
Satu Minggu berlalu...
Dengan sumber keuangan yang Lisin miliki, Semua Bisnis dan properti Juragan Suryo telah di ambil alih oleh Lisin seorang.
Awalnya kedua orang tuanya menentang keputusan ini dan lebih memilih untuk menjadi orang biasa, ayahnya tetap ingin bekerja sebagai tukang bangunan, namun apakah Lisin akan menurutinya, tentu saja tidak, dengan ancaman tidak akan kuliah kedua orang tuanya menyetujui jika Lisin mengakuisisi semua bisnis dan properti peninggalan Juragan Suryo.
Karena hubungannya dengan kepolisian dan kejadian terorisme juragan Suryo, Lisin saat ini menjadi sosok penting di mata pemerintah, juga di desa Kabat Banyuwangi Lisin sendiri adalah simbol kepahlawanan, Banyak orang tua mendidik anaknya agar kelak menjadi sosok Lisin berikutnya.
Dengan bergantinya juragan desa semua warga desa sangat senang, dengan Ayahnya Lisin yang menjadi juragan baru, kini semua bisnis dapat berjalan lebih maju dari sebelumnya. begitu juga para pekerja baik yang lama ataupun yang baru mereka semua sangat bersemangat menjalani hidup mereka.
Lisin menghabiskan 1 Triliyun untuk mengakuisisi semuanya dan 5 Miliyar untuk melakukan sumbangan terhadap mereka yang membutuhkan tindakan ini di sambut hangat oleh warga setempat, dengan melalui Kepala Desa beserta staf-staf desa untuk membagikan bantuan kepada mereka yang kurang mampu. tentunya Lisin tidak ingin jika uangnya di salah gunakan oleh orang-orang tidak bertanggung jawab.
Siapa yang tidak mengenal Lisin yang menghancurkan terorisme juragan Suryo, Semua staf desa tidak ada yang berani tidak melakukan tugas mereka dengan benar.
Layaknya seorang besan Pak Saman ayahnya Ratih menjadi kepercayaan Ayahnya Lisin, keduanya adalah teman baik jadi mengetahui jika putrinya sangat dekat dengan Lisin Pak Saman sangat bahagia, jika Lisin tidak harus kuliah mungkin Ratih akan di nikahkan dalam hitungan hari.
Setiap kepergian Lisin yang mengunjungi desa, akan selalu ada sanjung dari masyarakat setempat, bahkan teman-temanya akan memperlakukan dirinya seperti seorang leluhur dan itu membuat Lisin tidak berdaya.
Kehidupan di kampung sangat berbeda dengan 3 tahun sebelumnya, Saat ini Lisin mendatangi Tempat usaha Ratih Chicken.
Demi membantu Ratih Lisin membeli sebuah tempat usaha sekelas KFC dan saat ini berganti nama Ratih Chicken, karena Lisin menggunakan resep yang ada di toko Sistem.Tempat ini Lebih sering di kunjungi oleh pengunjung dari pada tempat lainya, karena cita rasa yang membuat orang yang memakannya ketagihan.
"Mas Lisin kamu datang... " Ratih yang habis mengontrol tugas karyawan terkejut saat melihat Lisin.
"Aku hanya melihat-lihat... " jawab Lisin.
Dalam satu minggu ini tempat tersebut mengalami perubahan besar-besaran, baik tempat dekorasi maupun menu menggunakan arahan dari Lisin. sekarang tempat ini menjadi pilihan utama saat pelanggan mecari makanan cepat saji.
"Dek Ratih... jangan terlalu bekerja keras kamu bisa membiarkan karyawan yang mengambil alih... " Lisin berkata dengan khawatir.
Bagaimana tidak khawatir sejak mengurus tempat usaha Ratih chicken, Ratih berkerja sangat keras dan tanpa mengenal waktu.
"Hehehe... Semuanya telah terkendali Mas Lisin namun pelanggan datang pergi tidak ada habisnya, ini semua berkat resep dari Mas Lisin, Ratih minta maaf ya... Satu minggu ini Ratih tidak banyak menemani Mas Lisin... " Ratih merasa bersalah sebagai pacar dia seharusnya menemani Lisin namun dia sangat sibuk mengurus Ratih chicken.
