
Setelah mendapatkan arahan dari Lisin Langsung, Rong Yue melakukan tugasnya tanpa penundaan. Dia melihat mereka - mereka yang tergeletak dan menemukan jika mereka benar - benar mati.
"Bagaimana mungkin!..."
Mereka benar - benar mati! Rong Yue melihat jika mereka semua mati hanya dengan beberapa pemukulan. Ada juga yang mendapatkan satu kali pemukulan. Walaupun dia cukup sering melihat mayat, tetap saja sangat mengejutkan dirinya.
Pria yang belum lama ini mengambil ciuman pertamanya mampu melakukan ini semua, Siapa sebenarnya dia?
Jika itu dirinya sebelumnya, Rong Yue pasti akan menegakkan keadilan. Dia menyimpulkan jika kelompok Song Han ini bagian dari kriminal kelas besar, yang bergerak dengan berkelompok dan terbilang hati - hati. Jika Lisin tidak mengingatkan sebelumnya, dia akan melakukan tindakan bodoh lagi.
Sebelum ini Dia melihat bentuk serangan Song Han yang menghancurkan Dinding yang ada di dekatnya. Jelas dia bukan lagi manusia, belum lagi melihat dari penampilannya. Dia terlihat seperti Iblis yang keluar dari neraka langsung.
Rong Yue memiliki kepekaan terhadap bahaya yang luar biasa. Sekarang dia memikirkan jika masalah kali ini sangat serius, Belum lagi dirinya telah dipindahkan sebagai Polisi lalu lintas. Dia hanya bisa menyakinkan dirinya untuk bertindak lebih jauh lagi dengan mengikuti perkataan dari Lisin.
Dengan begitu, Rong Yue meletakkan kertas jimat tipe Api pada masing - masing mayat. walaupun dia tidak tahu kegunaannya yang pasti Lisin tidak akan melakukan hal salah.
.....
"Hahaha... Aku tak terkalahkan..." Song Han yang berada dalam Mode bloody tertawa gila.
Walaupun Song Han sudah tua namun dia merasa seperti pemuda 20 tahun yang bisa melakukan apapun sesukanya. Menghadapi Lisin yang cukup tangguh di luar pemahamannya, dia memiliki keinginan membunuhnya dan membalaskan dendam putranya.
Tatapi dia menyadari sesuatu yang aneh, yaitu tindakan dari Polisi wanita yang menghampiri mayat - mayat bawahannya satu persatu.
Lupakan saja mungkin dia ingin memastikan kematian mereka. Pikir Song Han sambil mengabaikan tindakan Rong Yue.
Tentunya Song Han tidak menyadari jika Lisin berniat membakar semua mayat yang ada di sekitarnya. Song Han terlalu percaya diri saat melawan Lisin.
"Mati..."
Song berlari sekencang kilat, dia merentangkan kedua tangannya sambil memperlihatkan cakar - cakar tajam miliknya.
"Sepertinya kekuatan membutakan matamu..."
Cahaya dingin berkelebat. Lisin mengambil katana dari Inventori sistem dan secara langsung mengayunkan kearah cakar - cakar Song Han yang datang.
"Peeeng!..."
Gesekan antara katana dengan cakar menghasilkan percikan bunga api. Tidak hanya itu juga dapat menimbulkan suara gesekan antara logam.
Tentunya Lisin membungkus katana miliknya dengan energi Qi untuk mempertajam dan melindungi katana pada saat bersamaan.
"Kach!..."
Apa!!!
__ADS_1
Song Hanya yang memiliki kedua mata memerah tidak percaya dengan tindakan yang Lisin lakukan. Terutama tentang kedatangan katana yang secara tiba - tiba. Dari mana benda tersebut datang?
"Aaaarrrggh..."
Tetap saja kekuatannya memiliki peningkatan yang sangat besar. Song tidak akan mengakui kekalahannya.
Walaupun ini pertama kalinya dia berada dalam mode bloody, tentunya dia sudah mengetahui seluk - beluk dari mode bloody.
Lin Tian secara langsung mengatakannya. Jika Kekuatan dalam mode bloody memiliki batasan. Yakin semakin banyak dia mengeluarkan kekuatan, maka semakin banyak pula membutuhkan darah atau esensi kehidupan.
Melihat mayat - mayat yang ada di sekelilingnya dan sisa bawahan yang setia, membuat Song Han memiliki kepercayaan besar. Dia tidak khawatir jika kekurangan kebutuhan untuk mempertahankan mode bloody miliknya.
"Kach..."
Saat bentrokan katana dengan cakar terpisahkan. Keduanya memberikan serangan yang terbaik. Lisin menggertakkan giginya, Lawannya lebih merepotkan dari pada saat menghadapi James.
"Peng!..."
Semakin banyak mereka berdua bertukar serangan. di mana serangan yang begitu sengit saling menghancurkan.
"Duarrrr..."
Song Han cukup banyak memiliki teknik bertarung. juga dia sendiri seorang Kultivator, dia memadukan semua yang dia miliki dengan Mode bloody saat berurusan dengan Lisin.
