
Lisin berjalan dengan santai kearah Rong Yue yang mengenakan seragam kepolisian lengkap. Baru tadi siang dirinya tertangkap dan diberi jaminan oleh Zhang Fei. sekarang belum berganti hari namun Lisin sudah kepergok mendatangi tempat prostitusi lagi.
Di mata Rong Yue Sosok Laki - laki seperti Lisin layak di kebiri. Jelas Zhang Fei kecantikan tak kalah dengan dirinya, dan pasti tidak ada pelayan prostitusi yang secantik Zhang Fei. Namun mengapa suaminya suka sekali mendatangi tempat - tempat prostitusi.
Rong Yue, mengerutkan keningnya saat melihat Lisin datang mendekat. dan dirinya tanpa sadar berjalan kebelakang.
"Jangan mendekat..."
Rong Yue menjadi panik, jelas kejadian belum lama ini membuatnya trauma. Dirinya masih bertanya - tanya tentang bagaimana dirinya bisa mencium Lisin seperti orang gila.
"Jaga jarak, jangan mendekat lagi..."
Satu hal yang Rong Yue yakini yaitu dirinya tidak boleh dekat dengan Lisin, jika tidak dia bisa hamil dalam beberapa pertemuan lagi.
"Mengapa kamu begitu ketakutan, bukannya kamu seorang polisi?..."
Lisin dengan tersenyum terus mendekati Rong Yue. kelompok kepolisian lainnya sedang melakukan penyergapan jadi hanya menyisakan Rong Yue seorang diri berada di lahan parkir.
"Mendekat lagi akan aku tembak..."
Dengan gugup Rong Yue mengeluarkan pistol yang tergantung pada pinggangnya. Langkah selanjutnya tinggal menembak bagian bawah Lisin agar tidak mendekati lagi.
"Jika kamu mendekat lagi, akan aku tembak adik laki - laki kamu..."
Adik laki - laki!
Oh, maksudnya joni, Lisin awalnya bingung kemudian memahami, di China sebutan adik laki - laki tidak lain sebutan untuk bagian bawahnya.
Sungguh panggilan sayang yang luar biasa.
Tembakan peluru tidak mungkin bisa mengenai Lisin, setidaknya kecepatan dirinya lebih cepat dari kecepatan peluru yang datang kearahnya. hanya saja suara tembakan dapat memanggil polisi lainnya untuk datang.
"Klik..."
Saat Lisin berjarak kurang dari Lima meter dari Rong Yue, dia langsung menjentikkan jaringannya dan memulai sugesti.
"Sugesti di mulai, Dalam hitungan ketiga kamu akan mengikuti semua perintahku..."
"Satu..."
"Dua..."
"Tiga..."
Apa itu tadi sebelumnya! Rong Yue menjadi bingung setelah Lisin menjentikkan jarinya.
"Simpan pistol yang ada di tanganmu..."
Rong Yue dengan patuh mengikuti perkataan Lisin dan dengan cepat menyimpan kembali pistol miliknya.
"Buka pintu mobil mari kita masuk kedalam..."
Tidak mungkin, Aku mengikutinya begitu saja. Walaupun Rong Yue melakukan semua perintah dari Lisin, Namun dia masih memiliki pemikirannya sendiri.
__ADS_1
Sugesti yang Lisin lakukan bukan mengambil alih pemikiran Rong Yue. namun membuat tindakannya mengikuti perintah dari Lisin.
Bahkan Rong Yue yang ingin menolaknya tidak bisa mengatakan tidak. Apa lagi menyangkal dan menolak perintah Lisin.
Lisin masuk kedalam mobil polisi kemudian diikuti oleh Rong Yue yang masuk kedalam mobil juga. Sepertinya mobil polisi bergoyang tidak dapat terhindarkan.
Mengikuti perkataan Lisin, Rong Yue duduk di atas pinggang Lisin. dan rok pendek miliknya terbuka dengan paha putih salju terlihat begitu indah. Lisin harus mengakui jika pria yang menjadi suami Rong Yue akan sangat beruntung bisa melihat pemandangan seperti ini setia hari.
Walaupun Rong Yue duduk dengan kehangatan yang dapat dia rasakan. namun pikirannya seperti api neraka. Jelas dia sangat marah mengapa dia bisa berbuat sedemikian rupa. hanya duduk di atas pinggang Lisin saja sudah seperti menunggangi kuda.
"Cium..."
Tubuh Rong Yue tidak bisa menolak dan langsung mencium bibir Lisin seperti permen Lollipop.
Lebih dari selusin menit berlalu dan Rong Yue tidak berhenti dari tindakannya. Walaupun keduanya tidak bercocok tanam, namun mobil polisi tersebut terlihat bergoyang saat dilihat dari Luar.
Siapapun akan memahami apa yang terjadi di dalam mobil jika bertemu dengan mobil bergoyang. Semua orang akan berpikir, jika bukan pesta dansa pasti di dalam mobil sedang bermain sepak bola atau mungkin tenis meja.