"Tidak apa-apa... Mas Lisin pamit dulu... " Lisin mengendarai Lamborghini edisi terbatas pergi meninggalkan Ratih Chicken.
"Tongtingtong... Tongtingtong... " Lisin melihat jika ponselnya berbunyi dan itu dari Vita.
"Ya... Vita" Jawab Lisin
"Mas Lisin kapan Mengajak Vita Keluar... " Vita yang ada di sisi lain telepon bertanya.
"Vita... bagaimana jika malam ini... " jawab Lisin.
"Baiklah aku menunggu mu di asrama... Universitas PGRI Banyuwangi... " Vita sangat bahagia, sejak pertemuannya dengan Lisin terakhir kali dia memimpikan kapan akan bertemu dengan Lisin lagi.
Rindu itu berat ya memang berat namun saat rindu terobati dengan pertemuan maka rasa penantian akan hilang dan itu sepadan. tak ada sesuatu yang di dapatkan secara instan tanpa adanya pengorbanan, Setelah merias diri Dan menggunakan gaun yang indah Vita tidak lupa melakukan Siaran Langsung.
"Mbak Vita Love you... "
"Mbak kapan Live bareng sama Kakak tampan... "
"Yang di atas lagi bicarakan pacarku ya... "
"Tolong siapa ini... ngaku pacar orang lihat-lihat dong... "
"Malam semuanya... seperti yang kalian minta dari kemarin-kemarin hari, malam ini Vita akan keluar dengannya... " Vita dengan senyuman cerah berkata dalam siaran langsung.
"Ya... Akhirnya yang ditunggu bertahun-tahun datang juga... "
"Yang di atas kamu terlihat seperti orang tua yang menunggu penantian panjang... "
"Benar wkwkwkwk... "
"Sial... T_T"
"(O_O)"
Vita sangat senang melihat jumlah pemirsanya terus meningkat dan itu tidak berhenti di angka 100ribu. Lisin belum datang sudah banyak yang menanti bagaimana jika dia datang, memikirkan ini saja membuat Vita tersenyum sendiri.
"Mbak Vita cantik... "
"Di mana itu mbak... "
"Mana Kakak tampannya... "
"Baiklah semuanya, saat ini aku sedang menunggunya di jalan mungkin sebentar lagi akan datang... " Vita yang sedang melakukan siaran langsung tepat di pinggir jalan dekat asrama dapat melihat Lamborghini edisi terbatas milik Lisin datang dari arah selatan.
"Wow... sial kenapa Avanza ku ada di sana... "
"Yang di atas kamu buta ya... itu Lamborghini bro... pergi saja tidur nanti Mama mu nanti marah... "
"Sial... sedikit Familiar... "
"Aku ingat sekarang Mobil sport ini aku pernah melihatnya dari siaran langsung Host sebelah dan itu saat di tempat parkir sayang sekali hanya sebentar lalu di usir sama satpam... "
"Hahaha... yang itu aku tidak lupa bro... "
__ADS_1
"Sial... aku tidak menyangka jika Mobil sport itu ternyata milik pacarnya Mbak Vita... "
"Kapan aku punya pacar seperti ini... "
"Yang di atas satu kata untukmu Mimpi... "
Rentetan Komentar seperti air mengalir itu membuat Vita tidak bisa membacanya, Namun dia sangat senang melihat jumlah pemirsa mencapai 500ribu dan itu terus naik.
"Ayo masuk... " Pintu Lamborghini naik keatas seperti sayap burung membentang.
Vita tidak melewatkan momen ini, Dia terus melakukan Siaran langsung sedangkan Lisin mengemudi dengan tenang.
"Kamu sedang Video Call dengan siapa..." Lamborghini berhenti di lampu merah.
"Aku sedang siaran Langsung... " Vita menjawab dengan jujur.
"Siaran langsung... " Jawab sedikit linglung lalu menyadari sesuatu.
Sial... Apakan Vita memasukan aku ke dalam Siaran langsungnya... Vita... Vita... belum apa-apa saja sudah membuat masalah.
"Wow... kakak tampan... "
"Yang di atas pasti kamu menjilati layar ponselmu kan..."
