
Berniat menghadiri resepsi pernikahan teman baiknya yaitu Sultan, jadinya bertemu dengan sesuatu yang tidak terduga.
Lisin dan Vita yang ada di dalam mobil taksi sangat terkejut mendengarnya. Ingin rasanya tidak mempercayainya namun sulit mengabaikannya.
Lisin mengerutkan keningnya kemudian mengingat lagi siapa Sultan, dia teman terbaik yang pernah Lisin miliki namun berakhir bertemu dengan wanita yang salah, bagaimana Lisin tidak marah?
Lisin mengingat kembali sosok Susan yang akan menjadi istri temannya namun mengandung anak orang lain bukan anak Sultan.
Mengingat kembali tentang siapa Susan yang dimaksudkan. Salah satu wanita yang cukup cantik yang jelas bukan riasan tebal. Kesan Lisin tentangnya tidak lebih dari kata kagum dan mendukung keputusan temannya tersebut. Menemani Sultan saat itu, Lisin beberapa kali bertemu dengan Susan hanya saja tidak terlalu akrab.
Susan juga dari keluarga biasa sama dengan Sultan, namun dengan kondisi yang lebih baik. Tentang siapa dia dan bagaimana bisa bertemu dengan Sultan yaitu di kenalkan oleh teman baik lainnya. namanya Rizal walaupun tidak dekat dengan Lisin setidaknya tidak ada masalah dengan teman yang satu ini karena teman satu SMK.
Susan baik dan anggun juga sangat sopan dengan orang lain, bahkan beberapa kali Lisin sendiri pernah iri dibuatnya. Mengapa temannya begitu beruntung di bandingkan dengan dirinya.
Namun, Lisin salah sekarang. terkadang orang baik tidak akan terukur di balik kebaikan tersebut. juga tidak akan pernah tahu hal buruk apa yang ada di belakangnya. Lisin sekarang memahami jika wanita bisa lebih baik dan bisa lebih buruk. tidak ada yang memahami seorang wanita selain diri mereka sendiri.
(DING...)
(Tugas sistem terpicu, Hentikan Pernikahan Sultan dan ungkapkan kebenarannya. Apakah tuan rumah menerima: Ya/Tidak)
"Ya..." Bahkan jika sistem tidak memberikan tugas, Lisin sudah pasti akan menghentikan pernikahan temannya tersebut. Hanya saja dirinya membutuhkan bukti kuat.
"Benar Vita..." Lisin melihat kearah Vita dan dia mengangguk karena mengerti apa yang Lisin maksudkan.
Vita juga memahami apa yang Lisin pikirkan, Walau Vita tidak mengenal Sultan karena dirinya belum pernah bertemu. Dirinya bertemu dengan Lisin saat SMP setelahnya tidak berada pada sekolah yang sama di jenjang berikutnya. Jadi ini pertama kalinya Lisin mengajak dirinya untuk bertemu dengan Sultan.
Vita juga seorang wanita dan memahami baik dan buruknya seorang wanita. Kejadian seperti ini pernah di alami oleh salah satu temannya, yang mana hamil di luar nikah dengan pacarnya dan saat di mintai pertanggung jawaban. pacarnya tersebut tidak ingin bertanggung jawab.
Kemudian temannya tersebut hanya bisa meminta penanggung jawaban kepada pacarnya yang lain. Kondisi seperti ini sulit menentukan siapa yang benar dan siapa yang salah.
Vita yang memahami apa yang di maksudkan Lisin langsung mengeluarkan ponselnya dan mengarahkan kamera ponselnya pada celah kaca mobil yang sedikit di turunkan.
Kamera ponsel langsung merekam setiap perbincangan dan juga menampilkan sosok jelas dari pelaku yang terduga menghamili Susan yaitu Rizal.
__ADS_1
"Rizal... Tenang saja tidak akan ada yang mendengarkannya..." Kata salah satu di antara mereka.
"Benar, Tidak mungkin kan ada yang menggunakan kamera ponsel untuk merekam pembicaraan kita..." Teman lainnya menambahkan.
"Kalian benar..." Rizal tersenyum.
Lisin membulatkan kedua matanya dan dapat mengenali siapa rizal yang di maksudkan, Jelas keduanya adalah orang yang sama dengan rizal yang mengenalkan Sultan kepada Susan.
Lisin akhirnya mengerti bagaimana perselingkuhan Susan dengan Rizal terjadi. Jika mengingat kembali cerita singkat dari Sultan, Rizal ini adalah mantan dari Susan dan Sultan sudah mengetahui hal tersebut dan tidak mempermasalahkannya.
Sepertinya ini yang di maksudkan Cinta lama bersemi kembali. Karena hubungan dengan Sultan terpaut jarah dan waktu. Bisa saja Rizal dan Susan memulai kembali cinta yang telah lama hilang.
Lisin menggerakkan giginya, Rizal ini sangat baik kepada Sultan setidaknya sudah saling mengenal sejak kecil dan pertemanan keduanya lebih lama di bandingkan dengan Lisin mengenal Sultan.
Walaupun Lisin satu sekolah dengan Ketiganya namun tidak seakrab dengan Sultan yang mudah bergaul di bandingkan dengan dirinya yang penyendiri.
