Kehidupan Dengan Sistem Kekayaan

Kehidupan Dengan Sistem Kekayaan
Kehidupan Dengan Sistem Kekayaan Episode 285


__ADS_3


Dua Hari berlalu begitu saja, Lisin mengikuti kesehariannya sebagai pengangguran banyak acara. Sedangkan untuk masalah Lin Tian yang dia tunggu - tunggu tidak kunjung datang.


Lisin menduga jika Kamila yang memiliki 100% kesetiaan terhadap dirinya mencoba untuk melindunginya dengan caranya sendiri. Selama Lin Tian tidak bertindak dengan sendirinya, Lisin tidak akan mendapatkan kesulitan yang berarti.


Saat ini dia mengemudikan mobilnya kearah selatan, tentu saja untuk bertemu dengan Xue Yunran dan membantu kakeknya yang sakit.


"Nona Xue, kamu sangat - sangat cantik. Aku sangat iri dengan pria yang akan menjadi pacarmu..." Kata Lisin dengan jujur.


Keduanya, melakukan pertemuan di sebuah restoran milik keluarga Xue. Itu sebuah restoran china dengan gaya arsitektur bangunan tradisional. Lisin yang baru saja turun dari mobil di sambut secara langsung oleh Xue Yunran.


"Mulutmu sangat manis, apakah kamu baru saja memakan madu? Dan jangan mengatakan sesuatu seperti pacar..." Xue Yunran langsung mengingat kejadian saat dia mabuk dan keduanya berakhir dengan telanjang.


"Nona Xue, lihat dirimu. Kulit putih salju dan sedikit kemerahan, senyum yang seindah mentari, mata yang jernih air. Kau benar - benar cantik. Hatiku berdetak kencang hanya karena melihatmu. Apa lagi saat mengingat kejadian malam itu..." Lisin memujinya lagi, namun menghentikannya saat melihat Xue Yunran yang marah.


"Jangan mengungkitnya lagi, dan jangan mecoba merayuku!..." Wajah Xue Yunran menjadi memerah dan berteriak dengan nada sedikit kesal. Jelas, kata - kata Lisin membuatnya sangat malu.


Dia adalah Xue Yunran, kecantikan pertama dari Kota Shanghai dan seorang dewi yang menawan. Tapi sekarang, seorang pria muda berani menggodanya. Yang jelas, tidak ada yang berani menggodanya. Lisin adalah yang pertama. Ini membuatnya merasa berbeda, malu dan terkejut.


Keduanya memasuki Restoran yang memiliki Tiga lantai, dengan dekorasi mewah, dan bunga lotus tercetak di permukaan pintu.


Apa yang menunggu Lisin di dalam adalah pria tua dengan kursi roda sebagai tempat duduknya. Walaupun keriput memenuhi wajahnya, namun kecemerlangan matanya menunjukkan hal sebaliknya. Itu sejernih air, kemudian menangkap sosok Lisin yang berjalan di samping Xue Yunran.


"Xue'er Apakah dia orang yang kamu katakan bisa menyembuhkan kaki kakek?..." Tanya pria tua itu dengan menggelengkan kepala.


Pria tua itu jelas tidak percaya jika Lisin yang begitu muda dapat menyembuhkan kakinya dari kelumpuhan. Dia sudah berobat, operasi dan lain sebagainya. Namun hasilnya dia tetap duduk dikursi roda dan tidak dapat lepas darinya.


"Kakek!..."

__ADS_1


Xue Yunran dalam kondisi rumit. Dia juga sedikit ragu dengan perkataan Lisin yang ingin melihat dan menyembuhkan kaki kakeknya. Namun Lisin telah berulang kali mengejutkannya. Jadi dia tanpa sadar percaya dengan Lisin.


Xue Yunran ingin menjelaskannya saat melihat Lisin yang duduk dengan santai. Namun Lisin melambaikan tangannya dengan niat agar tidak berbicara. Lisin menatap lurus ke depan, dia melihat pria tua dengan tersenyum.


Menggunakan analisa sistem Lisin langsung mengetahui, siapa dan mengapa pria tua yang duduk di atas kursi roda.


Dia adalah Jendral Xue yang pensiun setelah mengalami kelumpuhan saat dia menjalankan tugas negara. Berbeda dengan Departemen Naga yang melakukan tugasnya atas nama pemerintah, Keluarga Xue jauh lebih terkenal, menjadi besar dan di takuti karena keberadaan Jendral Xue.


Sekarang setelah dia mengalami kelumpuhan, para petinggi mengatakan jika Jendral Xue menjadi Harimau yang tidak bisa menggigit.


"Pensiun dari militer, Karena kelumpuhan. Kakimu terkena peluru yang mengandung racun, namun hingga kini tidak dapat di sembuhkan, atau tidak ada yang dapat menghilangkan racun tersebut..." Lisin hanya mengatakan apa yang dia ketahui dari analisa sistem.


Xue Yunran dan Jendral Xue sangat terkejut. Kelumpuhannya sangat di rahasiakan dan hanya para petinggi yang mengetahuinya. Masyarakat umum hanya mengetahui jika dia pensiun karena usianya yang sudah tua.