"Menjijikan... "
"Sialan... T_T"
"Sayang... katakan sesuatu ke pemirsa... " Vita melihat Lisin dengan penuh harapan.
"Hallo... " Lisin tersenyum canggung dia tidak pernah tampil di depan banyak orang ya walaupun itu hanya siaran langsung.
"Walaupun pakaiannya sederhana namun tidak menutupi ketampanannya... "
"Benar... aku relah menukar hidupku demi orang seperti ini... "
"Yang di atas otakmu ke mana bukannya kamu akan mati saat bersama kakak tampan... "
"Hahaha... di saat dia mati di situlah aku akan menjadi penggantinya... "
Rentetan komentar tidak ada habisnya, Lisin yang sedang mengemudi sangat tertekan.
"Vita bisa kamu matikan siaran langsungnya Aku tidak ingin Malam ini akan terganggu oleh hal lain" Lisin sangat bingung dia hanya ingin menemani Vita dan tidak ingin menjadi terkenal.
"Maaf sayang aku akan mematikannya... " Pemirsa yang tahu jika Vita ingin mematikan siaran langsung sangat marah.
"Mbak Vita kamu jahat... "
"Benar aku akan berhenti mengikuti... jika Mbak Vita mematikan siaran langsung... "
"Berhenti saja kamu... kita sebagai penggemar tidak boleh egois, kita harus membiarkan Mbak Vita untuk memiliki waktu Privasi dengan kakak tampan"
Vita sedikit senang melihat ada orang yang mendukung keputusan untuk mematikan siaran langsung.
"Kemana kita akan pergi... " Lisin menjadi lega saat tau jika siaran langsungnya sudah di matikan.
Orang lain yang ingin menjadi terkenal sangat sulit, ada yang harus menari ala india, caya... caya... caya... ada yang harus memakan makanan yang tidak wajar seperti cabai satu truk, ada yang harus berpenampilan terbuka demi menarik pemirsa laki-laki, sedangkan Lisin tidak senang jika dirinya terkenal, sungguh tidak menghargai mimpi orang lain.
"Mas Lisin kita Ke cafe Dragon saja aku mendengar dari temanku jika di sana tempatnya sangat indah" Vita menyarankan.
Dragon Cafe yang berlokasi di Jalan Juanda No 46-49, Jajag, Banyuwangi. Suasana kekinian begitu kental di kafe ini. Area outdoornya sangat luas. Selain bangunan kafe di dalamnya terdapat perkebunan buah naga.
Fasilitas yang disediakan yakni ruangan pertemuan dan pentas live music. tempat yang indah saat di malam hari karena deretan lampu cantik yang ditata menggantung di area outdoor begitu mempesona. Terkesan romantis dan instagramable. Penggunaan furniture kayu yang dipakai juga menambah kesan menyatu dengan alam.
"Baiklah... " Lisin menyetujui.
Dragon Cafe saat ini telah di adakan pertunjukan musik Lisin yang memarkirkan Mobilnya sangat tercengang dengan keramaian tempat tersebut.
"Sepertinya ada pertunjukan yang di adakan di sini "
Lisin dan Vita duduk di tempat tertentu sambil memeriksa menu pesanan dan suara penyayi laki-laki menyebutkan namanya.
"Terimakasih semuanya malam ini lagu ini ku persembahkan untuk seseorang yang aku cintai dan dia saat ini ada di sini Vita... " Suara Penyanyi itu dapat terdengar melalui sound sistem.
"Wow... beruntung sekali wanita itu... "
"Benar di mana dia... suruh naik ke panggung untuk menemani Kak Rehan bernyanyi... "
"Sial... kenapa bukan aku... " Semua penonton sangat senang dengan nyanyian dan mainan gitarnya Rehan.
Dan setiap malam Minggu pasti akan ada pertunjukan musik yang akan Rehan tampilkan, dan sekarang banyak pengunjung cafe yang datang demi menonton pertunjukannya.
Penonton dapat mendukung penyanyi Cafe melalu pesanan minuman yang di khususkan kepada sang penyanyi, di mana uang dari hasil penjualan minuman tersebut akan di berikan kepada sang penyanyi.
