
Di dalam kamar, Lisin dan Wang Xia telah terpojok. Keduanya seperti burung di dalam sangkar. Jika Wang Xia seorang diri mungkin tidak ada masalah. Sedangkan untuk keberadaan Lisin adalah sesuatu yang fatal di dalam satu kamar dengan seorang gadis muda.
Orang akan berfikir jika keduanya telah melakukan hubungan badan, tidak mungkin salah jika kondisi keduanya siap tempur kapan saja.
Sialan, Siapa sih yang bikin naskah ini. Di saat joni agung meronta - ronta dan keindahan tepat didepan mata. Mengapa harus ada pengganggu kesejahteraan masyarakat. Lisin berulang kali mengutuk didalam hatinya.
"Xia Xia, kamu didalam? kamu harus menjelaskan tentang masakan yang ada di atas meja..." Kata Wang Hana saat dia membuka pintu kamar.
Wang Xia yang panik sedikit mengubah wajahnya agar terlihat normal sambil melihat Tante Hana masuk ke kamarnya. Jantungnya berdetak cepat. Saat ini Lisin berbeda di balik selimut dengan Wang Xia memeluk dan menekan wajah Lisin ke semangka lembut miliknya.
Tujuannya adalah agar tidak tertangkap oleh tante Hana. Kalau tidak, itu akan benar - benar menjadi sebuah masalah. Tetapi Lisin tanpa sadar memperlihatkan tangannya keluar dari selimut yang menutupi keseluruhan tubuhnya.
Seorang gadis mengundang seorang pria ke kamarnya akan menyebabkan reputasinya yang buruk. Belum lagi status keduanya tidak jelas.
"Tante Hana, Maaf aku tidak sengaja mengambil garam dan ternyata bubuk afrodisiak. Kamu harus istirahat agar pengaruhnya cepat menghilang..." Wang Xia membuat alasan.
"Afrodisiak?!..."
Kini giliran Wang Hana yang bingung, sejak kapan bumbu dapur memiliki bubuk afrodisiak. Dia tidak merasa memilikinya, mengapa itu ada di sana?
Wang Hana mulai tidak tenang, dia membutuhkan mentimun favoritnya untuk membantunya menghilangkan pengaruh Afrodisiak. Tetapi disaat dia berniat pergi, Dia mendengarkan suara mendesah dari Wang Xia.
"Ummm... Aaaaa..."
"Huh, Xia Xia apa yang terjadi pada wajahmu?..." Tanya Wang Hana dengan khawatir.
Gadis ini adalah keponakannya, dia baru saja bertemu satu sama lain tepat satu minggu yang lalu. Karena dia tinggal sendirian, Wang Hana membutuhkan teman dan meminta Wang Xia agar tinggal dengannya.
"Aku baik - baik saja, Tante Hana. Kamu, jangan khawatir..." Jawab Wang Xia dengan wajah memerah.
Saat ini Lisin kesulitan bernafas karena dia terjepit oleh dua semangka favoritnya. Jika dia dalam kondisi tersebut selama satu jam, maka karakter Lisin akan berakhir.
"Wajahmu memerah, entah mengapa tubuh kamu terlihat lebih gemuk saat mengenakan selimut..." Wang Hana dengan perlahan mendekati ranjang.
Wang Xia semakin gugup dan saat dia dalam kondisi itu, Kekuatan pelukannya semakin menekan wajah Lisin bersentuhan dengan semangka lembut miliknya.
Lembut sih, sangat lembut. Tetapi jika dapat membunuhmu, siapa juga yang menginginkannya.
__ADS_1
Lisin tidak boleh bergerak, kemudian dia ingat. Jika Lisin menggunakan 100% potensi garis darah kuno. Maka dia tidak akan kesulitan bernafas tanpa oksigen.
Semangka di hati...
Semangka nomor satu...
Semangka selamanya...
Pikir Lisin dengan berulang kali.
"Tante Hana. Kamu bisa istirahat. Wajah kamu juga memerah, semua baik - baik saja. Aku tidak sengaja mencicipi masakan dan membuatku seperti sekarang ini..."
"Tidak, Xia Xia, kamu terlihat tidak baik sama sekali. Aku harus menjagamu..." Walaupun Wang Hana terpengaruh oleh afrodisiak dia cukup kuat saat menahan keinginan biologisnya.
"Tidak perlu..." Jawab Wang Xia dengan panik.
Sedangkan Lisin, Karena dada Wang Xia sebesar dua semangka yang di import langsung dari Wakanda, belahan dadanya memiliki aroma yang baik yang membuat Lisin menjadi gila. Dia hanya bisa menikmatinya dengan rasa syukur.
Untuk semakin menghayati dedikasi pikiran jiwa dan raga hanya untuk semangka. Lisin membuka mulutnya dan menggigit semangka dan menghisapnya. Rasanya entah bagaimana manis.
