
Lisin positif membeli Lamborghini Urus, sedangkan Bos Dealer pergi mengurus berkas-berkas pembelian.
Demi menyelesaikan tugas sistem Lisin membeli dua mobil, satu Lamborghini Urus - Rp 8,5 miliyar dan yang kedua Mercedes Benz GL 400 - Rp 1,5 miliyar.
Sambil menunggu Bos Dealer mengurus berkas-berkas pembelian, Lisin dan Ratih duduk di ruang tunggu.
"Mas Lisin... Mobilnya mahal-mahal di sini apakah mas Lisin punya uang... " Ratih bertanya.
"Uang... punya sedikit... " Jawab Lisin.
"Sedikit apanya... Mobil yang mirip dengan punyanya Pak lurah aja paling murah 365 juta dan Mas Lisin beli dua mobil, berapa banyak uang yang di miliki Mas Lisin" Lisin tidak mungkin jika menjawab 10 miliyar dana dari sistem dan memiliki saldo 9 triliyun lebih di akun bank.
"10 Miliyar..." Mau tidak mau Lisin menjawab.
"10 Miliyar... Mas Lisin tidak bercanda kan, uang sebanyak itu dapat dari mana... ayah Ratih aja kalo dagangannya habis hanya dapat 50 ribu kalo gak habis ya di bawahnya... " Ratih berkata dengan mendesah, dia juga ingin kerja namun orang tuanya tidak memperbolehkannya.
"Mas Lisin apakah ada pekerjaan untuk Ratih, Ratih ingin menghasilkan uang seperti Mas Lisin... " Melihat Ratih seperti ini membuat Lisin sedih.
"Kenapa kerja capek-capek kerja, Dek Ratih tidak usah kerja Nanti tiap bulan Mas Lisin transfer uang jajan 10 juta gimana... " Lisin berniat menyenangkan Ratih namun siapa Ratih, mana mau dia menerima gaji buta.
"Mas Lisin kamu seperti OM OM yang ada di sinetron yang suka memberi uang ke gadis sekolah" Ratih menatap Lisin dengan tatapan aneh.
Sial... niatku hanya memberimu uang dengan ikhlas tanpa maksud apa-apa, kenapa kamu menyamakan aku dengan OM OM yang sukanya melakukan itu dengan gadis sekolah dengan memberinya uang sebagai imbalan.
"Mas Lisin tidak ada niatan seperti itu... "
"Mas Lisin, Ratih tidak ada niatan meminta uang dari Mas Lisin, Ratih hanya ingin mendapatkan pekerjaan... " Ratih berkata dengan cemberut.
Hade... Susah bener bicara dengan Ratih pasti ada-ada aja yang di samakan dengan sinetron.
"Dek Ratih bisanya apa... nanti Mas Lisin bantu memikirkan solusi... jadi jangan sedih lagi"
"Ya... Ratih bisanya, Ngulek Sambel, Goreng-goreng ya... segala jenis pekerjaan rumah lah... "
Sungguh istri idaman... jika di bandingkan gadis jaman sekarang bisanya hanya goyang tiktok jika di suru masak hanya bisa masak air aja.
"Jika Mas Lisin jadi suaminya Ratih, Ratih juga bisa pekerjaan ranjang... " Ratih berkata dengan malu.
"Engga... " Sial... joni jangan macam-macam, Lagian Dek Ratih kenapa membahas pekerjaan ranjang segala sih kan bisa tidak menyebutkannya.
"Ada apa Mas Lisin... "
"Tidak... tidak apa-apa... "
"Karena Dek Ratih bisanya Ngulek sambel dan goreng-goreng kenapa tidak jualan ayam geprek aja... " Lisin menyarankan.
"Mas Lisin pintar kenapa Ratih tidak berpikir ke sana tapi bukanya banyak uang untuk membuka warung ayam geprek... " Ratih awalnya bersemangat kemudian menjadi sedih saat memikirkan biaya untuk membuka warung geprek.
"Uang... Mas Lisin yang akan mengurus semuanya Dek Ratih tenang aja"
"Terimakasih Mas Lisin... " Ratih yang merasa senang mencium pipi kiri Lisin lalu tersenyum cerah.
Kemudian Bos Dealer datang dan membahas penandatanganan dan Lisin yang awalnya duduk dengan tenang menjadi marah.
"Apa maksudnya ini... kenapa jumlahnya menjadi di bawah 10 Miliyar kenapa kamu main turunin harga" Lisin marah saat melihat jam dinding karena kurang dari 5 menit lagi waktu yang di berikan sistem akan habis.
"Bapak Lisin harap tenang... kami tidak asal menurunkan harga ini semua karena adanya diskon 1% jadi totalnya menjadi 9,9 Miliyar" Bos Dealer dengan senyuman cerah menjelaskan, demi membuat hubungan yang baik Lisin, Bos Dealer memberikan Diskon tersebut.
Sialan ni Bos dealer... aku hanya ingin menghabiskan 10 Miliyar dana sistem dan menyelesaikan tugas sistem, eh... situ main potong diskon aja, emang cari masalah ni orang... belum tau siapa Lisin itu apa.
