
Satu Minggu berlalu dengan cepat, dengan keuangan yang Lisin miliki, semua persiapan resepsi pernikahan bisa dilakukannya dengan membalikkan telapak tangan.
Mulai dari tempat resepsi, kepengurusan undangan. surat ijin mengadakan resepsi pernikahan. dan masih banyak lagi kepengurusan yang harus di lakukan.
Lisin langsung mendatangkan semua karyawan yang Lisin miliki, dan Tanpa memperdulikan tentang menghabiskan uang, tempat resepsinya harus mewah dan sangat mega.
Lisin menyerahkannya kepada Nazwa secara penuh, Hampir semua karyawan PT. Angkasa di datangkan langsung untuk mengurus semuanya tanpa penundaan.
Sebelum melangsungkan acara akad pernikahan, Pihak keluarga Lisin harus mendatangi pihak - pihak dari calon mempelai. karena Lisin harus menikahi Delapan wanita sekaligus. Dirinya harus mengurus dan mendatangi pihak keluarga satu persatu.
Penghulu sebelumnya sangat terhormat saat menerima undangan untuk menjadi orang yang dipercayai dalam pelaksanaan akad pernikahan.
Dengan begitu, pada pagi hari waktu dan tempat yang sudah di tetapkan, Lisin melakukan akad nikah satu persatu sebanyak Delapan kali.
Di awali Ningsih, Vita, Ratih, Mirna, Siska, Risma, Nagisa, dan Wulan.
Setiap keluarga masing - masing mempelai wanita menjadi saksi dengan senyuman bahagia. Ningsih di dampingi adiknya Ayunda. Sedangkan Ratih di dampingi oleh kedua orang tuanya. Mirna dengan orang tuanya yang matre. Siska dengan adik laki - laki Faisal. Risma hanya bisa mengandalkan bibinya yang sudah baikan. Nagisa dengan Kepala irawan. yang terakhir Wulan dengan Mahesa selaku ayahnya.
Desa kampung halaman tempat Lisin tinggal, resepsi pernikahan berlangsung cukup meriah. Hanya saja tidak ada kehadiran warga desa, sungguh situasi yang aneh.
Lisin dengan sengaja menyiapkan tempat resepsi pernikahan yang sangat besar. namun belum ada orang yang datang selain mereka yang benar - benar Mengenal Lisin.
Mengapa masyarakat setempat atau orang - orang desa tidak ada yang datang, Apa yang sedang terjadi?
"Mengapa begitu sepi?..." Kata Sindi yang datang bersama dengan Jihan dan Sultan.
"Entahlah... Mungkin orang - orang desa sedang sibuk..." Kata Sultan.
Akad pernikahan di langsungkan pada pagi hari dan sekarang tepatnya siang hari masih belum memiliki satu orang desa pun yang datang. Tempat duduk yang megah dan masih banyak lagi seperti makanan yang di sajikan dengan sia - sia. tentu saja Lisin menggunakan katering makanan dari perusahaan Tante Maya yang baru - baru ini diakuisisi.
"Mas Lisin, Selamat menempuh hidup baru..." Kata Sindi dengan tersenyum.
"Selamat Mas Lisin..." Jihan menyapa dengan tersenyum juga.
"Selamat, sekarang kamu sudah menikah dengan delapan wanita sekaligus..." Kata Sultan dengan tidak berdaya.
"Bro Sultan kamu harus cepat, cepat menyusul..." Lisin yang mengenakan setelan pengantin tersenyum.
__ADS_1
"Ok tenang saja... Jodohku tidak kemana..." Kata Sultan.
"Sepertinya jodoh kakak belum dilahirkan, jadi kakak harus bersabar..." Kata Sindi dengan tertawa.
"Sindi, sepertinya kamu tidak akan kakak antarkan pulang..." Kata Sultan dengan kesal.
"Tidak, Kakak tolong ampuni adikmu ini..."
"Hahahah..."
"Bos Mungkinkah Desa sedang mengalami karantina, mengapa hanya sedikit orang saja yang datang..." Tanya Sultan.
"Entahlah... tidak masalah walaupun sedikit orang yang datang, setidaknya akad pernikahan sudah terselesaikan..." Kata Lisin.
Setelah, menemani Sultan Lisin mulai menerima beberapa tamu lainnya, seperti Teman - teman Lisin satu angkatan, dan masih banyak lagi. Hanya saja Hingga sore Hari masih belum ada warga yang datang ke acara resepsi pernikahan Lisin.
Kemudian Tante Maya yang datang dengan Luna, Tante Maya tersenyum, sambil berjabat tangan dengan Lisin.
"Selamat Lisin..."
"Terima kasih Tante..."
"Ya begitulah tante..."
"Luna, mengapa kamu sedih, Sapa kakak Lisin ini bukan perpisahan, Luna masih bisa bertemu dengan kakak Lisin..." Maya menghibur Luna yang ada di pelukannya.
"Benarkah..."
