Kehidupan Dengan Sistem Kekayaan

Kehidupan Dengan Sistem Kekayaan
Kehidupan Dengan Sistem Kekayaan Episode 250


__ADS_3


Villa elite distrik laut timur.


Lisin dan Mei Lan berada dalam satu kamar yang sama. Malam ini keduanya akan melakukan peperangan yang mengguncang langit dan bumi.


Namun siapa yang menyangka disaat keduanya sedang asik bercumbu mesra. Suara panggilan telepon akan berbunyi dan mengganggu berlangsungnya peperangan.


Jika tahu suara panggilan akan datang dan mengganggu keduanya. Lisin akan melemparkan ponsel tersebut keluar jendela.


Suasana sudah mendukung, ketegangan sudah ada, momen yang sudah lama di nantikan telah tersedia, mengapa tinggal memasukkan saja harus terganggu.


Sial, mengapa aku harus memainkan naskah yang satu ini. Jika Lisin harus memilih, dia akan bertindak keluar dari naskah. Dan melanggar Mei Lan yang terlentang di atas ranjang. tanpa memperdulikan panggilan telepon yang tidak penting.


Lisin dengan kesal berfikir, Pasti yang membuat naskahnya seorang jomblo akut yang sangat iri dengan karakter yang dia mainkan! benar pasti seperti itu.


Lisin melihat Mei Lan kemudian menerima panggilan dengan menekan layar ponsel.


"Hallo..."


Lisin sudah siap untuk mendengar pertanyaan dari Zhang Fei tentang keberadaan dirinya. Tentu saja dia tidak akan berbohong kepadanya dan akan menjawab dengan jujur jika dirinya sedang bersama wanita lain.


"Oh, ingin memanggil seseorang dan meminta bantuan, sayang sekali tidak akan ada yang menyelamatkan kamu, Malam ini aku akan melanggar kamu dan kita tidak akan memiliki pengganggu, tentu saja tidak ada nada panggilan ponsel..."


Panggilan langsung berakhir begitu saja dan meninggalkan nada bip sebanyak tiga kali.


Diam!


Lisin tidak bersuara, Dia bingung tentang siapa yang berbicara melalui panggilan ponsel tersebut. Apakah Zhang Fei memiliki nada suara yang besar? tentu saja tidak, jelas suara tersebut suara seorang pria.


Apa maksudnya ini?


Mungkinkah Zhang Fei membuat sebuah lelucon untuk mempermainkan dirinya!


Benar pasti seperti itu, Lebih baik mengabaikannya. Tapi Zhang Fei tidak memiliki kepribadian seperti pembuat lelucon.


Sialan, mengapa aku bingung seperti ini. Bagaimana jika seseorang benar - benar ingin melanggarnya.


Lisin Langsung marah.


Tunggu dulu, mengapa aku harus marah? Pernikahan kita hanya kepura - puraan di atas kertas dan tandatangan bermaterai.


"Tuan Li, Apakah kamu baik - baik saja?..."


Lisin melihat, Mei Lan yang telanjang. Benar sekarang bukan saatnya memikirkan lelucon yang Zhang Fei mainkan, saat ini dia harus fokus dengan Mei Lan.

__ADS_1


Lisin langsung mendatangi Mei Lan kemudian menciumnya dan membelai dengan memerasnya hingga Mei Lan merintih kesakitan.


Namun bayangan dalam kepala Lisin bukan Mei Lan melainkan Zhang Fei yang memiliki wajah dingin.


Sial, mengapa aku memikirkannya, wanita yang jelas - jelas tidak menginginkan diriku.


Lisin semakin agresif, saat ini Dia bersiap untuk mengeluarkan Joni agung miliknya. namun dia berhenti saat Melihat Mei Lan kesakitan.


"Maaf, Apakah itu menyakitkan?..."


Mei Lan terlihat ketakutan, dia melihat sisi lain dari Lisin seperti orang yang sama sekali berbeda. Saat ini Lisin marah dan kesal menjadi satu namun melampiaskannya kepada Mei Lan.


"Tuan Li, tidak bersalah. Seseorang pasti sedang dalam masalah dan Tuan Li tidak ingin memikirkannya. Apakah dia memiliki kesalahan sehingga tuan Li mengabaikannya?..."


Tanya Mei Lan, dia sedikit tidaknya mendengarkan suara dari panggilan sebelumnya. Dan Mei Lan sangat menyadari jika Pikiran Lisin tidak untuk dirinya melainkan untuk wanita lain.


Pada dasarnya, wanita adalah mahkluk paling sensitif dalam menghadapi permasalahan yang cukup tersembunyi, dan memiliki kepekaan dalam melihat perubahan yang seorang pria hadapi.


Dalam pandangan Mei Lan, Lisin saat ini sedang kesal terhadap wanita lain yang mungkin memiliki hubungan dengannya. Memang benar dirinya tidak harus ikut campur dengan masalah yang Lisin hadapi, setidaknya dia lebih suka dengan Lisin yang sebelumnya dari pada dengan Lisin yang sekarang.


"Mei Lan, Aku akan jujur padamu. Aku memiliki sedikit istri dan salah satunya Zhang Fei seorang wanita dingin, juga menjadi CEO Lotus Corporation..."