"Vita... apa kamu ingin naik ke panggung? "
Cahaya lampu sorot di tunjukan terhadap Vita yang saat ini sedang duduk bersama dengan Lisin, jelas keduanya sangat bingung apa lagi Vita dia tidak menyangka jika Rehan seniornya di Universitas melakukan pertunjukan di sini, Rehan adalah salah satu pengejarnya di Universitas dan Vita selalu menolaknya.
__ADS_1
"Naik... "
"Naik... "
"Naik... "
semua penonton berteriak dengan menyuruh Vita untuk naik ke panggung, tentu saja Vita tidak mau karena malam ini dia datang dengan Lisin, apa lagi jika dia sangat membenci Rehan yang terkenal dengan Playboy yang mana suka berganti-ganti pasangan.
Mbak Vita emangnya Lisin tidak seperti itu juga ya.
Lisin yang duduk bersama Vita sangat tertekan niatnya hanya untuk makan malam dengan Vita namun selalu saja ada pengganggu yang menghampiri dirinya.
"Vita... Lisin... kamu di sini... " Beberapa teman Vita yang menemaninya saat reuni SMP dapat mengenali keduanya, dan mereka juga satu Universitas dengan Vita.
"Kalian... " Vita sangat senang sekaligus tertekan.
Senang karena bertemu dengan sahabatnya, tertekan karena Rehan menyuruhnya naik ke atas panggung.
"Vita kamu tidak perlu naik menemani Playboy itu... kemarin dia di kelurahan dari Universitas karena kasus kehamilan mahasiswi, kami juga tidak menyangka jika dia melakukan pertunjukan di sini"
"Naik... "
"Naik... "
"Naik... "
"Semuanya... mungkin Vita sedang malu jadi dia tidak ingin menemaniku bernyanyi... Baiklah lagu 'Separuh aku' untuk Vita dan kalian semua" Suara gitar dapat di dengar dan nyanyian menyertainya.
… Dan terjadi lagi
Kisah lama yang terulang kembali
Kau terluka lagi
Dari cinta rumit yang kau jalani
… Aku ingin kau merasa
Kamu mengerti aku mengerti kamu
Aku ingin kau sadari
Cintamu bukanlah dia
… Dengar laraku
Suara hati memanggil namamu
Kar'na separuh aku
Dirimu....
"Lagi... "
"Lagi... "
"Lagi... "
Setelah Lagu separuh aku dari Noah yang di nyanyian oleh Rehan selesai banyak penonton meminta rehan untuk bernyanyi lagi.
Namun Rehan turun panggung mendatangi Vita yang duduk bersama dengan Lisin.
"Malam Vita... " Perasaan bahagia Rehan terusik saat melihat jika Vita mengabaikannya dan memilih untuk memeluk lengan orang lain.
"Dia adalah pacarku... " Vita berkata sambil terus bersama dengan Lisin.
Sial... aku sudah lama mengejar Vita dan orang lain sudah memilikinya, tapi siapa yang peduli aku harus merebut Vita darinya.
"Pacarnya... Perkenalkan saya Rehan Seorang Musisi... " Rehan mengulurkan Tangannya.
"Lisin... " jawab Lisin sambilan menerima jabat tangan.
"Karena Kamu pacarnya kenapa kamu tidak menyanyikan lagu untuknya... Penonton Apakah kalian setuju jika saingan cintaku untuk bernyanyi"
"Sial... dia harus Bernyanyi... "
"Benar... biar wanita bernama Vita itu tahu jika Kak Rehan lebih baik dari pacarnya... "
"Nyanyi... "
"Nyanyi... "
"Nyanyi... "
Semua penonton sangat bersemangat di malam minggu seperti ini menikmati persaingan pertunjukan, banyak pasangan yang merasa sangat terhibur. sedangkan banyak wanita yang mengejar Rehan sangat senang menurut mereka Rehan adalah laki-laki sesungguhnya.
Lisin yang menjadi sorotan orang lain sangat tertekan, kenapa dia harus menyanyi, dia melihat kearah Vita dan Dia dapat melihat jika Vita menggeleng agar Lisin tidak menerima tantang dari Rehan.
__ADS_1
Namun siapa Lisin apakah dia akan diam saja.
Bersambung...