Lisin tidak bermaksud merugikan Rong Yue, dia hanya ingin melakukan balas dendam terhadapnya. Lisin masih ingat dengan jelas, belum lama ini Sahabat baiknya Joni agung mendapatkan tendangan. walaupun tidak merusak apapun tetap saja membuat mentalnya mendapatkan tekanan batin.
Bagaimana jika Joni agung trauma dan tidak ingin berdiri kembali. Jelas Lisin tidak menginginkan hal yang mengerikan tersebut terjadi.
Dari kejauhan, seorang polisi pria datang mendekat guna melakukan pelaporan terhadap Kapten Rong Yue.
"Kapten, Kapten..."
Pikiran Rong Yue langsung ketakutan, saat ini dirinya tidak dapat mengendalikan tubuhnya dan sedang menunggangi seorang pria. Jika sampai bawahan dirinya melihat hal tersebut pasti akan sangat memalukan dan mencoreng imagenya sebagai polisi wanita paling teladan.
Mengikuti perintah dari Lisin, dia keluar dari mobil untuk menemui polisi pria tersebut.
Pertanyaan datang dari polisi pria yang heran, jelas dia memahami karakter Kapten Rong Yue dengan baik, jadi tidak mungkin dia melakukan sepak bola di dalam mobil.
"Menanyakan sesuatu yang tidak berdasar apakah kamu ingin dipindah tugaskan ketempat lain?..." Kata Rong Yue dengan dingin.
"Tidak kapten..."
Polisi pria berkeringat dingin, walaupun Rong Yue hanyalah polisi wanita namun dia memiliki wewenang tinggi di kepolisian kota Shanghai.
"Kamu akan mengurus sisanya, aku akan kembali lebih awal..."
"Siap Kapten..."
Polisi pria tidak menanyakan lebih lanjut karena dia tidak ingin menyinggung sosok Rong Yue. Lagi pula masalah penggerebekan sudah terselesaikan.
Dengan begitu, Rong Yue langsung pergi menggunakan mobil polisi dengan Lisin berada di belakang. Tentunya semuanya berada di bawah kendali Lisin. karena Rong Yue hanya melakukan perintahnya.
Pikiran Rong Yue yang sebenarnya hanya bisa mengutuk di dalam hati, itu karena dia bukan tipe kapten yang tidak bertanggung jawab, sekarang karena dirinya pergi meninggalkan tugas lebih awal maka dia tidak melakukan tugas yang seharusnya.
Itu semua karena Lisin.
Saat mobil berhenti di depan Shanghai Central, di mana Villa pribadi Zhang Fei berada. Lisin turun dari mobil polisi dengan perlahan.
Lisin melihat Rong Yue yang terdiam di dalam mobil mengangguk puas. Pasti Rong Yue sedang dalam suasana hati yang buruk.
"Kilik..."
__ADS_1
"Dalam hitungan ketiga, Sugesti akan berakhir setelah kamu kembali pulang..."
"Satu..."
"Dua..."
"Tiga..."
Rong Yue mengikuti sugesti dari Lisin, mengemudikan mobil polisi untuk pulang tanpa mengeluh sama sekali.
Lisin sangat puas, dia tersenyum dari telinga ke telinga. sekarang saatnya pulang karena masalah terselesaikan. hanya saja mengapa notifikasi sistem tidak datang?
(DING...)
(Selamat tuan rumah telah menyelamatkan Wang Xia dari bisnis prostitusi keluarga Mo)
(Mendapatkan 25poin sistem)
(Mendapatkan Uang 10 Miliar)
Dasar sistem yang bertele - tele.
.....
Nama: Amar Lisin
Level: 4 (57/500)
Pesona: 8
Keterampilan: Mekanik Super, Mengemudi Super, Seni Beladiri Kuno, Dukun Kuno, Master Pedang, Master Musik, Master Olahraga, Pengobatan Modern, Peretas Super, Memasak Super, Hipnotis Super.
Inventori: keperluan tuan rumah
Toko: akses tingkat 2
Lotre: 5 kali
Saldo: Rp 117.365.131.754.000
Dana: 0
Tugas: Tugas tersembunyi.
.....
Lisin melihat pada layar ponselnya dapat mengetahui jika berada pada pukul Dua pagi. setidaknya dia yakin jika Zhang Fei dan Bibi Nam sudah tidur.
Lisin dengan lihainya memasuki Villa pribadi Zhang Fei melalui jendela kamar tidurnya. saat Lisin akan memutuskan untuk tidur secara mengejutkan lampu kamar yang awalnya gelap menjadi terang.
"Zhang Fei, kamu belum tidur..."
Lisin jelas tertangkap basah karena baru saja pergi keluar, sekarang saat melihat istrinya berdiri di samping pintu. Lisin bertanya - tanya sejak kapan dia ada di sana.
Bersambung...
__ADS_1