Kehidupan Dengan Sistem Kekayaan

Kehidupan Dengan Sistem Kekayaan
Kehidupan Dengan Sistem Kekayaan Episode 89


__ADS_3

Sebelum Elena dan Mia melakukan perjalanan...


Dari dalam Villa Elena dapat melihat Mia yang duduk di tempat pengemudi pada mobil sport Bugatti. Saat menerima informasi tentang keberadaan James yaitu mantan kekasih Mia. Elena di buat tidak berdaya karena Mia bersikukuh untuk pergi sendiri.


Elena jelas tidak ingin hal buruk terjadi kepada Mia, walaupun Mia hanya bawahannya setidaknya Mia sudah dianggap sebagai saudarinya karena Mia selalu ada di sisinya.


Benar mengapa tidak menggunakan hal ini untuk menggangu masa liburan yang Lisin lakukan...


Elana masih kesal dengan penolakan Lisin sebelumnya, jadi dirinya ingin membalasnya, karena Lisin sedang berlibur di Villa mengapa dirinya tidak mengganggunya.


Baiklah aku akan membuat kebohongan seolah-olah aku dan Mia di culik gangster Sinaloa, Aku ingin melihat apa yang akan dilakukan Lisin.


Setelah melakukan perawatan kepada istrinya Robert, Lisin menolak sejumlah besar uang dan lebih memilih permintaan lain.


Pertama dia ingin berlibur di salah satu Villa yang di miliki Robert, mendengar permintaan ini Robert langsung memberikan Villa tersebut tanpa mengedipkan mata.


Jelas Villa yang berada di dekat pantai santa monica, Los Angeles tidaklah murah. Awalnya Lisin menolaknya kerena berniat tinggal hanya untuk beberapa hari sambil menyelesaikan tugas dari sistem. namun Robert terus memaksanya Agar Lisin menerimanya tanpa rasa khawatir.


Lisin dengan terpaksa menerima Villa tersebut, kemudian permintaan kedua, Lisin meminta beberapa senjata baik itu pistol, pedang bermata dua dan lain sebagainya.


Permintaan kedua Lisin adalah hal yang mudah bagi Robert. karena Lisin menginginkan beberapa, Robert tidak tau yang mana yang di sukai Lisin jadi dirinya memberikan cukup banyak senjata beserta amunisi.


Berikutnya tidak ada permintaan ketiga atau ke empat, bahkan dua wanita cantik yaitu Elena dan Mia yang berniat menemani masa liburannya langsung di tolak oleh Lisin.


Lisin saat ini sedang melakukan liburan tanpa dosa dengan menolak Elena dan Mia. bagaimana Elena tidak marah? sekarang dirinya akan membuat Lisin menjalani kesibukan, agar waktu liburannya terganggu.


"Hallo..." Robert menjawab di sisi lain penelpon.


"Ayah... Hiks... Hiks..." Elena berpura-pura menangis sambil tersedu-sedu.


"Elena... mengapa kamu menangis apa yang terjadi denganmu?..." Robert di sisi lain telepon bertanya dengan khawatir.


Elena adalah putri kesayangan dirinya jika terjadi kenapa-napa dengan satu-satunya putri yang di milikinya. Robert tidak akan pernah memaafkan pihak yang menyakitinya.


"Hiks... Ayah... Aku dan Mia di culik... Hiks..." Elena berkata dengan tangisan palsu.


"Siapa yang melakukannya... Akan aku binasakan seluruh keluarganya..." Robert berkata dengan kejam.


"Ayah... Hiks... Pihak lain Gangster Sinaloa, sepertinya mereka memiliki semacam dendam dengan Lisin, jadi ayah harus membuat Lisin untuk datang..." Elena membuat alasan agar ayahnya mau membujuk Lisin untuk datang. jika dirinya sendiri yang melakukan panggilan kepada Lisin, sangat jelas hasilnya akan gagal.


"Karena ini Gangster Sinaloa maka ayah akan datang secara pribadi dengan pasukan gangster ayah..." Robert berkata dengan dingin, sepertinya permusuhan dirinya dengan gangster Sinaloa tidak dapat di damaikan sampai salah satu di antara keduanya binasa.


