
Keesokan harinya, Tante maya masih menggila dan dirinya terus bergerak tanpa henti seolah tubuhnya tidak memiliki keinginan untuk berhenti.
Untuk kali pertama dirinya merasakan, apa itu kenikmatan sesungguhnya saat bersenggama dengan lawan jenisnya. Sekarang Tante Maya menemukan solusi jitu untuk menyembuhkan keinginan biologisnya, tentunya dengan meminta bantuan Lisin.
Wajahnya tidak kekurangan senyuman karena dirinya sangat bahagia. Dalam hatinya bertanya, mengapa dirinya tidak bertemu dengan Lisin sejak lama, jika mengetahui Lisin bisa memuaskan keinginannya. Dirinya pasti tidak akan menolak Lisin, Hanya saja penyesalan selalu datang terlambat.
Tante Maya sangat malu, di saat dirinya percaya. jika tidak ada yang bisa memuaskan keinginan biologisnya. Tante Maya bertemu dengan Lisin, semua ini berkat mobil taksi yang mogok. jika bukan karenanya Tante Maya tidak akan mengetahuinya jika Lisin sangat mampu. Karena Lisin tidak ingin menginap saat kemarin malam.
Keegoisan tumbuh di hatinya, bagaimana jika dirinya memaksa Lisin agar terus menerus memuaskan dirinya di saat kesepian. mungkin menangkap dan mengurung Lisin pada tempat tertentu. kemudian bisa menggunakannya kapan saja. Hanya saja Tante Maya sadar jika Lisin memiliki kehidupan normal dan dia tidak boleh merenggutnya.
Jika bukan karena dirinya memiliki putri dan bisnis perusahaan sedang menunggu, Tante Maya akan terus menerus melakukannya dengan Lisin tanpa istirahatlah. setidaknya tiada hari tanpa bercocok tanam.
Lisin berada dalam kondisi sebaliknya, padahal pengalaman ranjangnya sangat banyak. mungkin tidak bisa dihitung dengan jarinya. hanya saja Lisin baru saja berada di surga atau neraka. karena Dirinya kewalahan dengan Tante Maya. ini bukan masalah waktu, juga bukan 5 hari dan 5 malam. melainkan sensasi yang sangat menyenangkan terpuaskan.
Rasanya seperti ada khas tertentu yang tidak dapat di temukan dari sekian banyaknya wanita yang pernah tidur dengan Lisin. Mungkin rasa unik yang cukup langkah.
Apakah ini yang di namanya Janda selalu di depan?
Cengkraman Tante Maya sangat berbeda dari yang lain, Dan setiap kali Joni agung melakukan penetrasi. rasanya seperti terhisap kedalam lubang tanpa dasar. mungkin jika Lisin terus menerus melakukannya hingga 5 hari 5 malam, dia akan mati dan karakter yang dia mainkan akan berakhir.
Mungkin suami Tante Maya melakukan bunuh diri dengan kecelakaan karena merasakan sensasi seperti ini, hanya saja siapa yang tahu? hanya bercanda.
Rasanya Lisin harus mempertimbangkan kembali jika melakukannya lagi dengan Tante Maya. karena dirinya tidak ingin mati muda. Setidaknya cukup beruntung karena Ada Luna di kamar sebrang tempat keduanya melakukannya semalam.
Jika kalian berpikir semalam sebuah pertempuran yang mengguncang langit dan bumi terjadi, maka kalian salah besar. Walaupun Tante Maya menggila namun dia tidak kehilangan kendali pikirannya.
Semalam Lisin tidak melakukan hal ekstrim yang membuat bumi bergetar, melainkan Lisin hanya pasrah karena Tante Maya melakukannya dengan lembut dan perlahan namun pasti.
Jelas Tante Maya menggunakan ritme permainan lambat agar Luna yang ada di kamar sebrang tidak bagun. Dengan Lisin yang baru menyadari jika perlakuan ini memiliki sensasi yang luar biasa. Rasanya seperti film jav yang cukup sering kaum jomblo saksikan dan koleksi.
__ADS_1
Yup... NTR, Seperti itulah yang Lisin rasakan semalam, dengan kehati - hatian agar tidak ketahuan. rasanya Lisin melakukannya tepat di samping seorang suami yang tidur di sebelahnya, dan Lisin seperti sedang melanggar istri orang lain. Jadi agar tidak membangunkan sang suami Lisin harus menjaga kebisingan dan guncangan yang tidak di perlukan.
Mungkin selain Tante Maya, sensasi semalam tidak dapat Lisin temukan di manapun.
Saat Tante Maya mencabut Joni agung dengan enggan, tumpahan cairan putih kental dapat terlihat mengalir melalui paha bagian dalam.
"Lisin Apakah kamu ingin bekerja untukku?..." Tanya Maya.
"Bekerja!!!..."
"Benar, Aku akan membayar kamu 1 Juta setiap kali kita tidur bersama..." Maya menjelaskan.
Tidur bersama? Sepertinya kamu salah tante, Kita tidak tidur bersama sampai pagi. karena kita semalam melakukan aktivasi ranjang.
Apakah 1 Juta semalam membuat Lisin senang, Hahaha... Sungguh konyol, apakah Lisin kekurangan uang? Tentu saja Tidak.
