Kehidupan Dengan Sistem Kekayaan

Kehidupan Dengan Sistem Kekayaan
Kehidupan Dengan Sistem Kekayaan Episode 128


__ADS_3


Keesokan harinya...


(DING...)


(Selamat tuan rumah telah menyelesaikan tugas menyembuhkan penyakit aneh Kepala Sasongko)


(Mendapatkan 50 Poin Sistem)


(Mendapatkan 1 Poin Pesona)


(Mendapatkan Uang 1 Milyar)


"Ting... tong..."


"Selamat pagi, Kami dari BRI memberitahukan kepada pemilik Akun dengan nomor 68251783 telah melakukan transaksi transfer pada pukul 07:32 sejumlah 1.000.000.000 dan Jumlah Saldo: Rp 17.351.245.754.000"


Diam... Lisin yang melihat pesan masuk tidak bisa berkata-kata.


Lisin yang melakukan lembur dengan Nagisa sangat frustasi, di tambah pesan sistem yang tidak menghiburnya sama sekali, Bagaimana Lisin tidak marah.


Sial... Tidak Nagisa, tidak sistem, semuanya tidak pengertian dengan perasaanku, Nagisa sulit sekali dikalahkan ditambah sistem jahat memberikan aku imbalan uang 1 Milyar mengapa tidak dengan hadiah lainnya.


Sungguh orang yang kurang bersyukur...


Lisin kalah mental saat bermain PlayStation dengan Nagisa di tambah Pesan dari sistem, Lisin dengan tidak berdaya membopong Nagisa yang tertidur ke kamarnya.


Setelahnya Lisin mendapatkan panggilan dari nomer yang tidak dikenalnya, mendengar dari suaranya jelas pihak lain seorang wanita, dan pihak lain tersebut menyuruh Lisin untuk kembali di Universitas Negeri malang, karena besok ujian semester pertama untuk Lisin.


Ini lagi... Tidak tau apa jika aku sedang galau, Aku sudah banyak uang mengapa juga di suruh ujian semester.


Lisin sedikit bingung dengan siapa yang menelpon dirinya, mungkin karena terlalu banyak wanita sehingga dirinya lupa dengan dosennya sendiri.


Lisin akhirnya mengingat dengan benar, Dosen Mirna wanita yang memberikan kecupan pada pertemuan terakhir.


Benar... Mengapa aku lupa...


Dengan cepat Lisin pergi ke bandara soekarno-hatta, kemudian memesan penerbangan dengan rute ke Kota Malang.

__ADS_1


Seperti biasa Lisin akan tertidur jika melakukan penerbangan, kemungkinan besar dirinya kelelahan dikarenakan lembur dengan Nagisa semalam. Lisin terlalu memaksakan dirinya sendiri saat bersama Nagisa.


Sayangnya ini bukan tentang bercocok tanam melainkan senam jari, dimana matanya menatap layar LCD 55in dan Jari-jarinya mengendalikan kontroler PlayStation.


"Sial... Aku bermimpi bermain PlayStation saat tidur di dalam pesawat..." Lisin terbangun dari tidurnya dengan kesal, dirinya menghabiskan dua malam bermain PlayStation namun dirinya tidak menang sekalipun.


Tidak terasa pesawat udara sudah mengalami pendaratan dengan sempurna, setelah mengikuti arahan petugas bandara Lisin dengan cepat menuju ke tempat parkir.


"Pak tolong jangan dekat-dekat dengan Mobil Ferrari marah ini... Jika ingin selfie tolong jangan begitu dekat, nanti bisa merusak cat mobilnya..." Seorang petugas parkir bandara menghentikan Langkah kaki Lisin yang berniat mengambil mobilnya sendiri.


Ferrari tersebut Lisin parkir di sana saat Lisin melakukan penerbangan ke Los Angeles, Mungkin lebih dari dua minggu atau hampir satu bulan, Lisin tidak mengambilnya karena banyak kesibukan.


Lisin tidak marah dengan petugas parkir bandara melainkan mengangguk puas, apa yang petugas tersebut lakukan adalah benar jika tidak seperti ini, banyak orang yang akan melukai cat mobil Ferrari.


Jika itu orang lain pasti akan marah karena merasa terhina, Ingin mendekati mobilnya sendiri tidak di perbolehkan bagaimana pemilik mobil tidak kesal.


"Apakah kamu menjaga mobil Ferrari ini sejak lama?..." Lisin bertanya dan pertanyaan Lisin membuat Petugas parkir tersebut bingung.


"Ya... Dari... Dari pertama mobil ini datang..." Petugas parkir berkata dengan jujur.


"Apakah... Kamu melakukan ini setiap ada orang yang ingin selfie?..." Lisin bertanya sekali lagi.


Lisin mengangguk kemudian mengeluarkan remote Ferrari dari inventori sistem.


"Tut... tut..." Keempat lampu sen mobil Ferrari menyala kemudian Lisin membuka pintu mobil Ferrari.


"Mobilnya..."


