Kehidupan Dengan Sistem Kekayaan

Kehidupan Dengan Sistem Kekayaan
Kehidupan Dengan Sistem Kekayaan Episode 211


__ADS_3


Perjalanan Lisin untuk menyelesaikan tugas sistem berlanjut.


Sebelum Lisin mengunjungi perusahaan milik Nadia yaitu PT. Mulia untuk mempromosikan dua produk terbaru yang akan siap diliris kapan saja, Lisin lebih memilih untuk mengunjungi Pulau Bali.


Selain menjadi tempat dirinya mendapatkan sistem, banyak hal yang perlu Lisin lakukan di sana. tentunya berhubungan erat dengan Pembunuh bayaran Wolf yang sudah mengumpulkan banyak mantan pasukan khusus dan pembunuh bayaran.


Bandara internasional Ngurah Rai.


Dari pada menggunakan Lamborghini yang ada di garasi. Lisin lebih memilih untuk menggunakan penerbangan, Selain menyingkat waktu, juga dirinya terlalu malas jika harus berkendara cukup lama.


Kesampingkan hal tersebut, Lisin yang baru saja turun dari pesawat, langsung di sambut oleh seorang wanita cantik tentunya bertubuh matang. dia adalah pegawai PT. Angkasa yang siapa melayani Lisin kemanapun perginya dan apapun situasinya. bahkan harus siap jika Lisin membutuhkan tubuhnya untuk kesenangan.


"Siang Bos..." Kata wanita cantik tersebut.


"Kamu?..." Tanya Lisin dengan bingung, walaupun pihak lain cantik dan bertubuh matang, Lisin telah kehilangan keinginan untuk berurusan dengan wanita cantik lagi, sebelum Joni agung benar - benar pulih dari cedera dalam pertarungan selama satu bulan sebelumnya, Lisin hanya bisa bersabar.


"Nama saya Kamila, Saya Di atur langsung oleh Bu Nazwa..." Kata Kamila dengan hormat.


Lisin tidak lagi seperti sebelumnya, sekarang PT. Angkasa membuat kebijakan baru tentang pentingnya Sosok Lisin. Hal ini di lakukan setelah menghilangnya Lisin dua bulan sebelumnya.


"Kamila, Apa tugasmu?..." Tanya Lisin dengan datar.


"Saya bertugas melakukan pengawalan, mengurus semua keperluan Anda dan tentu saja mengikuti semua perintah dari Anda..." Kata Kamila dengan sungguh - sungguh.


Kamila adalah karyawan PT. Angkasa yang telah lulus seleksi untuk posisinya saat ini. Berusia awal dua puluhan, tentu saja tidak mudah walau hanya menjadi pengawal dan pesuruh semata. Dirinya harus menyelesaikan ribuan tes penerimaan yang cukup sulit. bahkan ada ribuan wanita yang mencalonkan diri namun berakhir gagal, jadi Kamila ini sangat berpotensi untuk apa saja.


Mulai tes seni bela diri, kecakapan bertahan hidup di alam bebas, penggunaan senjata apapun, berbagai macam bahasa, nilai akademis yang tinggi dan masih banyak lainnya, tentu saja harus perawan.


Lisin yang menggunakan analisa sistem langsung terdiam. Nazwa ini lebih berlebihan dari pada yang Ningsih lakukan.


"Ok, Aku mengerti, kalau begitu antara aku ke suatu tempat..." Kata Lisin dengan datar.


"Siap Bos..." Kamila langsung mengambil mobil yang di desain khusus untuk keamanan paling canggih di dunia. setidaknya lebih canggih dari mobil kerajaan Inggris atau Presiden Amerika.


Tidak hanya anti peluru, bahkan ledakan bom skala kecil tidak akan membunuh orang yang ada di dalamnya. Lisin hanya bisa menggeleng melihat hal berlebihan seperti ini. entah mengapa dirinya lebih suka dengan kehidupan sebelumnya yang sederhana.


