
Bertempat di ujung koridor, Pan Ju berdiri dengan tenang sambil menunggu kedatangan Lisin. Saat ini isi kepalanya dipenuhi oleh kesetiaan terhadap Lisin, hanya saja dirinya harus berpura - pura baik di depan Kepala Mo yang ada di balik pintu tidak jauh dari tempat dirinya berdiri.
"Bang..."
Suara pintu terbuka dengan keras, Seorang pria tua dengan rambut sebagian berwarna putih berjalan dengan panik, dia membawa koper pada tangannya. kemudian dia melihat Pan Ju dan langsung mendekatinya.
"Pan Ju... Kemana targetnya, mengapa tidak bersamamu?..."
Kepala Mo sepertinya memiliki kepentingan mendesak, entah apa yang dia lakukan saat ini. dirinya sebenarnya ingin memberikan Lisin pelajaran yang setimpal namun lebih memilih bersabar sampai putranya yang gila sembuh lebih dulu.
"Tuan Mo, harap tenang karena dia berada di tempat lain dan sedang dalam perjalanan dengan beberapa bawahan saya..."
Pan Ju mencoba menyakinkan melalui bertindak dangan seperti biasanya.
"Kalau begitu, bawah dia ke kediaman keluarga Mo karena pihak polisi akan datang aku tidak bisa menginterogasinya di sini..."
"Pan Ju urusan tempat ini dan jangan buat pelanggan kita menjadi panik, kamu harus temukan cara lainnya untuk membuat polisi tidak menemukan bisnis prostitusi ku..."
"Tuan Mo, Harap tenang aku bisa melakukan semuanya..."
"Bagus..."
Kepala Mo langsung pergi dengan menggunakan jalan alternatif lainnya. seperti jalan belakang kemudian meninggalkan Shanghai Foot Spa.
Pan Ju langsung pergi untuk menemukan Lisin, namun menjadi panik karena dirinya tidak dapat menemukan keberadaan Lisin dimana - mana.
.....
Sedangkan itu di dalam kamar tertentu yang ada di Shanghai foot Spa.
Lisin mengikuti Wang Xia memasuki kamar kemudian keduanya saling berdiri berhadapan.
"Kamu bisa memulainya..."
Wang Xia sangat menggoda, saat ini dia memeluk lengannya yang lain. Langsung dengan menyilang pada bagian dadanya yang besar. Di tambah bagian bawah yang memperlihatkan kaki panjangnya yang mulus akan membuat siapapun yang melihatnya tidak tahan.
Jika Lisin tidak mengetahui kondisi Wang Xia yang sesungguhnya, dia tidak akan menahan diri lagi dan langsung melanggar Wang Xia di tempat.
Walaupun sekilas, Lisin dapat mengetahui kegugupan yang Wang Xia miliki. Seperti bahunya yang bergetar, juga ekspresi wajahnya yang cukup rumit.
Lisin menatap Wang Xia dengan diam tanpa berbicara. Walaupun wanita yang ada didepannya cantik, namun Lisin cukup kebal dengan hal yang seperti, hanya saja tidak tahu berapa menit dia bisa bertahan dari sikap tenangnya tersebut.
"Maaf, atas kejadian di halte bus..." Suara renyah dan sedikit bergetar dapat terdengar dari bibir merah Wang Xia.
"Kamu mungkin sudah tahu pekerjaan ini sangat buruk, atau mungkin terlihat menjijikkan untuk sebagian orang..." Jelas Wang Xia gugup namun dia terus bertahan.
Sedangkan Lisin hanya menatap dalam diam.
__ADS_1
"Kamu sudah mendengarnya jika aku tidak berpengalaman, atau mungkin tidak dapat memuaskan pelanggan, jika mungkin kamu akan menyesalkan setelah memesanku..."
Lisin masih diam.
"Lakukanlah aku tidak tahu bagaimana caranya memulai..."
Lisin yang dari awal diam hanya bisa menghela nafas.
"Wang Xia, kamu bisa tenang karena aku tidak sungguh - sungguh ingin melanggar kamu..."
Lisin tersenyum polos, yang mana membuat Wang Xia tidak bisa berkata - kata.
Bukankah kamu kemarin saat di halte ingin mendekatiku? mengapa sekarang, di saat mendapatkan kesempatan untuk melanggar ku Dia tidak melakukannya.
Wang Xia seolah tidak percaya, dirinya pikir Lisin datang memesannya hanya untuk membalas dendam karena dirinya yang mengabaikan Lisin saat di halte bus. Namun tidak berharap jika Lisin akan mengatakan seperti itu.
Tanpa sadar, kata - kata Lisin membuat Wang Xia menjadi lega.
Lisin sebenarnya merasa panas, sekuat apapun dirinya bertahan di bawah godaan tubuh matang Wang Xia, tetap saja Joni agung tidak bisa memahami keinginan Lisin yang berhati mulia.
Joni, jangan bandel kamu, lebih baik tidur sana.
"Tuan, boleh tahu namamu?..." Tanya Wang Xia setelah menjadi tenang, sedangkan mengapa Lisin bisa mengetahui nama dirinya mungkin sudah mengetahuinya dari Pan Ju.
"Namaku Li Shin... Sebenarnya aku hanya ingin bicara denganmu bukan karena maksud lain. Aku dengar dari seseorang kenalan yang bekerja untuk Keluarga Mo, keluarga kamu terlilit hutang untuk itu aku akan membantumu..."
"Aku suka membantu orang lain tanpa pamrih, apa lagi menginginkan imbalan bukan gaya saya..."
