
Di dalam kamar di mana pada ruangan tersebut tante Maya sering menggunakannya sebagai tempat tidur.
Selain itu, Tante Maya memiliki kebiasaan buruk yang tidak dapat di hentikan dan sudah dirinya geluti sejak lama. tentunya tanpa sepengetahuan mendiang suaminya.
Kebiasaan buruk tersebut tentang kepuasan dalam keinginan biologisnya. Mungkin bisa dikatakan kecanduan atau memang tidak ada yang bisa memuaskan keinginannya tersebut.
Suaminya hanya bisa bertahan 5 menit, apakah Maya terpuaskan? tentu saja tidak. bahkan mainan dewasa tidak akan memuaskan keinginannya. Mungkinkah dirinya kelainan? Maya pernah melakukan konsultasi kepada seorang dokter dan saat dirinya tahu jika dokter tersebut hanya memanfaatkannya. maka dari itu Maya tidak lagi mendatangi dokter tersebut.
Maya ingin lepas dari kebiasaan buruk tersebut namun hingga kini belum menemukan solusi. Jika setiap malam tidak menggunakan mainan dewasa dia bisa menjadi gila.
Dulu saat Mendiang suaminya masih hidup, Suaminya tidak bisa mengimbangi kebutuhan biologisnya. Apa lagi saat akhir dari menit kelima, Maya akan berpura - pura jika dirinya keluar. apa lagi sekarang saat dirinya menjanda, dirinya pernah terpikirkan jika akan mencari laki - laki yang mau memuaskannya. Hanya saja Maya harus membatalkan niatan tersebut karena kebanyakan dari mereka tidak jauh berbeda dengan mendiang suaminya.
Sekarang, saat ada sorang laki - laki yang lebih muda tinggal di rumahnya, Maya semakin menginginkannya dirinya ingin agar Lisin masuk ke kamarnya dan melanggar dirinya dengan paksa.
Tanpa sadar Maya mengakui jika dirinya wanita mesum. hanya saja dirinya seorang janda anak satu, Jelas Lisin tidak akan tertarik kepada dirinya. andaikan tertarik pun pasti akan menyesal jika Lisin mengetahui tentang keinginan biologisnya yang besar.
Inilah alasan mengapa Maya tidak ingin mencari pasangan lagi karena dirinya takut jika pasangan barunya mengetahui tentang dirinya yang memiliki hobi mesum pasti akan meninggalkan dirinya.
"Boneka - boneka ini?..." Maya melihat tumpukan boneka dan memahami jika boneka tersebut baru saja di letakan di sana.
"Mungkinkah Lisin masuk ke kamarku?..." Maya menduga, karena tidak mungkin putrinya yang melakukannya. hanya Lisin yang mampu memindahkannya.
Maya baru ingat jika dirinya belum menyingkirkan mainan dewasa miliknya. Saat Maya melihat tempat yang awalan berserakan dan sekarang terkumpul menjadi satu, dirinya menyadari Jika Lisin yang melakukannya.
Maya sangat malu, bagaimana jika Lisin memiliki pemikiran jika dirinya seorang janda mesum. Maya bingung harus menanggapi Lisin seperti apa setelah ini.
Memikirkan tentang Lisin entah mengapa Maya merasa panas dan keinginan biologisnya mulai meluap. dan dirinya hanya bisa menggunakan mainan dewasa sebagai pelampiasan.
Maya secara perlahan berdiri dan melepaskan baju tidur yang dikenakanya kemudian menggunakan mainan dewasa untuk menyenangkan keinginan biologisnya.
"Ah... Lisin... Paksa aku..." Di dalam kamar Maya seorang diri menggunakan mainan dewasa dan tanpa sadar menyebutkan nama Lisin.
.....
Sedangkan itu, Lisin yang ada di luar pintu dapat mendengarkan Suara tante Maya yang mendesah. Lisin sangat yakin jika Tante Maya mencari kesenangan di tengah kesepian dengan bantuan mainan dewasa.
"Ah... Lisin..." kata Maya sambil memanggil nama Lisin.
__ADS_1
Lisin terdiam di depan pintu, dan dirinya sangat yakin jika Tante Maya sedang berfantasi menggunakan dirinya.
Tante Maya, sepertinya benar - benar wanita mesum. Pikir Lisin sambil menghela nafas. tentunya Lisin tidak boleh melewatkan kesempatan ini.
"Bang..."
Lisin membuka pintu kamar tersebut dan kedatangannya menyebabkan Tante Maya terkejut dan ingin melompat. bahkan mainan dewasa yang sebelumnya ada pada tangannya jatuh.
"Lisin... Kamu..." Maya menundukkan kepalanya dan tidak ingin menatap Lisin karena dirinya malu.
Pasti Lisin berpikir jika dirinya wanita mesum dan akan meninggalkan dirinya.
