
Tanpa terasa pagi hari berganti malam, Zhang Fei tidak pergi bekerja karena suasana hatinya sedang kacau. Ekspresi rumit memenuhi wajahnya, dia jelas masih memikirkan tentang pembicaraan perceraian melalui panggilan telepon dengan Lisin.
Zhang Fei sesekali menggigit bibirnya saat memikirkan tentang Lisin. entah kenapa keberadaan seorang pria dapat membuat Zhang Fei menjadi seperti ini. Dia belum pernah memikirkan seorang lelaki yang bisa membuatnya patah hati.
Dalam hidupnya akan banyak pria yang mengantri untuknya, di manapun dia pergi akan selalu menarik perhatian lelaki manapun. Sekarang hanya karena satu lelaki yang terikat pernikahan secara hukum dengannya, dapat merusak Mood dan semangatnya.
Dari awal dia sudah merencanakan akan menceraikan Lisin begitu surat kuasa dari keluarga Zhang telah terambil alih, jadi cepat atau lambat keduanya akan berpisah. Maka dari itu dia tidak harus memikirkan lagi tentang Lisin, karena masih banyak laki - laki lain di luar sana yang lebih baik dari Lisin.
"Siapa di sana?..."
Zhang Fei yang sedang melamun, dapat merasakan kehadiran seseorang yang tidak dirinya kenal. Dia bingung dan panik saat orang asing memasuki kamarnya tanpa dirinya sadari. Mengingat jika kamarnya berada di lantai dua bagaimana orang asing ini bisa masuk dengan mudah.
Belum lagi Villa pribadinya memiliki keamanan yang cukup bisa di andalkan. Siapa mereka dan apa yang mereka inginkan, tidak mungkin kedatangan mereka memiliki niat baik.
"Jangan mendekat..."
Mereka tidak lebih dari tiga pria paruh baya dengan senyuman jahat di wajahnya. Zhang Fei yang panik berusaha menjaga jarak sekitar mereka mendekati dirinya.
"Jika kalian mendekat lagi, aku akan memanggil polisi..."
Kata - kata polisi yang keluar dari mulut Zhang Fei, tidak membuat mereka bertiga takut.
"Ah..."
Salah satu diantara mereka bertiga secara cepat menghilang, dan muncul kembali di belakang Zhang Fei kemudian memukul tengkuknya. dan membuat Zhang Fei langsung tidak sadarkan diri.
Dengan metode tertentu ketiganya membawa Zhang Fei pergi dari Villa pribadinya lalu menghilang. Tentu saja mereka tidak lupa untuk meninggalkan sebuah surat yang di letakan di atas tempat tidur.
.....
Di tempat lain, Villa elite laut timur.
Lisin tidak mengetahui tentang Zhang Fei yang di culik, apa lagi Sistem yang dia miliki tidak berguna sama sekali. Saat ini Dia baru saja menyelesaikan aktivitas berhubungan badan dengan Mei Lan.
Lisin benar - benar tidak berdaya di buatnya, jika Mei Lan tidak kehabisan energinya mungkin aktivitas tersebut tidak akan terselesaikan.
Sekarang adalah pagi yang lainnya, Kemarin Lisin sudah memutuskan untuk pergi ke Biro pelayanan Sipil, untuk mengurus surat perceraiannya. untuk itu dia harus pergi ke villa pribadi Zhang Fei.
Meninggalkan Mei Lan yang terlelap di atas ranjang, Lisin Pergi dengan mengemudikan mobilnya untuk bertemu dengan Zhang Fei. Akan tetapi setelah dia sampai di sana, Lisin harus kecewa karena tidak menemukan Zhang Fei di depan Villa.
__ADS_1
Mungkinkah dia sudah pergi bekerja?
Mengingat jika itu Zhang Fei, Bisa saja Zhang Fei pergi ke perusahaan Lotus Corporation tanpa memikirkan tentang perceraian. Lisin hanya bisa kecewa saat memikirkan hal tersebut.
"Tuan Li... Tuan Li..."
Dari dalam Villa, Bibi Nam memanggilnya dengan panik. Jelas dia menyadari jika Zhang Fei menghilang di kamarnya.
"Bibi Nam, Apakah kamu memiliki masalah. Mengapa begitu panik?..."
Lisin tanpa sadar memikirkan tentang, Apakah Zhang Fei yang melakukan bunuh diri? Secara, Lisin kan Tampan dan menjadi sosok suami baik - baik yang memiliki sifat setia.
"Tuan Li, Nona Zhang... Dia... Dia..."
"Dia kenapa Bibi Nam..." Tatapan Lisin menjadi serius, walaupun dia tidak memiliki pernikahan sungguhan dengan Zhang Fei, tetapi secara hukum keduanya adalah pasangan suami istri.
"Nona menghilang dari kamarnya dan hanya kertas ini yang tertinggal di atas tempat tidur..." Bibi Nam mengulurkan tangannya sambil memberikan sebuah kertas tertulis kepada Lisin.
Lisin menduga jika hilangnya Zhang Fei tidak sederhana, Dia memutuskan untuk membacanya dengan seksama agar tidak meninggalkan poin penting dari tulisan yang ada pada kertas tersebut.
