Kehidupan Dengan Sistem Kekayaan

Kehidupan Dengan Sistem Kekayaan
Kehidupan Dengan Sistem Kekayaan Episode 111


__ADS_3


Lisin sangat menyukai produk domestik di bandingkan produk luar, Jika bisa Lisin ingin melihat produk domestik memasuki pasar dunia dan bersaing dengan banyak negara.


Sekarang perusahaan penasaran domestik sendiri menutup mata dan lebih mendukung produk dari luar, bagaimana Lisin bisa menerima ini.


Pihak luar jelas membayar pajak lebih besar agar produk mereka bisa memasuki pasar domestik. namun jika tindakan ini terus berkelanjutan maka akan menutup perkembangan produk domestik.


Memang benar, jika produk dari luar cukup mempuni dari segi kualitas dan manfaat, maka dari itu kita sebagai warga negara harus pintar dalam memanfaatkan produk domestik dari pada menggunakan produk luar.


Dengan kita menggunakan produk domestik maka kita akan membantu kepala keluarga yang bekerja di bawah perusahaan domestik.


Sekarang kita bayangkan jika produk domestik baik dari perusahaan manapun, tidak memiliki peningkatan penjualan, target perusahaan di bawah rata-rata, atau seperti yang saat ini sedang terjadi yaitu pertumbuhan produk luar merajalela di pasar domestik dan itu akan merusak pasar dari domestik.


Jika banyak perusahaan domestik yang mengalami kesulitan apalagi kebangkrutan, maka yang terjadi selanjutnya adalah PHK besar-besaran. jika itu semua terjadi berapa banyak kepala keluarga yang akan kehilangan pekerjaan mereka.


Selain membuat produk domestik yang dapat bersaing di kanca dunia, Lisin harus berbicara dengan Jendral karena beliau memiliki wewenang tertentu yang Lisin bisa manfaatkan.


"Nadya terima kasih atas informasinya, Aku akan membantumu membuat dua produk..." Lisin berkata dengan jujur.


"Benarkah?..." Nadya berkata dengan semangat.


Entah Lisin bisa membuat produk domestik yang bagus atau tidak setidaknya masih ada harapan.


Lisin mendapatkan alamat PT. Mulia dari Nadya karena akan datang ke sana untuk membuat produk domestik secara pribadi.


Tentu saja Lisin akan menggunakan Resep Kecantikan dan Resep Parfum dari hadiah sistem sebelumnya. namun resep tersebut harus melakukan uji klinis BPOM terlebih dahulu jika lulus maka akan bisa bisa diedarkan.


"Apakah kita akan berpindah tempat?..." Nadya berkata dengan malu.


Sepertinya Nadya mengharapkan tempat tertentu yang cukup tertutup dan tentunya harus nyaman, contohnya seperti Hotel.


"Kita... Berpindah!..." Lisin sedikit bingung karena kurang peka.


Sepertinya Lisin harus belajar lagi pada para Jomblo agar lebih peka terhadap keinginan pihak wanita.


"Benar... Aku tidak ada kepentingan setelah ini..." Nadya berkata lagi.


"Sama, aku juga tidak memiliki kepentingan... Tunggu dulu..." Lisin terdiam lalu mulai mengerti apa yang di maksud pihak lain.


Sial... Sahabatku Joni sedang tidak enak badan karena terlalu memaksakan diri saat beraktivitas. sayang sekali kawan aku harus menolak rezeki.


"Nadya, Aku baru ingat sekarang jika aku ada kepentingan..." Lisin hanya bisa menolak pihak lain, jika para jomblo tau dirinya menolak wanita cantik entah apa yang mereka lakukan.


"Aku mengerti..." Keduanya berpisah di depan restauran tempat keduanya makan sebelumnya.


Lisin menggunakan taksi dan datang ke Kompleks Pondok indah.


"Sore Pak..." Dua penjaga keamanan Gemuk dan Kurus langsung menyambut kedatangan Lisin.

__ADS_1


"Um..." Walaupun berpenampilan sederhana dan menggunakan jasa taksi, kedua penjaga keamanan tidak lagi meremehkan Lisin.


Lisin Langsung pergi ke Perumahan No. 1 yang ada di komplek pondok indah dan menemukan mobil yang tidak di kenalnya.


Apakah Aku salah tempat?


"Nagisa..." Lisin terdiam, Memang benar ada wanita cantik yang tinggal di perumahan miliknya, dan dia bukan Nagisa Irawan.


Bagaimana bisa keduanya yang memiliki penampilan beberapa bisa berganti begitu saja, apakah Lisin salah mengenali seseorang?


"Lisin, Jadi Perumahan ini milikmu... Hem..." Nagisa Irawan berkata dengan tidak senang, Lisin berhutang janji dengan dirinya namun hingga kini Lisin tidak menepati janjinya tersebut.


Tentu saja Nagisa tidak tinggal diam, dirinya secara diam-diam terus memantau keberadaan Lisin dengan keahliannya sebagai peretas.


Seperti kepergian Lisin ke Jepang, insiden juragan Suryo, kuliah di universitas negeri malang, insiden pembajakan pesawat, kepergian ke Los Angeles, banyak hal viral tentang Lisin, dan baru-baru ini Nasi goreng ketagihan.


Alasan Nagisa Irawan ke Jakarta adalah untuk menemukan Lisin, akan tetapi saat dirinya datang ke jakarta Lisin pergi ke Bali bagaimana Nagisa tidak marah.


Jika bukan sahabat Artis Aulia yang menyuruhnya datang Nagisa Irawan tidak akan bertemu dengan Lisin.


