Kehidupan Dengan Sistem Kekayaan

Kehidupan Dengan Sistem Kekayaan
Kehidupan Dengan Sistem Kekayaan Episode 192


__ADS_3


Apakah Lisin akan tinggal diam saja saat melihat, Tante Maya yang seperti ini.


Walaupun Tante Maya janda dan memiliki satu anak. Lisin tidak akan meninggalkannya. Dirinya sudah melakukan itu dengan tante Maya, mungkin baginya Seperti memberi dan menerima dalam satu manfaat. Karenanya Lisin berhasil menghilangkan pengaruh afrodisiak.


Ini bukan hanya tanggung jawab ataupun balas budi. melainkan apa yang seharusnya Lisin lakukan sebagai seorang laki - laki dan pemilik perusahaan.


Tante Maya dalam kondisi seperti ini karena karyawan perusahaan miliknya, dan Lisin juga bersalah atas tindakan Pak Dani. Jadi sudah seharusnya Lisin membantu Tante Maya.


"Tante Maya, apa yang dia tawarkan kepadamu?..." Tanya Lisin dengan datar.


Kali ini tatapan kedua mata Lisin menjadi serius, dan membuat Maya tidak bisa berkata - kata. Apakah dia masih orang yang sama dengan sebelumnya?


"Pak Dani... Dia kepala pelayanan perusahaan anak cabang PT. Angkasa dan menawarkan kontrak kerjasama dengan perusahaan ku, dengan syarat selama aku menjadi selingkuhannya..." Kata Tante Maya dengan malu.


Maya merasa, jikapun Lisin mengetahui tentang kondisinya yang sebenarnya mungkin tidak akan dapat membantu.


"Apakah sangat, penting kontrak kerja sama tersebut?..." Tanya Lisin kembali.


"Sangat penting, Aku mempertaruhkan semuanya dalam kerjasama ini, atau mungkin ini harapan terakhirku. Jika tidak perusahaan peninggalan suamiku akan bangkrut. belum lagi hutang perusahaan sangat besar" Kata tante Maya dengan menyedihkan.


"Tante Maya, Apakah kamu percaya jika aku bisa membuat semua itu bisa jadi kenyataan?..." Tanya Lisin.


Maya yang terdiam kembali menatap Lisin yang memiliki ekspresi serius dan itu sangat tampan tepatnya lebih tampan dari sebelumnya.


Maya merasa, jika dirinya tidak terlalu memahami tentang Lisin, kesannya cukup misterius. sekarang perkataan Lisin menggugah rasa penasaran tentang jati diri yang Lisin miliki.


Apakah Lisin memiliki kekuasaan atau wewenang lebih baik dari Pak Deni? Mungkinkah Lisin karyawan perusahaan Angkasa juga?


"Lisin, Jika apa yang kaku katakan benar. Bisakah kamu membantuku?..." Jika Lisin benar - benar bisa membantu dan memiliki hubungan dengan PT. Angkasa. Maka Maya akan sangat - sangat berterima kasih. Hanya saja bagaimana caranya?


"Mari kita kembali ke dalam dan Tante Maya bisa membawa Luna tanpa khawatir... Untuk masalah PaK Dani yang tante khawatirkan, dia hanyalah orang yang akan menderita malam ini..." Kata Lisin dengan lantang.


Maya terkejut dalam kegembiraan, Lisin sangat mendominasi sehingga Maya tidak bisa lagi berpikir jernih dan Hatinya sangat mempercayai perkataan tersebut.


"Mama..." Luna yang melihat Mamanya mendekat, berkata dengan sedih.


Walaupun dirinya di bawah umur, setidaknya Luna memahami kondisi Mamanya dan kesulitan yang dialaminya setelah ayahnya meninggal.

__ADS_1


"Kakak, Bantu Mama... Bantu Mama..." Luna kecil menangis sambil memeluk kaki Lisin.


Lisin membungkuk, Sambil menenangkan Luna, "Tentu saja kakak akan membantu Mama Luna, Apakah kamu ingin melihat pertunjukan?..."


"Pertunjukan? Aku suka pertunjukan..." Luna mengangguk berulang kali.


"Kalau begitu, Kakak akan menunjukkan kepadamu siapa yang akan tertawa di akhir..." Lisin langsung memimpin jalan dengan tegas, Kali ini dirinya menggunakan energi dalam untuk mengeluarkan aura penindasan.


Maya yang mengikutinya dari belakang seperti melihat Jendral perang yang pergi ke medan perang.


Semua tamu undangan tidak dapat menolak aura mendominasi tersebut. Kali ini tidak satupun orang mengabaikan kedatangan Lisin, dan hanya bisa takluk di bawah aura penindasan.


"Kamu... Kamu... Mengapa kamu kembali lagi. Dan Bu Maya... Sepertinya kamu tidak lagi menginginkan kerjasama di antara kita..." Walaupun terkejut dengan aura aneh dari pemuda yang ada di depannya, Pak Dani masih tetap sombong.


"Aku sudah tidak peduli lagi..." Maya harus mempercayai Lisin, walaupun jika nantinya Lisin hanya membohongi dirinya.


"Bagus, Sepertinya kamu memang menginginkan perusahaan Mendiang suamimu bangkrut..." Pak Dani sangat kesal, mengapa Maya seperti orang yang sama sekali berbeda.