Lisin sampai pada tempat tujuan, yaitu Villa Alila Uluwatu. tentu saja dirinya harus mengunjungi Shizuka karena dirinya akan menggunakannya sebagai orang yang akan memimpin pasukan bayangan yang akan segera didirikannya.


Saat Lisin berhenti di depan Villa, penjaga keamanan langsung menyapa dengan hormat.


"Siang Bos..."

__ADS_1


"Lupakan tentang salam, kamu bisa kembali..." Kata Lisin dengan santai.


"Kamila, Kamu bisa kembali juga, aku akan menghubungimu jika aku membutuhkanmu..." Mendengarkan perkataan Lisin, membuat Kamila kecewa namun tidak mengungkapkannya dan memilih untuk kembali.


"Siap Bos..."


Lisin langsung berjalan ke arah Villa tepatnya halaman depan. kemudian Ada mobil Ferrari yang terparkir di sana.


"Selamat datang kembali..." Shizuka menyapa kedatangan Lisin.


Walaupun sudah lebih dari 2 bulan tidak bertemu, setidaknya Shizuka semakin terlihat cantik.


Andaikan Joni agung tidak terluka, pasti sudah bergoyang ria Villa tersebut.


"Apakah ini mobilmu?..." Tanya Lisin.


"Benar, Tuan hanya untuk membeli sayuran di pasar..." Jawab Shizuka dengan jujur.


Sebenarnya bukan membeli sayuran melainkan beli bahan masakan karena di Villa tidak ada masalah khas Jepang, jadinya Shizuka lebih memilih untuk memasak sendiri.


Tentunya Shizuka memiliki banyak uang karena pensiun dari pekerjaan kotor seperti menyelesaikan tugas dari Klan Suzuki saat dirinya menjadi ninja. Bahkan dirinya tidak repot - repot menerima uang dari Lisin.


"Tuan, Shizuka belum hamil - hamil, ayo bikin Shizuka hamil..." Tentunya, Shizuka sudah mengetahui tentang Lisin yang menikahi Delapan istri secara langsung. juga mendengar tentang salah satunya sudah mengandung anak dari Lisin. Untuk itu Shizuka tidak ingin kalah, tujuan hidupnya hanya untuk mengandung anaknya Lisin.


"Tidak masalah tuan..." Jejak kekecewaan dapat di lihat pada kedua pupil mata Shizuka.


"Bagus, Sekarang aku punya tugas untukmu namun sebelum itu, aku ingin kamu menyerang ku dengan semua kekuatanmu..." Kata Lisin dengan santai.


"Di mengerti..." Shizuka pada dasarnya ahli dalam penggunaan senjata tersembunyi, bukan karena kekuatan fisiknya.


Keduanya berpindah tempat di halaman belakang, dan dengan cepat pertarungan terjadi.


Shizuka jelas bukan tandingan Lisin, namun tujuan Lisin hanya untuk melihat batasan kekuatan Shizuka.


Setelah selusin gerakan, kecepatan dan kekuatan yang Shizuka perlihatkan, tidak jauh berbeda dengan kekuatan Wolf. terutama karena Shizuka tidak mengelola energi dalam. jadi dia lebih buruk jika dibandingkan dengan Wulan.


"Baik, kita berhenti..." Kata Lisin yang merapikan pakaiannya karena melakukan beberapa gerakan sebelumnya.


Lisin duduk di sebuah kursi dengan Shizuka yang malu karena merasakan tidak bisa mengungguli gerakan Lisin.


"Jangan kecewa seperti itu, kamu pasti telah melakukan pelatihan selama tinggal di disini, jadi kamu memiliki banyak perkembangan di bandingkan dengan sebelumnya..." Kata Lisin setelah menilai dari hasil pertarungan sebelumnya.


"Terima kasih, saya hanya melakukan pelatihan sederhana untuk menghabiskan waktu..." Kata Shizuka.

