Kehidupan Dengan Sistem Kekayaan

Kehidupan Dengan Sistem Kekayaan
Kehidupan Dengan Sistem Kekayaan Episode 82


__ADS_3

Hari berlalu...


Lisin terlalu malas untuk menghadiri mata kuliah yang di bimbing langsung oleh Dosen Mirna.


Jadi Lisin langsung menelpon Mirna guna meminta cuti kuliah. awalnya Mirna menolak permintaan Lisin, namun apa boleh buat karena kemampuan kedokteran Lisin di atas dirinya. jadi Mirna hanya bisa mengizinkannya.


Lisin menjadi mahasiswa pengecualian di bawah bimbingan Dosen Mirna dengan tidak perlu menghadiri mata kuliah, namun dengan syarat Lisin harus mendapatkan nilai penuh di setiap mata kuliah akhir semester.


Apa yang tidak untuk Lisin persoalan nilai penuh mata kuliah bukan masalah untuk dirinya. Kepala kampus juga tidak masalah tentang keputusan tersebut.


Kepala kampus tidak buta apa lagi tunarungu, dirinya sudah mengetahui tentang keberadaan dokter ajaib yang sempat viral di platform youtube.


Kepala kampus mengetahui jika dokter ajaib itu Lisin yang menolong dirinya belum lama ini. dan juga kuliah di bawah naungan Universitas miliknya, Sekarang kepala kampus tidak bisa berhenti tersenyum lebar.


Bahkan dengan bangganya kepala kampus memberitahukan kepada kenalannya dari Universitas lain jika Lisin dan dirinya sangat akrab bahkan tidak terpisahkan.


Jika Lisin tau apa yang di katakan kepala kampus, dia pasti akan muntah darah.


Pernyataan tersebut hanya bisa membuat Universitas lain kecewa, bahkan ada juga yang memiliki niatan menjadikan Lisin agar memberikan mata kuliah sebagai dosen kedokteran, namun Lisin menolaknya.


Trio wik wik yaitu Jo, Alim dan Brian ketiganya tidak puas dengan Lisin tentang kejadian kemarin malam, karena Lisin mengkhianati ikatan pertemanan.


Lisin yang tidak berdaya memberikan masing-masing dari ketiganya pil yang di beli melalui toko sistem.


Lisin tidak pelit terhadap teman-temannya. jadi Lisin memberikan sebuah pil yang dapat memperbaiki ginjal dan meningkatkan efektifitas dalam bercocok tanam dengan pasangan mereka masing-masing.


Setelah berdamai dengan Lisin tentang penghianatan ketiganya bersyukur karena Lisin telah membukakan jalan terang. membantu ketiganya dari ketergantungan dengan sabun. tidak hanya itu, jika bukan karena Lisin ketiganya akan tetap menjomblo.


Sekarang ketiganya memanggil Lisin dengan sebutan kakak pertama, di ikuti Brian, Jo dan Alim. ketiganya sangat menghargai Lisin karena pil pemberian dari Lisin membuat ketiganya mampu bertahan selama 1 jam. hal ini membuat pasangan masing-masing semakin mencintai mereka bertiga.


Lisin yang tenang karena tidak lagi memikirkan tentang mata kuliah memilih untuk membeli rumah.


"Tong... ting... tong..."


Lisin yang fokus mengendarai Ferrari merah terganggu dengan suara ponsel yang ada di saku celananya.


"Halo..."


"Lisin... Kapan kamu akan datang ke Los Angeles..."


Lisin mulai mengingat siapa yang menelpon dirinya, dia adalah Robert yang sebelumnya bertemu di acara pesta amal. Dan sistem memberinya tugas yang mana dirinya harus membantu Robert dari masalah yang di milikinya.


"Aku mengerti... Karena aku sudah berjanji maka tidak ada alasan untuk mengingkarinya..." Lisin dengan fasih berbicara dengan bahasa Inggris.


Lisin langsung bergegas mengemudikan Ferrari merah ke Bandara... melalui proses beberapa kepengurusan Lisin yang sudah memiliki Paspor dan Visa tidak terlalu banyak halangan langsung memasuki pesawat udara.


Seperti penerbangan pada umumnya, perjalanan dari Malang Indonesia ke Los Angeles, California, Amerika Serikat.


Penerbangan memakan waktu yang lama dan itu membuat Lisin bosan karena terus tertidur, bersantai, mendengarkan musik, dan lain sebagainya.


Kali ini penerbangan Lisin aman sentosa dan sejahtera tanpa ada gangguan, seperti pramugari yang menumpahkan air minum atau pembajakan pesawat yang di lakukan terorisme.


Lisin keluar dari bandara internasional Los Angeles. pergi menggunakan taksi.


"Tujuannya pak?..." Supir taksi bertanya.


"Santa Monica Bay..." menurut informasi yang di berikan Robert. Lisin harus mendatangi kota santa monica kota terdekat dari Los Angeles.


"Ok..." Semua supir taksi akan mengerti jika tujuannya adalah santa monica bay, itu adalah Kota dekat pantai yang cukup populer. tempat ini sering juga di gunakan sebagai syuting film, dan banyak juga wisatawan dari mancanegara yang menjadikan pantai santa monica sebagai pilihan saat berlibur di luar negeri.


