
Tepat ketika Jendral Xue memutuskan untuk menunggu. Sosok Lisin dengan Kamila dalam gendongannya melompat keluar dari Lift rusak. Hal tersebut membuat Jendral Xue dan Kepala Rong sangat senang.
"Saudara Li, Bagaimana dengan Lin Tian?..." Tanya Jendral Xue sedangkan Kepala Rong juga menginginkan jawaban yang sama.
"Dia sudah mati..." Jawab Lisin dengan santai, namun Jendral Xue dan Kepala Rong sangat tertegun. Jelas keduanya sudah mendapatkan informasi tentang Lin Tian dengan lebih mendetail daripada sebelumnya.
Lin Tian ini bukan karakter lemah, dia hanya terlihat lemah karena sengaja menggunakan profil sederhana, Sebagai pengusaha kaya raya. Tetapi sejatinya, dia bagian dari organisasi. Selain itu dia lebih kuat dari Song Han juga beberapa raja dunia bawah yang ada di China.
Tapi sekarang! Lin Tian mati. Jendral Xue dan Kepala Rong terdiam sejenak. Keduanya tidak mempertanyakan tentang kebenarannya. Mereka semua langsung pergi dengan cepat dari tempat tersebut, karena tidak ada lagi waktu tersisa sampai tempat tersebut benar - benar runtuh.
"Boom... Boom... Boom..."
Kediaman Lin Tian menjadi satu - satunya bangunan yang runtuh di antara banyaknya bangunan kokoh di kota Beijing.
.....
Waktu berlalu, tepatnya dua hari kemudian.
Setelah kematian Lin Tian banyak hal yang sudah terungkapkan. Kamila mengatakan secara keseluruhan kejahatan Lin Tian selama ini. Selain mengejutkan! Beberapa koneksi Lin Tian berujung pada penangkapan, para petinggi yang melakukan korupsi dan lain sebagainya.
Sedangkan petunjuk penting tentang Jian Chen dengan perlahan terungkapkan. Departemen Naga memfokuskan target baru, dan menjadi kepentingan utama Departemen Naga untuk menangkap Jian Chen.
Dengan berbekal informasi dari Kamila, Markas utama organisasi iluminati berhasil di bekukan. namun tidak dengan keberadaan Jian Chen.
Jian Chen seperti memiliki penglihatan maha tahu. Sehingga dia bisa mengerti apa yang terjadi, dan dia bisa mengambil keuntungan dari perubahan yang akan terjadi di masa mendatang.
Sungguh keterampilan yang merepotkan. Lisin tidak berdaya dengan kondisi ini, karena tidak dapat menemukan keberadaan Jian Chen. Lisin sudah menggunakan sistem untuk menemukan keberadaan Jian Chen. Namun hasilnya ketidaktahuan dari sistem yang tidak berguna.
Abaikan tentang Jian Chen. Saat ini Lisin dalam perjalanan ke kota Shanghai.
Lisin keluar dari bandara internasional Shanghai setelah melakukan kepengurusan umum layaknya penumpang lainya. Dia secara kebetulan bertemu dengan keindahan.
Wanita cantik ini tidak lain adalah Xue Yunran.
__ADS_1
"Tuan Li, Aku akan mengantarkan kamu pulang...." Kata Xue Yunran dengan tersenyum mempesona.
Lisin tertegun sejenak, dia lupa bagaimana rasanya bahagia. Ketika dia melihat Keindahan Xue Yunran, dia sengat bersyukur bisa merasakan kebahagiaan.
Mendengar tawaran, Xue Yunran. tidak mungkin Lisin akan menolaknya. Apa lagi jika keduanya pulang ke hotel terdekat, pasti Lisin tidak akan melepaskan kesempatan tersebut.
Sayangnya Lisin ingat, jika di Villa istrinya sedang menunggunya. "Nona Xue, mobilku ada di tempat parkir, jadi aku akan mengemudi sendiri..."
Xue Yunran langsung kecewa, Dia sudah berdandan dengan cantik. Namun Lisin mengabaikannya. Dia sudah diusia harus memiliki bayi, dan tidak masalah jika itu dengan Lisin.
Ternyata benar, Lisin adalah karakter yang baik dan tidak merugikan kaum wanita. Xue Yunran mengingat tentang kejadian dikamar VVIP yang mana Lisin tidak menodainya. Padahal keduanya berada di dalam kondisi telanjang. Sepertinya Lisin tidak akan melakukan hubungan badan di luar ikatan pernikahan.
Sisakan satu pemuda seperti Lisin Tuhan. Karena pria seperti Lisin sangat baik dan menghargai kaum wanita. Pikir Xue Yunran, dia sangat iri dengan Zhang Fei karena bisa menikah dengan Lisin.
"Sayang sekali, kamu menolaknya..." Xue Yunran hanya bisa menyerah.
