Kehidupan Dengan Sistem Kekayaan

Kehidupan Dengan Sistem Kekayaan
Kehidupan Dengan Sistem Kekayaan Episode 104


__ADS_3


Bandara internasional Ngurah Rai...


Dalam penerbangan dari Jakarta ke Bali Lisin tertidur karena sebelumnya bergadang dengan wanita lain yang baru di kenalnya, walaupun dirinya sudah melakukan joging agar dirinya tidak terlalu mengantuk. namun, tetap saja perjalanan yang hanya duduk berdiam saja membuatnya tertidur.


Keluar dari bandara internasional Ngurah Rai, Lisin langsung memesan makanan yang ada di tempat makan pinggir jalan.


"Lisin..."


Lisin yang baru saja keluar dari tempat makan pinggir jalan bertemu dengan seorang yang tidak terduga.


"Yanto, Kenapa! apakah kamu ingin membuat masalah denganku..." Lisin berterus terang.


"Bro... sabar dulu, aku malas berdebat denganmu..." Yanto berkata dengan sedikit senyum.


Dalam masa-masa sekolah SMK dirinya sering membully Lisin yang saat itu cukup lemah. Andai saja Yanto tidak keluar dari sekolah karena menghamili murid dari SMA tetangga Yanto tidak akan di keluarkan dari SMK.


Hal tersebut membuat Yanto tidak menamatkan pendidikannya dan pergi bekerja di bali.


Yanto yang melihat Lisin keluar dari tempat makan pinggir jalan, seperti kucing yang melihat tikus dan terlintas sebuah pemikiran jahat di benaknya.


"Mimin tidak bisa melindungi mu lagi apa yang bisa kamu lakukan untuk melindungi diri sendiri..." Yanto tersenyum kejam.


Tindakan tercela sudah tertanam di tulangnya, dan membully orang lain adalah kesenangan untuknya.


"Tanpa, Mimin aku bisa melindungi diriku sendiri terutama oleh orang sepertimu..." Lisin berkata dengan santai.


Walaupun Lisin sedikit memiliki kebencian terhadap pihak lain, Lisin tidak memiliki dendam mendalam kepada Yanto.


Yang lalu biarlah berlalu, yang sekarang jangan harap Lisin akan tinggal diam.


"Oh... Sepertinya, Kamu memiliki sedikit keberanian denganku..." Kedua alis Yanto mengkerut.


Saat SMK alasan kenapa dirinya membully Lisin di karenakan, Lisin itu seperti api sedangkan wanita seperti ngengat. jadi saat Yanto melihat Lisin di kelilingi orang banyak wanita itu membuatnya tidak senang.


Saat SMK, Lisin tidak memiliki keberanian untuk berdiri di depan dirinya, bahkan harus mengandalkan Sultan atau Mimin.


Sekarang tanpa perlindungan Sultan dan Mimin, membuat Yanto ingin membully Lisin lagi.


"Jangan menjadi pengecut... Besok lusa datanglah ke tempat Monang maning... Ada pertarungan gaya bebas, tentu saja ilegal..." Setelah mengatakan tentang lokasi tertentu, Yanto berniat pergi dengan mendorong Lisin yang hanya diam saja.


"Ahhhh..." Bukannya Lisin yang terdorong melainkan Yanto yang kesakitan pada bahu kirinya.


Karena di sekitarnya banyak orang, Yanto Perlahan berdiri dengan manahan rasa sakit di bahu kirinya. Yanto perlahan masuk kedalam mobil sambil menatap Lisin, lalu menunjukan jari tengahnya sambil mengemudikan mobil.


"Hari ini, kamu selamat... jangan lupa datang besok lusa... karena urusan kita belum selesai..."


Lisin menggelengkan kepala, dirinya tidak marah hanya saja merasa kasihan untuk Yanto yang tidak berubah dan tetap arogan seperti biasa.


Apakah Lisin akan pergi? karena pihak lain ingin di bantai mengapa tidak.


Entah pertarungan seperti apa yang menunggu Lisin yang jelas Lisin tidak akan memberikan hal mudah kepada mereka yang menyinggung dirinya.


Tanpa sadar Malam pun tiba, Lisin menggunakan taksi menuju ketempat perusahaan PT. Island Concepts Indonesia Tbk. yang ada di kerobokan, Kuta utara, Badung, Bali.


.....

__ADS_1


Ningsih menunggu menunggu di aula utama.


Saat Ningsih sedang menunggu kedatangan Lisin, seorang pemuda sedikit tampan datang dari kejauhan sambil membawa bunga.


