
Jalan raya kota Malang...
Mobil Nissan Skyline yang Lisin kemudikan mengikuti Mobil BMW yang berkendara di depannya.
Jalanan tersebut cukup akrab untuk Lisin namun dirinya tidak memikirkan tempat yang sama. Dengan santai Lisin mengikuti Mobil BMW yang di kemudikan Tarno.
"Dosen Mirna... apakah masih sakit?..." Lisin yang mengemudi bertanya.
"Sedikit... Itu karena kamu melakukannya dengan kasar" Dosen Mirna menjelaskan dengan kesal, sudah jelas situasinya masih kacau karena ibunya menjodohkan dirinya dengan Tarno, mengapa sekarang membahas hal yang memalukan.
"Maaf... Ambillah, ini akan menghilangkan rasa sakit dan bengkak yang kamu miliki..." Lisin memberikan sebuah pil herbal yang memiliki manfaat penyembuhan tingkat menengah. tentunya Lisin membeli pil tersebut dari toko sistem.
"Ini..." Dosen Mirna kebingungan tentang benda hitam yang terlihat seperti permen kopi.
"Telan saja, itu obat herbal yang aku beli secara online..." Lisin membuat alasan.
Setelah mengkonsumsi obat herbal dari pemberian Lisin, dirinya sangat terkejut dengan khasiat obat herbal tersebut, Dosen Mirna langsung meraba - raba bagian bawahnya sendiri untuk memastikan bagian yang membengkak kembali normal.
Juga rasa letih pada semua bagian tubuhnya menghilang tanpa jejak, belum lagi vitalitas tubuhnya semakin meningkat. Siapapun yang mendapatkan perubahan seperti itu akan sangat senang.
Begitu juga Dosen Mirna yang melihat Lisin yang mengemudi di sampingnya dengan tatapan kagum.
Sebelumnya Lisin melakukan pengobatan secara ajaib, yang menyembuhkan seratus pasien keracunan makanan, sekarang memiliki obat yang memiliki khasiat di luar nalar.
Jelas Dosen Mirna sangat yakin jika obat herbal tersebut tidak di beli melalui online, pasti Lisin memiliki cara ajaib juga untuk mendapatkannya, maka dari itu Dosen Mirna tidak bertanya lebih lanjut lagi.
Dosen Mirna memiliki kedua matanya bersinar, dirinya sangat gembira jika Lisin memiliki banyak obat herbal yang ajaib dirinya tidak masalah memiliki bagian bawah bengkak setiap kali melakukan cocok tanam.
"Hem... Dosen Mirna, mengapa kamu begitu bersemangat?..." Lisin bertanya bingung.
"Tentu saja rahasia..." Dosen Mirna tersenyum secara matahari.
Kedua mobil dengan cepat sampai di tempat pusat pembelanjaan yang cukup terkenal di kota Malang. Lisin yang mengikuti dari belakang mulai sadar jika tempat tersebut adalah tempat di mana dirinya dan Dewi tidak jadi membeli busana.
Untung saja tidak bersama dengan Dewi yang naif, jika bersama dengannya mungkin akan gagal membeli pusat pembelanjaan untuk kedua kalinya.
__ADS_1
"Bagaimana?... Besar kan Mall yang menjadi tempat Nak Tarno bekerja..." Ibunya Mirna dengan sombong menjelaskan kepada Lisin dan Mirna.
"Tante terlalu memuji, Tarno hanya karyawan biasa disini, dan bisa dipecat jika melakukan kesalahan..." Tarno yang tonggos berkata dengan rendah hati namun tidak menyembunyikan sikapnya yang sombong.
"Nak Tarno, Kamu terlalu rendah hati sungguh calon menantu teladan, Mirna kamu melihatnya kan... Nak Tarno yang mapan saja memiliki sikap rendah hati. apa lagi kekurangannya?..." Ibunya Mirna menjelaskan.
Dosen Mirna tidak bergeming dengan ibunya yang memuji Tarno... Dirinya sudah merasa cukup hanya bersama dengan Lisin sedangkan Tarno hanya seekor kutu rambut yang akan hilang jika melakukan keramas.
"Ehm... Tidak enak berdiri di luar saja mari kita melihat - lihat bagian dalam..." Tarno langsung memimpin jalan seolah seorang Bos dari Mall pusat pembelanjaan.
"Ayo pergi agar dia malu karena bersaing dengan Nak Tarno, kamu harus sadar karena Putriku tidak cocok dengan orang yang tidak jelas, dan lebih cocok dengan Nak Tarno..." Ibunya Mirna menyindir lagi dan lagi.
Lisin tidak marah hanya bisa menggeleng, mengapa dirinya memiliki calon ibu mertua yang seperti ular, Baik... Apa yang akan calon ibu mertuanya katakan jika Mall pusat pembelanjaan akan dirinya beli.
"Sore Pak ada yang bisa di bantu..." Dua karyawan wanita menyapa Lisin.
Tarno, Mirna dan ibunya besama Lisin baru saja memasuki pusat pembelanjaan dan mengapa dua karyawan wanita menyapa Lisin namun tidak menyapa Tarno.
"Kalian berdua mengapa menyapa dia namun tidak dengan Nak Tarno?..." Ibunya Mirna berkata dengan tidak puas, sepertinya kedua karyawan wanita ini tidak memiliki mata.
"Kami berdua hanya melakukan tugas kami..." Karyawan wanita baik menjelaskan.
Jelas dirinya sangat menyesal akan sikapnya yang sombong tersebut, jika dirinya tidak bersikap sombong pasti akan mendapatkan uang tips, untung saja dirinya tidak berakhir di pecat oleh tuan Wijaya karena menyinggung Lisin.