"Maaf Pak... Saya tidak tau jika mobil Ferrari ini milik bapak..." Petugas parkir berkata dengan ketakutan, jelas pemilik Ferrari ini bukan orang biasa. Bagaimana jika dirinya menyinggung seseorang yang tidak seharusnya di singgung.


"Tidak apa-apa kamu melakukan tugasmu dengan benar... Selamat..." Lisin tersenyum kemudian mengulurkan tangannya untuk menjabat tangan.


"Selamat apanya Pak? ..." Petugas parkir kebingungan saat menerima jabat tangan dari Lisin.


"Kamu memenangkan uang kaget..." Lisin tersenyum kemudian mengambil dengan bebas segenggam uang berwarna merah dari inventori sistem.


Tentu saja uang tersebut dari saldo kekayaan pribadi, bukan dana sistem.


"Uang kaget!..." Petugas parkir bingung, jika ini acara televisi yang pamer memberikan uang pasti akan ada banyak kamera tersembunyi.

__ADS_1


Petugas parkir tersebut sangat membenci acara televisi seperti itu. karena, jika memiliki niatan membantu orang lain tidak perlu di masukan televisi segala apa lagi harus ada tantangan.


Namun petugas parkir tersebut tidak menemukan tentang adanya kamera tersembunyi. lalu mengapa pihak lain mengatakan dirinya mendapatkan uang kaget.


"Paman... Jika kamu mencari kamera tersembunyi di bawah mobil kamu tidak akan menemukan apapun... Uang kaget ini murni dari uang milikku sendiri bukan dari perusahaan televisi swasta"


"Karena hampir satu bulan, sebut saja 30 hari mobil Ferrari ini ada di sini, Karena paman sudah menjaganya dengan sungguh sungguh, maka Satu hari akan di hitung sebanyak 1 juta... Tolong ambilah uang kaget ini paman" Lisin langsung memberikan uang sebesar 30 juta kepada petugas parkir.


Diam... Petugas parkir tersebut memiliki tangan dan kakinya yang gemetar, karena dirinya tidak berharap pemilik mobil Ferrari akan begitu murah hati.


"30 juta..." Petugas parkir tersebut jelas Shock, apakah dirinya sedang bermimpi?


"Apakah... Ada tugas tantangan yang harus di selesaikan... seperti yang ada di televisi?..." Petugas parkir ingin menangis karena bahagia.


"Paman... Tidak ada yang seperti itu, Anggap saja ini bayaran paman selama menjaga mobil Ferrariku... Lagian memberikan uang tidak harus menyusahkan orang yang menerimanya, apa lagi harus ada kamera tersembunyi. jika bukan pamer apa lagi, bukankah begitu paman?..." Lisin berkata dengan senyuman.


Hahaha... Aku sangat pintar, akhirnya aku bisa menghabiskan uang yang aku miliki, sepertinya aku punya kegiatan baru setelah ini... Setiap ada orang baik kasih saja uang... Hahahaha... biar cepat habis.


Sungguh pemikiran yang baik, siapa yang tidak ingin mendapatkan uang? Bahkan seseorang rela mati demi uang.


"Terima kasih... Pak... Terima kasih..." Petugas parkir tersebut langsung berlutut di tanah dan bersujud.


Petugas parkir tersebut sedang kesulitan uang akhir-akhir ini, seperti bayar uang kontrakan, tanggungan motor, keperluan sekolah anaknya dan banyak lagi yang harus membutuhkan uang.


Dirinya hanya bekerja sebagai petugas parkir bandara dan gajinya tidak seberapa karena hanya cukup untuk makan sekeluarga. Bahkan, akhir bulan harus berhutang di warung hanya untuk menutupi kebutuhan rumah tangga.


Dirinya tidak berharap di saat dirinya melakukan pekerjaan yang membosankan ini dengan sungguh-sungguh, Tuhan memberikan uang melalui pemuda kaya yang ada di depannya.


"Paman... tolong berdiri bagaimana jika banyak orang yang melihat, Paman harus menggunakan uang ini dengan bijak, jangan melupakan anak dan istri setelah memiliki banyak uang, apalagi cari mama muda... Jangan lakukan itu ya... Paman" Lisin mengingatkan orang lain, namun dirinya tidak mengingatkan dirinya sendiri.


"Pak... Terima kasih nasehatnya, Saya akan menggunakan uang ini dengan bijak... Pak... Kalau punya waktu mampir ke rumah ya..." Petugas parkir berkata dengan sungguh-sungguh.


"Sepertinya Aku harus menolak niat baik paman karena banyak kepentingan yang sedang menungguku..." Lisin tersenyum kemudian memasuki mobil Ferrari miliknya.


"Hati-hati di jalan pak..." Petugas parkir mengarahkan Ferrari keluar dari tempat parkir.


Lisin sangat bahagia karena menghabiskan uang miliknya, walaupun hanya 30 juta. baginya sedikit demi sedikit lama-lama menjadi bukit. Lisin harus mencari orang yang benar-benar membutuhkan lalu memberikannya sejumlah uang.


Bersambung...

__ADS_1


__ADS_2