Ternyata musuh di dalam selimut, Orang yang dekat dengan kita lebih berbahaya dari yang kita duga. Lisin tidak menyangka, Rizal yang sudah bertahun - tahun dan banyak melakukan hal bersama - sama akan menusuk Sultan dari belakang.
"Rizal, Kok kamu bisa membuat Sultan yang bertanggung jawab sedangkan kamu yang menghamili Susan..." Tanya teman Rizal.
"Hahaha... Kalian bisa menyebutnya menikung teman di saat pacarnya kesepian..." Kata Rizal tertawa.
"Gila, Berani sekali kamu Bro..."
"Salut... Salut... Bro..."
Rizal langsung menjelaskan sesuatu yang dirinya lakukan di balik pertemanannya dengan Sultan.
"Jadi ceritanya seperti ini, Aku dan Susan itu dulu kan sudah berpacaran dan dia sudah cinta mati denganku... Tentu saja, Aku tidak pernah serius dengannya... Jadi aku memutuskan hubunganku dengannya dan menyuruhnya mecari laki - laki lain. Dari sana aku mengenalkannya kepada Sultan..."
"Siapa sangka keduanya langsung jadian dengan cepat... Setelah itu entah mengapa aku menyesal dan merasa jika mantan itu lebih menarik mengingat Susan cantik... Karena Hubungan Sultan dengan Susan LDR, aku mencoba mendekatinya dan memacarinya kembali. tentunya tidak mengungkapkan status pacaran kita kepada Sultan..."
"Sejak saat itu, Aku sering ketemuan dengan Susan secara diam - diam dan kalian tahulah Orang pacaran melakukan apa saja... walaupun beberapa kali hampir ketahuan karena, Sultan cukup peka terhadap perubahan Pacarnya... Harus di akui Sultan ini cukup playboy namun tidak semuanya pintar, ambil contoh saja Sultan ini yang akan menikahi Susan..."
"Kamu tahu tidak momen yang paling memuaskan saat menjalani hubungan seperti ini?..." Tanya Rizal kepada dua teman lainnya.
__ADS_1
"Apa bro?..."
"Itu adalah saat aku dan Susan hampir ketahuan, Ketika aku dan Susan berada di dalam kamar hotel, di sana Sultan menghubunginya melalui Videocall... Tentu saja tidak akan ketahuan..." Kata Rizal dengan sombong.
"Walaupun Sultan pernah sekali tidur dengan Susan namun tidak sebanyak aku melakukannya, Jadi aku sangat yakin janin di dalam perut Susan adalah hasil dari benihku..." Rizal menambahkan.
Rizal mungkin sangat bahagia karena hasil perbuatannya tertutupi oleh Pria bertanggung jawab seperti Sultan. Hanya saja dirinya tidak tahu jika kamera ponsel sedang mengarah kepada dirinya.
"Lisin, Apa yang kamu lakukan..." Vita melihat Lisin yang keluar dari mobil taksi.
"Vita, Kamu tunggu di dalam, Orang seperti ini tidak layak tertawa di atas kesialan Temanku..." Kata Lisin sebelum akhirnya dia keluar dan mendekati Tiga orang yang sedang berbincang di tempat parkir.
Ketiganya langsung terkejut saat melihat Pintu mobil taksi yang begitu dekat terbuka dan memperlihatkan seorang pemuda yang cukup familiar.
"Lisin...Ternyata dia si culun yang selalu bersembunyi di belakang Sultan..." Kata salah satu di antara ketiganya.
"Benar, tidak salah lagi dan dia bekerja sebagai supir taksi..."
"Pekerjaan yang sangat cocok dengannya..."
"Sepertinya kamu mendengarkan perbincangan kami..." Rizal tersenyum menghina.
Ketiganya satu sekolah SMK dengan Lisin dan Sultan. namun berbeda dalam kelas, walaupun begitu Mereka cukup sering bertemu pada kesempatan tertentu. sekarang tidak menyenangkan jika mantan teman satu sekolah bukannya saling temu sapa sambil tersenyum, melainkan berada dalam perselisihan.
Saat ini Sultan belum menikahi Susan secara Sah... Jadi tidak mungkin ketiganya melepaskan Lisin yang bisa mengadu kapan saja.
"Apakah, kalian pernah mendengar jika penyesalan selalu datang terlambat?..." Tanya Lisin dengan dingin.
"Hahaha... Culun ini sudah bisa menentang kita ternyata..."
"Lisin, Apakah kamu pikir, kamu bisa pergi dari sini dengan selamat?..."
Ketiganya tersenyum sambil mengelilingi Lisin, sudah dalam kondisi bahagia, sekarang bertemu dengan mainan. bagaimana ketiganya tidak senang. terutama Rizal yang paling membenci Lisin.
Tentu saja alasannya klasik yang mana saat SMK Lisin selalu menjadi pusat perhatian di kalangan para wanita. Dan Sekarang ketiganya sangat yakin jika Lisin tidak akan bisa melawan selain menjadi bahan pemukulan oleh ketiganya.
__ADS_1
Bersambung...