Setelah pekerjaan saat yang lalu selesai, dirinya dan banyak karyawan lain mendapatkan briefing kecil dari kepala manajer secara langsung, pengarahan tersebut menjelaskan Jika Lisin datang lagi mereka harus memperlakukannya seperti pemilik perusahaan.
Tarno saat ini sedang cuti karena itu dirinya tidak mendapatkan informasi tambahan seperti itu.
Lisin mengingat kedua karyawan wanita yang menyapa dirinya, terutama karyawan wanita sombong, sepertinya kejadian sebelumnya telah merubah sifat sombongnya.
"Tugas!... kalian ini bagaimana sih, apakah dia anak haram pemilik perusahaan?... Aku Tarno karyawan paling senior di sini apakah kalian lupa?..." Tarno berkata dengan tidak puas, baru saja dirinya melakukan cuti kerja mengapa karyawan lain mengabaikan dirinya.
Sekarang Tarno sangat malu di depan ibunya Mirna, saat ini dirinya sudah bersikap seperti bos perusahaan, walaupun hanya karyawan senior, dan tindakan dua karyawan wanita ini jelas merusak suasana hatinya.
"Pak Tarno... kamu harus bertanya kepada kepala Manajer, kita hanya melakukan tugas..." Karyawan sombong berkata dengan tegas.
"Apa!!.." Tarno sangat malu di buatnya.
__ADS_1
Mirna dan ibunya tidak bisa berkata - kata di buatnya, terutama ibunya Mirna yang matre, bukannya Mall pusat pembelanjaan ini menjadi tempat bekerja Nak Tarno mengapa kedua karyawan wanita ini lebih hormat kepada pacar putrinya di bandingkan Nak Tarno.
Mirna yang melihat kearah Lisin juga tidak berharap, jika Lisin akan membuat perubahan yang sangat cepat. Hanya saja Lisin juga tidak mengerti mengapa kedua karyawan wanita tersebut bersikap seperti ini.
"Mama... Mirna, apa yang kalian berdua lakukan di sini?..." Pria paru bayah lain datang dari kejauhan langsung menyapa istri dan anaknya.
"Om... Senang melihatmu..." Tarno langsung menjabat lebih awal.
"Papa... Ini, Sih Mirna memiliki Pacar yang tidak jelas, padahal sudah aku jodohkan dengan Nak Tarno..." Ibunya Mirna menjelaskan sambil menunjukkan jarinya kearah Lisin.
"Apa!... Mirna berani sekali kamu memutuskan untuk berpacaran dengan dia, bukannya sudah ada Nak Tarno yang mapan, Lagian kamu bekerja apa?..." Ayahnya Mirna berkata dengan marah sambil bertanya kepada Lisin.
"Saya... Hanya mahasiswa paman..." Lisin menjawab dengan jujur.
Hanya Mahasiswa!!!
Tarno tertawa dalam hatinya, sebelumnya dirinya memiliki firasat buruk, jika Lisin adalah anak haram pemilik perusahaan. sekarang mendengar pengakuan dari Lisin sendiri dirinya sangat senang.
"Papa membiayaimu hingga menjadi seorang dosen di universitas, agar kelak kamu sukses dan memiliki suami yang kaya raya... mengapa kamu pacaran dengan seorang mahasiswa?..." Kedua orang tua Mirna sangat marah.
"Mirna putuskan dia sekarang juga, Mahasiswa memiliki masa depan yang tidak jelas, dan suka menghabiskan uang orang tuanya. walaupun nantinya memiliki gelar sarjana, tidak semua mahasiswa memiliki masa depan yang cerah..."
"Teman Papa seorang lulusan sarjana hanya bekerja sebagai sales dan budak perusahaan yang harus kerja dengan keras di lapangan dengan target yang menyusahkan..."
"Kan ada Nak Tarno... yang sangat jelas tampan walaupun sedikit Tonggos, setidaknya dia sudah memiliki pekerjaan mapan, mobil dan rumah. kamu tidak akan sengsara di masa depan dari pada bersama dengan seorang mahasiswa..."
Tarno sedikit tertekan walaupun di puji secara sepihak, itu karena Ayahnya Mirna menambahkan kata Tonggos yang sangat fatal.
Dua karyawan yang mengetahui langsung identitas Lisin hanya bisa menggelengkan kepala, terutama Karyawan wanita sombong. dirinya melihat sendiri Tuan Wijaya yang ingin menyenangkan Lisin.
Orang kaya seperti tuan Wijaya bahkan ketakutan dengan Lisin, jelas Lisin memiliki identitas dan latar belakang yang luar biasa.
Karyawan sombong melihat kearah putri pasangan tersebut, yaitu Mirna hanya bisa cemburu, andaikan saja dirinya yang menjadi pacar Lisin pasti akan sangat bahagia. sekarang dirinya menertawakan dua pasangan yang memarahi Lisin, mungkin cepat atau lambat akan menyesal seperti dirinya.
Bersambung...
*Mungkin kalian semua merasa jika jumlah kata menjadi sedikit, dulu ada 2000 kata bahkan lebih, sekarang hanya 1000 kata lebih sedikit.
__ADS_1
*Karena pihak NT yang membuat author bingung, Banyak novel populer ekslusif dari NT jika tidak salah jumlah katanya hanya 1000 kata.
*Dan ternyata benar setelah satu bulan up dengan jumlah kata 1000 lebih sedikit level karya author meningkat yang awalnya hanya 4 menjadi 8 kok bisa. untuk crazy up author belum bisa, Terima kasih.