Kehidupan Dengan Sistem Kekayaan

Kehidupan Dengan Sistem Kekayaan
Kehidupan Dengan Sistem Kekayaan Episode 270


__ADS_3


Lisin tersenyum kecut saat dia mengemudikan mobilnya, dan sedikit rasa sakit melintas melewati matanya. Dia benar - benar kecewa terhadap Zhang Fei karena telah mengusirnya.


Lisin juga seorang pria sekaligus suami yang memiliki martabat sendiri. Dia malu karena Zhang Fei memintanya untuk pergi di depan begitu banyak orang. Tidak hanya itu tetapi hatinya juga sakit. Hubungannya dengan Zhang Fei baru saja membaik tetapi sekarang mereka kembali pada titik awal.


Mobil BMW putih berhenti di Villa elite kawasan laut timur. Dia turun dari mobil, langsung menuju kedalam Villa. Sosoknya tampak kesepian. Kesalahpahaman antara dirinya dengan Zhang Fei sekali lagi diciptakan kembali.


Seorang suami yang melihat istrinya di rayu oleh pria lain, pastinya akan membuat suami tersebut marah. Siapapun yang berdiri pada posisi yang sama dengan Lisin, pastinya akan melakukan hal yang sama seperti merusak Undangan secara langsung.


Lisin merasa apa yang dia lakukan adalah hal yang lumrah. Dia merasa tidak bersalah sama sekali, namun Zhang Fei tidak memahami maksud dari tindakan Lisin. Inilah yang membuat Lisin sangat kecewa dengannya.


Lupakan hal itu, Saat ini Lisin ingin bertemu dengan Mei Lan untuk melupakan Zhang Fei.


"Tuan Li..." Sapa Mei Lan saat melihat Lisin yang baru saja datang.


Saat Mei Lan melihat ekspresi tidak menyenangkan dari Lisin. Dia langsung memahami jika Lisin sedang dalam masalah dengan wanita lain. Mungkin dengan istrinya seperti yang terakhir kalinya.


Sebelum Mei Lan bertanya tentang sesuatu yang lain. Bibir Lisin langsung menutupi bibir milik Mei Lan. Tidak hanya itu, Lisin langsung mendorongnya kebelakang.


"Tuan Li, Kita bisa melakukannya di dalam kamar..."


Mereka berdua Langsung pergi ke kamar terdekat. Entah mengapa sejak Lisin memiliki kesalahpahaman dengan Zhang Fei. Dia akan memikirkan Mei Lan. Sebenarnya Lisin tidak ingin membuatnya sebagai tempat pelampiasan. namun dia tidak bisa berpikir dengan jernih lagi.


"Kraak..."


Lisin tidak memikirkan kancing baju Mei Lan yang belum terlepas, Dia menggunakan satu tangannya untuk merobeknya. dan memperlihatkan sepasang gunung kembar di balik robekan baju tersebut.


"Ahhhh..."


Mei Lan mendesah, Lisin menenggelamkan seluruh wajahnya dalam pelukan hangat dalam paduan dua gunung kembar. Hal tersebut membuat Mei Lan merintih kesakitan, namun senyuman ekstasi terlihat di wajahnya yang cantik.


Setelah satu kali melakukannya dengan Lisin, hal tersebut membuat Mei Lan seperti kecanduan atas rasa kenikmatan yang Lisin berikan. Walaupun Lisin bermain dengan kasar, hal itu membuat Mei Lan semakin menginginkan lebih.


Di bandingkan dengan Mei Lan sebelum kehilangan keperawanannya, Mei Lan saat ini seperti dua orang yang berbeda. yang sekarang seperti wanita Mesum yang akan menerima pelampiasan dari Lisin kapan saja.

__ADS_1


Mei Lan tidak masalah jika hanya dijadikan wanita pelampiasan, selama tubuhnya dibutuhkan oleh Lisin, dia akan memberikannya dan melakukan apapun untuknya. Sekarang dia hanya bisa menggunakan tubuhnya dan itu satu - satunya yang bisa dia lakukan.


"Ahhh..."


Lisin menggunakan lidahnya untuk membungkus kismis milik Mei Lan, terkadang dia mengigit juga menghisapnya. Tangan lainnya mengarah pada bagian bawah Mei Lan. Dia membuat robekan lainnya tepat pada pangkal pahanya. saat kain yang menutupi bagian bawah terlepas, itu memperlihatkan sesuatu yang hangat dan menakjubkan.


"Ahhh..."


Lisin menggunakan jari - jarinya pada bagian pintu masuk. Hal lembut tersebut dapat membuat siapapun akan ketagihan. secara perlahan, jari - jarinya masuk kedalam, dan bergerak - gerak hingga membuat tubuh Mei Lan bergetar hebat.


"Aaaa... Tuan Li..."


Lisin tidak peduli seberapa basah tangan miliknya, dia terus menerus menggerakkan tangannya hingga mengeluarkan suara keceplak - kecepluk.


Kini Mei Lan terlihat lemas, mungkin dia baru saja keluar hanya dengan gerakan jari - jari milik Lisin. Dengan sekujur tubuhnya telanjang, Lisin dengan perlahan melepaskan pakaian yang dikenakannya. Dapat terlihat jika Joni agung menjulang tinggi.