Lisin yang melihatnya merasa kasihan, sepertinya Xue Yunran menginginkan dirinya. Apalah dayaku yang hanya setia dengan istriku.
"Nona Xue, aku berubah pikiran. Tidak baik menolak tawaran wanita cantik seperti kamu. Mobilku bisa menggunakan jasa pengantar. Mari kita pergi..." Lisin langsung memimpin jalan.
"Tuan Li, Kemana tempat tujuan kita..." Tanya Xue Yunran dengan menggoda. "Apakah di hotel terdekat atau ke Villa pribadi istrimu..."
Siapapun yang berdiri di posisi Lisin pastinya akan mengambil pilihan yang pertama, tetapi Lisin tidak melakukannya. Dia dengan bodohnya memilih kondisi yang kedua.
"Nona Xue, Aku adalah pria baik - baik. Tentu saja harus pulang ke Villa pribadi Istriku..." Jawab Lisin dengan tegas tanpa tergiur ajakan sesat dari Xue Yunran yang menggoda.
Dengan cepat keduanya menggunakan mobil milik Xue Yunran dan langsung menuju ketempat Villa pribadi Zhang Fei berada.
Menemukan alamat Villa pribadi Zhang Fei cukup mudah bagi Xue Yunran. Dia tanpa bimbingan langsung menuju ke Villa Central.
Keduanya turun didepan Villa pribadi Zhang Fei. Baik Lisin dan Xue Yunran saling tersenyum dan canda tawa. Tanpa sepengetahuan keduanya Zhang Fei melihat dari lantai dua dengan cemburu.
Sebelumnya Lisin menghubunginya jika hari ini Dia akan pulang. Siapa sangka saat dia menunggu di lantai dua Lisin datang dengan Xue Yunran.
Xue Yunran yang tersenyum melirik dan menemukan bahwa Zhang Fei secara diam - diam sedang menonton dirinya dengan Lisin dari balik jendela di lantai dua.
__ADS_1
Xue Yunran sangat bahagia, Sebagai pelakor yang terpelajar. Dia harus merebut Lisin di depan istri Sah.
"Terima kasih sudah mengantarkan aku pulang..." Lisin hendak berpisah dengan Xue Yunran.
Andaikan wanita menggoda ini bukan kakak iparnya, sudah berakhir Hotel bergoyang dengan Xue Yunran.
"Tuan Li, Sebenarnya ada sesuatu yang ingin aku katakan. namun tidak ingin orang lain mendengarkannya..." Xue Yunran berkata dengan malu - malu.
"Nona Xue kamu bisa berbisik kepadaku..." Lisin secara alami mendekat. Dari kejauhan, keduanya tampak sangat intim seolah - olah mereka pasangan yang meringkuk bersama.
Xue Yunran tersenyum menawan. Sentuhan kecerdikan terlintas di matanya. Sosoknya yang cantik sedikit condong ke depan dan tiba - tiba menekan Lisin. Bibir merahnya juga menyentuh telinganya.
"Baunya sangat mantap..." Batin Lisin dengan tertekan. Kedekatan ini terlalu dekat, jika orang lain melihatnya. Pasti akan berpikir jika keduanya pasangan suami istri.
Lisin tiba - tiba mencium aroma wangi yang harum dan menyegarkan. Itu adalah parfum dengan aroma lavender.
Baunya sangat enak, Pikir Lisin saat matanya menatap Xue Yunran.
Lisin menyadari bahwa Xue Yunran sangat menawan dan menarik. Mata indahnya berkedip, seperti bintang - bintang di langit, melepaskan daya pikat yang menawan. Bibir merahnya yang cerah seperti ceri yang menginginkan sebuah gigitan.
Xue Yunran mengenakan gaun hitam, Semangkanya menonjol dibalik bajunya. Setidaknya memiliki ukuran 36D.
Sungguh ukuran yang fantastik.
Belahan dadanya yang seputih salju sangat mempesona. Lisin bahkan berpikir bahwa akan lebih baik jika dia bisa meraihnya, dan melihat bagian dalamnya.
Dari pengamatannya, tubuhnya sama dengan Zhang Fei. Keduanya memiliki kedudukan yang terbaik di dunia.
Menarik, Ini adalah yang terbaik. Walaupun wanita ini kakak iparnya, tetap saja Lisin memiliki batasan. Jika dia tidak sanggup lagi bertahan, Joni agung akan mengeksekusinya langsung.
Lisin merasakan darahnya mendidih, dan Tanpa sadar dia mendirikan tenda di bagian bawah, Joni kamu harus bersabar kawan.
"Nona Xue, rahasia apa yang ingin kamu sampaikan padaku?..." Wajah Lisin sedikit merah. Napasnya menjadi agak tergesa - gesa.
Lisin bersumpah jika keduanya berada di hotel, bukan di depan Villa pribadi Zhang Fei, dia akan memiliki malam yang indah dengan Xue Yunran yang menggodanya.
__ADS_1
Bersambung...