Jelas dia bukan Lisin karena Ningsih melihat pemuda tersebut dengan datar, tanpa ada sedikitpun rasa bahagia, melainkan membuat Ningsih kesal karena pihak lain hampir setiap kesempatan membawakan bunga untuk dirinya.


"Ningsih, kuharap kamu menerimanya karena bunga ini tidak bersalah, bunga ini lambang dari perasaanku denganmu" Nengah berkata dengan senyuman.


Orang-orang dari pemegang saham yang melihat kejadian tersebut, hanya bisa tersenyum kecut karena Nengah tidak akan melewatkan kesempatan apapun, untuk memberikan bunga kepada Ningsih.


Di antara pemegang saham yang melihat kejadian tersebut, hanya satu orang yang sangat bahagia yaitu Ayahnya Nengah.


Ayahnya Nengah sangat mendukung keputusan anaknya untuk mengejar Ningsih, yang menjadi presiden PT. Angkasa selaku pemilik PT. Island Concepts Indonesia Tbk. yang saat ini sedang merayakan ulang tahunnya yang ke sekian kalinya.


"Bro, Sepertinya cepat atau lambat kamu akan memiliki menantu yang luar biasa..." Salah satu pemegang saham utama berkata kepada ayahnya Nengah.


"Hehe... Anakmu Akan sangat beruntung jika bisa memiliki presiden PT. Angkasa. Sudah sangat cantik juga memiliki aset perusahaan ratusan triliyun..." Pemegang saham lainya menambahkan.


"Sial... Andaikan saja anakku laki-laki..." Pemegang saham lainya mengeluh.


"Bro, kamu kan tidak punya anak..."


"Oh... Iya... ya..."


"Hahaha... Perkataan kalian terlalu tinggi, Aku tidak berani mengakuinya..." Ayahnya Nengah berkata dengan rendah hati.


Namun kesombongan yang ditampilkannya menunjukkan sebaliknya, Ayahnya Nengah tersenyum dari telinga ke telinga sejak pesta peringatan ulang tahun perusahaan di mulai.


Hahaha... Jika anakku dapat menikahi Ningsih, bukankah perusahaan PT. Angkasa akan menjadi milik anakku dan Menjadi pemegang saham utama PT. Island Concepts Indonesia Tbk.


Hahah... bukankah aku juga akan menjadi lebih kaya dari sebelumnya... Aku akan berdiri di puncak dunia bisnis.


Semua orang berharap agar Ningsih menerima bunga tersebut, jika bisa menerima Nengah menjadi calon suaminya. maka pesta yang awalnya untuk memperingati ulang tahun PT. Island Concepts Indonesia Tbk. akan menjadi lebih bahagia.


Dalam pendapat semua orang yang hadir, baik itu pemegang saham dan karyawan ataupun tamu undangan dari beberapa perusahaan tertentu, semuanya berfikir Jika PT. Angkasa milik Ningsih seorang, tanpa pernah berpikir jika ada seseorang di belakang perusahaan tersebut.


"Maaf... aku tidak bisa menerima bunga itu... Sudah ku katakan berulang kali kepada mu jika aku sudah ada yang memiliki" Ningsih menjawab dengan datar.


Sejak awal dirinya bertemu dengan Nengah dirinya akan selalu di ganggu pada setiap kesempatan.


Ningsih sudah melakukan berbagai macam untuk menolaknya namun sedikit kesulitan kerena pihak lain tidak pernah berhenti mengejarnya.


Semua orang yang ada di aula hanya bisa menggelengkan kepala, Karena Ningsih selalu membuat alasan yang sama yaitu sudah memiliki pasangan, namun belum pernah terlihat jika Ningsih pernah bersama dengan seorang lelaki.


Mungkinkah Ningsih itu Lesbiola sehingga Kekasihnya seorang wanita? Semua orang memikirkan hal yang sama.


Jika Lisin tau jika dirinya dikatakan sebagai seorang wanita, Lisin akan muntah darah.


"Sudahlah, Aku tau jika kamu berbohong..." Nengah tidak ingin mempermalukan dirinya sendiri di depan semua orang, jadi dirinya Nengah membuang bunga ke tempat sampah yang ada di dekatnya.


.....


Lisin baru saja turun dari taksi dan langsung pergi menuju ke pintu masuk PT. Island Concepts Indonesia Tbk. yang saat ini telah di adakan sebuah acara akbar.


Seiring langkah kakinya, Lisin dapat melihat mobil-mobil sport yang ada di parkiran. Seperti biasa penampilan yang di miliknya akan membuat penjaga keamanan menghentikan dirinya.


