
Squid Game ronde kedua di mulai...
Joni agung berfoya-foya menghadapi tantangan yang bergesekan secara terus-menerus, jika Joni agung kelelahan karena daya tahan tubuhnya yang melemah dan dia akhirnya menyusut, maka hanya kematian yang akan menunggu Lisin.
Di hadapkan akan kematian Lisin. Joni agung dengan semangat pantang menyerah harus bisa menyelesaikan permainan hingga akhir.
Lisin harus mengakui dirinya sebagai teman seperjuangan sangat tertolong atas kemauan keras Joni agung. Lisin berharap jika ronde kedua ini bisa dirinya menangkan secara penuh.
"Aku tau kamu akan keluar kan?..."
Elena yang ada di atas berkata dengan senyuman kemenangan dan itu sangat menggoda.
"Siapa yang akan keluar..."
Lisin menggertakkan giginya karena tantangan kali ini cukup sulit, Lisin merasa jika ini sudah batasan dari Joni teman baikannya.
Joni... Apa kamu baik-baik saja kawan, jika kamu tidak kuat lagi kamu bisa meletuskan apa yang selama ini kamu simpan.
Sejak melakukannya dengan Mia kemudian melakukannya dengan Elena Joni agung sudah memberikan yang terbaik.
Walaupun tidak mengenal waktu namun Lisin dapat melihat melalui sistem jika dalam beberapa menit lagi efek dari obat bius akan menghilang secara sepenuhnya, itu berarti Joni agung sudah bermain Squid Game dalam 23 jam.
Lisin merasa kasihan terhadap Joni yang sudah bekerja karas begitu lama. di bandingkan dengan dengan Mia yang cukup lembut seolah mengunakan hatinya.
Elena tidak seperti itu, Elastisitas dari segel yang baru saja terlepas cukup mencekik Joni agung dan cekikan tersebut membuat Joni agung tidak bisa bernapas dengan benar.
Beberapa kali Elena menghisap Joni agung dengan cukup kuat, dan karena tekanan yang cukup berat Joni agung hampir meletus beberapa kali namun berasil bertahan di setiap momentum permainan.
Kini dia mendapatkan ijin dari teman baiknya maka dari itu Joni agung bersiap meletuskan bom nuklir yang dirinya simpan selama ini.
"Crotttt..."
Orang dulu katakan ternyata benar, sesuatu tidak boleh di pendam terlalu lama jika tidak akan ada ledakan karena tidak dapat di bendung lagi.
Apa yang Joni agung rasakan seperti karet balon tiup yang terisikan air secara terus menerus karena volume air yang tidak dapat di tampung lagi, maka karet balon tiup akan meletus dengan menumpahkan semua air di dalamnya.
"Ahhhh..."
Elena yang kelelahan karena bergoyang secara terus menerus berniat mencabutnya namun reaksinya kurang cepat sehingga ledakan terjadi di dalam tubuhnya.
"Akhirnya aku bisa melepaskan diri..."
Lisin yang mendapatkan kendali penuh atas tubuhnya langsung menarik ikatan tali yang membelenggu kedua kaki dan kedua tangannya.
"Baiklah aku harus meninggalkan tempat ini..." Lisin yang melihat dua wanita cantik terkapar hanya bisa menggelengkan kepala.
Joni... terima kasih kawan karena mu aku bisa bertahan menyelesaikan permainan mematikan squid game.
Saat hendak meninggalkan ruangan Lisin tidak berharap jika dua wanita cantik yang sebelumnya tidak sadarkan diri telah berdiri di belakang.
"Permainan belum berakhir..."
Lisin melihat kearah belakang dengan terkejut, bagaimana keduanya masih bisa bertahan setelah kalah dalam permainan sebelumnya.
"Kalian berdua... jadi seperti itu..." Lisin dapat melihat jarum suntik dan serum tertentu.
"Terima kasih Mia..."
"Ya...Nona Elena"
Dua keindahan yang telanjang berdiri tepat di depan Lisin seolah berkata jika permainan Squid game belum berakhir mari kita lanjutkan ke ronde ketiga.
"Aku tidak berharap jika aku akan menggunakan serum ini" Elena berkata solah dirinya belum kalah.