Dari dalam mobil taksi Lisin dapat melihat sesuatu yang ada di atas bukit dan itu adalah huruf besar berwarna putih.


HOLLYWOOD


Hollywood Sign, mobil taksi terus berjalan tanpa berhenti kemudian cukup jauh di depan adalah Kemacetan panjang.


"Pak turun di sini saja..."


Tidak ingin menunggu di dalam taksi Lisin memutuskan untuk berjalan kaki.


Disini banyak aktifitas seperti surfing, cycling, jogging, dan lain sebagainya.


Santa Monica Pier selalu ramai dan memiliki beberapa hiburan seru seperti roller coaster, ferris wheel, dan lain sebagainya.


Makanan di daerah sini cenderung mewah dan banyak musisi jalanan dan toko-toko dimana Lisin dapat menikmati pantai, sekaligus belanja.


Lisin harus mengakui jika kehidupan di sini sangat berbeda dengan apa yang ada di indonesia. terutama banyak wanita hanya menggunakan pakaian dalam yang biasa di sebut dengan bikini.

__ADS_1


"Hay... tampan..."


Lisin yang berjalan di antara kerumunan melihat ke arah wanita yang memanggil dirinya.


Sial...


Itu adalah wanita bertubuh gemuk dengan riasan tebal, melihat jika wanita gemuk tersebut tertarik terhadap dirinya Lisin ingin muntah darah.


Dengan ketakutan Lisin mengabaikannya lalu mempercepat langkah kakinya.


Sial... mimpi apa kemarin, hingga bertemu dengan wanita seperti itu.


Bukan maksud Lisin menghina pihak lain hanya saja jika memiliki tubuh yang gemuk setidaknya berbusanalah yang sopan. namun melihat kembali tempat tersebut Lisin hanya bisa menggelengkan kepala.


"Ahhh..."


Lisin yang mempercepat langkah kakinya tidak sengaja bertabrakan dengan wanita cantik bertubuh matang, dengan rambut pirang bergelombang.


"Boing!-boing!... "


Sial lembut sekali...


Lisin perlahan membuka kedua matanya lalu melihat jika kedua tangannya menyentuh dua semangka milik wanita yang tidak di kenalnya.


Sial... mengapa aku seperti Yuki Rito yang jika bertabrakan dengan wanita akan memegang itunya...


"Penjahat kelamin... mau sampai kapan kamu memeganginya..." wanita cantik tersebut berteriak marah.


"Maaf aku tidak sengaja..." Lisin dengan enggan melepaskan kedua tangannya, andaikan bisa menyentuhnya lebih lama lagi.


"Nona... anda tidak apa-apa?"


Lebih dari selusin penjaga berpakaian serba hitam tidak lupa kaca mata hitamnya mengelilingi Lisin dengan senjata pistol di tangannya.


"Aku tidak apa-apa..." wanita cantik tersebut menerima jaket berbulu dari pelayan wanita yang mengikutinya.


Orang-orang yang ada di sekitarnya berlari dengan ketakutan, sangat jelas tidak ada yang berani menyinggung Wanita cantik tersebut.


Siapa pemuda itu sepertinya akan mati cepat atau lambat.


"Hei... orang asia... apa kamu tidak tau konsekuensi dari menyinggungku?"


"Ehm... jangan bilang jika kamu ingin aku bertanggung jawab untuk menikahimu kemudian memiliki anak bersama menjadi keluarga yang bahagia?"


Lisin berkata seolah tidak menginginkannya...


Wanita cantik tersebut mengerutkan keningnya, sangat jelas jika dia sedang marah, ini pertama kalinya ada seseorang yang berbuat tidak senonoh terhadap dirinya.


Apa!!!... Menikah... Memiliki Anak... siapa juga yang sudi menikah dengan orang asia yang bagian bawahnya sebesar jari kelingking.


Jika Lisin mengetahui pemikiran wanita tersebut pasti akan tertawa, hahaha... belum melihat gajah duduk itu apa... apa lagi jika gajah duduk itu berdiri...


"Siapa juga yang ingin punya anak denganmu..."


Cowok asia itu sudah sebesar jari kelingking dan sangat jelas tidak terasa apa-apa, dan juga pasti cepat keluar.


Apakah semua wanita barat berpikir seperti ini?


Pendapat wanita cantik tersebut, dirinya dapatkan dari teman-temannya sedangkan dirinya sendiri tidak berpengalaman.


Jika dia tidur dengan Lisin 5 hari 5 malam pasti nangis...


"Lalu apa yang harus aku lakukan... aku tidak punya sesuatu yang berharga untuk aku berikan sebagai kompensasi" Lisin berkata dengan tidak berdaya.


Dirinya hanya ingin menyelesaikan tugas sistem dengan membantu Robert mengapa dirinya bisa bertemu dengan wanita galak seperti ini.


"Siapapun mereka yang berani menyinggungku mereka harus mati..." Wanita cantik tersebut melihat kearah pengawalnya.


"Mati..."