"Ayah... Hiks... kamu dan pasukan gangster ayah tidak perlu datang... sepertinya hanya mengandalkan Lisin seorang dapat menyelesaikan masalah" Elena berkata dengan kesal, tujuannya untuk menganggu masa liburan yang Lisin lakukan, jadi mengapa ayahnya sangat serius menanggapinya.


"Lisin... Ya... Ayah pasti akan membuat Lisin datang..." Robert mulai mengingat jika Lisin itu orang yang cukup kuat, dirinya mengetahui hal tersebut dari temannya yang ada di indonesia yaitu Kepala Irawan.


"Tunggu dulu... bukannya kamu di culik mengapa bisa menelpon Ayah?" Robert berkata dengan bingung.


"Ah... karena... karena, mereka menyuruh Elena melakukan panggilan agar Lisin datang..." Elena langsung memberikan lokasi transaksi.


"Tut... tut..." Setelah mengatakan lokasi pertukaran sandra, panggilan langsung berakhir.


Lokasi tersebut adalah lokasi dimana James dan Marcus melakukan transaksi Serum Bloody.

__ADS_1


Entah siapa pihak lain dan mengapa memiliki dendam terhadap Lisin, Robert langsung menghubungi Lisin yang sedang berlibur di Villa dekat pantai Santa Monica.


Elena mematikan telepon sambil tersenyum indah, hahaha... Lisin... Siapa suruh kamu menolak diriku... dengan ini waktu liburanmu akan terganggu.


Elena tertawa kecil, entah Lisin datang atau tidak dirinya tidak peduli karena Elena percaya jika Mia akan menyelesaikan Semuanya dan Lisin akan datang terlambat.


Hahaha... Aku ingin melihat tampangnya yang kecewa saat datang namun semua masalah telah usai... itu pasti akan mengobati rasa kekesalanku.


"Nona Elena bisakah kita berangkat sekarang..." Mia yang menunggu di dalam mobil melihat Elena baru saja masuk ke mobil melalui kaca spion.


"Ok..." Jawab Elena dengan santai.


.....


Di sebuah Villa yang ada di dekat pantai santa monica.


"Sial... Ada-ada saja... bagaimana bisa Elena dan Mia di culik oleh seseorang yang memiliki dendam denganku..."


Lisin yang baru saja menerima telepon dari Robert sangat kesal.


Mengapa Gangster Sinaloa menculik orang yang baru ku kenal, yaitu Elena dan Mia karena ada dendam dengan ku.


Sejak kapan Diriku menyinggung Gangster Sinaloa?... Mungkinkah karena aku membantu Robert dengan menyembuhkan istrinya dari vegetasi karena mengalami luka tembak. Benar pasti itu masalahnya.


Jika ini memang gangster Sinaloa sepertinya Aku harus menggunakan senjata yang baru saja aku dapatkan dari Robert.


Lisin langsung membuka sebuah kotak yang cukup besar sambil mengangguk dengan puas.


"Jadi bagaimana jika gangster Sinaloa lebih dari 10 ribu orang... Di hadapanku hanya akan menjadi mayat"


Setelah menyimpan semua senjata kedalam inventori sistem Lisin bersiap melakukan perjalanan menuju ke tempat lokasi.


Lisin mengendarai salah satu mobil yang tersimpan di garasi penyimpanan mobil lalu dengan cepat memacu mobil tersebut.


"Entah mengapa aku mencium bau-bau kebohongan... siapa yang peduli... Keduanya sudah menjadi milikku, siapapun yang menyakitinya maka akan berurusan dengan ku..." Lisin tersenyum kejam.


Melalui navigator yang ada pada layar Map yang terhubung melalui GPS, tempat atau lokasi membutuhkan satu jam perjalanan. Itu untuk pengemudi lain namun tidak berlaku untuk dirinya.


Karena Kondisi yang mendesaknya dan Lisin sudah mengetahui lokasinya, maka dari itu dirinya tidak mengikuti rute yang di berikan Navigasi Map.


