan malu sebagai jawaban.
.....
Sedangkan itu, pada malam hari di Villa pribadi Zhang Fei.
"Nona, Mengapa kamu hari ini memasak sendiri?..."
Bibi Nam bertanya dengan senyuman diwajahnya. Zhang Fei jarang memasak secara pribadi karena dia terlalu sibuk dengan pekerjaannya. untuk itu akan aneh rasanya jika dia secara mendadak memutuskan untuk memasak.
"Bibi Nam, tidak ada yang khusus, aku hanya ingin memasak sendiri saja..." Zhang Fei menjelaskan dengan malu. Hari ini dia baru saja selesai melakukan pekerjaan dan memutuskan pulang lebih awal.
Alasan dia memasak adalah ingin meminta maaf kepada Lisin karena tidak mempercayai perkataannya pada malam kemarin. Tentu saja perceraian tiga bulan ke depan tidak akan dibatalkan.
"Nona, masak banyak sekali apakah untuk memasakkan Tuan Li?..."
"Apa! Untuk dia? Tentu saja tidak, hari ini tidak sengaja membuat banyak masakan..."
Tidak Mungkin Zhang Fei mengakui, jika dia membuat masakan untuk Lisin. Dia tidak memiliki maksud khusus, dia hanya akan memberikan Lisin kesempatan, tidak lebih.
"Nona, Beberapa bahan di dapur habis..."
Mendengarkan penjelasan dari Bibi Nam tidak membuat Zhang Fei marah, dia belum menghubungi Lisin dan belum mengatakan jika dia memaksakan sesuatu untuknya. Jadi Zhang Fei berniat untuk pergi ke supermarket terdekat.
Zhang Fei melepaskan celemek yang dikenakannya. Dia masih mengenakan pakaian kantor yang sebelumnya dia gunakan dalam melakukan penerimaan sesi wawancara. Hal ini menandakan betapa bersemangatnya dia dalam memasak.
Setelah mendengarkan penjelasan lebih rinci dari Wang Xia. Kesan Zhang Fei terhadap Lisin berubah secara menyeluruh. Untuk itu dia ingin memperbaiki semua kesalahpahaman.
Walaupun dia tidak serius dalam melakukan pernikahan, setidaknya secara garis besar sosok Lisin sudah menjadi suaminya. Untuk itu ada rasa bangga saat mengetahui jika suaminya tersebut melakukan hal baik seperti membantu Wang Xia dari hutang - hutang keluarganya dan membantunya dari insiden prostitusi.
Dengan cepat Zhang Fei menggunakan mobilnya untuk pergi keluar. Setidaknya supermarket berjarak kurang lebih 2 kilometer dari Villa pribadi miliknya.
Saat mobil yang di milikinya sampai pada supermarket, dan sebelum dirinya keluar. Zhang Fei melihat sosok pria yang cukup familiar.
Shock!
Zhang Fei yang ada di dalam mobil jelas sangat terkejut dan tidak mempercayai apa yang di lihatnya. Sosok tersebut adalah suaminya yang turun dari mobil yang cukup mahal, dan pada detik berikutnya dia melihat sosok wanita cantik yang tidak kalah dengan dirinya keluar dari pintu bagian lainnya.
Melihat keduanya yang tersenyum membuat Zhang Fei berpikiran yang tidak - tidak. Awalnya dia berpikir jika wanita tersebut mungkin temanya atau mungkin saudaranya, namun siapa sangka jika wanita tersebut berinisiatif menyentuh lengan suaminya dan memeluknya.
Suaminya juga seperti itu, dia tidak keberatan jika tangannya dipeluk oleh wanita tersebut. Hati Zhang Fei langsung hancur berkeping - keping.
Apakah keduanya berpacaran?
Apakah selama ini suaminya sudah memiliki kekasih lain dan dirinya tidak mengetahuinya dan memaksakan kehendaknya untuk melakukan pernikahan? Entah mengapa seperti ada batu besar dihatinya.
__ADS_1
Apakah Aku Cemburu?
Pikir Zhang Fei, dia tidak mengakui jika dia peduli dan memikirkan suaminya tersebut. namun mengapa dia merasa sakit saat melihat suaminya pergi dengan wanita lain.
Pembohong!
Zhang Fei tidak bisa menerima lagi kenyataan, semua perkataan Wang Xia tentang Lisin mungkin benar. namun tetap saja suaminya memiliki hati untuk orang lain bukan untuk dirinya.
Lalu untuk siapa dirinya memasak?
Lupakan tentang memasak dan lupakan tentang suaminya, Lelaki semuanya sama. Yaitu akan memiliki banyak wanita dibelakangnya.
Zhang Fei, memiliki wajah dingin kemudian dia menghidupkan mesin mobilnya lalu meninggalkan tempat parkir supermarket tersebut. Dia tidak dalam mood untuk memasak lagi, dalam hatinya hanya ada kebencian terhadap Lisin.
Di saat dia ingin memberikan kesempatan kepada suaminya. di saat dia ingin memasak untuk suaminya, namun dia harus mendapatkan kenyataan pahit.
"Benar, Kita bukan siapa - siapa, mungkin dia tidak menganggap pernikahan kita dengan serius..." Kata Zhang Fei dengan dingin. dia semakin meningkatkan kecepatan mobil yang dia kemudikan.
"Akulah yang salah, mengapa aku tidak bertanya kepadanya apakah dia memiliki wanita lain atau tidak..." Zhang Fei menggigit bibirnya dengan kesal.
"Mengapa aku sangat kesal?..."
Zhang Fei tidak dekat dengan pria lain karena dia terlalu sibuk bekerja dan lebih memilih untuk sendiri. Sekarang, walaupun bukan pernikahan yang sesungguhnya. setidaknya dia ingin menemukan sesuatu saat dia dekat dengan suaminya. Namun sulit untuk memulai apa lagi jika suaminya tersebut memiliki wanita lain.
.....
Lisin tidak mengetahui jika Zhang Fei melihat dirinya bersama Mei Lan.
"Kamu tidak apa - apa..."
Tanya Lisin kepada Mei Lan yang hampir jatuh saat berjalan dan membuatnya memeluk lengannya.
"Aku tidak apa - apa..."
Mei Lan memiliki wajah yang memerah karena malu.
"Kamu bisa memesan apapun yang kamu inginkan..."
Lisin tersenyum saat berjalan kearah restoran yang berada tepat di sebelah Supermarket.
Lisin tanpa sadar melihat kebelakang tepatnya kearah tempat parkir yang Zhang Fei gunakan sebelumnya. Dia merasa jika ada seseorang yang mengawasinya.
"Mungkin hanya perasaanku saja..."
Bersambung...
__ADS_1