
Lou Ming dengan bangga meletakkan Kartu Hitam tersebut di depan Lisin. Tetapi saat melihat tanggapan tidak semangat dari Lisin, Dia mendesah.
Orang lain mungkin rela mati atau menjual kehidupannya hanya untuk memiliki kartu tersebut. namun Lisin menunjukkan hal sebaliknya.
Apanya yang salah?
"Kartu ini dapat digunakan untuk mengakses bisnis keluarga Lou, jika Saudara Li menggunakannya maka semua biaya akan di gratiskan. selain itu bisa mengakses berbagai macam tempat VVIP di manapun pada semua bisnis keluarga Lou..."
Lou Ming menjelaskan agar Lisin mengetahui nilai yang tak terbatas dari kartu tersebut. dan berharap jika Lisin menjadi senang. Tapi tetap saja tidak bersemangat dan membuat dirinya kecewa.
Bahkan kartu hitam keluarga Lou yang mustahil untuk didapatkan untuk kebanyakan orang tidak dapat menyenangkan Lisin. Sungguh pria yang sulit ditebak.
Kartu hitam tersebut hanya ada tiga orang yang memilikinya, dan mendapatkan perlakuan yang istimewa layaknya pemilik semua bisnis keluarga Lou. Lisin mengambil dan menyimpan kartu hitam tersebut tanpa melihatnya seolah itu kartu biasa.
(DING...)
(Selamat tuan rumah telah menyelesaikan tugas sistem. menyembuhkan Tuan Lou dari kangker prostat yang di deritanya)
(Mendapatkan 25 poin Sistem)
(Mendapatkan Uang 10 Miliar)
(Mendapatkan Kartu Keterampilan Transformasi Tubuh)
Wow... Lisin sangat bahagia di dalam hatinya namun tidak mungkin menunjukannya di permukaan. jika dia tidak, Lou Ming akan menyangka Lisin bahagia karena mendapatkan kartu hitam.
Hanya saja Kartu keterampilan Transformasi Tubuh sangat berguna dalam melakukan penyamaran, setidaknya Lisin tidak akan khawatir jika bersembunyi dari kejaran seseorang.
Terutama untuk yang baru - baru ini terjadi tertangkap pihak kepolisian, jika Lisin bisa melakukan tranformasi tubuh, dia bisa meniru siapapun yang dia inginkan. Lisin kembali bersedih untuk mendalami perannya yang harus kecewa berat karena tidak mendapatkan imbalan yang dia inginkan.
"Tuan Lou..."
Mei Lan datang dari kejauhan dengan nampan pada tangannya, wajahnya yang cantik tetap datar tanpa senyuman sama sekali. Mei Lan meletakkan minuman di depan Lisin yang melihat tubuhnya tanpa berkedip.
Kaki putih salju, pinggang seperti gitar, kulit halus, bibir lembut, semangka yang menggoda. tidak satupun yang menunjukkan kekurangan, Lou Ming ini cukup beruntung memiliki calon istri dengan tubuh yang menyenangkan mata. jika dibandingkan dengan Zhang Fei mungkin sama, namun serasa berbeda mengingat Zhang Fei pemarah dan begitu dingin.
"Terima kasih..."
__ADS_1
Kata Lisin dengan tersenyum, Sedangkan Mei Lan hanya melihat sekilas kemudian mengangguk dan pergi begitu saja. Sungguh tanggapan yang membuat Lisin bertanya - tanya. Apakah ini misteri yang harus dipecahkan.
Lou Ming yang melihat reaksi Lisin langsung tersenyum, dia mengangguk berulang kali. Lisin yang tidak tertarik dengan uang dan tidak senang mendapatkan kartu hitam menunjukkan reaksi yang berbeda saat melihat Mei Lan.
Ternyata Lisin ini tidak menyukai uang namun menyukai wanita. Sangat di sesalkan Lou Ming baru menyadarinya sekarang, jika dia dari awal menawarkan Mei Lan pasti Lisin akan menerimanya dengan senang hati.
"Ehm... Saudara Li silakan diminum..."
Lisin langsung meminum minuman yang Mei Lan sediakan sebelumnya.
"Haha, Saudara Lou memang di berkati karena memiliki calon istri yang begitu cantik. Selain itu minuman ini sangat baik, mungkin menjadi minuman terbaik yang pernah aku minuman..."
"Haha... Keindahan hanya pantas untuk pahlawan. Saudara Li, Aku sudah tua dan tidak bergairah lagi saat melihat keindahan. Beberapa kali Aku memberikan Mei Lan kebebasan untuk memiliki pria lain, dan jika dia bisa bahagia dengan pria pilihannya. Aku akan senang hati melepaskannya..."