Mei Lan diam, dia menyadari jika Lisin sudah memiliki wanita lain karena dia mengatakan sedikit itu berarti tidak lebih dari satu. Mengingat jika Lisin begitu baik terhadap dirinya, tidak mungkin dia tidak peduli dengan Zhang Fei ini. Pasti keduanya memiliki beberapa kesalahpahaman sebelum ini.


"Sulit untuk mengatakan jika pernikahan kami tanpa dasar cinta. Kita hanya dua orang asing yang menghabiskan satu malam bersama dan berakhir dengan sebuah pernikahan. Dia mengatakan jika kita akan bercerai dalam tiga bulan ke depan. Saat ini dia marah kepadaku. karena menuduhku melakukan sesuatu yang tidak aku lakukan..."


"Tuan Li, Aku juga seorang wanita dan memahami apa yang Nona Zhang pikirkan, dia mungkin Cemburu..."


Cemburu!


Zhang Fei cemburu kepadaku?


"Tuan Li, Nona Zhang menghubungi mu itu berarti kamu satu - satunya pria yang dia andalkan, dia membutuhkan pertolonganmu. Apakah tuan Li akan diam saja?..."


Kedua mata Lisin membulat, dia memikirkan kemungkinan ini. namun sulit di percaya jika Zhang Fei benar - benar Cemburu.


"Tuan Li, Harus menolongnya. Kamu harus menghargai dan menjaga apa yang sudah menjadi milikmu. jika kamu mengabaikannya, kelak kamu akan menyesalinya di kemudian hari..."


Mei Lan tersenyum, Dan senyuman tersebut membuat Lisin benar - benar ingin melanggarnya.


"Mei Lan, Terima kasih sudah mengingatkan..."


Lisin turun dari atas ranjang kemudian mengenakan kemejanya kembali. Kali ini dia memiliki tatap mata yang serius.


"Sistem, temukan keberadaan Zhang Fei..."

__ADS_1


(DING...)


(Target terdeteksi, 15 kilometer dari lokasi tuan rumah saat ini berada, tepatnya Bar Vue Shanghai)


Lisin ingat jika tempat tersebut adalah tempat pertama kali dia bertemu dengan Zhang Fei.


"Analisa jarak tempuh tercepat..."


(Dengan keahlian mengemudi super tuan rumah, 10 - 15 menit menggunakan mobil dalam kondisi jalanan padat kendaraan)


Tidak cukup, Lisin harus memikirkan solusi lain. namun dia tidak boleh berfikir lama. karena setiap detik yang terlalui Zhang Fei akan berakhir dengan Song Ji.


Lisin menemukan pengurus Villa dengan tergesa - gesa. "Katakan kendaraan yang tercepat yang ada di Villa ini..."


"Tuan, Kendaraan tercepat ada di halaman belakang..."


Lisin di pimpin oleh pengurus Villa dan langsung pergi kebelakang.


.....


Sedangkan itu, di hotel berbintang. dengan Bar Vue Shanghai berada di bagian bawahnya.


Pada kamar tersebut, Zhang Fei tergeletak tak sadarkan diri. Dia memiliki api panas didalam tubuhnya. Dia akan menerkam siapapun yang ada di dekatnya.


Song Ji yang melihat pemandangan langkah tertawa, di depannya adalah CEO dingin Zhang Fei yang memiliki kecantikan yang luar biasa. Untuk bisa tidur dengannya benar - benar keberuntungan yang luar biasa.


Di tangannya adalah ponsel milik Zhang Fei yang baru saja melakukan panggilan namun berhasil diambilnya dan mematikannya beberapa detik setelah panggilan terhubung.


Dia tidak pernah berfikir akan ada penyelamat untuk Zhang Fei.


"Malam yang indah bersama dengan teman tidur yang indah..."


Benar - benar keindahan yang sepadan untuk dia dapatkan dengan susah payah. Sebelum dia gagal meniduri Zhang Fei namun sekarang dia tidak akan gagal untuk kedua kalinya.


"Bubububububuooiingggg..."


Suara baling - baling yang begitu keras dapat di dengar oleh semua orang, tidak terkecuali Song Ji yang berada di dalam kamar hotel. Hanya Zhang Fei yang tidak terganggu karena dia tidak sadarkan diri.


Song Ji sangat kesal kemudian dia membuka jendela kamar hotel. Dia melihat sumber suara tersebut berasal. Ternyata suara tersebut milik helikopter yang entah dari mana terbang dengan ketinggian yang sangat rendah.


Terpaan angin yang begitu kencang sangat mengganggu belum lagi suaranya yang keras. Helikopter tersebut berhenti di atas gedung, entah siapa yang menerbangkannya yang jelas siapapun yang mengganggu Dirinya, maka tidak akan selamat.


"Helikopter pengganggu, sialan lihat saja aku akan mematahkan kaki siapapun yang menerbangkannya..."


Mood Song Ji langsung rusak, setelah kedatangan Helikopter tersebut. Namun dia tidak peduli lagi. Malam ini dia harus bersenang - senang dengan tubuh Zhang Fei.

__ADS_1


Bersambung...


__ADS_2