
Rong Yue bertindak dengan bijak, dia menyusuri rumah besar milik Song Han. Tentunya dia bertujuan untuk menyelamatkan Zhang Fei.
Tempat tersebut cukup sepi, karena Kultivator yang menjadi bawahan Song Han telah berhasil Lisin lumpuhkan, dan sekarang mungkin hangus terbakar. Untuk beberapa yang beruntung memilih melarikan diri, karena takut menjadi korban di bawah Song Han yang menginginkan Esensi kehidupan.
Dengan pistol di tangan yang menyisahkan beberapa peluru, Rong Yue berjalan mengendap - endap sambil menyusuri rumah besar milik Song Han.
Rong Yue tidak tahu tentang Lisin yang memberikan Sugesti Hipnotis kepada Song Han. Saat ini dia membuka pintu kamar namun tidak menemukan siapapun di dalamnya. Rong Yue hanya bisa menemukan beberapa kamar lainnya, Kemudian berhasil menemukan Zhang Fei yang terikat.
"Nona Zhang... Kamu baik - baik saja?..."
Rong Yue menghampiri Zhang Fei sambil dengan tergesa - gesa membantunya dengan melepaskan ikatan pada tubuhnya.
"Kamu..."
Zhang Fei sangat bersyukur dengan pertolongan dari Polisi wanita yang ada di depannya. kemudian dia mengingat jika polisi wanita ini adalah orang yang mencium suaminya dengan gila saat di kantor polisi.
"Kamu bisa berdiri Nona Zhang..." kata Rong Yue dengan tersenyum.
"Terima kasih telah menolong ku..."
Zhang Fei sedih susah untuk mencoba berdiri, karena kakinya terikat cukup lama. Sehingga membuat Rong Yue membantunya berdiri dengan hati - hati.
"Nona Zhang, Jangan berterimakasih kepadaku. karena penyelamat sesungguhnya adalah Suamimu..."
"Suamiku?!..."
Zhang Fei langsung mengingat sosok Lisin yang saat ini berniat untuk menceraikan dirinya. Zhang Fei tidak tahu bagaimana dirinya bisa berakhir dalam penculikan dan alasan mereka menculik dirinya. Dia benar - benar tidak tahu karena tidak sadarkan diri saat beberapa orang asing memasuki kamarnya. Kemudian saat dia sadar sudah dalam kondisi terikat.
Keduanya langsung pergi meninggalkan rumah besar milik Song Han. Saat di luar mereka berdua melihat Lisin dan Kepulauan asap putih yang mengelilingi tubuh Song Han.
Song Han benar - benar berakhir dengan lenyap dalam kepulan asap putih. Lisin dapat melihat Zhang Fei keluar bersama Rong Yue, sepertinya masalah dengan Song Han benar - benar selesai. namun tidak dengan masalah yang menunggunya di masa depan.
Lisin melihat Zhang Fei dengan datar kemudian berkata, "Aku akan menunggu mu di dalam mobil..."
Sikap yang Lisin tunjukan jelas ketidak puasanya. Walaupun dia lega dengan Zhang Fei selamat, tetap saja keduanya akan memutuskan untuk bercerai.
Zhang Fei yang melihat Lisin yang begitu dingin, memiliki tatapan yang rumit. Dia mendengar dari Rong Yue saat dia berjalan keluar dari rumah sebelum ini. itu adalah tentang Lisin yang kebut - kebutan hanya untuk menyelamatkan dirinya.
Juga dengan kondisi yang ada di sekitarnya, Zhang Fei kesulitan memahaminya. Ada bangunan yang dihancurkan, ada juga bekas kebakaran juga banyak hal lainnya yang membuat Zhang Fei terkejut.
Saat dalam kondisi terikat di dalam ruangan sebelumya, Dia mendengar beberapa suara tembakan dan suara ledakan dan masih banyak hal lainnya.
__ADS_1
Kesampingkan hal tersebut, mungkinkah Lisin melakukan semua ini hanya untuk menyelamatkan dirinya? Zhang Fei benar - benar tidak tahan dan juga memiliki perasaan yang tidak menyenangkan.
"Apa - apaan dia, bukannya kalian suami istri?..."
Teriak Rong Yue namun tidak Lisin hiraukan. Walaupun Rong Yue menyetujui perkataan Lisin untuk pergi ke hotel. Namun sangat berbeda dengan masalah Pernikahan antara Zhang Fei dengan Lisin.
"Terima kasih sudah membantu, Aku akan pergi..." Kata Zhang Fei dengan tulus kepada Rong Yue.
Zhang Fei langsung memasuki mobil BMW putih kemudian Lisin membawanya pergi meninggalkan tempat kejadian. Sayang sekali Lisin harus mengabaikan janjinya untuk Check-in di hotel bersama dengan Rong Yue. Mungkin lain kali bisa di lakukan.
Sekarang hanya menyisakan Rong Yue seorang diri di tempat tersebut. "Mengapa aku di tinggal sendiri?..."
Tak lama kemudian petugas kepolisian berdatangan untuk melakukan tugas mereka. Rong Yue hanya bisa menjelaskan situasinya dengan jujur.