Uang 1 Juta semalam mungkin akan membuat Lisin senang sebelum dirinya memiliki sistem. namun sekarang berbeda, Lisin tidak peduli berapapun Tante Maya menawarkan harga, Lisin akan dengan tegas menolak.
Lisin tidak hanya kesal tapi juga kecewa, ternyata Tante Maya menganggap dirinya sebagai alat yang bisa di beli dengan uang.
"Tante Maya, Aku tidak bisa melakukanya... Tapi jika kamu meminta bantuan lain waktu tanpa perlu kamu membayar diriku. aku tidak akan menolaknya, Hanya saja jangan setiap hari... Bisa mati muda diri ini..." Kata Lisin sambil tersenyum.
"Aku mengerti..." Tante Maya memahami, jika dirinya tidak bisa membeli perlakuan Lisin dengan uang.
Memikirkan masalah uang, Maya memikirkan lagi tentang bisnis perusahaan miliknya. dan malam ini dirinya harus menghadiri pesta perusahaan dan Dirinya harus berakhir bersama dengan Pak Dani.
Tante Maya memiliki jejak kesedihan, dirinya lebih ingin melakukannya dengan Lisin dari pada Pak Dani. Hanya saja masalah ini demi bisnis perusahaan, juga demi masa depan putrinya.
Maya yang sedih berjalan tanpa busana dan mengambil sesuatu dari laci meja lalu menelan pill yang dirinya ambil. semua tindakannya terpampang jelas di depan Lisin.
"Ini... Pill pencegah kehamilan... Aku tidak ingin Memiliki anak lagi untuk saat ini..." Maya menjelaskan.
__ADS_1
Lisin tersenyum kecut, Dan menyadari jika Tante Maya pasti cukup sulit mengurus satu anak belum lagi saat ini dia menjanda. Lisin bisa saja memberikannya banyak uang hanya saja Tante Maya pasti akan menolaknya.
Lisin melihat Joni Agung yang sudah menyusut. Akhirnya Joni bisa Tidur juga. Dari sini Lisin menyimpulkan jika Tubuh Maya memiliki hormon spesial, dan itulah mengapa tante Maya tidak dapat mengontrol keinginannya.
"Tante, Maya apakah kamu memiliki masalah?..." Tanya Lisin saat menemukan jejak kesedihan pada kedua mata Maya.
"Tidak, ada... Hanya masalah bisnis perusahaan yang memiliki masalah kecil..." Maya menjelaskan.
Maya tidak mungkin menjelaskan tentang perusahaan miliknya yang akan bangkrut, Selain membuat orang lain khawatir. Lisin juga tidak mungkin memberikan solusi untuk masalahnya.
Jika masalah keinginan biologisnya, mungkin Tante Maya akan menemukan Lisin untuk memintai bantuan. jika masalah bisnis perusahaan mungkin Lisin tidak akan bisa membantunya.
Sepertinya, malam ini dirinya hanya bisa tidur dengan orang yang tidak di disukainya yaitu Pak Dani. Dirinya harus bisa mendapatkan kontrak kerja sama dengan anak perusahaan Angkasa, tidak lebih.
"Tante Maya, apakah kamu membutuhkan bantuan ku? Mungkin aku bisa memberikan sedikit bantuan..." Kata Lisin sambil mengusap hidungnya.
Tante Maya melihat Lisin kemudian mempertimbangkannya kembali, Lisin ini jelas punya uang. mengingat dia membelikan putrinya begitu banyak boneka. Namun banyak uang saja tidak cukup tanpa memiliki koneksi atau akses perusahaan besar.
Mengingat jika Lisin mengemudikan mobil taksi, hanya saja sebelumnya Lisin mengaku sebagai pacar Vita. yang sangat kaya, Pasti Lisin berbohong saat itu. Juga Lisin ini cukup muda untuk usianya dan apa yang bisa dia lakukan.
"Lisin, Kamu bekerja atau masih kuliah?..." Tanya Maya.
"Saat ini, Aku mahasiswa di Universitas Negeri malang, Sedangkan pekerjaan tidak banyak di lakukan namun Aku memiliki perusahaan kecil yang diurus oleh asisten pribadiku..." Lisin menjelaskan dengan jujur. hanya saja tidak langsung mengatakan jika dirinya pemilik perusahaan yang cukup fenomenal. yakni PT. Angkasa.
Mendengar penjelasan dari Lisin, membuat Tante Maya mengambil kesimpulan, Jika Lisin anak dari generasi kedua. dan tidak mungkin dia bisa membantu perusahaan miliknya.
"Mungkin aku akan meminta bantuan yang lainnya... Bisakah kamu membantuku menjaga Luna, untuk satu malam ini saja. Karena malam ini ada bisnis yang membuatku tidak bisa pulang..." Maya tersenyum dan menyembunyikan perasaannya yang sesungguhnya.
"Tidak masalah Tante..." Lisin sedikit kecewa dangan keputusan Tante Maya.
Selanjutnya, Lisin membersihkan dirinya setelah Tante Maya, kemudian melakukan sarapan bersama. Karena Tante Maya harus pergi untuk melakukan bisnis, Lisin harus menjaga Luna.
__ADS_1
Bersambung...