Setelah Lima menit Lisin membacanya, Dia langsung mengerutkan keningnya karena marah. Dalam catatan tersebut, Song Han Raja Dunia Bawah mengaku sebagai orang yang bertanggungjawab atas menghilangnya Zhang Fei dari kamarnya.
"Oh, Seperti itu..." Bibi Nam bernafas lega, namun tidak dengan Lisin yang langsung pergi dengan tergesa - gesa.
.....
Lisin mengemudikan mobilnya dengan kencang, dia terlalu ceroboh. Andaikan dia menyelesaikan masalah Song Ji lebih awal. Zhang Fei tidak akan mengalami kasus penculikan.
Walaupun Lisin ingin menceraikan Zhang Fei, tetap saja dia tidak akan membiarkan siapapun menyakitinya karena Zhang Fei masih menjadi istrinya secara hukum.
Sedangkan Song Han, Jelas dia murka karena putranya berakhir dengan mengenaskan. Lisin sendiri tidak menyangka jika Song Han akan bertindak dengan cepat dan mengincar Zhang Fei lebih dulu.
Awalnya Lisin memprediksi, Song Han akan menemukan dirinya sendiri untuk membalas dendam putranya. Dan Lisin tidak memikirkan tentang kemungkinan Zhang Fei akan di culik, hanya agar dirinya datang menyelamatkannya.
Sialan...
"Vrrrommmm..."
Mobil BMW Melaju dengan kecepatan tercepatnya, Suara kenalpot membuat beberapa orang ketakutan. Jika seseorang berani berdiri di depannya maka akan di pastikan tertabrak.
Jalan - jalan di Kota Shanghai pada jam kerja, sangat sibuk dan macet.
__ADS_1
Namun, Lisin mengendarai mobil dan melewati celah di antara mobil - mobil seperti kilat, menakuti para pengemudi lain. dan membuat Mereka menjerit ketakutan berulang kali.
"Sialan... Apa kamu saja yang terburu - buru? Pergilah ke neraka!..."
"Wah, kalau ngebut, pelan - pelan aja sialan..."
"Kamu ngebut dan hampir menabrak ku. Aku akan menuntut mu..."
Pengemudi di belakang berteriak, tetapi Lisin tidak repot - repot menanggapi, juga tidak berencana memperlambat. Dia menginjak pedal gas dan melaju lebih cepat, membuat pengemudi yang terjebak kemacetan sangat marah.
Kecepatan ini, Lisin akan dianggap sangat ngebut dan melebihi batasan kecepatan yang ditetapkan oleh kepolisian.
Beberapa pengemudi menjadi pucat, takut Lisin akan menabrak diri mereka sendiri. Pengemudi yang kesal memikirkan sesuatu lalu mengeluarkan telepon dan memanggil polisi.
.....
Pada saat ini, Rong Yue, mengenakan seragam polisi, sedang duduk di mobil polisi lalu lintas, merajuk. Wajah cantiknya penuh amarah.
Dia adalah kapten kepolisian Kota Shanghai. Karena penyergapan tempat prostitusi sebelumnya dia tidak bisa tentang, bahkan dalam tidurnya dia akan memimpikan sosok Lisin mengambil kesuciannya dengan paksa. bagaimana dia tidak marah.
Rong Yue sangat membenci Lisin.
Kembali ke tugasnya, Baru - baru ini dia mendapatkan laporan kematian orang asing, dan saat dia memeriksa identitasnya dia menemukan sesuatu yang mencengangkan. Mayat tersebut adalah pembunuh bayaran asal Korea Selatan yang memiliki keahlian penembak jitu. Juga mayat lain di temukan di tempat lainnya dengan dugaan bunuh diri.
Rong Yue melihat beberapa file rahasia di kantor polisi, dan mengetahui keberadaan Departemen Negara khusus dan pembunuh asing.
Rong Yue melanggar aturan untuk mengakses file terlarang, jadi dia dihukum dan dikirim ke departemen polisi lalu lintas. Kapan dia bisa kembali ke Kepolisian, itu semua tergantung pada tindakannya.
"Ring... Ring... Ring..." Tepat ketika dia marah, teleponnya berdering.
Rong Yue menekan tombol jawab, tampak tidak puas, dan berkata. "Ini adalah layanan polisi lalu lintas. Apa yang terjadi?..."
Meminta kapten Kepolisian untuk menangani masalah polisi lalu lintas, membuatnya sangat marah. Nada suaranya juga tidak ramah.
"Petugas, ada pengendara mobil yang melajukan mobilnya dengan melebihi batasan kecepatan yang sudah di tetapkan. dan hampir menabrak orang tidak bersalah..." Pengemudi yang memanggil polisi tidak lain adalah orang yang meneriaki Lisin.
"Baiklah, aku akan segera ke sana..." jawab Rong Yue dan segera menutup teleponnya.
Dia sangat kesal, dan pengemudi mobil yang melaju kencang ini akan menjadi tempat untuk dirinya melepaskan amarahnya.
Bersambung...
__ADS_1