Kehidupan Dengan Sistem Kekayaan

Kehidupan Dengan Sistem Kekayaan
Kehidupan Dengan Sistem Kekayaan Episode 175


__ADS_3


Malam hari jalan raya kota banyuwangi, sebuah mobil taksi berjalan dari arah utara. di dalam mobil terdapat Supir tampan dan penumpang cantik.


Lisin yang baru saja membeli taksi secara acak sedikit terkejut karena taksi tersebut berhadiah langsung. tentunya bukan kipas angin atau kulkas. melainkan gadis muda dan cantik, hanya saja sedikit memiliki riasan yang tidak sesuai.


Di saat kebingungan mencari tempat pelampiasan, Lisin sangat - sangat bahagia mendengar perkataan gadis muda yang ingin menjual keperawanan miliknya. Sebagai orang kaya, Lisin jelas tidak kekurangan uang. di tambah dirinya sedang dalam pengaruh Afrodisiak. Tidak mungkin Lisin melepaskan kesempatan tersebut.


Lisin yang bahagia merasa ingin menangis, karena dirinya sangat menderita. mungkin ini yang di katakan, Berakit - rakit ke hulu berenang - renang ke tepian. bersakit - sakit dahulu bersenang - senang kemudian.


Lisin merasa cukup dengan penderitaan malam ini dan berniat menggunakan gadis muda yang ada di belakang sebagai pelampiasan. Lisin harus menyenangkan Joni agung yang tersakiti karena menunggu penantian yang tidak pasti.


Apakah ini yang di maksud dengan rezeki tidak kemana, di kejar ataupun di tunggu selama rezeki itu sudah untukmu maka akan datang dengan sendirinya.


"Katakan berapa Miliyar harga yang kamu tawarkan. aku akan membayar dua kali lipat... Jika bisa jangan terlalu murah, karena sesuatu yang berharga layak mendapatkan harga tinggi... Apalagi untuk gadis muda sepertimu" Kata Lisin dengan tersenyum.


Lisin bukan tipe orang yang mengambil keuntungan seorang gadis acak lalu pergi dan melupakannya. Jikapun Lisin harus bertanggung jawab itu hal yang mudah untuk Lisin. Karena sekarang dirinya membeli sesuatu yang berharga bagi seorang gadis muda maka harus dengan harga tinggi.


Gadis muda yang memiliki nama Risma tersebut menjadi tercengang dan tidak bisa berkata - kata.


Risma datang dari keluarga menengah kebawah dan kehidupan normalnya hancur seketika ketika kedua orang tuanya berpisah. Menjadi korban dari hancurnya rumah tangga kedua orang tuanya. Menjadikan Risma memiliki kehidupan yang berbeda di bandingkan dengan sebelumnya.


Tanpa keluarga yang utuh dirinya mengikuti ibunya dan ternyata ibunya memilih untuk bunuh diri karena terlilit hutang yang begitu besar. Ayahnya entah pergi kemana Risma tidak mengetahuinya lagi. Setiap hari kehidupannya akan selalu di kejar rentenir.


Walaupun hutang tersebut milik kedua orang tuanya, yang namanya rentenir tidak akan peduli dan Risma harus membayarnya. Dengan menjual semua aset peninggalan ibunya, Hutang tersebut tidak dapat di lunasi sehingga Risma harus mencari cara lainnya.


Benar, satu - satunya hal berharga yang Risma miliki adalah keperawanan miliknya. Risma memulai dengan akun palsu pada sosial media tertentu dan mengunggahnya dengan Post menjual keperawanan. dan hasilnya hanya candaan sepihak, banyak pengguna sosial media lainnya melakukan penawaran mulai dari 1 Juta sampai 5 Juta paling banyak.


Harga - harga tersebut tidak memuaskan bagi Risma, karena sisa hutang mendiang ibunya sangat besar sekitar 80 juta setelah melunasi sisanya.


Risma tidak ambil pusing, dirinya mencoba untuk menghubungi beberapa anak - anak muda dari keluarga kaya raya namun tidak dapat sambutan baik. Banyak dari generasi kedua yang melakukan penipuan, untung saja dirinya memiliki keahlian beladiri yang dirinya pelajari saat masih sekolah. Jika Risma tidak pintar ataupun kuat dirinya hanya akan berakhir di manfaat kemudian di tinggalkan.


Risma memilih target lain seperti pria hidung belang yang memiliki kekayaan tertentu. bukan maksud Risma menjadi pelakor karena niatnya murni untuk menjual keperawanan miliknya. namun hasilnya tidak jauh berbeda dengan generasi kedua sebelumnya.

__ADS_1


Risma tidak memiliki siapapun lagi yang bisa membantunya, sepupu tidak mungkin membantu. apa lagi teman yang hanya mencari manfaat saja. Semua teman Risma hanya datang jika senang dan hanya pergi jika susah. sepupunya tidak jauh berbeda, baik paman atau bibi akan memiliki seribu alasan untuk menolak keberadaan Risma yang terlilit hutang.