__ADS_1
"Aku tidak membutuhkan Diskon... Aku akan membayarnya 10 Miliyar, Bos dealer bisa menjadikan Uang diskonnya sebagai bonus untuk resepsionis sebelumnya"
Bos dealer sangat sedih dia ingin membuat koneksi dengan memberi diskon 1% namun di tolak oleh pihak lain.
Orang lain akan senang mendapat potongan diskon eh orang di depannya marah saat tau jika mendapatkan diskon.
orang lain dengan berbagai cara ingin mendapatkan diskon eh orang di depannya dengan berbagai cara ingin menolak diskon.
Berapa banyak potong 1% dari 10 Miliyar itu adalah 100 juta dan Lisin ingin memberikannya ke resepsionis wanita sebelumnya. sungguh pemikiran orang kaya sejati.
"Baiklah bapak Lisin aku akan melakukannya seperti perkataan Bapak Lisin... "
"Ya... Gitu dong dari tadi... " Lisin mengeluarkan kartu ATM dan menyerahkannya ke Bos Dealer.
Setelah menyelesaikan serah terima dua mobil Lisin bingung ingin pergi dengan yang mana, mobil yang mahal atau yang murah jadi Lisin bertanya aja ke Ratih.
Mobil 1,5 Miliyar dianggap murah nangis orang kaya yang naik mobil sedan.
"Dek Ratih kita ke rumah sakit menggunakan yang mana?" Lisin bertanya ke Ratih yang masih belum percaya dengan apa yang di lihatnya.
Apakah ini masih temanya yang dulu bermain saat masih kecil dengannya, Orang mana yang tidak terkejut jika orang yang kamu kenal tiba-tiba menjadi kaya.
"Mas Lisin keduanya tidak ada yang murah... "
"Yaudah kita akan menggunakan yang putih Mercedes Benz GL 400 aja... " Lisin memutuskan menggunakan mobil yang murah namun Ratih seperti ingin yang Lamborghini Urus.
"Ratih bingung Mas Lisin... karena Kuning adalah warna kesukaan Ratih... "
"Kalau begitu kita naik Lamborghini Urus saja... " Melihat Ratih yang mengangguk Lisin langsung mengemudikan Lamborghini urus ke jalan raya banyuwangi.
(DING...)
(Selamat tuan rumah telah menyelesaikan tugas sistem menghabisi dana sistem sebesar 10 Miliyar dalam waktu 1 jam)
(Mendapatkan 5 Miliyar)
(Mendapatkan kartu keterampilan Master alat musik)
Lisin yang mengemudikan Lamborghini urus sangat senang karena mendengar pemberitahuan sistem kemudian ada pesan masuk di ponselnya.
"Selamat Sore, Kami dari BRI memberitahukan kepada pemilik Akun dengan nomor 68251783 telah melakukan transaksi transfer pada pukul 15:22 sejumlah Rp 5 Miliyar dan Jumlah Saldo: Rp9.875.567.750.000"
Untuk Lamborghini edisi terbatas dan Mercedes Benz GL 400 Bos Dealer akan membantu mengirimkannya dan Lisin menggunakan alamat Villa Solong Banyuwangi yang bertempat di Jl. Yos Sudarso, Lingkungan Sukowidi, Klatak, Kec. Kalipuro, Kabupaten Banyuwangi, Walaupun Villa ini bukan pribadi namun Lisin sudah memberitahu pengurus di sana melalui panggilan ponsel.
Di Dealer Mobil banyuwangi...
"Ini Slip bonus yang di kirim ke rekening kamu... " Resepsionis Senior sangat bingung kenapa anak baru mendapatkan bonus.
"100 juta... Bos apa ini tidak salah... " Resepsionis baru itu berteriak terkejut.
"Biar kulihat... " Resepsionis senior mengambil slip gaji itu lalu terdiam karena shock.
Dia sudah lebih dari 10 tahun kerja di Dealer mobil dan gaji bulanannya adalah tertinggi di antara karyawan lainya, kisaran 3 jutaan ada pun tunjang hari raya hanya mendapatkan 1 juta, dan sekarang anak baru mendapatkan bonus sebesar 100 juta bagaimana dia tidak cemburu.
"Bos ini pasti ada yang salahkan " Tidak hanya resepsionis senior yang bingung banyak karyawan lainya juga tidak percaya. Mungkinkah anak baru tersebut adalah simpanan Bosnya.
"Bos... Saya tidak bisa menerima uang sebanyak ini orang lain akan salah paham... "
"Kamu pantas menerimanya, sebenarnya bonus 100 juta ini bukan dari ku atau pihak perusahaan, ini semua di berikan langsung kepadamu oleh pelanggan yang sebelumnya kamu layani dengan baik jadi terimalah... " Si Bos tersenyum lalu pergi meninggalkan semua karyawan yang shock di tempat.