"Serum..." Lisin bingung! orang barat memang terkenal dengan obat-obatan tertentu dan itu membuat Lisin penasaran tentang hal tersebut.
"Serum ini biasa kami gunakan selama melakukan penyiksaan, di mana setelah orang yang akan di siksa menggunakan serum ini dia akan memiliki kesadaran yang kuat hingga berhari-hari" Mia menjelaskan dengan datar.
Dunia gelap dimana membunuh adalah hal yang biasa, apa lagi penyiksaan terhadap musuh mereka, itu adalah hal lumrah. Sejak lama gangster yang di pimpin Robert yaitu ayah Elena akan memberikan serum jenis ini sebelum menyiksa musuh-musuhnya.
"Sistem pindai serum itu..."
(DING...)
(Serum kesadaran tidak sempurna terdeteksi)
(Salah satu jenis narkoba baru yang tidak akan menghilangkan kesadaran melainkan memperkuat kesadaran)
(Serum jenis ini akan membuat siapapun yang menggunakannya akan memiliki kesadaran 3 sampai 5 hari)
__ADS_1
(Formula serum penyiksaan tidak sempurna terdiri dari beberapa tanaman yang digunakan sebagai narkoba, obat suplemen tertentu dan obat Afosidiak)
(Efek samping dari serum penyiksaan tidak sempurna adalah berhalusinasi, peningkatan keinginan birahi dan jika di gunakan dalam dosis tinggi akan mencegah terjadinya kehamilan dan menyebabkan impotensi)
Lisin menggelengkan kepala, menurutnya ada-ada saja kelakuan orang-orang barat, mengapa mereka membuat hal seperti ini.
"Aku berhenti, aku tidak akan melakukannya lagi dengan kalian berdua" Lisin berkata dengan dingin.
Walaupun dirinya sangat tertarik dengan hal seperti bercocok tanam namun Lisin hanya terpaksa sebelumnya.
Sekarang setelah dirinya terbebas, maka tidak akan ada yang bisa menghentikannya.
"Apa kamu ingin mati tidak ingin bercocok tanam lagi?..." Efek dari serum tersebut mulai mempengaruhi tindakan Elena.
"Siapa yang ingin membunuhku maka datanglah... Sebelumnya karena aku tidak punya pilihan kerena berada di tempat terbuka dan banyak orang di sana. Bahkan walaupun aku memliki luka tembak aku bisa membunuh selusin bawahan mu" Lisin sedikit menyesal mengapa dirinya mengambil tindakan bodoh tapi lumayanlah dapat cocok tanam gratis.
"Kamu..." Elena sangat tertekan, Dirinya tau jika pihak lain adalah dokter ajaib yang dapat menyembuhkan ibunya.
Namun Elena cukup sombong dan Angkuh, mana mungkin dia meminta maaf kepada Lisin dan memintanya untuk menyembuhkan ibunya yang vegetasi.
Nasi sudah jadi bubur kesalahpahaman cukup sulit untuk di luruskan, Karena Elena tidak ingin meminta maaf maka hanya satu hal yang harus Elena lakukan yaitu taklukan dia dengan pesona miliknya dan buat dia tidak berdaya menjadi pengikutnya.
Akan tetapi Elena tidak berharap jika pihak lain tidak tergoda dengan pesona miliknya. yang membuatnya semakin menginginkan pihak lain adalah karena pihak lain memiliki ketahanan bercocok tanam yang tiada tara.
Saat bercocok tanam dengannya, Elena mendapatkan sensasi yang luar biasa bahkan dirinya menginginkan lebih.
Keputusannya sudah bulat dirinya harus menjadikan pemuda asia yang ada di depannya menjadi miliknya. jika pesonaku tidak dapat menaklukkannya maka bagaimana dengan uang.
"Aku akan memberikan banyak uang selama kamu menjadi pengikutku... tidak hanya uang aku bisa memberikanmu kekuasaan dan juga wanita, bagaimana..."
Elena berkata dengan menggoyangkan dua semangka miliknya. siapapun yang melihatnya pasti tidak akan meneteskan air liurnya, terutama mereka yang jomblo pasti akan binasa di tempat walau hanya melihat tanpa merasakannya.