"Dan untukmu, Siapa kamu? Apakah kamu mengerti jika kamu tidak akan lepas dari semua ini..." Pak Dani, Harus memberikan Lisin pelajaran karena sudah mengganggu malam yang dirinya nantikan sejak lama.


"Apakah kamu tidak mengenaliku?..." Tanya Lisin.


Nazwa yang malas menerima sanjungan dari pihak tertentu akhirnya melihat kearah Lisin.


Benar - benar Lisin? Boss perusahaan Angkasa yang menghilang tanpa kabar selama satu bulan. Untuk pertama kalinya Nazwa tersenyum cemerlang.


Nazwa ingin menyanjung Lisin, namun tidak melakukannya karena Lisin memiliki Mood yang kurang bagus, jadi Nazwa berspekulasi jika seseorang telah menyinggung bosnya tersebut. oleh karena itu, Nazwa ingin melihat siapa yang menyinggung dan jika dia karyawan perusahaan, maka tinggal pecat saja dia.


Kembali di mana Lisin menanyakan tentang dirinya sendiri.


"Sudah jelas, supir taksi... mengapa masih bertanya..." putranya Pak Dani menertawakan perkataan Lisin.


"Apakah dia supir taksi, tapi terasa familiar..."


"Mungkin kamu salah mengingatnya..."


"Mungkin..."


Banyak orang mempertanyakan siapa Lisin sebenarnya. khususnya karyawan perusahaan Angkasa yang memiliki foto pemilik perusahaan. hanya saja tidak berfikir jika Lisin adalah orang yang sama dengan atasan mereka.

__ADS_1


"Supir taksi?..." Gumam Dani.


"Benar, Ayah... Sebelumnya aku melihatnya dengan kedua mataku sendiri jika dia hanya supir taksi, dan sangat yakin jika mobil taksinya masih ada di luar..." Putranya menyeringai dengan kejam.


Pak Dani, merasa lega, awalnya terasah familiar saat mengingat wajah tampan Lisin, sekarang setelah mengetahui tentang Lisin yang hanya seorang supir taksi membuat dirinya menatap Lisin dengan penghinaan.


"Kamu lebih baik pergi dari sini, Karena tempat ini untuk karyawan perusahaan Angkasa dan para tamu undangan saja, bukan tempat untuk supir taksi seperti kamu datang..." Pak Dani menyeringai.


"Kamu mengusir ku?..." Tanya Lisin.


"Benar, Aku mengusir kamu dari sini, dan jalan keluar ada di sana, terbuka lebar..." Pak Dani sangat kesal dengan Lisin dan dirinya harus menghilangkan Lisin secepat mungkin.


Tante Maya sangat panik saat melihat tatapan mencemooh dari semua orang. Lisin, Apa yang harus kita lakukan?


"Aku tidak akan pergi..." Kata Lisin dengan datar.


"Baik, kalau begitu aku akan memanggil penjaga keamanan dan mengusir mu dengan paksa..." Dani menyeringai.


Hanya saya dua penjaga keamanan yang sebelumnya bertemu dengan Lisin. tidak berani melakukannya apa lagi menggerakkan jarinya untuk mengusir Bos PT. Angkasa.


"Kalian berdua, Mengapa tidak mengusirnya?..." Putranya Pak Dani berteriak, dan merasa jika. dua petugas tersebut sepertinya makan gaji buta, karena sudah melalaikan tugas mereka dengan mengijinkan Lisin masuk.


"Mulai hari ini kamu di keluarkan dari perusahaan Angkasa..." Suara Lembut datang dan dia adalah Nazwa.


Nazwa mulai memahami siapa yang menyinggung Lisin, dan karena tidak kuat lagi melihat Lisin di permalukan. Nazwa mempercepatnya dari pada terlihat seperti kentang karena sangat bertele - tele.


Sungguh Asisten pribadi yang sangat bisa di andalkan. dari pada Lisin yang Lemot dan berputar - putar tidak menentu. Keputusan Nazwa sangatlah tepat hanya saja membuat semua orang bingung dan bertanya - tanya.


"Bu Nazwa, Saya... Saya di pecat?..." Pak Dani seperti mimpi saja karena malam ini dirinya seharusnya menjadi laki - laki paling bahagia, mengapa dirinya di pecat.


"Benar, Aku memecat kamu dan silakan tinggalkan aula pesta perayaan..." Kata Nazwa dengan dingin.


"Ini tidak adil, karena saya tidak melakukan hal yang salah atau merugikan perusahaan, Tolong pikirkanlah lagi Bu Nazwa..." Pak Dani berkata dengan frustasi.


"Benar... Ayahku tidak bersalah... yang membuat masalah adalah dia, supir taksi..." Putranya Pak Dani jelas membela ayahnya.


"Jadi, Kalian tidak memahami kesalahan yang kamu lakukan... Bagus, sangat bagus, sepertinya Aku mengirimkan foto pemilik perusahaan Angkasa kepada kalian semua dengan sia - sia..." Kata Nazwa dengan marah.


Diam... Semua orang terutama karyawan perusahaan Angkasa, langsung menjatuhkan rahangnya karena Shock. karena Pemuda yang akan diusir oleh Pak Dani adalah pemilik perusahaan Angkasa.

__ADS_1


Bersambung...


__ADS_2