
"Ahhh..."
Ratna berteriak kesakitan bagaimana tidak bagian perutnya tertusuk dengan parang.
Air mancur darah keluar melalui lukanya, dengan rasa dingin yang mulai menjalar di sekujur tubuhnya Ratna tidak berharap dia akan mati seperti ini.
"To... tolong..." Ratna tergagap meminta bantuan, lalu saat melihat kearah pacarnya Ratna semakin bingung.
"Me... mengapa..." Ratna tersungkur duduk di tanah dangan darah segar keluar dari mulutnya itu karena dia berusaha untuk berbicara.
"Huu... Aku terlalu lelah berpura-pura menjadi pacar cabai-cabaian ini..." Danu yang sebelumnya ketakutan itu semua hanyalah acting.
"Ugh..." Perkataan Danu seperti suara guntur di siang bolong. Ratna tidak percaya jika ternyata pacarnya yang baru jadian beberapa hari yang lalu dari awal berniat membunuhnya.
Mengapa bukannya hubungan kita di dasari suka sama suka, dan kita sudah berakhir di hotel.
Hingga di akhir kematiannya Ratna sangat menyesal bukan hanya berpacaran dengan Danu, melainkan dia terlalu mudah untuk berganti-ganti pacar dan tidak berharap jika pacarnya yang terakhir akan membunuhnya.
Sebenarnya banyak mantannya yang sangat serius dengan Ratna hingga akan melamarnya kejenjang pernikahan, namun Ratna memilih untuk putus karena belum siap menanggung beban pernikahan.
Jika tau seperti ini dia lebih baik menikah dengan mantannya dan menjadi ibu rumah tangga.
"Dasar wanita murahan..." Tatapan Danu menjadi dingin.
"Ga... gaga... (kakak)..." Kopet bertubuh besar itu menyapa Danu lalu berniat melepas topeng kamen Rider.
"Hentikan... aku muak melihat wajah busuk mu itu... bukankah kamu lapar, apakah dua jasad ini kurang untuk beberapa bulan ke depan?..." Danu berkata dengan berat.
Dia memiliki seorang adik yang suka memakan daging manusia (kanibalisme) adiknya seorang idiot dan mengapa adiknya bisa menjadi kanibal itu cerita yang rumit.
Keluarga Danu awalnya keluarga utuh dengan kedua orang tuanya yang lengkap. setelah kematian kedua orang tuanya karena kecelakaan membuat Danu yang berpendidikan hanya bisa menjadi tulang punggung keluarga.
Tidak memiliki kerabat kehidupan Danu dan adiknya cukup berat. di bebani seorang adik berusia 10 tahun yang idiot Danu berulang kali putus sambung pendidikan.
Terkadang dirinya memilih untuk bekerja di satu sisi dirinya ingin kehidupan yang sama dengan teman-temanya yaitu kehidupan yang berkecukupan.
Suatu ketika Danu yang kebingungan karena tidak memiliki uang sepeserpun mulai melakukan pembegalan terhadap mobil yang melintasi jalan sepi.
Awalnya hanya niatan untuk merampok tanpa membunuh, namun dia paham jika dirinya tidak membunuh para korban, mereka akan melaporkan aksi bengalnya ke polisi.
Danu beserta adiknya yang sedikit idiot menggunakan lahan kosong yang cukup tersembunyi sebagai markas, bahkan polisi akan kesulitan menemukan tempat tersebut.
Setelah berulang kali melakukan pembegalan, dia tidak berharap jika adiknya sangat tertarik dengan daging manusia, dari sana adiknya memiliki ketergantungan terhadap daging manusia.
Semakin lama melakukan aksinya polisi mulai mencium jejak kejahatan Danu dan adiknya. hal itu membuat Danu ingin menghentikan tindakannya tersebut dan memilih hidup dengan normal.
Akan tetapi siapa sangka jika adiknya tidak bisa berhenti memakan daging manusia. Sajak saat itu lah Danu menjalani kehidupan yang normal menjadi mahasiswa sambil mencari korban untuk di berikan kepada adiknya.
Terkadang menjadi tukang taksi yang akan membunuh korbannya, kadang juga menjadi pemandu wisata yang akan membunuh demi adiknya. entah berapa banyak Danu dan Adiknya membunuh seseorang.
Danu memilih untuk mecari korban dengan berpindah-pindah tempat dan berganti universitas guna menghindari pelacakan pihak kepolisian.
Karena terlalu sering memakan daging manusia menjadikan adiknya obesitas, baik itu wajahnya dan beberapa bagian tubuh yang lain itu mulai mengalami pembusukan.
Kesukaan Danu dalam mencari mangsa adalah dengan memacari seorang wanita lalu membunuhnya.