Sial... mengapa kamu ingin membunuh seseorang yang baru saja bertemu denganmu. aku tau jika aku berbuat sesuatu yang tidak senonoh, tapi itu semua tidak sengaja jadi kenapa harus membunuhku.


"Tunggu dulu... Apa tidak ada keringanan aku punya kartu KISS..."


Kartu Kiss hanya berlaku di rumah sakit mengapa Lisin meminta keringanan hidupnya dengan kartu tersebut.


"Tidak bisa kamu harus mati..." Wanita cantik tersebut tidak bisa di ganggu gugat lagi.

__ADS_1


Sial... Apakah aku akan mati di sini? di luar negeri... lalu bagaimana jasad aku di pulangkan.


"Tunggu dulu... membunuhku itu merepotkan... kalian harus memulangkan jasadku, menjelaskan kematian ku ke pihak berwenang, juga banyak hal yang harus kalian berikan sebagai kompensasi terhadap keluargaku di kampung..."


Hahaha... aku pintar, pasti mereka berfikir jika kematian ku terlalu merepotkan.


"Kami tidak melakukan hal itu..."


"Tidak?!!!..."


Tidak melakukan hal itu! lalu jika aku mati dikemanakan jasadku?... Jangan bilang di buat tukar tambah dengan sesuatu...


"Kami tidak melakukan pemakaman untuk orang asia yang tidak jelas sepertimu... Organ dalam mu bernilai uang, mengapa tidak di jual saja setelah kamu mati"


Sial... Apa kamu pikir aku ayam potong?... tempat ini terlalu menyeramkan mengapa aku datang ke tempat seperti ini.


Selusin pengawal ini jelas tidak sederhana, mereka adalah pensiunan pasukan khusus dan kemampuan individu mereka di atas rata-rata.


Sebenarnya Lisin bisa saja berurusan dengan mereka dengan tangan kosong namun dengan mereka yang berpistol lengkap Lisin akan kesulitan menangani mereka semua.


Menurut data sistem, Lisin hanya mempunyai 10% peluang hidup jika melawan selusin pengawal yang di miliki wanita cantik tersebut. namum Lisin akan menderita cedera fatal jika berhadapan dengan hujan peluru.


Memikirkan katana miliknya yang bopeng-bopeng karena telah rusak saat berhadapan dengan gergaji mesin milik kopet sebelumnya. Dengan analisa sistem keefektifan katana miliknya yang rusak tidak dapat membela atau menghalau datangnya peluru.


Lisin tidak ingin mati sia-sia...


Sangat mengerikan ternyata benar Amerika melegalkan beberapa jenis senjata api, dan orang mati karena tertembak dapat di temukan di mana-mana.


Benar... aku harus menyenangkannya. tapi apa yang membuat wanita barat sangat senang... um... benar juga punyaku kan besar, berharap saja dia tergoda...


"Tembak dia..." Wanita cantik tersebut berkata dengan dingin.


"Tunggu sebentar..." Lisin menghentikan.


"Apa lagi..." wanita cantik bertanya lagi.


"Punyaku besar, kuat dan tahan lama..." Untung saja Lisin tidak menambahkan, karena mama memberiku batu baterai ABC.


Bibir wanita cantik tersebut bergetar... pikirannya kacau, Bukannya semua cowok asia itu kecil, lemah dan tidak tahan lama. mengapa dia mengatakan sebaliknya...


Jelas dia berbohong, ya pasti berbohong... Tapi mengapa aku penasaran, apakah dia berbohong ataukah temanku yang selama ini berbohong.


"Pengawal... gunakan tembakan pembius" Wanita cantik tersebut berubah pikiran.


"Ya nona..." Semua pengawal langsung mengganti pistol peluru menggunakan pistol pembius.


Lisin yang melihat pistol pembius tertawa di dalam hati... obat bius?!!!... apakah mempan?


"Shut..."


Satu jarum bius menancap di antara kedua mata Lisin... namun Lisin tidak pingsan.


Tuh... kan ku bilang apa...


"Mengapa dia tidak pingsan..." Wanita cantik tersebut terkejut, setelah menunggu beberapa menit Lisin tidak mengalami tanda-tanda akan pingsan.


"Semua pengawal tembak dia dengan dosis tinggi..." Wanita cantik tersebut berteriak dengan marah. "Gunakan semuanya hingga habis..."


"Shut..."


"Shut..."


"Shut..."


Hahaha... tidak mempan...


Sial mengapa mataku begitu berat... Ini tidak mungkin.


Lisin yang memiliki tubuh seni belah diri kuno memiliki ketahanan yang luar biasa. namun melihat jumlah dosisnya yang banyak setangguh apapun tubuh Lisin tidak akan sanggup menahannya.


Lisin yang bingung melihat jumlah jarum yang bersarang di sekujur tubuhnya.


"Sial... Ini seribu jarum bius..." Lisin jatuh kebelakang langsung pingsan dengan sekujur tubuhnya seperti landak.


Bersambung...


*Mampir juga Novel baru author yang berjudul "SISTEM KERUGIAN"

__ADS_1


*Terimakasih.


__ADS_2