Ini dia... Ini dia yang Lisin tunggu - tunggu. mengapa tidak mengatakannya sejak awal. dasar pria tua kurang peka dan sangat bertele - tele. Katakan saja yang sebenarnya jika Mei Lan untukku sebagai imbalan. Jika Mei Lan terlilit hutang katakan saja berapa jumlahnya, Lisin tidak keberatan jika harus melunasinya.
"Saudara Li, kali ini kamu harus menerimanya. Kepemilikan Mei Lan akan aku serahkan kepadamu..." Kata Lou Ming dengan sungguh - sungguh.
Tentu saja Lisin tidak akan langsung menerimanya.
"Saudara Lou, apa yang kamu katakan, Dia adalah calon istrimu. dan Tidak mungkin aku bisa menerimanya. Walaupun aku tertarik, hal tersebut hanya sekedar kagum. dan tidak ada keinginan untuk memilikinya..."
"Saudara Li, Aku tidak tahu lagi. Apa yang harus aku berikan untukmu..."
"Saudara Lou, Bukan berarti aku tidak menghargai pemberianmu. Bagiku seorang wanita bukanlah barang yang bisa diperjual belikan, juga tidak bisa diberikan kepada siapapun tanpa mengetahui keinginannya..."
Kata - kata Lisin ada benarnya, Lou Ming belum berbicara dengan Mei Lan. bagaimana jika dia tidak menyukai Lisin, bukankah dirinya harus memaksa Mei Lan agar bisa menerima Lisin. Lalu apa bedanya dia dengan keluarga lama Mei Lan.
"Saudara Li, aku sudah memiliki 100 istri dan tidak mungkin aku menambah istri lagi..."
Diam, Kali ini Lisin yang terdiam, dia mengutuk di dalam hatinya. Sial, banyak sekali istri yang kamu miliki.
Lisin harus mengakui jika dia kalah tenar dangan Lou Ming, dia hanya memiliki beberapa istri. dan jika di bandingkan dengan Lou Ming jelas dia tidak bisa bersaing.
Mungkin ini yang dinamakan di atas langit masih ada langit. Lou Ming ini bukan langit melainkan planet namek.
Lisin akhirnya menyadari mengapa Lou Ming memiliki kangker prostat, itu karena dia harus menyenangkan 100 istri salama hidupnya.
Sial mengapa dia beruntung sekali, jika tahu seperti ini, lebih baik tidak perlu menyembuhkan kangker prostat yang di deritanya.
__ADS_1
Lou Ming melihat Lisin yang terdiam langsung mengangguk. Lisin ini ternyata tipe lelaki sejati yang setia terhadap pasangannya. Tentunya tidak seperti dirinya dimana semasa hidupnya menikahi wanita cantik yang setiap kali dia temui, di manapun dan kapanpun hal tersebut terjadi.
"Saudara Li, Kamu laki - laki sejati, aku salut dengan pendirian yang kamu miliki, jika itu diriku yang berada pada usia dan kesempatan yang sama denganmu. Aku ragu dapat menolak Mei Lan..."
Sungguh pria yang luar biasa.
"Saudara Lou, kamu terlalu banyak memuji..."
"Saudara Li, karena kamu tidak menginginkan Mei Lan, sepertinya harus aku sendiri yang menikahinya mengingat kangker prostat yang aku miliki sudah menghilang..."
Lou Ming seperti dalam kondisi yang berat untuk memutuskannya.
Diam!
Mengapa jadi seperti ini?
Lisin langsung membeku dan sandiwara yang dia perankan langsung menghilang, tidak mungkin dia melepaskan kesempatan tersebut.
"Ehm... Ehm..." Lisin batuk dua kali untuk mengambil perhatian Lou Ming.
"Saudara Lou harus menahan dulu, walaupun kangker prostat sudah menghilang namun bukan berarti bisa menggunakannya dengan bebas begitu saja..."
Lou Ming langsung kecewa karena belum dapat menggunakan adik laki - lakinya secara normal.
"Saudara Lou, karena kamu memaksaku untuk memiliki Mei Lan, sepertinya aku harus menerimanya dengan terpaksa..." Lisin menghela nafas panjang.
"Benarkah?..."
Lou Ming sangat bahagia, dia sangat bersyukur karena Lisin mempertimbangkan untuk menerima Mei Lan. Apa yang dia inginkan adalah membentuk hubungan dengan Lisin. karena Lisin tidak tertarik dengan uang, untuk itu dirinya menawarkan Mei Lan kepada Lisin.
"Bagus... Sangat bagus... Saudara Li, Kamu adalah laki - laki terbaik yang pernah aku temui..."
"Sudahlah jangan terlalu memuji, Hahaha..."
"Hahaha..."
Keduanya saling tertawa, sungguh dua orang yang memiliki visi dan misi yang luar biasa.
Bersambung...
__ADS_1
*Hari Senin, jangan lupa Vote Terima kasih.