Sekarang semua sesuai rencana dalam rutinitas mendapatkan korban untuk adiknya. siapa yang berharap keberadaan Lisin akan menjadi penghalang untuknya.
Seperti halnya jika Lisin tidak menjadi umpan maka adiknya akan membunuh Ratna dan Anisa dengan anak panah. karena Lisin, rencananya berubah total oleh karena itu dia harus membodohi wanita murahan Ratna dan membunuhnya.
Berikutnya setelah membunuh Anjar dan Ratna, Danu harus membunuh Anisa dan Lisin dan siapa sangka saat Danu berpura-pura mendapatkan tusukan di bagian perut dengan darah milik Ratna, Lisin akan menemukannya dengan cepat.
Apakah Lisin dukun yang bisa melakukan penerawangan terhadap seseorang. sekarang giginya hancur dengan rasa sakit yang luar biasa pada bagian rahangnya membuatnya banyak kehilangan darah lalu pingsan.
Kopet yang bisa di bilang adiknya Danu yang bersembunyi di balik mobil bekas sangat marah karena kakaknya di pukul. dia mengambil gergaji mesin lalu berniat membunuh Lisin dan Anisa.
"Argh... Agi... Agi... (Mati... Mati...)Argh"
"Eeeeng..." Kopet yang sangat marah mendatangi Lisin dan Anisa sambil membawa gergaji mesin yang siap memotong apapun.
Danu adalah kakak yang baik, dia satu-satunya keluarga yang di miliki kopet sekarang seseorang memukul kakaknya tercinta tepat di depan matanya, bagaimana Kopet tidak marah.
"Anisa kamu bersembunyi di belakang mobil itu... apapun yang terjadi jangan melihat apa lagi membantu" Lisin berkata dengan dingin.
"Um..." Anisa mengerti seberapa serius masalah tersebut jadi dia langsung pergi meninggalkan Lisin.
"Aaaargh..."
Menghadapi gergaji mesin yang menghampiri dirinya Lisin memilih menghindar. namun dirinya tidak berharap jika ayunan dari kopet akan berubah arah.
"Crakkk..."
Bagaimana Lisin akan membiarkan dirinya terpotong oleh gergaji mesin. Lisin langsung mengambil Katana dari inventori, dengan cepat menghalaunya.
Lisin harus mengakui energi kopet sangat kuat luar biasa, jika Lisin tidak memiliki kekuatan super dari seni beladiri kuno mungkin dirinya akan terlempar ke belakang.
"Crakkk..."
Benturan disertai gesekan antara gerigi mata pisau gergaji mesin dengan katana sangat keras, percikan bunga api dapat di lihat dengan jelas.
Saat keduanya berpisah Lisin dapat melihat kerusakan pada mata pisau katana yang ada di tangannya.
__ADS_1
Sial... katana yang aku dapatkan langsung dari master Jepang mengalami kerusakan yang cukup berat sepertinya aku harus mencari penggantinya.
"Argh..."
Kali ini Lisin tidak menggunakan katana untuk menghalau serangan dari kopet. Lisin menggunakan kelincahan untuk secara terus menerus menghindari serangan kopet.
"Shuuut..."
Saat Lisin berdiri tepat di belakang kopet Lisin tidak melepaskan kesempatan, dirinya langsung menebas kopet tersebut.
"Sial...".
Lisin harus mengakui kemauan yang tidak ingin kalah dari kopet tersebut, Luka dari tebasan katana cukup dalam bahkan darah berhamburan keluar, namun siapa sangka jika kopet masih terus berdiri dengan gergaji mesin di tangannya.
"Shuuut..."
Lisin yang kesal menebas bagian lain pada perut kopet.
"Argh..."
Kopet yang tersungkur hanya bisa berteriak dengan kesal. walaupun punggung dan perut mengalami luka tebasan dari Lisin, Kopet tersebut seolah tidak merasakan sakit perlahan mulai berdiri lagi.
"Seperti yang di harapkan dari kopet..." Lisin melangkah ke belakang dengan zig-zag sambil menghindari serangan kopet.
Saat Lisin berniat melakukan serangan balik dirinya melupakan keberadaan seseorang. dari arah belakang seseorang yang memiliki sebagian giginya yang menghilang menangkap Lisin lalu mengunci pergerakan Lisin dengan cara memeluk erat dari belakang.
"Ah... Gaga... (kakak)..."
Kopet menjadi sangat senang ketika melihat kakaknya datang membantunya. tentu saja orang bergigi ompong tersebut tidak lain tidak bukan adalah Danu.
"Adik... cepat bunuh dia..." Danu yang tersadar dari pingsannya memahami jika adiknya berhadapan dengan Lisin.