"Ummm... Aaaaa..." Wang Xia mendesah lebih keras dari sebelumnya. Hal tersebut membuat Wang Hana semakin bingung.
Melihat Keponakannya tiba - tiba menjadi aneh membuat Wang Han semakin khawatir. "Xia Xia, Kamu pasti kesulitan menahannya karena kamu masih perawan..."
Wang Hana tidak mengetahui, jika seorang pria, bersembunyi tepat di bawah selimut yang ada di depannya.
"Kamu harus mandi air dingin..." Wang Hana menyarankan.
Sebagai seorang tante dia sangat perhatian terhadap keponakannya. Afrodisiak memiliki sifat panas terhadap tubuh manusia, jika berendam menggunakan air dingin untuk beberapa jam dapat menurunkan suhu panas yang dimiliki manusia.
Walaupun Wang Hana tidak tahu apakah teorinya benar atau tidak, apa salahnya jika mencobanya. Saat dia berniat menarik selimut dan memaksa keponakannya tersebut untuk mandi air dingin.
Wang Xia langsung menolaknya. "Tante Hana. Jangan membukanya, apa yang kamu lakukan?..."
Wang Xia ketakutan ketika tantenya mengulurkan tangannya kearah selimut.
"Xia Xia aku hanya membantumu untuk menghilangkan pengaruh afrodisiak..." Wang Hana menjelaskan dengan tulus.
"Jangan lakukan, aku baik - baik saja jika seperti ini..." Jawab Wang Xia dengan ketakutan. Dia secepatnya harus menyingkirkan tantenya. Semakin lama tantenya tetap tinggal, semakin mungkin Lisin akan tertangkap olehnya.
__ADS_1
Yang membuat Wang Xia gugup adalah, dia merasakan sensasi geli dan sedikit aneh. Itu karena Lisin memainkan lidahnya sambil menghisap semangka milik Wang Xia.
"Xia Xia, tanganmu sedikit aneh itu terlihat sedikit kasar untuk ukuran gadis..." Kata Wang Hana saat dia melihat lengan Lisin yang terulur keluar dari dalam selimut.
Apa yang harus saya lakukan?
Wang Xia menjadi panik, itu karena dia masih memeluk Lisin. Jelas dia tidak bisa menggerakkan tangannya.
Wang Hana berinisiatif untuk memegang tangan Keponakannya untuk melihat suhu tubuhnya. Tetapi dia merasakan sentuhan yang cukup aneh. Rasanya seperti bukan tangan seorang gadis. Itu lebih mirip seperti tangan seorang pria.
Shock!
Wang Hana terdiam, dia langsung berpikiran liar. Dia sangat mengenal keponakannya, dan dia wanita baik dan polos. Tidak mungkin dia memasukkan seorang pria didalam kamarnya. Kemudian dia ingat tentang masakan yang tercampur dengan Afrodisiak.
Akhirnya Wang Hana memahami jika keponakannya akan menghabiskan satu malam dengan seorang pria. Dan kedatangan dirinya telah merusak keduanya yang akan melakukan hubungan badan.
Sebagai seorang tante yang baik, Wang Hana harus meluruskan keponakannya ke jalur yang benar dan tidak tertipu daya terhadap bujukan seorang pria yang hanya ingin enaknya saja.
Di balik selimut, Lisin merasakan tangannya yang disentuh oleh tangan Wang Hana dengan sangat lembut. Lisin harus mengakui jika tangan Wang Hana seperti karya seni.
Meskipun Lisin tidak bisa melihat wajahnya di balik selimut, dia bisa mengatakan bahwa Wang Hana pasti cantik hanya dengan merasakan tangannya.
Mulut Lisin sedang bersenang - senang dengan dua semangka. Sedangkan tangan kanannya dipegang oleh Wang Hana. Lisin bisa mati karena bahagia sekarang!
Wang Xian yang melihat tantenya terdiam saat menyentuh tangan Lisin. Langsung merasakan firasat buruk.
"Tante Hana, akhir - akhir ini saya banyak bekerja di pekerjaan paruh waktu. Mungkin itulah sebabnya tanganku menjadi sedikit kasar..."
Wajah Wang Xia memerah dan dia mencoba membuat alasan.
Jantungnya berdetak kencang setelah dia melihat perubahan Tantenya setelah cukup lama menyentuh tangan Lisin. Dia sangat takut bahwa tantenya akan melihat sesuatu yang aneh.
"Xia Xia kamu berbohong denganku?..." Wang Hana berteriak kesal. Dia tidak menyangka jika keponakannya rela berbohong hanya demi melindungi keberadaan seorang pria.
Tidak bisa dibiarkan!
Dengan kuat dan cepat, Wang Hana menarik selimut dan ternyata benar. Ada kucing berkepala hitam yang selama ini berada di balik selimut.
Bersambung...
__ADS_1