Kehidupan Dengan Sistem Kekayaan

Kehidupan Dengan Sistem Kekayaan
Kehidupan Dengan Sistem Kekayaan Episode 338


__ADS_3


Lisin yang mengemudikan mobilnya dengan tujuan Villa laut timur dikejutkan dengan suara sistem yang tidak pernah muncul dalam beberapa hari terakhir.


(DING...)


(Selamat, tuan rumah telah menyelesaikan tugas Memainkan peran dalam satu film yang sama dengan Xian Sue)


(Mendapatkan 100 Poin Sistem)


(Mendapatkan Uang 100 Miliyar)


(Mendapatkan 1 Tiket Lotre)


(Mendapatkan 1 Poin Pesona)


Lisin tidak terlalu peduli dengan semua hadiah dari sistem, Baginya dalam satu bulan ke depan dia akan kehilangan sistem. itu berarti karakter yang dia mainkan telah habis.


(DING...)


(Selamat tuan rumah, sistem telah mencapai level Lima)


(Selamat tuan rumah, toko sistem berhasil ditingkatkan ke akses tiga)


"Lupakan saja, sepertinya aku mendapatkan hadiah yang tidak penting..." Lisin mengabaikan sistem dan dia pergi keruangan Villa elite laut timur.


.....


Nama: Amar Lisin


Level: 5 (7/600)


Pesona: 9


Keterampilan: Mekanik Super, Mengemudi Super, Seni Beladiri Kuno, Dukun Kuno, Master Pedang, Master Musik, Master Olahraga, Pengobatan Modern, Peretas Super, Memasak Super, Hipnotis Super, Tranformasi Tubuh, Akting Super.


Inventori: keperluan tuan rumah


Toko: akses tingkat 3


Lotre: 7 kali


Saldo: Rp 100.116.274.131.754.000


Dana: 0

__ADS_1


Tugas: Selesai


.....


Mobil Lisin berhenti di depan Villa laut timur.


"Sayang, aku tidak menyangka jika kamu memiliki Villa Laut Timur..." Kata Zhang Fei dengan heran, jika dibanding dengan Villa pribadi milik-Nya. Jelas tidak dapat disamakan karena Villa elite tersebut dikhususkan untuk para orang terkaya di China.


"Ayo masuk..." Kata Lisin sambil memegang tangan Zhang Fei.


"Dia!!!..." Zhang Fei terdiam saat melihat Mei Lan yang sangat cantik berdiri di depan Villa elite.


Dia tersenyum kecut, akhirnya Zhang Fei dapat memahami jika wanita cantik tidak kalah dengan dirinya ini juga salah satu wanita milik Lisin.


"Selamat datang tuan Li..." Mei Lan yang memiliki penampilan yang menyejukkan mata memang memanjakan siapapun yang melihatnya.


Lisin nya memiliki Zhang Fei disisinya tidak kuasa menahan kekaguman terhadap wanita yang satu ini.


Zhang Fei tidak jauh berbeda, dia juga harus mengakui kecantikan Mei Lan. Dia akhirnya mengerti, di mana kepergian Lisin saat bertengkar dengan dirinya. Pasti Lisin akan tinggal Di Villa elite dan ditemani Wanita secantik Mei Lan.


"Mei Lan, kamu sangat cantik..." Lisin memberikan pujian terhadap Mei Lan dan dia melakukannya tepat di depan istrinya.


"Hallo Nona Zhang... Saya Mei Lan, milik Tuan Li..." Mei Lan memperkenalkan dirinya sendiri. Dia dengan hati - hati mengulurkan tangannya dan berjabat tangan Dengan Zhang Fei.


Sungguh adegan yang menakjubkan. Kaum Jomblo akan menangis jika melihat tindakan Zhang Fei dan Mei Lan.


"Baiklah, ayo masuk kedalam..." Lisin menyarankan untuk masuk dan menyelesaikan tugasnya sebagai seorang pria.


Dengan Zhang Fei dan Mei Lan yang menemani tidurnya. Lisin tidak bisa tidur selain menemani keduanya bergadang hingga menjelang pagi.


.....


Siang hari berikutnya.


Lisin terbangun lebih awal. Dia memutuskan tidak ingin mengganggu waktu istirahat antara istri sah dan pelakor yang melakukan kerjasama untuk menaklukkan Lisin yang polos.


Lisin memilih untuk meninggalkan Villa elite laut timur.


Setelah Mei Lan dan Zhang Fei menerima tawaran Lisin untuk pergi ke kampung halamannya, Lisin memiliki kandidat lainnya yaitu Wang Xia dan tantenya. Juga ada polisi wanita, Rong Yue dan Kakak iparnya, Xue Yunran.