Saat ini Rentenir akan melaporkan Risma ke kantor polisi jika tidak melunasi sisa hutang yaitu 80 juta. Risma hampir menyerah dan mengikuti jejak ibunya yang bunuh diri, hanya saja dirinya tidak berani melakukannya.


Apakah harus menjual keperawanan ke situs luar negeri atau mencari pihak perantara seperti seorang Mucikari untuk membantunya menjual keperawanan miliknya.


Tidak, Risma tidak memiliki kepercayaan terhadap Mucikari, karena kebanyakan kasus hanya di manfaatkan saja.


Malam ini, Risma menguatkan hatinya untuk mencari lagi orang kaya, dengan tujuan menjual keperawanan. Dan saat berada di dalam mobil taksi, Risma di kejutkan dengan aksi seorang pemuda yang menghentikan mobil taksi dengan gegabah.


Awalnya Risma berpikir jika orang tersebut berniat merampok mobil taksi. oleh karenanya Risma ingin melawannya dengan senin beladiri miliknya, hanya saja siapa sangka jika pemuda tersebut ingin membeli Mobil taksi yang ditungganginya.


Belum lagi menambahkan 20 juta saat supir taksi mengatakan harganya 30 juta. Pemuda tersebut mengeluarkan uang sebanyak 50 juta dari jaket tebalnya tanpa berkedip seolah membeli sayuran di pasar.


Risma yang ada di dalam mobil taksi terdiam, apakah orang kaya seperti ini? Tentu saja tidak, hanya saja pemuda tersebut tidak terlihat kaya namun tidak menempatkan nilai uang di matanya.


Risma sangat bahagia dan mulai yakin jika pemuda tersebut akan membeli keperawanan miliknya. Saat Risma mengatakan apakah pihak lain membeli keperawanan miliknya atau tidak, Risma di kejutan dengan perkataan Lisin.


Berapa Miliyar yang diinginkan dirinya?


Risma bingung menjawab karena dirinya hanya membutuhkan uang 80 juta bukan 1 Miliyar atau lebih. apa lagi saat pemuda tersebut mengatakan jika akan membeli dua kali harga yang ditawarkannya.


Di sini Risma di buat bingung dalam mengambil keputusan.


"Kok kamu diam saja, aku bertanya berapa miliyar harga yang kamu tawarkan?..." Lisin menghentikan mobilnya lalu melihat Risma dengan tersenyum.


Jelas Lisin yang menggunakan analisa sistem dan memahami kondisi Risma saat ini.


Apa yang Lisin pikirkan adalah simbiosis mutualisme atau saling menguntungkan, Dirinya bisa memuaskan Joni agung dan Risma bisa melunasi hutangnya.


Enaknya menjadi kaya bisa melakukan apa saja dengan uang.


"Aku membutuhkan 80 juta tidak lebih dan ingin dibayar dimuka..." Kata Risma dengan malu - malu.

__ADS_1


"80 juta!!!... Mengapa tidak 1 Miliyar atau 100 Miliyar..." Lisin bingung, mengapa 80 juta apakah angka ini sangat istimewa?


"Tidak, 80 juta saja sudah cukup..." Jawab Risma dengan cepat.


"Yakin, tidak kurang?..." Tanya Lisin.


"Segitu saja sudah cukup..."


"Yakin?..."


"Sangat - sangat yakin..."


Risma ini pada dasarnya gadis polos dan sama dengan Lisin hanya saja terpaksa menjadi penjahat kelamin.


"Apakah kamu punya nomor rekening?..."


"Punya... Tunggu sebentar..." Risma dengan cepat dan semangat memberikan nomor rekening miliknya.


Jika itu generasi kedua dan pria hidung belang yang selama ini bertemu dengan Risma, Pasti akan meminta jatah dulu sebelum melakukan pembayaran.


Jelas Risma tidak akan melakukannya dan tidak segan - segan pergi meninggalkannya karena takut tertipu, berbanding terbalik dengan pemuda yang ada di depannya saat ini yang langsung menanyakan nomor rekening dirinya.


Lisin Membuka Aplikasi transfer Bank BRI dan langsung mendaftarkan dirinya lagi dengan menggunakan nomor Id yang di pulihkan menggunakan aku Gmail miliknya.


"Kling..."


Risma di kejutkan lagi dengan suara notifikasi ponsel miliknya dan menemukan jika Rekening miliknya menerima transfer uang sebesar 1 Miliyar. Risma memiliki kedua mata membulat kemudian menatap Lisin dengan tidak percaya.


"Mengapa 1 Miliyar kan aku mintanya 80 juta saja tidak lebih..." Kata Risma dengan tidak puas.


"Hahaha... 80 juta Prostitusi gaya lama, sekarang sudah ganti 1 Miliyar... Kamu bisa bilang kepadaku jika masih kurang..." Lisin dengan tersenyum bahagia mengemudikan mobil taksi.


Orang kaya mah bebas...

__ADS_1


Bersambung...


__ADS_2