
Keesokan harinya...
"Ting... Tung... Teng..." suara ponsel berdering.
Lisin di bangunkan oleh panggilan telepon dari ponsel barunya, karena rasa kantuk yang kuat Lisin meraba-raba bagian sudut kasur di mana dia meletakkan ponselnya.
"Hallo..." Lisin menjawab dangan pelan tanpa membuka kedua matanya.
"Bos..." Sebuah suara merdu dapat di dengarnya dan itu ternyata Ningsih yang ada di Bali.
"Ningsih... Ya apa ada masalah dengan perusahaan sehingga kamu menelpon ku?" Lisin yang sudah sadar mencoba untuk duduk. kemudian tatapan matanya melihat ke arah jam diding yang menunjukkan pukul 8 pagi.
"Bos... Nanti malam ada pesta amal dan Perusahaan Angkasa menjadi sorotan sebagai perusahaan baru. banyak perusahaan-perusahaan besar ingin bertemu dengan pemilik perusahaan Angkasa" Ningsih berkata tidak berdaya, kerena semakin berkembangnya perusahaan. banyak hal yang harus di tangani.
"Jadi aku harus datang ke sana?" Lisin menguap sambil bertanya, besok hari minggu sedangkan lusa ada mata kuliah.
Setelah menerima tempat lokasi dan waktu pelaksanaan acara, Lisin mau tidak mau harus datang. Turun dari ranjang Lisin melihat ke tiga teman barunya yang masih tertidur pulas, bahkan dengkuran keras dapat di dengar dari luar pintu.
Dengkuran Brian sepeti musik DJ, dengkuran Jo seperti musik rock sedangkan dengkuran Alim seperti musik dangdut. jika ketiganya mendengkur secara bersama-sama maka akan terdengar seperi Alunan musik Jaranan.
Mendengar suara berisik dari dengkuran ketiganya, Lisin berfikir untuk membeli rumah dekat kampus adalah hal yang harus dia lakukan.
Setelah Lisin membersihkan diri Lisin berniat pergi menggunakan pesawat agar lebih cepat mencapai tujuan.
"Bro Lisin kamu pergi ke mana?" Alim yang baru saja bangun bertanya.
"Ada kepentingan yang harus aku lakukan..." Lisin yang mengenakan sepatu menjawab dengan pelan.
"Jangan lupa hari senin ada mata kuliah sore..." Alim mengingatkan Lisin kemudian tidur lagi dengan cepat mendengkur dan suara alunan musik Jaranan pun di mulai lagi.
Lisin yang keluar dari kampus tidak sengaja bertemu dengan Wanita cantik yang sebelumnya bertemu di tempat restoran dalam insiden menyelamatkan kepala kampus yang sedang tersedak.
"Kamu kuliah di sini..." Lisin bertanya saat berhenti di depan gadis tersebut namun gadis itu diam tidak menjawabnya.
Sial... aku di kacangin. Lisin yang di abaikan Wanita cantik sedikit bingung, apakah pesona harem ku hilang. walaupun ini bukan pertama kalinya Lisin di abaikan oleh kecantikan setidaknya setelah memiliki Sistem Lisin selalu memiliki keberuntungan dengan seorang wanita.
Lisin tidak peduli walaupun dirinya terabaikan oleh orang lain. untuk saat ini tujuannya adalah bandara udara kota Malang, mengambil jalur penerbangan dari malang ke Bali.
Mobil Nissan Skyline keluar dari tempat parkir dan itu menarik perhatian banyak mahasiswa, teruntuk para wanita. mereka semua berharap bisa memliki seorang pacar yang punya kendaraan seperti itu.
Nissan Skyline melaju dengan cepat di jalan raya kota malang, berbelok dan melalui jalur lurus tujuan Lisin adalah bandara penerbangan. Setelah memarkirkan mobilnya, Lisin keluar lalu melalui jalur pelayanan bandara.
Tidak lama setelah itu Lisin melakukan pemeriksaan, karena sebelumnya pernah melakukan penerbangan ke jepang semuanya berjalan dengan lancar. sesuai dengan nomor tiket penerbangan Lisin mendapatkan tempat duduk di ruang VIP.
Sekarang Lisin duduk dengan tenang di dalam pesawat, Seorang pramugari cantik membahana berjalan membawa nampan yang terdapat segelas air minum di atasnya. Lisin awalnya sedikit terpukau dengan kecantikan pramugari tersebut, namun Lisin merasa sedikit aneh dengan pramugari tersebut.
Jika itu orang lain pasti tidak akan menyadarinya, Lisin yang semua indra miliknya meningkat menyadari sesuatu dari senyum palsu pramugari tersebut yaitu kesedihan yang mendalam.
Lisin yang sudah banyak memiliki pengalaman dengan banyak keindahan tidak ingin menambah lagi keindahan pramugari ke dalam haremnya. sebenarnya Lisin adalah tipe orang yang hanya mencintai satu orang wanita untuk selamanya.