"Kamu ingin membeli ku?... Tidak semudah itu..." Lisin sangat membenci orang sombong terutama mereka yang mengandalkan kekayaan keluarganya.
Lisin sangat yakin tanpa keberadaan keluarganya Elena hanyalah wanita biasa.
Keluarga?!!!...
"Jadi kamu anaknya Robert..." Lisin berkata dengan datar, Setelah menggunakan bantuan sistem untuk mengetahui motif pihak lain ternyata Elena anak dari pimpinan gangster yang menguasai Los Angeles.
"Kamu bagaimana kamu tau..." Elena sangat tercengang begitu juga Mia yang berdiri di belakangnya.
Lisin sangat tertekan mengapa putri dari Robert berkonflik dengan dirinya jika dirinya tau lebih awal bukanya dirinya bisa mencegah sesuatu yang tidak seharusnya terjadi.
"Dokter ajaib... kamu masih berniat menyembuhkan ibukku kan?..." Elena ketakutan walaupun dirinya tidak bisa membuat pemuda asia ini menjadi miliknya setidaknya harus menyembuhkan ibunya yang sakit.
"Bagaimana jika tidak?..." Lisin berkata dengan dingin.
Mia yang melihat dari belakang hanya bisa menggelengkan kepala, Ternyata orang yang ingin dibunuhnya adalah orang yang di mintai bantuan Tuan Robert jika pemuda asia ini hanya bisa bertahan 5 menit dan kalah dalam permainan squid game bukankah dirinya akan membunuhnya.
Untung saja pemuda asia ini bisa bertahan dalam permainan squid game cukup lama bahkan dirinya sendiri sangat terpuaskan.
"Aku akan melakukan apapun yang kamu inginkan..." Demi kesembuhan ibunya Elena akan melakukan apapun, Jika uang tidak dapat membuat pemuda asian itu takluk, maka tidak akan ada pilihan lain selain menuruti pihak lain.
Aku sudah berjanji dengan Robert untuk menyembuhkan istrinya jadi aku akan menepatinya. sekarang walaupun putrinya menyinggungku Aku akan tetap melakukannya.
Sedangkan untuk Kedua Wanita ini Aku akan memberinya pelajaran berharga siapa suruh untuk membangunkan Harimau yang tertidur.
Lisin melihat ke arah temannya Joni Agung dapat terlihat vitalitasnya sangat menurun karena bekerja keras siang dan malam.
"Sistem... Beli Pil pemulihan energi" Lisin tidak peduli dengan uang yang di habiskan, sekarang dirinya harus memberi pelajaran untuk dua wanita cantik yang telanjang di depannya.
"Permintaan!!!... tidak ada permintaan, adanya hukuman..." Lisin menyeringai dengan kejam.
Joni agung kehilangan vitalitas menjadi lebih tangguh dari sebelumnya seolah telah dilahirkan kembali dari medan perang.
"Tunggu..." Elena dan Mia memiliki firasat buruk tentang apa yang akan Lisin ingin lakukan kepada dirinya.
Lisin tidak akan memberikan keringanan kepada keduanya jadi Lisin akan melakukannya dengan keras.
"Ahhhh..."
"Ahhhh..."
Permainan squid game di mulai lagi dengan Lisin dan joni agung melawan Elena dan Mia. Strat...
.....
5 hari kemudian...
__ADS_1
Guncangan kuat yang melanda daerah dekat pantai santa monica akhirnya berakhir.
Banyak orang sudah diungsikan dalam radus 20 sampai 25 kilometer karena prediksi gempa susulan yang terjadi cukup lama.
Dalam periode ini kota yang awalnya di penuhi dengan wisatawan dan juga turis dari manca negara, sekarang terlihat seperti kota mati yang telah di tinggalkan.
Sebuah mobil Bugatti melintasi jalanan yang cukup sepi mengingat kota telah di tinggalkan. Pengemudi mobil tersebut cukup tampan dengan lihainya menghindari beberapa mobil yang di tinggalkan di tengah jalan.
"Apakah di sini?"