Danu sendiri tidak berharap jika Lisin sangat kuat bahkan berakhir seimbang, tidak tapi lebih unggul dari adiknya yang memiliki tenaga sekuat gorila.
Seolah mengerti Kopet tersebut langsung berniat menebas Lisin pada bagian perut.
Bagaimana Lisin akan membiarkan gergaji mesin akan memotong tubuhnya. Lisin yang mendapatkan pelukan erat dari Danu yang bermandikan darah sangat tertekan.
Sial... tubuhku yang suci di peluk oleh seorang laki-laki... sial... aku ternodai, aku harus meminta bantuan wanita untuk mensucikan tubuh kotorku.
Lisin yang tidak berharap jika Danu akan mengunci pergerakan tubuhnya sangat marah. siapa Lisin? apakah pelukan erat dari Danu akan membuatnya tidak bergerak? jelas tidak.
Lisin dengan kekuatan penuh menginjak kaki Danu yang memeluk dirinya dari belakang.
"Ahhh..." Danu berteriak kesakitan dengan eksis memperlihatkan giginya yang ompong.
Sebelum tebasan gergaji mesin dari kopet mengenai dirinya, Lisin membalik posisi di mana Danu yang kesakitan berada di belakang Lisin menjadi di depan Lisin, kemudian memberikan sedikit dorongan lalu Danu melangkah ke depan seketika menerima tebasan gergaji mesin dari adiknya sendiri yaitu si kopet.
"E... edagggg...(Tidakkkk)... Aaaaa..."
Danu yang terjatuh dapat melihat tubuh bagian bawahnya sangat dekat, lalu dia mulai sadar jika tubuhnya terpotong menjadi dua.
Danu yang perlahan kedinginan karena ajalnya yang mendekat mulai menyesali segala perbuatan jahatnya, terutama sangat menyesal membesarkan adiknya yang idiot.
Sejak kematian kedua orang tuanya Danu merawat adiknya dengan penuh kasih sayang, bahkan saat adiknya dalam kecanduan daging manusia Danu rela membunuh dan memberikan jasadnya kepada adiknya.
Sekarang apa balasannya? madu yang di harapkan tapi racun yang di dapatkan. kini tubuh Danu terpotong menjadi dua di tangan adik kesayangannya. Sakit... Danu yang menghembuskan nafas terakhir menatap adiknya dengan mata bulat.
"Aaaaaaah...."
Kopet yang berduka cita atas kematian kakaknya semakin membenci Lisin yang seperti menonton pertunjukan.
"Mengapa kamu menatapku seperti itu... bukankah itu kamu yang membunuhnya" Lisin yang santai perlahan duduk di atas kap mobil yang ada di dekatnya.
"U... uu... (kamu) Uhk..." Kopet itu batuk darah.
"Apakah... kamu sedih?... lalu apakah kamu tidak merasa sedih juga saat kamu membunuh semua korban mu?... Apakah kamu tidak merasa kasihan saat memakan daging para korban?"
Lisin menatap dengan dingin sambil mengelus katana yang bopeng-bopeng karena benturan dengan gerigi gergaji mesin.
"Argh..." Kopet yang sangat marah langsung menuju ke arah Lisin.
"Shuuut..."
Lisin menyelimuti katana yang bopeng dengan energi batin lalu menebas lengan Kopet.
"Ahhhh..."
Kopet yang menerima tebasan katana dari Lisin kehilangan tangan kanannya sambil menjatuhkan gergaji mesin, Lisin tidak memberikan kesempatan kepada si Kopet untuk melarikan diri.
Dengan cepat Lisin menusukkan katana menembus dada si kopet, Kopet bertopeng kamen Rider batuk darah kemudian jatuh kebelakang setelah Lisin mencabutnya.
Apakah Kopet tersebut Mati?
Lisin tidak berharap jika perjalanannya mengemudikan Ferrari akan berakhir bertemu dengan kopet.
"Lisin... kamu tidak apa-apa?..." Anisa datang mendekat dengan khawatir.
"Aku baik-baik saja... ayo pergi... dan tinggalkan tempat ini..." Perkataan Lisin jelas membuat Anisa bingung.
"bagaimana caranya meninggalkan tempat ini?"
__ADS_1
"Tentang itu... tenang saja..."
Tidak ada yang tidak mungkin di depan Lisin. tidak lama setelah itu Lisin mencari ban cadangan yang kebanyakan tersimpan di bagian bawah belakang mobil.
Dengan menggunakan beberapa kunci ban yang ada di beberapa mobil bekas, Lisin memodifikasi mobil SUV yang kebetulan ada di sana.
"Wow... aku tidak menduga kamu begitu bisa di andalkan..." Anisa berkata dengan terpukau.