Mobil sport melaju melalui perkotaan yang cukup padat pejalan kaki, kemudian mengambil rute padat penduduk.


"Ahhh..."


"Tolong..."


"Berhenti..."


"Awas..."


"Hati-hati..."


Semua orang berhamburan guna menghindari kendaraan yang tidak memiliki mata... Dengan kemampuan mengemudi super yang Lisin miliki tidak ada satupun korban yang tertabrak.

__ADS_1


Namun dapat di lihat kekesalan dari pejalan kaki yang hampir tertabrak oleh mobil yang Lisin kendarai. ada juga beberapa jomblo yang kebetulan ada di sana, mengalami kencing berdiri karena mendapatkan jarak bagian bawahnya 1cm dengan bagian sisi mobil.


"Sialan..."


"Berhenti..."


Jika bagian sisi mobil mengenai sangkar burung maka burung yang terbelenggu di dalam sangkar akan beterbangan di langit dan tidak kembali lagi.


Kecepatan mobil tidak berhenti melainkan semakin kencang, Di manapun mobil yang di kendarai Lisin melaju maka akan ada kegaduhan yang di tinggalkannya.


Dalam waktu kurang dari 30 menit dari 1 jam yang di tetapkan rute navigasi pada Map, Lisin dapat melihat gedung yang di gunakan sebagai tempat transaksi.


"Mobil ini bukanya milik Elena... Aneh mengapa mobilnya ada di sini... apakah dicuri seseorang!... Atau dia dengan sengaja datang untuk di gunakan sebagai sandra?..."


"Sepertinya tidak mungkin, mengapa juga Robert berbohong kepadaku..." Lisin menghentikan mobilnya tepat berada di belakang mobil Bugatti.


"Lisin... Bagaimana kamu datang begitu cepat..." Elena terkejut saat mengetahui jika Lisin turun dari mobil.


"Apa maksudnya ini..." Lisin berkata dengan dingin.


Lisin dapat melihat dengan Jelas, jika Elena membuat kebohongan agar Robert menelpon dirinya.


"Lisin... Aku bisa menjelaskannya..." Elena ketakutan, Elena takut jika Lisin menjadi benci terhadap dirinya.


"Apakah kamu ingin aku menghukummu lagi?..." Lisin menatap dengan tajam.


"Itu yang aku harapkan..." Elena yang awalnya takut menjadi bersemangat.


Sial... mengapa kamu begitu bahagia saat mendengar jika aku akan memberimu hukuman... Sebenarnya yang aku berikan itu kamu anggap hukuman apa hadiah tunai.


Sepertinya saraf otak Wanita ini sudah putus... apakah karena aku melakukannya terlalu keras?


"Ahhhh..."


Sebuah teriakan seorang wanita dapat terdengar dengan jelas dari arah dalam gedung...


"Mia... Mia dalam bahaya..." Elena berkata dengan panik.


"Di dalam gedung... apakah ini sandiwara yang kamu buat..." Lisin berkata dengan tidak percaya.


"Ini bukan sandiwara lagi... Di dalam gedung Mia berniat membunuh mantan kekasihnya... Dan sepertinya hal buruk terjadi pada dirinya..." Dalam kepanikan Elena mengatakan yang sesungguhnya.


"Mantan kekasih Mia..." Lisin mulai mengingat hasil analisa sistem tenang mantan kekasih Mia dan juga dendam pribadinya.


Sekarang karena Mia sudah dirinya anggap sebagai wanitanya, maka Lisin harus berurusan dengan James mantan kekasih Mia.


"Elena kamu tetap di sini..." Lisin menggertakkan giginya, Dia sangat marah... Bagaimana jika dirinya Terkena NTR? dan Mia di tanam paksa oleh mantan kekasihnya.


Tidak bisa di biarkan...


Bersambung...


*Like dan komentar yang banyak agar bisa up sehari 2kali.

__ADS_1


*Mampir juga Novel baru author yang berjudul "SISTEM KERUGIAN"


*Terimakasih.


__ADS_2