Kehidupan Dengan Sistem Kekayaan

Kehidupan Dengan Sistem Kekayaan
Kehidupan Dengan Sistem Kekayaan Episode 314


__ADS_3


Malam hari.


Dengan kode keras dari Wang Xia, Lisin langsung pergi ke apartemen milik Wang Xia. Dia juga tidak lupa berdoa agar tidak ada pengganggu.


Tepat saat Lisin baru saja tiba Wang Xia langsung menyambut kedatangannya.


"Kakak Li, ayo masuk dan makan di apartemenku..." Wajah Wang Xia memerah dan dia berkata, semoga saja Lisin tidak menolak tubuhnya.


Membuat masakan lebih, tentu saja hanya skema Wang Xia yang ingin memperkosa Lisin yang polos. Dia tidak tanggung - tanggung membeli Afrodisiak dan mencampurkannya kedalam makanan yang dia masak agar rasa masakannya lebih nikmat. Ekspresi wajah mungilnya memiliki keinginan dan perjuangan. Hatinya gatal saat dia menunggu jawaban dari Lisin yang berdiri didepannya.


Lisin sendiri tidak menyangka jika Wang Xia begitu perhatian. Bahkan mengenakan pakaian yang sedikit terbuka dan tipis. Apakah dia tidak tahu, tindakannya akan merusak pikiran polos Lisin.


Melihat mata penuh harapan Wang Xia, Lisin tidak berani menolak.


Bagaimana dia bisa menolak gadis yang begitu cantik dan panas didepannya?


"Oke, aku sudah di sini. Tidak mungkin aku menolaknya..." Lisin tersenyum.


Hmm, Aku hanya akan makan saja. Aku tidak akan membuat kesalahan yang merugikan Wang Xia. Pikir Lisin.


Namun, seorang gadis yang mengundang seorang pria ke apartemennya membuat Lisin bertanya - tanya.


Apa yang diinginkan wanita ini, dan apa niatnya. Apakah dia ingin tidur dengannya di apartemennya?


"Mengapa begitu sepi? Dimana Bibi?..." Lisin yang memasuki ruangan yang sangat panas langsung bertanya.


Wang Xia melengkung bulu matanya yang indah, dan berkata, "Karena semua hutang sudah terselesaikan, beliau memilih tinggal di kampung dan mengurus lahan yang ada di sana. Aku akan pulang setiap akhir pekan..."


"Saat ini aku tinggal bersama tanteku, sekarang dia keluar karena memiliki sesuatu yang penting. Jadi malam ini kita akan aman..." Wang Xia Berkata dengan kemerahan.


Aman!


"Jadi Begitu?!..." Lisin mengangguk dia melihat Wang Xia dengan hati - hati.


Wang Xia memiliki wajah yang cantik dan hidung yang baik. Dia tersenyum seperti bunga yang mekar, sangat indah. Seluruh ruangan diterangi oleh senyum cerah miliknya.

__ADS_1


"Baunya sangat enak, Aku tidak menyangka jika kamu pintar memasak..." Lisin langsung memberikan pujian.


"Terimakasih..."


Tepat setelah Lisin memuji, Wang Xia membawa masakan dan meletakkan di atas meja. Dia tidak lupa kembali lagi ke dapur untuk mengambil sesuatu lainnya.


Lisin yang menunggu sedikit melihat sekelilingnya dan menemukan dua kamar tidur. Beberapa pakaian wanita dan masih banyak lagi lainnya. Satu kamar sedikit terbuka, dan Lisin yang penasaran mendekatinya.


Dia menemukan pakaian dalam yang cukup besar, ini pastinya bukan milik Wang Xia tetapi milik tantenya. Semakin Lisin menelusuri dia menemukan sesuatu yang tidak terduga. Itu beberapa mentimun di atas ranjang dan ukurannya cukup bervariasi.


Mentimun?!


Untuk apa mentimun di atas ranjang, Sepertinya tante Wang Xia memiliki hobi yang cukup aneh seperti makan mentimun di atas ranjang.


Yang benar saja, Lisin yang polos tidak memahami kegunaan mentimun. Ada banyak kegunaan lain selain sebagai makanan. Tidak mengetahui penggunaannya membuktikan bahwa Lisin masih bocah yang naif, dan Dia layak menjomblo selamanya.


Merasakan kedatangan Wang Xia, membuat Lisin kembali duduk dengan cepat - cepat di depan masakan yang telah tersedia di atas meja.


Wang Xia dengan perlahan duduk di tempatnya, dia mengenakan rok hitam, semangkanya yang lembut membentuk kurva yang sempurna, dia terlihat sangat menawan. Di bawah rok ada kaki - kaki seputih salju, yang menarik perhatian.


Lisin yang duduk di sebrang meja, dapat melihat pakaian dalam yang terlihat transparan. Dia tidak tahu lagi harus menanggapinya bagaimana. Wang Xia terlihat seperti menyuruh Lisin untuk memperkosanya.