"Bang..."
Hanya saja dugaan tante Maya harus meleset, karena Lisin tidak pergi melainkan menutup pintu dari dalam kamar. Dan yang lebih mengejutkan lagi, Lisin melepaskan pakaian yang dikenakannya. saat Maya melihat Lisin melepaskan celananya dirinya ketakutan setengah mati.
Itu tongkat bisbol mengapa ada di sana? Di bandingkan dengan punya suaminya jelas Tante Maya akan lebih memilih ukuran Milik Lisin. hanya saja Dirinya tidak boleh melakukannya dengan Lisin.
"Lisin... Jangan mendekat, apa yang kamu lakukan?..." Kata Maya dengan panik.
Saat ini Lisin berjalan telanjang kearah Tante Maya. Dengan Joni agung yang menjulang, Lisin siap melakukan pemaksaan terhadap Maya juga dalam kondisi telanjang.
Tante Maya, tidak berharap jika Lisin akan mengatakan sedemikian. Jika hanya membuat itu turun, Tante Maya sangat yakin jika menggunakan mulut dan tangannya makan akan keluar dalam waktu 5 menit saja.
"Glup..." Jelas dengan ukuran yang fantastis membuat Tante Maya tidak tahan, hanya saja melakukan itu terhadap laki - laki yang baru ditemuinya adalah hal yang salah.
"Mengapa aku harus melakukannya..." Kata Maya dengan memalingkan wajahnya namun kedua matanya melirik sesekali pada Joni Agung.
"Sepertinya, Aku harus memberitahukan kepada Luna tentang hobi mesum Mama yang disayanginya..." Kata Lisin dengan menyeringai.
Terlepas dari kondisinya, Lisin harus memaksa Tante Maya, hanya saja Lisin lebih memilih agar Maya melakukan dengan sendirinya.
"Jangan, jangan bilang ke Luna... Aku akan melakukannya..." Kata Maya yang tidak memiliki pilihan lain lagi.
"Baguslah, kalau begitu lakukan..." Lisin terlentang di atas ranjang kasur dengan Tante Maya duduk disampingnya.
Kedua tangan Maya melingkari bentuk Joni agung, dan Membuat tante Maya memahami jika ukuran ini tidak ada bandingannya.
5 menit kemudian...
__ADS_1
Tante Maya, tidak bisa berpikiran jernih karena mulutnya tidak muat, belum lagi dirinya sudah melakukannya selama 5 menit dan punya Lisin tidak memiliki tanda - tanda akan mengecil.
Baik bagaimana jika lebih dari ini...
Maya terus melakukannya karena dirinya sangat terpancing, dan dirinya merasakan sukacita yang luar biasa.
15 menit kemudian...
Bagaimana bisa! Punyanya tidak memiliki penyusutan. Padahal Maya sudah menggunakan dua semangka miliknya untuk menghimpit Joni agung dan hasilnya tetap sama.
Hehehe... Aku tidak berharap Lisin ini akan sangat tangguh. bagaimana jika menggunakan gua milikku...
Lisin yang terlentang dapat melihat bentuk sempurna dari tubuh panas milik tante Maya.
"Tante Maya, Apakah kamu yakin ingin memasukannya... Sebelumnya kamu mengatakannya tidak akan melakukannya dengan ku..." Tanya Lisin dengan menggoda.
Apa!!! Maya sangat malu, memang benar sebelumnya dirinya menolak Lisin. Namun itu kan sebelum dirinya mengetahui jika Lisin memiliki bagian bawah yang sangat tangguh.
Sekarang berbeda, Maya sangat - sangat ingin memasukan Joni agung kedalam tubuhnya. Dan ingin melahapnya.
"Kumohon... Aku sangat menginginkannya..." Mendengar ini, Lisin menyeringai dan mengangguk.
Maya yang mendapatkan persetujuan dari Lisin, Langsung memasukannya begitu saja.
"Ahh..." Maya berteriak, Sensasi tusukan batang sangat luar biasa. walaupun sudah melahirkan namun sebelum ini dirinya belum pernah bertemu dengan ukuran Batang sebesar dan sekuat ini.
Rasanya ingin meleleh...
Saat semuanya masuk, Lisin juga menggerakkan giginya, sensasinya entah mengapa Lebih nikmat dari semua wanita yang pernah bersama dengan Lisin. rasa ketat ini bukanlah dari keperawanan atau bukan pengalaman.
Lisin tidak dapat menjelaskan dengan kata - kata. Mungkin ini yang di maksud dengan surga dunia.
"Jika di bandingkan dengan suamimu, mana yang lebih baik?..." Tanya Lisin.
"Jangan tanya aku..." Jelas Maya tidak akan menjawab sesuatu yang pasti.
Dengan hasrat yang terpendam cukup lama, Tante Maya menggila tak terkendali.
Bersambung...
__ADS_1