Orang seperti Lisin, telah membuka pikiran Wang Xia jika dunia masih memiliki sosok dermawan yang sesungguhnya. Dirinya merasa bersyukur bertemu dengan Lisin, jika tidak, mungkin Wang Xia akan memiliki nasib yang sangat menyedikan.
"Terima kasih..." Butiran air mata secara perlahan jatuh mengalir pada pipi Wang Xia.
"Kamu jangan menangis, karena wanita akan terlihat cantik saat mereka tersenyum, bukan saat mereka menangis..."
"Tentang masalah Hutang Keluargamu dengan Keluarga Mo kamu tidak perlu lagi memikirkannya..."
"Terima kasih..."
"Terima kasih..."
"Terima kasih..."
Lisin semakin bingung, dibilang tidak perlu menangis Wang Xia ini semakin menangis menjadi - jadi. Lisin hanya bisa merangkulnya sambil mengambil sedikit keuntungan.
.....
Setelah selusin menit berlalu, tangisan Wang Xia berakhir kemudian dia menjadi tenang. Pasti cukup sulit berada di posisinya saat ini. Di saat wanita biasa secara mendadak menemukan ayahnya terlilit hutang pastinya membuat Dia Shock! Beberapa wanita yang tidak kuat mungkin akan memutuskan bunuh diri.
"Gulp..."
__ADS_1
Lisin yang begitu dekat dengan Wang Xia tidak kuat lagi menahan keinginan biologisnya, dia harus mengalihkan pikirannya dengan sesuatu yang lainnya. Setidaknya dirinya harus bertahan agar tidak melanggar Wang Xia.
Terutama Joni, dia sedikit nakal.
Lisin melihat minuman tertentu tidak jauh darinya dan memilih untuk langsung meminumnya, tanpa peduli tentang minuman apa yang di minumnya. Terkadang di saat keinginan akan biologis yang memuncak, maka sebuah minuman akan dapat menenangkan pikiran.
Apalagi jika minuman tersebut tercampur Sianida pasti akan damai sentosa.
Adalah hal yang biasa jika pria akan merasa panas kemudian haus jika dekat dengan keindahan yang memiliki pakaian terbuka seperti Wang Xia. Apa lagi jika memeluknya, Lisin pikir mungkin minuman tersebut sejenis es cendol tertentu dan mungkin tidak terlalu memabukkan. hanya saja berbeda dengan Wang Xia.
"Kamu... kamu meminumnya?..."
Wang Xia tidak bisa mempercayai kedua matanya. Karena Lisin meminum minuman yang tercampur Afrodisiak. Minuman tersebut sengaja diletakan di sana dengan maksud dan tujuan melancarkan pelaksanaan goyangan berirama agar berkelanjutan.
"Ya, Ada apa?..."
"Apakah kamu tidak merasakan sesuatu yang aneh seperti sensasi yang memanas?..."
"Memanas!... Tidak..."
"Duar..."
Joni agung langsung mengamuk dan Lisin dapat merasakan sensasi panas yang luar biasa.
Sial... Apa yang harus aku lakukan selanjutnya?
Bagian bawah Lisin membengkak dengan luar biasa, Resleting langsung rusak dan memperlihatkan Joni agung yang terbelenggu dengan pakaian dalam dan terlihat ingin melarikan diri kapan saja.
"Aaaaa..."
Wang Xia sangat ketakutan, Mengapa sesuatu sebesar itu bisa tumbuh diantara bagian kaki seorang pria.
"Bang..."
Pintu kamar langsung di rusak dari luar dengan sebuah tendangan yang cukup kuat.
"Jangan bergerak, Polisi sudah mengepung semua tempat Shanghai foot Spa..."
Seorang polisi wanita berwajah dingin namun cantik, melangkah maju dengan seragam kepolisian lengkap sambil berteriak keras. Dia memiliki wajah yang halus, kulit cerah, rambut panjang dan sosok tinggi. Ada beberapa polisi pria yang dan mengikuti di belakangnya namun melakukan pemeriksaan pada kamar lainnya.
Wang Xia sangat panik karena dirinya tidak berharap jika kepolisian kota Shanghai akan melakukan penggerebekan.
Benar - benar wanita polisi yang cantik! Lisin tidak bisa mempercayai matanya. Meskipun polisi wanita itu mengenakan seragam kepolisian, pesona wajah dan sosoknya masih belum bisa ditutupi.
Fantasi tentang wanita berseragam kepolisian adalah yang paling disukai pria termasuk Lisin. Di tambah kondisi Lisin saat ini, dia benar - benar lebih menginginkan yang satu ini dari pada Wang Xia yang ada di dekatnya.
"Apakah kamu tidak takut mendapatkan penyakit kelamin yang menular pada usia yang begitu muda?!..." Polisi Wanita itu memberi Ceramah langsung kepada Lisin. karena dia menduga penampilan Lisin terlalu muda. Jadi Dia kesal pada tipe orang seperti Lisin tanpa menyembunyikan kebencian melalui perkataannya.
Bersambung...
__ADS_1
*Terima kasih untuk mereka - mereka yang sudah membaca novel ini namun memilih tidak melanjutkan lagi saat melewati Chapter 30an, jika tidak salah saat Lisin di jepang. beberapa komentar spam mengatakan jika mereka tidak sanggup melanjutkan karena tidak kuat lagi. entah maksudnya apa author tidak memahami. di sini author hanya menyimpulkan secara sepihak, jika yang membaca hingga chapter terbaru dan terus mengikuti tiap harinya, kalian luar biasa berjiwa baja dan tahan dari goyangan.