Lisin berusaha untuk menghubungi Wang Xia terlebih dahulu untuk menanyakan minatnya. Apakah Wang Xia akan menerima tawaran Lisin atau tidak.


Sayangnya disaat Lisin mencoba menghubunginya, Nomor Wang Xia tidak dapat dihubungi dan Lisin dengan terpaksa mendatangi apartemennya dan alhasil Lisin harus bergadang dengan Tante Hana.


"Tante Hana, Tolong aku ingin bertemu dengan Wang Xia kita sudah beberapa hari melakukannya..." Kata Lisin disaat dia memprotes Wang Hana yang bermain kuda - kudaan di atas Lisin yang terlentang tidak berdaya.

__ADS_1


Entah mengapa dalam beberapa hari terakhir Joni agung eksis terus. Entah itu dangan Zhang Fei, dengan Mei Lan dan sekarang dengan Wang Hana.


"Mengapa kamu tidak sabaran, akhir pekan Xia Xia pergi ke kampung halamannya yang ada di kaki gunung demi untuk mengunjungi Bibi. Tentu saja kita tidak bisa menghubunginya..." Kata Wang Hana sambil terus bergoyang dengan dua semangka yang terus menerus bergelantungan.


"Hade..." Lisin bukan tidak menginginkannya, dia hanya ingin pulang ke kampung halamannya tetapi dia harus menerima nasibnya yang di peras hingga kering oleh Wang Hana.


.....


Waktu berlalu, Akhirnya Lisin bertemu dengan Wang Xia.


Lisin langsung mengatakan tujuannya dan juga identitasnya. Tetapi jawaban dari Wang Xia dan Tantenya membuat Lisin terdiam dan menyerah.


Wang Xia tidak ingin pergi jauh meninggalkan ibunya yang sudah tua, begitu juga dengan Wang Hana. Tetapi keduanya sudah Lisin taklukkan dan mereka tidak mungkin menerima pria lain selain Lisin.


Ini membuat Lisin senang, setidaknya dia tak akan kehilangan wanita yang sudah menjadi miliknya pergi dengan pria lain.


Setelah mendapatkan jawaban dari Wang Xia dan tantenya. Lisin langsung pergi ke tempat lainnya, Dia menemukan Rong Yue dan mengungkapkan jati dirinya.


Walaupun Lisin belum tidur dengan Rong Yue, Dan pertemuan terakhir keduanya harus kacau karena keberadaan Pembalut wanita. Setidaknya Lisin sudah menganggap Rong Yue sebagai miliknya.


"Rong Yue, Sebenarnya ada sesuatu yang harus aku katakan kepadamu..." Kata Lisin dengan menatap Mata indah Rong Yue.


"Tunggu, Bisakah kamu mengatakannya nanti. Saat ini aku tidak mengenakan pembalut lagi. Mengapa kita tidak melanjutkan yang kemarin tertunda..." Kata Rong Yue dengan Malu.


Kali ini Lisin terdiam, bukannya dia tidak menginginkannya. Tetapi dia ingin mengungkapkan identitasnya dan dia akan kembali ke kampung halamannya.


Sekarang, karena Rong Yue mengatakannya, tidak mungkin Lisin akan menolaknya.


Dengan begitu, keduanya memesan Hotel terdekat dan melanjutkan sesuatu yang keduanya tunda sebelumya.


"Apakah sakit?..." Entah berapa banyak Lisin menanyakan pertanyaan ini ke setiap wanita yang dia temui. Tetap saja dia tidak pernah bosan apa lagi Joni agung juga terpuaskan.


"Ummm..." Rong Yue mengerang dan mengangguk dengan malu.


"Baiklah kita lanjutkan..." Dengan pertempuran intens, Lisin dan Rong Yue membuat Hotel tersebut bergoyang ria.


Malam lainnya, Lisin berulang kali membuat Rong Yue merasakan kenyamanan sebagai seorang wanita. Lisin tidak habis pikir, betapa banyak wanita yang dia temui selama dia memiliki sistem. Dan apakah dia akan mendapatkan perlakuan yang sama jika dia hidup tanpa sistem.


Setelah puas dengan Rong Yue, Lisin mengungkapkan identitasnya dan tujuannya untuk pulang kampung.


Rong Yue hanya bisa terdiam setelah mengetahui siapa Lisin sebenarnya. Walaupun dia tidak masalah menjadi milik Lisin, tetapi dia tidak bisa meninggalkan kota kelahirannya.


Dengan Tegas, Rong Yue menolak tawaran Lisin yang mengajaknya ikut ke kampung halamannya.


Lisin menghargai keputusan tersebut dan sekarang, Tinggal Xue Yunran. atau kakak iparnya. Entah situasi apa yang akan Lisin dapatkan, setidaknya dia harus mengatakan yang sebenarnya.

__ADS_1


Bersambung...


__ADS_2