"Maaf... bisa tunjukan kartu undangannya?..." Penjaga keamanan bertanya.

__ADS_1


Lisin menghentikan langkah kakinya kemudian melihat pihak lain, Lisin menyetujui kebijakan penjaga keamanan, karena telah melakukan tugasnya dengan baik.


Hanya saja adegan seperti ini terlalu klasik, Apakah Lisin yang menjadi seorang bos perusahaan besar akan selalu di hentikan oleh penjaga?


"Aku tidak memiliki kartu undangan, namun aku pemilik PT. Angkasa..." Lisin tanpa berbelit-belit langsung berterus terang.


Jikapun itu belum bisa membuat penjaga keamanan membukakan jalan Lisin bisa melakukan cara lain.


"Maaf, Bapak Lisin... Harap ikut dengan kami..." Penjaga keamanan langsung membawahi Lisin ke tempat lain.


"Eh... Ya..." Lisin kebingungan, seharusnya terjadi hal klasik seperti penjaga keamanan sombong kenapa tidak terjadi?


"Selamat datang bos tolong masuk kedalam..." Seorang wanita cantik bertubuh matang dengan wajahnya yang mungil menyapa Lisin.


Lisin sedikit bingung kenapa semuanya terjadi seperti ini, apakah ini pengaturan yang di lakukan Ningsih untuk dirinya?


Penjaga keamanan kembali ke tempatnya, mereka sudah mendapatkan pesan dari Ningsih.


Jika ada seorang pemuda yang tidak memiliki kartu undangan dan mengaku sebagai pemilik PT. Angkasa maka dia adalah atasan kalian dan kalian harus membawanya ke tempat ini.


Sekarang penjaga keamanan bisa merasa lega karena sejak dirinya menjaga pintu masuk dirinya akan waspada karena tidak ingin memiliki penampilan buruk di depan atasan mereka.


Lisin memasuki sebuah ruangan dengan gorden menutupi setiap tempat. sangat jelas jika tempat seperti ini akan di gunakan oleh seorang wanita untuk merias diri mereka.


"Apa, yang kamu lakukan?..." Lisin sedikit terkejut karena Wanita cantik berwajah mungil sebelumnya berniat melepaskan kancing kemeja Lisin.


"Maaf, Atas ketidaknyamanannya ini pertama kalinya aku melakukannya..." Wanita cantik berwajah mungil memiliki tangan yang sedikit gemetar.


"Siapa mamamu?..." Lisin bertanya dengan pelan.


"Nazwa..." Nazwa berkata dengan gugup.


"Apakah semua ini pengaturan dari Ningsih?..." Lisin bertanya lagi.


"Benar Bos, Aku adalah Asisten pribadi yang baru, dan tugasku untuk mengatur penampilan Bos agar seperti Bos besar sesungguhnya..." Nazwa berkata dengan jujur.


Diam... Lisin tidak bisa berkata-kata, apakah penampilannya tidak layak di katakan sebagai seorang Bos?


"Kenapa kamu ingin melepaskan pakaianku dan tidak bilang saja jika aku harus berganti pakaian..." Lisin tidak marah hanya saja sedikit bingung.


"Dalam buku pedoman, Bab ke 10 ayat pertama dimana Asisten pribadi harus menggantikan pakaian milik Bos, Bahkan jika Bos menginginkan layanan khusus Asisten pribadi harus memuaskan Bos, jika aku tidak melakukannya aku bisa di pecat" Nazwa berkata dengan sedikit malu.


Sialan... Buku pedoman apa itu, dan siapa yang menulisnya, Ningsih... sepertinya hanya dia yang melakukannya.


Apakah semua karyawan PT. Angkasa seperti ini? Sial...


"Bisakah kamu keluar, Aku akan berganti pakaian sendiri..." Lisin membuat permintaan.


"Mengerti Bos..." Nazwa dengan cepat pergi.


Dengan Cepat Lisin mengenakan Stelan mahal dan mendapatkan sedikit riasan gaya rambut dari Nazwa, Awalnya Lisin menolak namun Nazwa memaksa dengan Alasan dirinya akan di pecat.


Saat Lisin memasuki Aula utama Lisin melihat semuanya dengan jelas, dan Lisin akhirnya bertemu dengan pemuda yang memberikan bunga kepada Ningsih dan sangat jelas jika pihak lain adalah Nengah.


"Siapa bilang Ningsih berbohong..."


Semua orang melihat kearah pintu masuk aula, dan dapat melihat seorang pemuda tampan dengan stelan mahal.

__ADS_1


Bersambung...


__ADS_2