Lisin Laki-laki normal ya benar... Cintanya hanya untuk satu orang namun perjalanan dengan sistem harus membuat Lisin bertanggung jawab untuk banyak keindahan. Jika Lisin menikahi semua keindahan yang dekat dengannya dia tidak akan melarikan diri.
Lisin sudah lama memikirkan ini dia bukanlah orang yang tidak bertanggung jawab, selama semua keindahan mau menerima dirinya sebagai seorang suami Lisin siap menikahinya.
Kembali ke pramugari yang berjalan mendekat. dalam hatinya Lisin berdoa agar tidak memiliki hubungan dengan pramugari cantik tersebut namun tidak dengan situasinya.
Pramugari cantik yang berjalan ke tempat Lisin kehilangan keseimbangan dan itu membuat minuman jatuh menimpah sahabat baik Lisin yaitu Joni.
"Ahhh... " Lisin tanpa sadar berteriak lebay, dirinya sudah melakukan doa agar tidak bertemu dengan situasi aneh namun tuhan tidak mendengarkannya.
orang lain berdoa agar dapat dekat dengan wanita cantik, sedangkan Lisin berdoa agar di jauhi wanita cantik. teryata benar doa akan terkabulkan jika kita meminta secara terbalik.
__ADS_1
"Maaf tuan saya tidak sengaja..." Pramugari cantik itu ketakutan, tangannya mengambil saputangan miliknya dengan bergetar hebat mengusap Si Joni yang tertidur.
Sial... apa yang kamu lakukan, sudahlah berhenti jangan menggosok si Joni yang sedang tidur.
Lisin sangat tertekan mengamati gerakan tangan pramugari cantik itu bergetar. Dari sini Lisin dapat mengetahui jika Pramugari cantik itu dengan sengaja menumpahkan minuman. namun dia sebenarnya tidak ingin melakukannya, seolah terpaksa tidak ada pilihan lain.
Tangan pramugari cantik tersebut secara perlahan ingin membuka resleting celana Lisin.
"Hentikan..." Lisin berkata, dari pandangan Lisin pramugari tersebut jelas tidak memiliki pengalaman melayani seorang pria, mungkin Lisin orang pertama untuknya.
bukannya gaji pramugari itu besar kenapa pramugari itu menggoda Lisin jika bukan masalah uang, jelas Lisin mencium bau-bau adanya masalah yang di alami pramugari tersebut.
"Kamu tidak perlu melakukannya... katakan saja berapa yang kamu inginkan aku akan mentransfer uang untuk mu" Lisin tidak ingin merugikan seorang wanita, dia hanya tidak menduga pramugari cantik ini bisa melakukan apa aja demi uang.
jika yang duduk di posisi Lisin saat ini adalah Jomblo seperti Brian, Jo atau Alim akankah mereka menolak seperti apa yang Lisin lakukan saat ini.
"Tuan..." Pramugari tersebut matanya bergetar seperti tidak percaya dengan perkataan Lisin. apakah matahari terbit dari barat sehingga ada orang lain yang menolak dirinya.
"Tuan... apakah anda pecinta sejenis..." pramugari tersebut bertanya dengan malu. ini adalah hasil pemikiran liar pramugari, jika orang lain menolak kecantikan itu pasti pencinta sejenis.
Sial... aku sudah berbaik hati akan memberimu uang tanpa kamu harus melakukan itu untukku, kenapa kamu bertanya jika aku pencinta sejenis.
Di dalam ruangan VIP itu hanya ada Lisin dan pramugari tersebut, sedangkan kebanyakan orang memesan ruangan ekonomi. apa lagi pesawat akan lepas landasan dalam waktu 30 menit lagi.
"Tidak... aku bukan orang yang seperti kamu pikirkan..." Lisin menjelaskan dengan panik.
"Lalu..." Pramugari bertanya lagi.
"Karena kamu tidak memiliki pengalaman bagaimana jika punyaku tergigit..." Lisin hanya bisa membuat alasan seperti itu.
"Tuan kita bisa melakukannya di kamar mandi yang ada di pesawat..." Pramugari tersebut tidak ingin makan gaji buta, dia rela kehilangan kesuciannya agar bisa mendapatkan uang.
"Tolong jangan lakukan... Jangan anggap kesucian mu dapat di bandingkan dengan sejumlah uang" Lisin berterus terang.
"Siapa namamu?" Lisin bertanya.
"Diana..." Jawab pramugari tersebut.
"Diana kamu harus memberikan pertamamu untuk orang yang kamu cintai, jangan orang yang baru kamu kenal terutama kepada orang buruk sepertiku"
"Ada malam ada siang, ada masalah ada jalan keluar. Diana... kamu bisa bercerita kepadaku tentang apa yang sedang kamu hadapi" sebenarnya Lisin menganalisa situasi Diana dengan menggunakan bantuan sistem.
Hanya saja Lisin ingin Diana sendiri yang bercerita, karena jika seseorang membagikan masalah yang dirinya hadapi maka rasa beban yang ada di pundak orang tersebut akan berkurang.