"Nagisa, Maaf jika aku belum bisa menepati janjiku..." Lisin meminta maaf.


"Dua janji..."


"Ya, dua janji..."


Dirinya seperti istri sah yang di tinggal pergi ke luar kota oleh suami, dan suaminya memiliki banyak wanita simpanan, bagaimana Nagisa bisa tahan.


"Tidak masalah, Nagisa wanita sebelumnya siapa?..." Lisin bertanya dengan bingung dia jelas melihat jika wanita sebelumnya dan Nagisa adalah orang yang berbeda.


"Dia Artis yang sedang naik daun, namanya Aulia... dia tinggal di sini selama dua hari sekarang dia kembali ke kesibukannya yang padat" Nagisa menjelaskan dengan kesal.


Jelas-jelas ada dirinya di depan Lisin, namun pihak lain menanyakan Wanita lain. Jika menyangkut masalah wanita, Nagisa sudah mengetahui jika Lisin selalu mendatangkan wanita di manapun dia pergi.


"Apa kamu akan memakannya juga sebelum memakan ku, dasar Playboy" Nagisa berkata dengan kesal.


"Playboy!!!..." Di sebut Playboy oleh Nagisa membuat Lisin ingin menangis tanpa air mata.


"Ayo pergi..." Nagisa melemparkan kunci mobil mewah miliknya lalu masuk kedalam mobil lebih dulu.


"Cepat..." Nagisa berteriak.


"Sial..." Lisin dengan cepat mengendarai mobil mewah milik Nagisa.


Dari komplek perumahan pondok indah, Lisin mengendarai mobil menuju jalan utama kota jakarta dan dengan cepat melalui jalan raya thamrin.


"Kemana kita akan pergi?..." Lisin yang mengemudi bertanya kepada Nagisa.


"Mall Plaza..." Nagisa berkata degan tenang.

__ADS_1


Mall plaza salah satu pusat pembelanjaan yang ada di jalan raya thamrin, jakarta pusat.


Mall plaza tersebut cukup komplit, seperti Supermarket, cafe coffee, bioskop, barang bermerek, ada juga tempat penginapan seperti hotel.


Setelah memarkirkan mobil keduanya langsung memesan tempat di sebuah cafe untuk melangsungkan makan malam bersama.


"Nagisa..." seorang pemuda memiliki stelan pakaian mahal datang memanggil Nagisa.


"Seno..." Nagisa jelas mengenali pihak lain namun mengabaikannya.


Dalam kesempatan tersebut Nagisa yang duduk di dekat Lisin berinisiatif untuk memeluk lengannya dan tersenyum bahagia.


"Nagisa, siapa dia..." Seno mengerutkan kening saat melihat Nagisa memeluk lengan orang lain.


Seno memiliki keluarga yang cukup terpandang, walaupun itu tidak sekaya dan berpengaruh seperti keluarga Irawan setidaknya Keluarga Sasongko juga keluarga Seniman beladiri.


Seno harus mengakui jika pihak lain cukup tampan namun apakah tampan saja tidak cukup membahagiakan seorang wanita? terutama untuk wanita sekelas Anak keluarga Irawan yang tidak kekurangan apapun.


"Dia calon menantu keluarga Irawan..." Nagisa menjelaskan sambil tersenyum.


"Apa!!!" Lisin terkejut.


"Bro... mengapa kamu terkejut seharusnya aku yang terkejut..." Seno sangat marah dengan pemuda yang ada didepannya.


"Ehm... Maaf, terbawah suasana..." Lisin berkata dengan malu, lalu merasakan rasa sakit pada kakinya.


"Hehehe... Sayang sepertinya kamu demam jadi kurang fokus..." Nagisa dengan kesal menginjak kaki Lisin.


Sebagai putri keluarga Irawan dirinya memiliki banyak pengejar mengapa Lisin begitu terkejut jika menjadi menantu keluarga Irawan. Apakah dia tidak suka dengan ku? apakah dia lupa sayembara yang Lisin menangkan.


"Apa!!!"


Karena kurang puas dirinya belum terkejut, kali ini Seno yang terkejut karena mengetahui jika Pemuda yang bersama dengan Nagisa adalah calon menantu keluarga Irawan.


Lisin tidak berdaya, dirinya terkejut karena tidak berharap jika Nagisa akan mengatakan dengan lantang.


Kemudian Lisin ingat jika Nagisa yang belum dimakan ini, adalah calon istrinya karena sayembara menyembuhkan kakek tua Irawan dari vegetasi.


Sial... mengapa aku bisa lupa jika dia calon istri yang ke- lupa dah yang ke berapa.


"Keluarga Irawan adalah keluarga seniman beladiri jadi calon menantu harus menerima tantangan dari pelamar lainya..." Seno tersenyum kejam dirinya siap untuk membunuh Lisin dengan tinjunya dan mengatakan jika itu sebuah kecelakaan.


"Tentu saja kamu sangat di sambut..." Nagisa berkata dengan senyuman.


Nagisa melirik kearah Lisin lalu bersuara hati istri, Lisin aku akan menyulitkan mu karena terus menerus mencampakkan diriku. Sekarang kamu harus berjuang demi mendapatkan diriku.


Lisin juga melirik kearah Nagisa lalu bersuara hati suami, Laki-laki sejati adalah mereka yang menghabiskan waktunya di ranjang bukan dengan gulat atupun tinjunya, jika tau seperti ini aku akan menemani Nadya tinggal di hotel.


Bersambung...

__ADS_1


__ADS_2