"Tung... Ting... Tang... Teng... Tong..."


Saat Lisin hendak memasukannya, seperti biasa Ponselnya berbunyi. Dia menghentikan tindakannya, kemudian melihat layar ponselnya. Saat Lisin melihat jika yang menghubunginya adalah Zhang Fei, dia semakin kesal kemudian mematikan ponselnya agar tidak ada pengganggu lagi.


Malam yang membagongkan terjadi, Villa Laut Timur bergoyang.


.....


Villa Pribadi.


Zhang Fei melihat Ponselnya dengan sedih dan sedikit kerinduan. Dia memiliki ekspresi yang cukup rumit. Dia tahu jika suaminya hanya berusaha melindunginya dari pengejar Hao Ma.


Saat dia pulang kerumahnya, dia tidak menemukan mobil BMW putih milik Lisin. dia juga tidak menemukan keberadaan Lisin. Bibi Nam juga mengatakan jika Lisin belum pulang.


Zhang Fei menyesali perkataannya. Dia tidak berniat mengusir Lisin. Bahkan setelah Lisin pergi dia tidak tahu harus berbuat apa.


Sekarang dia baru saja menghubungi Lisin, dan akan meminta maaf. namun Lisin tidak menjawab panggilan darinya juga tidak bisa dihubungi lagi setelahnya. Zhang Fei menduga jika Lisin sangat marah atau mungkin kecewa dengan keputusannya mengusir Lisin.


Apa yang Lisin lakukan sama dengan kebanyakan seorang suami bertindak. Bagi Zhang Fei mungkin Undangan tersebut sangat penting, namun dia mulai menyadari jika Sosok Lisin lebih penting.

__ADS_1


Mengapa dirinya tidak mengatakan kepada Lisin jika perusahaan miliknya memiliki kesulitan. Jika dia mengatakannya mungkin Lisin bisa memberikan solusi untuknya.


Zhang Fei menutup gorden berharap dia bisa melalui malam ini dengan tidur pulas, namun hasilnya dia kesulitan untuk tidur.


.....


Sore hari berikutnya.


Villa Laut Timur yang baru saja bergoyang perlahan berhenti. Pertanda jika pertempuran mengguncang langit di dalamnya sudah berakhir dengan gencatan senjata.


Lisin dan Mei Lan melakukannya dari malam hari hingga sore hari berikutnya. Lisin yang baru saja bangun, merapikan selimut untuk menutupi tubuh Mei Lan yang tidak sadarkan diri.


Lisin hanya bisa menyalahkan dirinya sendiri, sepertinya dia melakukannya dengan terlalu keras. Bahkan Mei Lan mengalami pendarahan. dia ingat jika Mei Lan belum lama ini kehilangan keperawanannya.


Lisin membeli pill penyembuhan untuk Mei Lan agar kondisinya cepat pulih. Lisin tidak ingin memikirkan lagi tentang Zhang Fei. namun sulit untuk melupakannya.


Lisin berharap jika setelah dia tidur dengan Mei Lan. Maka dapat dengan cepat melupakan tentang kekesalannya dengan Zhang Fei. Sekarang, walaupun jauh lebih baik dari sebelumnya, namun dia akan kesal jika memikirkan tentang kejadian kemarin malam.


Lisin pergi dari Villa Laut Timur saat sore hari yang mana sebentar lagi akan menjelang malam.


Mobil BMW putih berhenti di depan Bar berbintang paling terkenal di kota Shanghai. Malam ini Lisin ingin pergi minum, dia ingin mabuk hanya ingin melupakan masalah dengan Zhang Fei, namun Lisin akan kecewa jika tubuhnya memiliki ketahan terhadap alkohol.


Kedua penjaga keamanan menatap Lisin dengan jijik di mata mereka. Sebagian besar dari penjaga keamanan menghakimi orang berdasarkan penampilannya, untuk mengetahui apakah seseorang tersebut kaya atau tidak. dan di mata mereka sosok Lisin tidak perlu di pertanyakan lagi. selain sederhana, tidak ada hal penting lainnya selain ketampanan yang Lisin miliki.


Lisin tahu jika dua penjaga berniat untuk menghentikan dirinya. namun saat dia akan berhadapan dengan kedua penjaga, suara lembut terdengar tidak jauh dari tempat Lisin berdiri.


"Hai, Kita bertemu lagi. Tuan Dermawan..." Sapa wanita cantik yang tidak mengetahui nama Lisin sebelumnya.


"Kamu..."


Lisin melihat sekeliling dan melihat seorang wanita menggoda datang dari arah lainnya. Wanita itu mengenakan gaun merah dan berjalan mendekati Lisin.


Keterkejutan melintas pada kedua mata Lisin. Dia tidak berharap akan bertemu dengannya lagi. Wanita menggoda itu tidak lain adalah Xue Yunran, wanita yang ia tolong saat mengalami kesulitan Ban mobil bocor. Sekaligus kakak iparnya.


Bersambung...

__ADS_1


__ADS_2