Dengan berakhirnya Raja Dunia bawah kota Shanghai, pihak kepolisian sangat terkejut. Rong Yue mendapatkan manfaat yang tidak terduga, Dia secara resmi menerima jabatannya kembali sebagai Kapten kepolisian karena melakukan sesuatu yang luar biasa.
Walaupun orang yang seharusnya mendapatkan jasa besar adalah Lisin, Rong Yue mau tidak mau menerimanya dengan senang hati.
.....
Lisin mengemudikan mobil BMW putih dengan tujuan Pusat pelayanan sipil untuk mengurus surat perceraian dengan Zhang Fei.
Lisin di dalam mobil masih terdiam, dia terus menerus memikirkan tentang perkataan dari Song Han sebelum kematiannya.
Organisasi dengan kedok iluminati sangat rahasia, bahkan untuk Song Han yang menjadi kaki tangannya sejak lama tidak bisa mengakses organisasi tersebut secara langsung.
Selebihnya informasi dari Song Han tidak menarik sama sekali. Keberadaan organisasi dan juga mantan penggunaan sistem benar - benar menjadi misteri yang belum terungkapkan.
"Apakah kita akan bercerai?..."
Pertanyaan Zhang Fei yang duduk di samping Lisin membangunkan Lisin dari pikirannya tentang hasil perkataan Song Han.
"Bukannya itu yang kamu inginkan, mengapa masih bertanya..." Lisin melihat Zhang Fei dengan heran.
"Bisakah, kita tidak bercerai?..."
Lisin terdiam, kata - kata Zhang Fei sangat aneh. Kita tidak tidur dalam satu kamar, juga tidak melakukan kehidupan layaknya suami istri. Lalu mengapa kita tidak bercerai saja, mengapa juga harus melanjutkannya.
"Apa yang aku dapatkan jika kita tidak bercerai?..."
Lisin masih ingat jika buku nikah berada di tangan Zhang Fei, dan dia tidak bisa mengurus perceraian tanpa Zhang Fei.
Ada dua syarat jika mereka ingin bercerai. Pertama, itu harus kedua belah pihak setuju untuk bercerai karena hubungan yang tidak dapat di lanjutkan lagi. Kedua, satu pihak dapat mengajukan perceraian di pengadilan. jika kedua belah pihak telah berpisah lebih dari dua tahun.
__ADS_1
Sedangkan masa pernikahan Lisin dan Zhang Fei hanya beberapa hari, pilihan yang bisa dia ambil hanya yang pertama. Namun jika Zhang Fei tidak ingin bercerai maka Harus menunggu setidaknya dua tahun.
"Kita bisa tidur satu kamar mulai sekarang..." Kata Zhang Fei dengan malu - malu.
"Sepakat..."
Lisin langsung menyanggupinya.
Akhirnya... Akhirnya... Setelah penantian panjang, Zhang Fei yang awalnya dingin dan tidak menganggap Lisin sebagai suaminya telah meleleh karena sinar matahari yang Lisin berikan.
Walaupun malam ini tidak dengan polisi wanita yang cantik, dengan istrinya sendiri juga tidak terlalu buruk.
Lisin dengan semangat membanting setir kemudian mobil BMW putih berpindah arah menuju ke Villa pribadi Zhang Fei.
Malam ini, Villa bergoyang tidak dapat terhindarkan.
Setelah sampai, Lisin turun dari mobil BMW putih dan dengan senyuman cerah membukakan pintu mobil untuk Zhang Fei.
"Silakan, tuan putri..." Selama Lisin dalam situasi yang baik, dia tidak akan pelit menyanjung istrinya.
"Terima kasih..." Zhang Fei tersenyum seperti bunga mekar ketika dia menjawab, dan mengejutkan Lisin yang membuka pintu mobil.
Lisin menyadari jika istrinya terlihat sangat cantik ketika dia tersenyum.
Sangat - sangat beruntung, Dia semakin tidak sabar untuk menantikan kado istimewa untuk nanti malam.
"Nona..." Bibi Nam menyambut kedatangan Zhang Fei.
"Terima kasih Tuan Li, Sudah membawa Nona pulang dengan selamat..."
"Hahaha, Sudah kewajiban seorang suami setia dan baik - baik untuk memastikan istrinya agar tetap aman..." Lisin langsung membual dengan hidungnya sedikit memanjang.
"Bisakah, Aku dan Bibi Nam mengatur kamar untuk kita?..." Zhang Fei bertanya.
"Silakan... Silakan..." Lisin melambaikan tangannya dengan sukacita.
Sepertinya, Zhang Fei sangat antusias dalam mengembangkan hubungan kita kedepannya. Pikir Lisin dengan bahagia.
Sembari menunggu, Lisin duduk di ruang tamu sambil bersenandung.
"Tuan Li... Nona bilang dia sudah siap..." Bibi Nam tersenyum sambil berjalan kebelakang.
"Hahaha... Aku siap... Aku siap... Aku siap..."
__ADS_1
Entah mengapa Lisin sedikit gugup, dia menaiki anak tangga. Karena kamar Zhang Fei berada di atas. Walaupun sebelumnya sudah masuki kamar Zhang Fei, tetap saja sekarang menjadi gugup.
Bersambung...