"Boooommm..."
Lisin terhempas hingga menghancurkan bangunan yang tidak jauh dari tempatnya berdiri.
Lisin memiliki sudut mulutnya berdarah, Dia dengan perlahan bangkit dari puing - puing bangunan yang menimpanya.
"Ini..." Kulit Song Han yang berwarna merah secara bertahap melepuh, Kemudian asap putih bertebaran. Dia menyadari jika dirinya membutuhkan darah.
"Darah!..."
"Esensi kehidupan!..."
Song menghampiri Mayat yang ada di dekatnya.
"Apakah kamu pikir aku akan membiarkan mu..." Kata Lisin dengan dingin. Dia mengulurkan tangannya lalu mengendalikan energi Qi dan mengaktifkan kertas mantra yang sebelumnya telah Rong Yue letaknya pada setiap mayat.
"Buuuzzzz..."
Seketika, Mayat yang ada di tangan Song Han langsung terbakar.
"Tidak... Tidak... Jangan membakarnya..."
Song Han yang kecewa dan kesal terhadap Lisin menjadi panik. Dia menghampiri mayat lainnya.
__ADS_1
"Buuuzzzz..."
"Tidak..."
Setiap kali Song Han menemukan mayat dan bersiap mengambil esensi kehidupannya. Lisin secara langsung mengaktifkan kertas mantra Api, dan langsung menghanguskan semua mayat yang ada di sekitar Song Han.
"Tidak... Jangan membakar mereka semua..."
Song sangat putus asah, dia tidak ingin mati menyusul putranya. Jika dia tidak dapat mengambil esensi kehidupan melalui darah manusia, dia tidak akan dapat bertahan setelah berada dalam Mode bloody.
Dalam pertarungannya dengan Lisin, dia berulang kali menggunakan kekuatan garis darah Mode bloody hingga batas kekuatannya. Siapa sangka tindakan polisi wanita yang bertindak tidak penting ternyata, membantu Lisin melenyapkan mayat - mayat yang ada di sekitarnya, dengan cara yang tidak dia ketahui.
"Kalian, bawahan ku yang paling setia, Kemarilah, Cepat..." Song Han tidak bisa berjalan jadi dia berteriak di tempatnya.
Lisin melihat dua sampai tiga bawahan Song Han dengan mengerutkan keningnya. Jika mereka berani mendekati Song Han dia akan membelahnya dengan katana yang ada di tangannya. Hanya saja Lisin terlalu memikirkan yang tidak - tidak.
Sisa bawahan Song Han memilih untuk melarikan diri, dari pada menyerahkan kehidupan yang mereka miliki. mereka tahu jika mereka mendekati Song Han akan ada dua hal yang menunggunya. Satu mati di tangan Lisin. sedangkan yang berikutnya mati di tangan Song Han.
"Maaf... Kami tidak bisa melakukannya..."
"Aku akan pergi..."
"Aku sayang hidupku..."
"Benar, Sabun di rumah belum aku habiskan..."
Satu persatu dari mereka memilih untuk melarikan diri.
"Kalian, bawahan tidak berguna jangan melarikan diri..." Song Han tidak dapat bertahan lebih lama lagi. Nafasnya sangat berat, dia dapat merasakan kehidupannya menurun dengan drastis.
"Song Han, Kamu tidak bisa lagi lepas dari kematian yang akan datang menjemputmu..." Lisin berjalan santai sambil mendekati Song Han.
"Kamu, tidak tahu apa yang akan kamu singgung. Organisasi yang ada di belakangku tidaklah sederhana..." Song Han menatap Lisin dengan kebencian.
"Apakah Lin Tian yang ada di belakangmu? Ataukah Jian Chen yang ada di belakangmu? atau mungkin kedua - duanya..." Lisin berkata dengan datar. namun untuk Song Han perkataannya seperti guntur di siang bolong.
"Kamu... Bagaimana kamu bisa mengenal mereka berdua?... Apakah kalian saling mengenal?..." Song Han kesulitan untuk memahami. Ternyata pemuda yang seumuran dengan putranya tidak hanya kuat namun mengetahui segalanya.
Dari mengetahui kelemahan Mode bloody kemudian mengetahui Lin Tian dan Jian Chen semuanya sangat mengejutkan untuk Song Han.
"Kamu tidak perlu tahu bagaimana aku mengetahuinya..." Lisin tidak ingin membuang waktunya lagi. Awalnya dia ingin menjadikan Song Han bawahannya, namun dia tidak melakukannya.
Sekarang sebelum Song Han benar - benar mati dia harus mendapatkan informasi darinya sebanyak mungkin.
"Klik..."
"Katakan semuanya tentang Lin Tian dan Jian Chen juga tentang Organisasi mereka termasuk dengan Serum Bloody..."
__ADS_1
Song Han hanya bisa menceritakan semua yang dia ketahui sebelum kematian datang menjemputnya.
Bersambung...