__ADS_1


Lisin mengangguk walaupun Shizuka memiliki peningkatan, namun hal tersebut belum memuaskan dan memenuhi kekuatan yang Lisin butuhkan.


Pembentukan Pasukan bayangan sangat di butuhkan seorang kepercayaan yang kuat. Dan lawan yang akan Lisin hadapi adalah seorang Kultivator yang bisa menghancurkan batu besar dengan tinjunya. bahakan senjata api tidak dapat mengikuti pergerakannya.


"Sistem... Apakah ada cara untuk meningkatkan kekuatan seseorang seperti mengelola energi dalam?..."


(DING...)


(Toko sistem di akses, Tuan rumah bisa membeli Pill pemurnian jiwa atau Pill kesengsaraan darah)


Lisin langsung membaca setiap diskripsi pada kedua pill tersebut.


Pertama, Pill pemurnian jiwa, dimana seorang manusia Fana akan dapat mengelola energi dalam seperti Lisin atau seorang Kultivator. tidak hanya meningkatkan semua kekuatan bahkan bisa menciptakan ledakan energi dan lain sebagainya.


Kedua, Pill kesengsaraan darah, di mana memiliki kegunaan membangun kekuatan melalui rasa sakit, karena rasa sakit yang kuat akan membuat tubuh manusia semakin kuat. hanya saja memiliki resiko kematian untuk mereka yang tidak sanggup bertahan ddalam melalui rasa sakit dari kesengsaraan.


Lisin tersenyum, untuk membuat seorang manusia fana bisa mengelola energi dalam saja membuat Lisin puas. sedangkan pill kesengsaraan darah membuat Lisin tertawa bahagia.


Menurut analisa sistem, jika seseorang bisa melalui kesengsaraan darah. maka akan mendapatkan tubuh kuat satu tingkat lebih rendah dari tubuh kuno milik Lisin.


(Di butuhkan masing - masing 1 Milliar apakah tuan rumah ingin membelinya: Ya/Tidak)


"Ya..." Setelah Lisin membelinya, dirinya langsung mendapatkan dua Pill berbeda pada telapak tangannya.


Satu berwarna putih, yang kedua berwarna merah darah. kemudian Lisin melihat kearah Shizuka.


"Shizuka, Jalan yang akan aku lalui di masa depan akan menjadi jalan pembantaian, akan banyak darah bercucuran dan akan banyak mayat berserakan. di masa depan aku akan memiliki musuh yang sangat kuat dan sangat kejam dia mungkin bisa membunuh seseorang dengan lambaian tangan"


"Musuh - musuh kuat akan berdatangan di depanku. Shizuka, kemampuanmu atau serangan senjata tersembunyi dari Klan Suzuki tidak akan membunuhnya..."


"Aku memberikan kamu kesempatan untuk memilih, berdiri di sampingku untuk menghadapi musuh - musuh ini, ataukah tidak sama sekali dan kamu bisa memiliki kehidupan yang aman tanpa masalah..."


Diam!


Sizuka seperti berada di sebuah medan perang, dengan seorang jenderal tanpa tanding di depan dirinya dan memberikan sebuah pilihan.


"Tuan, Bahkan jika kamu menggunakan tubuh ini sebagai perisai daging, aku tidak akan menolaknya. Musuh tuan adalah musuhku juga, jadi tolong jangan berkata seperti itu lagi di depan Shizuka..." Kata Shizuka dengan tekad.


(DING...)


(100 % Kesetiaan terdeteksi)


Bersambung...

__ADS_1


*Awalnya ingin membuat novel baru karena perjalanan Lisin akan berbeda dengan Bab sebelumnya. dan Bab - Bab selanjutnya mungkin di penuhi banyak perkelahian dan pembantaian, karena Lisin akan pergi ke Shanghai china. Mungkin akan berbeda dengan Bab sebelumnya. Author menyebutnya season kedua dan akan di bumbui dengan Kultivator modern. jika tidak suka dengan season kedua ini kalian bisa skip saja. Terima kasih.


__ADS_2