Pemuda tersebut adalah Lisin yang sedang bertanya kepada dua wanita cantik yang duduk di kursi bagian belakang.
"Ya..." Elena menjawab.
Dalam 5 hari ini Temperamen yang di miliki Elena berubah drastis, sekarang baik tubuh dan pikirannya telah tunduk di bawah joni agung.
Di bandingkan dirinya yang dulu sombong dan angkuh sekarang seperti orang yang sama sekali berbeda, Elena menjadi orang yang patuh dan penurut.
Untungnya Lisin adalah orang yang baik jika pada menit akhir permainan Lisin tidak memberikan pil yang di beli dari tokoh sistem mungkin Elena akan binasa karena pendarahan yang tidak berhenti.
"Um..." Mia yang duduk bersama dengan Elena hanya mengangguk.
Dengan pil reinkarnasi Baik Elena ataupun Mia menjadi wanita yang semakin cantik terutama untuk Mia, semua luka di sekujur punggungnya menghilang tanpa jejak seolah tidak ada di sana sejak awal. begitu juga luka bakar yang ada di pipinya itu membuatnya seperti keindahan yang seharusnya.
Kedatangan Lisin di sambut hangat oleh Robert, tanpa membahas tindakan putrinya Lisin langsung melakukan operasi kepada istri Robert.
Di bantu dengan selusin dokter ahli beda otak yang sebelumnya menangani pasien, Lisin yang melakukan operasi tidak memiliki kesulitan sama sekali.
Untuk operasi bagian otak kiri Lisin menggunakan teknik pisau bedah yang cukup sulit untuk di lakukan.
Selusin dokter bedah otak yang cukup terkemuka di dunia hanya bisa rendah hati dengan kemampuan Lisin.
Pantas saja Robert memanggilnya dokter ajaib, karena apa yang di lakukan Lisin sangat sesuai dengan reputasinya.
Hanya dalam hitungan menit peluru yang bersarang pada otak kepala bagian kiri berhasil di angkat.
Pasien juga berhasil melewati masa kritis karena Lisin membantunya dengan energi batin dan juga pil penyembuhan tinngkat sedang.
.....
Dua hari berlalu...
Lisin tinggal di Villa yang ada di dekat pantai menikmati kehidupan yang damai.
Setelah menyembuhkan istrinya Robert Lisin ingin menyendiri untuk bersantai bahkan menolak jika akan di temani Elena dan Mia tanpa wanita, tanpa cocok tanam dan tanpa hal yang mempersulit dirinya.
"Hua... Sangat menyenangkan..."
"Tong... Ting... Tong..."
Mendengar ponselnya yang berbunyi Lisin merasakan firasat buruk.
"Hallo..."
"Lisin... Sebenarnya aku tidak ingin meminta bantuanmu..." Robert berkata dari sisi lain penelpon.
"Katakanlah..." Karena tugas dari sistem, Lisin sudah menduga jika Masalah yang di miliki Robert belum berakhir.
"Elena dan Mia... Dia menjadi sandra, di bawah tawanan gangster Sinaloa karena punya dendam denganmu..." Robert berkata dengan gugup.
"Apa!!!..."
Lisin sudah menduga jika Dirinya akan terlibat baku tembak dengan gangster namun tidak berharap jika Elena dan Mia akan menjadi sandra.
Jika itu sebelumnya mungkin Lisin tidak peduli namun sekarang Lisin sudah menganggap keduanya sebagai wanitanya.
"Aku mengerti..." Setelah mendapat alamat pertukaran sandra Lisin tersenyum kejam.
Membuka sebuah kotak yang cukup besar Lisin mengangguk dengan puas.
"Jadi bagaimana jika gangster Sinaloa lebih dari 10 ribu orang... Di hadapanku Hanya akan menjadi mayat"
Di dalam kotak kayu tersebut adalah ratusan senjata beserta amunisi, juga ada senjata lain seperti pisau, pedang bermata dua ada juga katana.
Karena permintaan Lisin tentang senjata, Robert memberikan semua senjata yang terbaik untuk Lisin.
Bersambung...
*Mampir juga Novel baru author yang berjudul "SISTEM KERUGIAN"
__ADS_1
*Terimakasih.