Setelah 15 menit mendengar cerita yang di alami Diana, ternyata ibunya sakit dan sudah berhutang ke sana sini demi membayar pengobatan ibunya.
Lisin langsung mentransfer uang sebesar 1 Miliyar ke rekening tabungan milik Diana. hal itu membuat Diana tidak bisa berkata-kata.
Diana tidak berharap jika Pemuda tampan ini memiliki hati yang begitu mulia. jika itu orang lain apakah situasinya akan sama. Diana hanya bisa menggeleng.
Diana tidak ingin menerima secara cuma-cuma jadi dia meminta Pekerjaan apa saja dari Lisin agar dia bisa membayar nilai uang 1 Miliyar.
Lisin sebenarnya tidak peduli dengan uang 1 Miliyar dia hanya bisa menyetujui permintaan dari Diana agar dia lebih tenang.
Setelah bertukar Nomor ponsel Diana meninggalkan ruang VIP dan sebelum Pesawat Lepas Landas seorang pemuda datang, sepertinya dia salah satu penumpang ruangan VIP.
"Kamu ke bali juga..." Pertanyaan pihak lain mengejutkan Lisin karena pihak lain bisa berbahasa Indonesia dengan Lancar.
"Namaku Jack Smith, siapa namamu?" Pemuda itu memiliki perawakan seperti orang barat, rambut pirang hidung yang mancung yang jelas sangat menggambarkan orang luar negeri.
"Lisin..." Jawab Lisin secara singkat.
__ADS_1
Lisin terlalu malas untuk mengenal pihak Lain namun pihak lain terus berbicara.
"Lisin... kamu bisa memanggilku Jack" Sapa Jack sambil tersenyum, hal ini membuat Lisin tidak berdaya.
"Jack, kamu orang luar negeri ya..." Lisin bertanya dengan kaku.
"Hahaha... itu tidak benar, Saya asli orang malang, hanya saja saya blasteran Jawa dan Amerika" Jack dengan Ramah memperkenalkan diri.
"Jack... apa yang kamu lakukan di bali?" Lisin bertanya.
"Aku seorang musisi yang akan melakukan konser di Bali, jika kamu senggang Aku mengundangmu untuk menghadiri konserku yang ada di Denpasar" Jack memberikan Dua tiket konser untuk Lisin.
"Jack... jika aku senggang aku pasti datang ke konsermu, namun aku tidak bisa janji karena banyak hal yang harus aku lakukan" Lisin yang menerima Dua tiket konser menyimpannya kemudian berkata dengan malu.
"Tidak masalah..." Jack menjawab sambil tersenyum.
Waktu berlalu pesawat telah lepas landas. di dalam pesawat kelas ekonomi ada beberapa penumpang yang melakukan tindakan mencurigakan.
"Ahhhh... " Semua orang panik saat melihat seseorang mengeluarkan senjata api.
"Jangan bergerak pesawat ini kami bajak" seorang pria berkulit gelap menodongkan senjata.
Di antara penumpang kelas ekonomi ternyata beberapa terorisme yang melakukan pembajakan pesawat.
"Dor... "
"Dor... "
Pada ruang kopilot dua pilot tertembak di bagian perut. kemudian salah satu terorisme mengendalikan pesawat tersebut bergerak keluar jalur penerbangan yang di tetapkan.
"Turun kalian berdua jangan berbuat... macam-macam jika tidak aku akan menembak kalian" Lisin dan Jack yang ada di ruang VIP di kejutkan oleh datangnya dua orang terorisme.
(DING...)
(Tugas sistem terpicu, tuan rumah harus menghentikan pembajakan pesawat dan selamatkan semua penumpang)
Sial... kenapa selalu ada masalah sih. Lisin hanya bisa pergi ke ruangan ekonomi saat di todong dengan Senjata api dari belakang.
Sekarang semua orang baik itu penumpang atau pramugari semua orang di kumpulkan dalam satu tempat yaitu ruang ekonomi.
"Diana kamu tidak apa-apa..." Lisin melihat Diana menangis di sudut ruangan ekonomi.
"Lisin... apakah kita akan mati?" Diana bertanya.
"Kamu harus tenang... semuanya baik-baik saja" Lisin berkata sambil memeluk Diana.
"Lisin... kamu memang hebat bro... Masih mencari kesempatan dalam kesempitan" Jack mengomentari Lisin.
"Jack... apa kamu bisa bertarung" Lisin tidak peduli dengan pendapat Jack dia harus menyelamatkan semua penumpang.
"Tidak bro..." Jawab Jack tidak berdaya. dia hanya ingin pergi ke Bali karena ada konser dan tidak menyangka akan bertemu dengan pembajakan pesawat.
"Lisin apa kamu akan melawan mereka?" Diana yang menyadari niatan Lisin bertanya.
"Jika aku tidak menjadi pahlawan siapa lagi..." Lisin berkata sambil tersenyum.
Bersambung...
*Akan author usahakan Up teratur baik itu,
"Kehidupan dengan sistem kekayaan"
__ADS_1
atau, "Gadis polos Zahra"