Terutama, Xue Yunran yang lebih dari sekedar terkejut. Dia tidak mengatakan apapun tentang penyakit kakeknya kepada Lisin. Itu berarti Lisin langsung mengetahui penyebab kelumpuhan kakeknya hanya dalam sekali melihat.


Kekaguman Xue Yunran semakin dalam kepada Lisin.


"Racun?!!..." Tanya Jendral Xue dengan tidak percaya. Pakar pengobatan tidak ada yang mengatakan jika dia terkena racun tertentu.


Lisin melanjutkan. "Aku tebak jika racun itu tidak terdeteksi, dan banyak pakar pengobatan mengatakan jika kelumpuhan tersebut murni karena peluru yang menghancurkan tulang betis..."


Jendral Xue mengangguk dengan terkejut, dia menatap Lisin dengan cara yang berbeda dari sebelumnya.


Peluru itu memang menghancurkan tulang betisnya, dia beberapa kali melakukan operasi. dan pakar pengobatan sudah memastikan, jika kakinya sudah membaik dan hanya membutuhkan waktu untuk sembuh. Namun sampai sekarang dia tidak bisa menggerakkan kakinya.


"Tuan Li, kamu bisa mengetahui alasan kelumpuhan kakekku, Apakah kamu memilih cara membuatnya dapat berjalan kembali?..." Xue Yunran bertanya dengan gugup, dia berharap jika Lisin memiliki kemampuan.


Lisin melihat kearah Jendral Xue. Pria tua ini adalah kakek dari Xue Yunran yang menjadi kakak iparnya. Itu berarti Jendral Xue secara tidak langsung menjadi kakeknya. Sejak kecil Lisin tidak pernah memiliki seorang kakek. Untuk itu dia akan memperlakukannya layaknya kakeknya sendiri.

__ADS_1


"Tantu saja, aku memiliki cara..." Lisin tersenyum. "Kondisi kaki Jendral Xue secara ilmu kedokteran modern sudah sembuh. Langkah berikutnya hanya perlu menghilangkan racunnya, Maka Jendral Xue akan memiliki kesempatan untuk berjalan kembali..."


Xue Yunran dan kakeknya langsung bersukacita. Berharap jika Lisin tidak memberikan harapan palsu.


Melihat keduanya yang tidak sabaran, Lisin langsung memperlakukan Jendral Xue. "Tolong rentangkan tubuhmu di atas sofa..."


Lisin tahu bahwa racun itu mempengaruhi fungsi kaki Jendral Xue dengan membuatnya kekurangan energi Yin. Hal itu membuat darah pada kaki Jendral Xue tidak mengalir karena penyumbatan tertentu, dan itulah sebabnya dia tidak dapat menggerakkan kakinya lagi.


Lisin dengan cepat mengambil sembilan jarum perak dan menggunakannya. Dia melakukannya secepat kilat dan menusuknya ke titik Shenshu, titik gerbang kehidupan, titik lumbar, serta 6 titik lainnya.


Semua 9 poin terhubung ke bagian kaki Jendral Xue dan semua bagian dimana aliran darah pada kaki berada.


15 menit kemudian, Lisin membantu Jendral Xue mengeluarkan semua racun dingin dari kakinya, dan sekarang darah bisa mengalir ke seluruh kakinya. Dengan aliran darah kaki yang sudah terhubung kembali, Jendral Xue dapat di pastikan bisa berjalan lagi.


"Selesai, bagaimana perasaanmu?..." Lisin dengan perlahan mengeluarkan kesembilan jarum perak dan bertanya dengan ringan.


"Kakiku?!..." Jendral Xue merasa luar biasa, gelombang udara panas melewati seluruh kakinya. Dan seluruh tubuhnya terasa hangat.


Jendral Xue seperti tidak mempercayai kedua matanya, begitu juga dengan Xue Yunran. Keduanya seperti baru saja melihat keajaiban yang nyata.


"Haha... Aku bisa berdiri lagi. Juga aku bisa berjalan lagi..." Jendral Xue tertawa, dia melompat - lompat seperti anak kecil.


Xue Yunran juga ikut senang saat melihat kakeknya bisa berjalan lagi.


"Terima kasih, Saudara Li, aku akan menjadi saudaramu mulai sekarang..." Jendral Xue berkata dengan tulus.


Lisin memperlakukannya dan membantunya bisa berjalan lagi. Tentu saja Jendral Xue bersedia menjadi saudara Lisin.


Bahkan tidak menjadi saudara, dia akan memanggil ayah kepada Lisin. Memiliki kedua kaki lumpuh bertahun - tahun sangat menyakitkan dan tak seorang pun ingin menjadi lumpuh selamanya. Itu akan menjadi hukuman terburuk bagi seorang Jendral seperti dirinya.

__ADS_1


Lisin terdiam, seseorang yang seharusnya menjadi kakeknya, telah memanggilnya saudara. Jika Lisin tahu Jendral Xue ingin memanggilnya dengan sebutan ayah dia pasti akan muntah darah.


Bersambung...


__ADS_2