__ADS_1
Semua karyawan sangat iri terhadap anak baru karena mendapatkan bonus sebesar 100 juta kapan giliran mereka yang akan mendapatkan bonus sebesar itu.
Yang paling menyesal dan merasakan kehilangan adalah resepsionis senior dia adalah orang pertama yang melihat kedatangan Lisin dan Ratih namun menyuruh anak baru untuk melayani pelanggan tersebut dan ternyata pelanggan tersebut membeli 2 unit mobil.
Yang membuatnya tidak Terima adalah bonus sebesar 100 juta hanya sekedar melayani pelanggan, hal ini sangat muda bagi resepsionis senior jika tahu pelanggan tersebut akan memberikan bonus sebesar 100 juta dia tidak akan menyuruh anak baru dan akan melayaninya sendiri.
"Semuanya akan ku traktir Bakso Mercon Memet ya" anak baru itu jelas sangat senang mendapatkan bonus 100 juta jadi dia akan mentraktir semua karyawan di sana.
Melihat semuanya bahagia walaupun hanya traktir Bakso anak baru itu mendatangi resepsionis senior dan berterimakasih, jika bukan karena seniornya anak baru itu tidak akan mendapatkan bonus, sedangkan seniornya hanya tersenyum kecut.
Lisin jelas tidak tahu jika niatnya untuk menyelesaikan tugas sistem berakhir dengan membuat satu orang bahagia dan banyak orang sedih, Lamborghini urus berhenti di depan rumah sakit blambangan banyuwangi.
"Pa... Ma... ayo pulang bersama" Lisin dan Ratih baru saja masuk ke bangsal VIP.
"Nak... Siapa yang bersamamu... " Kedua orang tuanya tidak menyangka jika Lisin membawa seorang gadis di belakangnya.
"Hallo Om, Hallo Tante... " Ratih melakukan sungkem seperti apa yang Lisin sebelumnya lakukan.
"Bukankah kamu anaknya... Pak Saman kenapa kalian bisa bersama... " Ibunya Lisin berkata dengan heran.
"Ratih dengan mas Lisin berpacaran Tante... " Ratih menjelaskan dengan Malu-malu.
"Oh bagus kalau begitu secepatnya aja kalian menikah... " Ayahnya Lisin langsung bersemangat.
"Ya secepatnya aja menikah... Tante ingin menggendong Cucu" Melihat kedua orang tuanya Lisin hanya bisa tersenyum kecut.
"Nak Ratih kamu sudah siap menikah dengan Lisin?" ibunya Lisin bertanya.
"Ratih siap tante... Setelah menikah Ratih ingin punya 11 anak... " Ratih menjadi bersemangat.
"Hahaha... bagus itu adalah semangat anak muda, bagaimana denganmu Lisin... " Ayahnya bertanya.
Sial... ingin punya 11 anak emangnya kamu ingin mendirikan kesebelasan sepak bola, Ratih... Ratih...
"Pa... bukannya Papa menyuruh Lisin untuk kuliah kenapa sekarang harus cepat-cepat menikah" Mendengar alasan dari Lisin Ratih bersedih.
"Nak Ratih jangan bersedih... Lisin juga... orang kuliah kan ada yang sudah menikah kenapa kamu tidak bisa... " Ayah dan ibunya menatap Lisin dengan tajam.
"Ya... karena... Lisin belum siap aja untuk menikah... kita berdua baru saja pacaran jadi perlu pengenalan lebih dalam lagi... benarkan Ratih" Lisin tidak bisa menghadapi orang tuanya jadi dia menyeret Ratih juga.
"Tapi kan Ratih sudah mengenal Mas Lisin dari kecil bahkan sebelumnya Ratih juga melihat itunya Mas Lisni yang tersengat Lebah" Ratih dengan polos berkata.
Sial... kenapa kamu membawa hal itu segala kamu kan bisa membuat alasan lain.
"Tersengat lebah... " Ayah dan ibunya Lisin jelas Bingung dengan apa yang di maksud Ratih.
"Benar Tante... Mas Lisin Sebelumnya Mandi-" Lisin langsung menutup mulut Ratih yang ember dengan tangannya.
Sial... Ratih kamu tidak perlu menjelaskan panjang lebar kali tinggi. sumpah jika aku punya istri yang seperti ini aku akan mati muda.
"Mandi... kalian madi bersama... jangan bilang kalian sudah... " Lisin menggelengkan kepala berulang kali.
"Ini tidak seperti yang Papa dan Mama kira... Ini tentang... tentang... Rumah kita... Benar Lisin sudah mendapatkan Rumah lama yang Mama jual kembali"
"Rumah yang lama... Bagus kita bisa pulang sekarang... " Keduanya langsung melupakan apa yang di katakan Ratih sebelumnya.
"Ratih... Kamu harus tutup mulut mengerti... " Lisin berbisik ke terlinga Ratih.
"Kalau begitu ayo kita pulang... "
__ADS_1
Jalanan kota Banyuwangi Lamborghini Urus melaju dengan pelan Lisin, Ratih dan kedua orang tuanya ada di dalamnya.
Bersambung...