"Tentu saja Luna..." Kata Lisin menyakinkan. Lisin ini harus menyempatkan kesibukannya saat bersama dengan kedelapan istrinya untuk mengunjungi kediaman tante Maya.
Tentu saja untuk memberikan obat tidur kepada Luna kemudian menemani Tante Maya yang kesepian.
Luna sangat sedih melihat Lisin menikah dengan wanita lain, yang bukan Mamanya. namun berbeda dengan Tante Maya dirinya masih bisa menghubungi Lisin karena Lisin sudah berjanji akan menemaninya tidur jika dirinya menginginkannya.
Tinggal tekan ponsel maka Lisin akan datang, bisa menemaninya saat dirinya kesepian. sangat nyaman.
Selain mereka yang memiliki kontak dengan Lisin tidak ada lagi tamu undangan yang datang. Benar - benar sangat aneh. Sebenarnya Banyak tamu - tamu penting seperti, Jendral kepolisian, Keluarga - keluarga kaya lainnya. dan lain sebagainya.
Lisin cukup lelah hanya harus menjabat tangan dangan tersenyum terus menerus.
__ADS_1
Pernikahan Lisin tidak di siarkan seperti selebriti tertentu, dan cukup orang terdekat dan keluarga kedelapan mempelai wanita.
Vita sendiri tidak mengungkapkannya di akun Youtubenya. begitu juga yang lain seperti Dosen Mirna misalnya, jika pernikahan dirinya menyebar ke kampus, maka Trio wik wik akan datang.
Seandainya Trio wik wik datang pasti akan menggemparkan suasana resepsi pernikahan. karena mereka bertiga adalah orang yang sering membuat kekacauan.
Jelas tidak hanya mereka bertiga yang datang, Dewi dan Kinar pasti tidak akan tinggal diam. Terutama Dewi yang sangat jelas menyukai Lisin, dan masih banyak wanita yang belum Lisin masukan sebagai calon istrinya yang lain. Mungkin Lisin harus mempertimbangkan menikahi wanita - wanita ini dimasa depan.
Lisin kaya, jadi tentunya tidak masalah kan jika menambah istri lagi, menurut Lisin Delapan Istri itu tidak banyak jadi di masa depan masih ada kesempatan untuk menambah lagi.
Target, yang perlu Lisin pertimbangkan lagai, Tante Maya, Dewi, Kinar, Nadya, Diana, sedangkan Shizuka mungkin harus mengancamnya agar menurut. wanita Jepang dan Amerika lainnya perlu di pertimbangkan lagi.
Sedangkan perjalanannya ke negara China, tidak mungkin kan dirinya tidak bertemu dengan keindahan di sana. Apa lagi di sana ada mantan pengguna sistem. pasti punya banyak istri juga, Jika merampok istri orang lain terutama dari seorang musuh seperti tidak terlalu buruk.
Jiwa penjahat kelamin Lisin meronta - ronta.
Hanya saja jika tanpa kedatangan masyarakat setempat dan tetangga, atau banyaknya warga lainnya. rasanya kurang afdhol saja.
Lisin meninggalkan tempat duduknya kemudian mendekati, Ayah dan ibunya yang cemas.
"Pa... Ma... Mengapa begitu gelisah, apakah ada masalah dengan warga setempat?..." Tanya Lisin dengan santai.
Lisin orang yang simpel. jadi walaupun warga desa tidak ada yang datang, dirinya tidak peduli. mengapa harus memikirkan orang lain. karena dirinya yang menikah jadi harus bersenang - senang.
"Ini tentang mengapa warga desa tidak ada yang datang..." Kata Ibunya dengan bersedih.
"Apakah ada sesuatu yang menghalanginya? Bisa di jelaskan alasannya?..." Tanya Lisin, entah mengapa dirinya mencium sesuatu yang mencurigakan.
"Masalah ini berhubungan dengan Pak Umar yang menikahkan putranya juga..." Kata Ayahnya Lisin dengan mendesah.
"Pak Umar!!!..." Lisin mengingat tentang siapa Pak Umar ini.
Pak Umar adalah orang terkaya kedua setelah Juragan Suryo. Setahu Lisin pak Umar ini tidak terlalu mencolok. namun Sejak meningkatnya status keluarga Lisin pasti akan ada orang yang tidak menyukainya.
Keberadaan keluarga Lisin dan keluarga Pak Umar seperti dua harimau dalam satu gunung yang sama. Jelas Pak Umar ini sedang memainkan trik untuk menghasut warga desa agar tidak datang ke acara resepsi pernikahan Lisin.
Lisin mungkin tidak masalah, namun berbeda dengan kedua orang tuanya yang bersedih. melihat keduanya seperti ini Jelas Lisin tidak tahan lagi. Pernikahan putra satu - satunya yang seharusnya memiliki senyuman cerah, keduanya menjadi sedih.
Sepertinya Pak Umar ini tidak tahu sedang berhadapan dengan siapa.
__ADS_1
Bersambung...