"Baiklah ayo pergi..."
Setelah memastikan ban mobil aman Lisin menyabotase kelistrikan mobil SUV, lalu mobilnya secara perlahan hidup setelah beberapa kali proses. Lisin juga tidak lupa memeriksa kondisi bahan bakar mobil.
"Argh..."
Lisin yang akan menginjak gas teralihkan oleh teriakkan kopet yang ternyata belum mati.
"Sial... dia belum mati!!!... apakah hatinya berada di posisi yang berbeda di bandingkan manusia pada umumnya"
Lisin sangat yakin jika dirinya menusukan katana tepat di bagian hati si kopet, namun si kopet belum mati sangat jelas jika si kopet sangat sulit untuk di bunuh.
"Lisin... apa yang harus kita lakukan?" Anisa ketakutan.
"Mengapa bingung tabrak saja dia..." Mobil SUV tua yang baru saja di hidup kan meraung-raung.
"Apa!!!..."
"Anisa... pasang sabuk pengaman lalu pejamkan kedua matamu... jangan di buka sebelum aku menyuruhmu untuk membukanya"
"Um..." sekarang Anisa sangat mempercayai perintah Lisin.
"Ledakan kenalpot..."
Lisin yang mengemudikan mobil SUV langsung menginjak gas bersamaan melepaskan pedal kopling.
"Ahhh..."
Kopet yang memiliki lengan kanan terpotong berdiri tepat di depan Mobil SUV. Lisin tidak melepaskan kesempatan langsung menabrakkan Kopet hingga berguling beberapa kali.
"Argh..."
Lisin yang ada di dalam mobil SUV harus mengakui daya tahan tubuh milik Kopet yang saat ini sebatang kara karena di tinggal mati kakaknya yaitu Danu.
Melihat jika Kopet tersebut masih bisa berdiri Lisin turun dari mobil lalu mendekat kopet tersebut dengan katana di tangannya.
"Sepertinya aku harus mencincang mu agar tidak bangkit lagi..."
Kemampuan kopet legendaris berikutnya yaitu pura-pura mati, di saat karakter utama sudah membunuhnya ternyata kopet masih hidup dan membunuh karakter utama di akhir film, sungguh film horor yang klasik.
Dengan katana di tangan Lisin berjalan dengan santai, sedangkan kopet yang tanpa senjata mendekat Lisin.
"Ckrak..."
"Shuuut..."
"Ahhhh..."
Lisin tanpa belas kasihan memotong kedua kakinya, tangan kirinya, lalu memisahkan kepala dari tubuhnya. tidak berhenti di situ Lisin memotong beberapa bagian dari tubuhnya menjadi potongan kecil.
"Jika dia masih hidup... apa yang bisa dia lakukan dengan semua tubuhnya yang terpotong"
"Kamu bisa membuka kedua matamu..."
Lisin yang kembali ke dalam mobil berkata kepada Anisa kemudian mengemudikan mobil SUV tua menuju jalan utama dengan menerjang pepohonan.
"Ahhhhh..."
Duduk di dalam mobil SUV yang menuruni jalan turunan Anisa tidak berhenti berteriak. Bagaimana tidak dia merasa bukan berada di dalam mobil melainkan berada di sebuah wahana rollercoaster, dan dia sangat takut dengan hal seperti itu.
"Kamu baik-baik saja?!!!" Lisin yang mengemudi dengan serius perlahan berhenti di jalan raja utama. kemudian dia baru sadar jika anisa duduk di sampingnya.
Sial... dia pingsan apakah cara mengemudi ku sangat buruk.
Lisin tidak langsung membangunkan Anisa, dia mengeluarkan ponselnya lalu melakukan panggilan.
"Hahahaha... Lisin, jika kamu menelpon ku pasti ada masalahkan" suara tua dapat di dengar dari loudspeaker ponsel.
Jendral tua tidak kesal walaupun hanya di manfaatkan Lisin untuk menyelesaikan masalah yang di tinggalkan Lisin.
"Benar... pak tua... aku ingin kamu mengurus sesuatu yang berhubungan dengan pembunuhan" Lisin tidak bertele-tele dia langsung menceritakan semuanya yang terjadi dengan jujur.
"Apa!!!..."
Jenderal tua sangat terkejut namun Lisin tidak peduli, setelah menutup panggilan Lisin langsung pergi mengendarai SUV tua melalui jalan utama.
Datang dengan mobil sport Ferrari pulang dengan mobil SUV tua sungguh pergantian kendaraan yang tidak terduga.
Bersambung...
*Mampir juga Novel baru author yang berjudul "SISTEM KERUGIAN"
*Terimakasih.
__ADS_1