Karena di atas meja banyak makanan, Lisin ingin mengajak Wang Xia makan juga. Dia bisa saja menghabiskan semua makanan di atas meja. Tetapi tidak enak saja makan sendiri sedangkan orang lain hanya bisa melihatnya.


"Kakak Li, kamu bisa menghabiskan semuanya, Aku sudah makan sebelumnya jadi masih terasa kenyang..." Wang Xia hanya membuat alasan dia tahu didalam makan terdapat Afrodisiak.


"Oke..." Lisin dengan lahap memakannya.


Saat Lisin menghabiskan beberapa sendok makan saja, dia menemukan sesuatu yang aneh. Juga merasakan perasaan familiar dan Dejavu. Mengapa juga Wang Xia mencampur afrodisiak kedalam makanan.


"Duarrrrr..."


Joni agung langsung mengamuk, itu merusak resleting celana dan memperlihatkan Joni agung yang menjulang dan terbungkus pakaian dalamnya.


Wang Xia, kamu harus bertanggung jawab. Pikir Lisin dengan kesal.


"Kakak Li, kamu baik - baik saja?..." Wang Xia memiliki wajah yang memerah seperti anggur kemerahan dan bibir kecilnya semerah ceri, yang menyulitkan pria untuk menolak saat akan melanggarnya.

__ADS_1


Bagaimana tidak ada yang terjadi, ketika seorang lelaki dan perempuan tinggal di ruangan yang sama? belum lagi dengan keadaan Joni Agung yang meronta - ronta.


Lisin tidak memperdulikan lagi makanan yang ada di atas meja, dia mendorong dan memegang Wang Xia ke tempat tidurnya. Lisin mengambil napas dalam - dalam dari afrodisiak yang mempengaruhinya dan mulai kehilangan akalnya.


Lisin membaringkan Wang Xia di tempat tidur sambil perlahan melepas bajunya dengan tidak sabaran.


"Jangan terburu - buru. Semangkanya tidak akan pergi kemana - mana..." Kata Wang Xia dengan lembut. Dia memiliki wajah memerah dengan mata tertutup dan membiarkan Lisin melakukan apa yang diinginkannya.


Sementara Lisin menyentuh semangat bulat dan siap untuk pergi ke langkah berikutnya, seseorang tiba - tiba membuka pintu ruang tamu. Wang Xia terkejut dan hampir melompat keluar. Dia langsung duduk tegak dengan mata terbuka lebar.


Jelas orang yang membuka pintu adalah tantenya sendiri. Lisin sekarang bersamanya di apartemen tantenya, Keduanya akan mendapat masalah jika mereka tertangkap.


Meskipun tantenya tidak menikah dan tinggal sendirian, Tetapi Tantenya adalah kelelawar malam dan biasanya tidak akan kembali sampai tengah malam. Beberapa hari yang lalu bahkan kadang - kadang tinggal di luar semalaman. Karena itulah Wang Xia berani membawa Lisin yang polos ke kamarnya. Dan berniat memperkosanya berulang kali.


Namun, tiba - tiba tantenya datang dan membuka pintu dari luar, bagaimana Lisin dan Wang Xia tidak takut?


Keduanya ingin menggali lubang untuk bersembunyi.


Pintu itu tidak dikunci dan Tantenya tidak tahu jika ada Lisin di kamar Wang Xia. Dia masuk dan menemukan makanan yang masih hangat di atas meja.


"Aneh sekali, Xia Xia memasakkan hidangan untukku. Karena kebetulan aku lapar aku akan sedikit memakannya..." Wang Hana langsung memainkannya langsung.


Setelah beberapa suap sendok makan, Wang Hana merasakan sesuatu yang aneh. Dia memiliki ekspresi tidak nyaman.


"Xia Xia, kamu tambahkan apa di dalam makanan ini?..." Wang Hana berteriak, dia langsung menuju ke kamar keponakannya.


Dia entah mengapa memiliki keinginan biologis yang memuncak.


Wang Hana sangat cantik. Kulitnya seterang putih salju, dan matanya berkilau seperti bintang di langit. Wajahnya sesempurna giok terpahat.


Dia mengenakan gaun putih yang memamerkan sosok tubuhnya yang sempurna, dadanya, pantatnya dan kakinya tidak bisa disembunyikan di bawah lapisan pakaiannya.


Dia adalah keindahan kedewasaan, yang lebih menarik dari kepolosan yang dimiliki Wang Xia.


Lisin sangat frustasi, dia sedang dalam pengaruh afrodisiak dan Wang Xia sudah siap dan pasrah. Siapa sangka jika ada seseorang yang mengganggunya.


Dalam beberapa langkah lagi Wang Hana akan memasuki kamar keponakannya. dan didalam ada Lisin dengan bagian bawah menegang. Sedangkan Tubuh Wang Xia telah memperlihatkan semangka mmiliknya secara keseluruhan.

__ADS_1


Jelas hal berikutnya adalah kesalahpahaman lainnya. Berharap saja Wang Hana ikut bergabung bersama Lisin dan Wang Xia.


Bersambung...


__ADS_2